Hai Kak, folow-followan di IG yuk kk.
IG : Linieva2
Seorang wanita yang bangun dari tidur nya, dan ternyata, dia berada di tubuh orang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linieva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
“Apa ada seseorang yang menjemputnya?” tanya Noah.
“Tidak ada tuan. Nyonya pergi dengan menggunakan ojek online.” Jawab Elijah.
Tanpa ada kalimat lagi, Noah segera menutup panggilan nya dengan kesal.
***********
“Jadi dia serius ingin bekerja? Tapi kenapa?” Noah berbicara sendiri.
“Aku kan sudah bilang akan memberikan nya uang dan rumah. Lalu kenapa dia masih bersikeras untuk bekerja?”
“Kenapa aku marah? Itu urusan nya yang aku tidak perlu pikirkan.”
Apa alasan aku harus marah?”
Pertanyaan yang membuat Noah bingung.
*******
Dylan masih bersama dengan Irene.
“Kalau mau aku akan menjemput mu biar kita bisa bersama-sama berangkat kerja nya.” Tawar Dylan.
“Tidak usah. Aku kan udah gede, jadi aku bisa datang sendiri.” Tolak Irene pelan.
“Ya udah kalau gitu.” Dylan sedikit kecewa, tapi dia berusaha untuk mengerti.
********
sore hari pukul 16.00 wib, Irene sudah berada di rumah. Dan Noah belum pulang dari pekerjaan nya.
Irene tidak keluar dari kamar. Beristirahat karena di rasa sangat lelah.
Elijah dan pelayan lain nya merasa lega karena isteri majikan nya sudah pulang sebelum tuan nya pulang.
Hingga pukul 5 sore, Noah baru tiba di rumah. Wajah nya yang tidak pernah terlihat nyaman, sudah biasa di lihat penghuni rumah.
“Apa dia masih di luar atau sudah pulang?” tanya Noah pada Elijah.
“Sudah pulang tuan tadi jam 4 sore.” Jawab Elijah.
“Jam berapa dia pergi?” tanya Noah yang tidak tahu.
“Jam 10 pagi tuan.” Elijah menjawab dengan yakin.
“Jam 10 dan pulang jam 4 sore? Lama sekali dia di luar? Apa yang di lakukan nya?” tanya nya di dalam hati.
“Siapkan makan malam. Dan nanti suruh wanita itu turun saat makan malam.” Perintah nya pada Elijah.
“Baik tuan.” Elijah kemudian kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Noah yang masih memegang tas kerja nya segera menuju kamar.
Berhenti di depan kamar Irene, dia tidak berniat untuk masuk, tapi menempelkan
telinga nya untuk mendengar suara dari dalam.
“Ngapain aku di sini?” ucap nya tersadar.
**********
Irene yang masih tertidur di tempat tidur nya.
“Renata, aku senang sekali kita saat ini bisa bertunangan.” Suara seorang pria dengan ramah.
“Aku juga sangat senang.” Gadis muda bernama Renata tersenyum dengan lebar.
“Sekarang kamu sudah berusia 21 tahun. Kita akan menikah 3 tahun kedepan. Aku berjanji akan membuat mu bahagia. Tidak akan kekurangan apapun.” Pria yang bernama Kelviano itu adalah tunangan dari Renata.
“Terimakasih Kelvi, aku sangat senang akhir nya aku bisa memiliki mu. Aku akan menjadi isteri yang bahagia dan beruntung bisa menikah dengan mu.” Raut wajah yang sangat senang.
Bayangan itu memudar, hilang perlahan.
“Kelvi…. Kamu mau kemana? Kel…. Kamu mau kemana…???” Irene terbangun dari tidur nya.
“Hhhhhaaaahhh….. ternyata aku bermimpi ya.” Wanita itu membersihkan keringat yang ada di wajah nya.
TTTOOOKKK….TTTOOKKKK…..TTTOOOKKKK…..
“Nyonya, makan malam sudah siap.” Ucap Elijah di luar pintu yang belum di buka.
Irene turun dari ranjang untuk membuka pintu.
“Elijah, aku masih belum lapar. Nanti aku turun kalau mau makan ya.” Ucap Irene.
“Nyonya, tuan Noah sudah ada di bawah. Tuan menyuruh saya supaya anda turun dan makan malam bersama nya.” Ucap Elijah.
“Apa? Dia bilang begitu? Tumben?” Irene yang merasa tidak percaya.
“Ya udah. Aku akan mandi dulu, nanti aku kebawah.”setelah memberitahukan pada Elijah, wanita itu menutup pintu dan membersihkan diri nya.
Elijah pun turun, menghampiri tuan nya.
“Tuan, kata nyonya Irene, dia mau mandi dulu dan akan segera turun.” Kepala pelayan itu menyampaikan pesan.
“Mau mandi? Udah jam berapa ini dan dia baru mau mandi?” tanya Noah yang melihat jam di tangan nya yang menunjukkan pukul 19.00 wib.
“Seperti nya nyonya baru bangun tidur tuan.” Ucap Elijah.
Noah menghela nafas.
“Tinggalkan aku.” Suruh nya pada Elijah.
Elijah memberikan hormat dan kembali pada pekerjaan nya.
“Baru bangun tidur?” tanya nya dalam hati.
Noah hanya duduk dan meminum kopi yang di seduh Elijah.
Makan malam belum di hidangkan. Mereka menunggu kedatangan Irene.
Sekitar 30 menit, gadis itu sudah terlihat di anak tangga yang hendak turun.
Pandangan mereka bertemu membuat Irene sedikit canggung.
“Selamat…. Selamat malam.” Sapa Irene.
Semenjak melihat dan mendengar langsung kemarahan Noah pada nya, itu membuat Irene merasa takut dan gugup.
Apalagi Renata yang berada di tubuh Irene adalah sosok yang manja dan tidak pernah di bentak.
Noah mengernyitkan dahi nya, heran dengan kalimat pembuka yang baru di dengar.
“Biasa nya dia pecicilan pada ku, dan bilang….’ Suamiku’. Kenapa sekarang dia seperti mengabaikan ku?” pertanyaan yang ada di dalam pikiran nya saat ini.
Irene menarik kursi selang 1 kursi dari samping Noah. Dia tidak berani untuk duduk dekat dengan pria itu lagi.
“Ada apa dengan nya? Aku merasa dia seperti mengatur jarak dari ku?” penasaran melihat kejadian itu.
“Ahh… biarkan saja. Aku tidak perduli. Justru itu lebih bagus.” Dia berusaha menenangkan perasaan dan pikiran nya.
“Elijah, siapkan makan malam nya sekarang.” Suruh nya pada Elijah yang memang sedang menunggu perintah.
Elijah dan Vira segera membawa makanan untuk di hidangkan di atas meja.
Tidak sedikit pun Irene berani melihat pria yang sedari tadi melihat nya yang menjauh itu.
“Aku dengar dari Elijah kau keluar tadi pagi?” tanya Noah membuka obrolan.
“I…iya.” Irene menjawab dengan senyum paksa nya.
“Apa ini? Biasa nya dia tidak gagu menjawab.” Pertanyaan baru yang muncul di pikiran Noah.
“Kemana kau pergi dan urusan apa?” tanya Noah penasaran.
“Aku bertemu dengan teman baru. Dia menawarkan pekerjaan untuk ku.” Jawab Irene tanpa berani memandang Noah.
“Kalau aku berbicara pada mu, lihat.” Suruh Noah yang merasa kesal.
Di suruh seperti itu, Irene langsung melihat wajah Noah.
“Teman mu itu laki-laki atau perempuan?” tanya nya lagi.
“Laki-laki.” Jawab Irene.
Entah kenapa jawaban itu membuat Noah kesal.
“Pacara baru mu ya?” tebak Noah yang membuat Irene terkejut.
“Bukan, dia hanya…..
“ternyata kau sudah mencari pegangan baru ya.” Ucap Noah memotong kalimat Irene yang belum selesai di ucapkan.
“Bukan, dia hanya teman baru yang membantu ku mencari pekerjaan.” Jawab Irene dengan cepat sebelum kalimat nya di potong.
Noah melihat wanita itu yang berbicara dengan cepat dan tegas.
“Dari mana kau bertemu dengan nya?” tanya nya lagi berusaha untuk tenang.
“Sejak kejadian dia menabrak motor saat aku memakai nya.” Jawab nya.
“Dia hanya membantu ku untuk mendapatkan pekerjaan. Dan dia bilang di tempat nya bekerja ada lowongan. Dan aku menemui nya untuk mengantarkan lamaran.” Jawab Irene.
.
.
.
HAI TEMAN-TEMAN.... JANGAN LUPA LIKE N VOTE YOOOO...
TERIMAKASIH
blm lagi karakter yg perempuan.
kalo bersikap kaya yg dia tunjukkan bukannya bikin cinta malah eneg
justru kita bersikap acuh2 tapi butuh yg malah bikin laki2 penasaran
banyak novel2 sejenis ini yg menggambarkan karakter istri yg persis dgn benar dibanding yg anda buat Hai penulis.
Yg nikah kan noah & irene
Jadi noah & renata bukan suami istri.
jd mals bca