NovelToon NovelToon
Pesona Ibu Tiri BADASS

Pesona Ibu Tiri BADASS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Ibu Tiri
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.

Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.

Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.

Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:

"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."

↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PITB - 11.

...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...

Setelah kedua wanita itu keluar dari Penthouse, Regatta kembali ke dapur untuk membuat bakwan yang super pedas buat dirinya sendiri.

Karena dia sering panas dalam karena suka makanan pedas, dia juga punya stok 'Adem-Sari' dimana-mana, agar mudah di minum jika diperlukan.

"Si-alan! Benar-benar sia-lan kedua orang itu! Berani-beraninya mereka mengancam gue begitu! Mereka pikir, mereka itu siapa?! Haaah! Gue benar-benar emosi sekarang! Butuh yang super-duper hot jeletot, biar otak gue gak spaneng! Semoga Minions-gue pulangnya sore, biar emosi gue turun dulu ..." ujarnya, misuh-misuh sendiri sambil mengaduk adonan bakwan, yang dia tambahkan berbagai macam cabe-cabean di dalamnya.

Sreeeng!

Regatta mulai menggoreng bakwan tersebut, tidak sampai setengah jam, sekitar sepuluh buah bakwan super-duper hot jeletot pun siap dia santap sendiri, bersama saus mayones pedas buatannya sendiri.

Regatta langsung menyantap gorengan itu layaknya orang kerasukan, mulutnya bergoyang sambil mengeluarkan suara 'Huhaaa-huhaa', dan wajahnya sudah dipenuhi peluh yang mengalir deras.

Wajahnya memerah karena sudah kepedasan, namun mulutnya tidak berhenti mengunyah, membuat para 'Shadow Guard' yang ada di kegelapan menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan 'Queen' mereka.

Saat sudah merasa puas dan segar, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi. Membersihkan badannya, agar saat anak-anak dan suaminya pulang, dia sudah bersih dan wangi.

"Ah, segarnyaaaa! Sekarang gue dah siap menyongsong setengah hari ini dengan normal! Hahahahaha!" ujarnya sambil tertawa sendiri.

"Shadow Guard! Lakukan tugas kalian dengan baik dari balik bayang-bayang mulai malam ini! Jangan sampai mereka menyakiti ketiga anak sambungku, paham?!" lanjutnya ke arah kegelapan.

"Dipahami, Queen!"

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

TING!

Terdengar suara denting lift sekitar jam lima sore, suara tawa riang terdengar dari luar pintu utama Penthouse itu.

Klik!

Saat pintu utama terbuka, muncullah tiga sosok menggemaskan bersama dua pengasuhnya sambil tertawa riang.

"Assalammualaikum, Mommy! Kami sudah pulaaaang! Hahahahaha!" seru ketiganya serempak.

"Wa'alaikummussalam, anak-anakku! Senang sekali kalian kelihatannya, apakah bermainnya sudah puas?" jawab Ega sambil bertanya balik kepada tiga Minions kesayangannya itu.

Dewanta langsung memeluk kaki Regatta, diikuti oleh Dionata dan Dewinta dengan wajah berseri-seri, tangan mereka masih memegang hadiah yang mereka menangkan tadi.

Regatta langsung berjongkok dan memeluk ketiga anak sambungnya itu dengan erat, seolah-olah ingin melenyapkan sisa ketegangan yang menyelimuti hatinya sejak tadi.

"Kami memenangkan hadiah, Mommy! Seru sekali permainannya disana, kami sangat senang!" adu Dewanta dengan wajah sumringah.

"Benar, Mommy! Kami sangat senang sekali! Kami juga makan ice cream di sana, ice cream warna-warni yang enak sekali!" sambung Dewinta dengan wajah imutnya.

"Dan aku memenangkan mainan banyak loh, Mommy!" lanjut Dionata dengan nada ceria.

"Waaah! Anak Mommy memang hebat-hebat! Sekarang kalian mandi, oke? Sebentar lagi Daddy pulang, jangan sampai Daddy mencium bau acem kalian ini ..." ujar Regatta sambil mencium wajah mereka masing-masing.

"Ashiaaap, Mommy! Hahahaha ..." jawab mereka bertiga sambil tertawa.

(Anak-anak ini memang usianya masih lima tahun, namun Author tidak membuat mereka cadel, ya. Karena memang mereka sudah lancar bicara sejak usia empat tahun, dan mereka sebenarnya anak-anak jenius, namun Regatta mengarahkan mereka seperti anak-anak normal lainnya, agar mereka tidak kehilangan masa kecil mereka.)

Setelah anak-anak itu masuk ke dalam kamar mereka dengan ditemani oleh kedua pengasuhnya, Regatta berjalan ke arah balkon sambil membawa secangkir kopi hitam tanpa gula favoritnya.

Matanya menatap tajam ke arah jalanan di bawah sana yang padat, dan lampu-lampu jalanan di Ibukota sudah menyala, menyambut datangnya malam.

Dia menyadari, jika ancaman itu bukanlah sekedar gertakan kosong saja.

Alera dan Lectra adalah tipe orang yang tidak akan berhenti sampai keinginan mereka terpenuhi, bahkan jika harus 'menginjak batas' keselamatan nyawa orang lain.

"Mereka pasti sedang merencanakan sesuatu di luar sana. Shadow Guard sudah aktif, maka aku tinggal mengikuti alur mereka, agar dapat memasukkan mereka ke penjara dengan mudah!" gumam Regatta sambil menyesap kopinya.

"Aku akan membicarakan rencana ini dengan Mas Raka, agar dia tidak panik esok hari ..."

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

Sementara itu, di dalam sebuah cafe tersembunyi di pinggiran Ibukota, Alera dan Lectra terlihat duduk dengan wajah pucat, namun penuh dengan emosi yang terpendam.

Keberanian mereka hancur di hadapan Regatta, namun kebencian dan kecemburuan justru semakin membuncah didalam hati mereka, membuat niat buruk tumbuh dengan subur di hati mereka.

"Dengarka aku, Lectra ... kita memang tidak bisa melawan wanita ja-lang itu secara langsung sekarang. Ja-lang itu memiliki aura Iblis yang menakutkan, membuatku nyaris mati ketakutan tadi!" ujar Alera geram, sambil mengeratkan pegangannya pada gelas minuman di depannya.

"Tapi kita tidak bisa diam saja, Alera! Kalau suami-suami kita mendekam lama di penjara, harta yang ada ditangan kita akan habis dimaka waktu! Dan yang paling parah, semua itu akn dikuasai oleh si ja-lang dan anak-anak sia-lan itu!" sahut Lectra dengan suara bergetar karena emosi.

"Anak-anak kita juga mempunyai hak atas seluruh harta Adinata! Mereka juga keturunan sah Adinata, masa mereka tidak mendapatkan apa-apa, hanya karena kesalahan yang dibuat oleh Ayah mereka, sih?!" lanjutnya dengan nada menggebu.

Mereka tidak menyadari, jika tindak-tanduk mereka sudah diintai oleh team shadow milik Regatta.

Semuanya sudah direkam dengan baik oleh mereka, yang ternyata sudah duduk disamping mereka sejak awal.

Mata Alera tiba-tiba menyipit, sebuah ide jahat muncul dikepalanya.

Dia mendekatkan wajahnya ke arah Lectra, ucapannya pelan namun penuh dengan kelicikan.

"Jika kita tidak bisa menyentuh Regatta dan Raka, maka kita bisa mengambil jalan pintas melalu anak-anaknya, kan?" ujarnya dengan penuh perhitungan.

"Apa maksudmu?" tanya Lectra, sambil mengernyitkan keningnya.

Alera meletakkan gelasnya, lalu dia menjawab pertanyaan itu dengan wajah menyeringai kejam.

"Anak-anak itu adalah kelemahan terbesar mereka. Bayangkan bagaimana jika nak-anak itu hilang atau celaka di tangan kita? Pasti mereka akan hancur!" ujarnya dengan wajah kejam.

"Mereka pasti akan melakukan apa saja yang kita minta, bahkan menyerahkan semua hak dan membebaskan suami-suami kita, asalkan nyawa anak-anak itu selamat!" lanjut Alera dengan seringai mengerikan.

Lectra terdiam sejenak, lalu seringaian itu terbit di bibir tebalnya.

"Kamu benar, Alera! Dan aku mempunyai seorang kenalan yang pas untuk melakukan pekerjaan ini. Mereka tidak akan mempertanyakan, asal bayarannya sesuai. Besok dalah waktu yang sangat baik untuk kita menjalankan rencana ini, yaitu saat anak-anak itu berangkat ke sekolah ..." ujarnya dengan nada mantap.

"Dan pastikan semuanya berjalan dengan rapi! Jangan sampai ada jejak yang mengarah kepada kita. Buatlah seolah-olah ini adalah penculikan biasa demi uang tebusan. Setelah semua tujuan kita tercapai, maka kita bisa menyingkirkan ketiga anak itu sepenuhnya! Hahahaha!" sahut Alera dingin sambil tertawa.

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

Regatta baru saja selesai memasak makan malam untuk keluarga kecilnya, tiba-tiba ponselnya bergetar panjang, tanda ada sebuah pesan rahasia yang masuk dari 'Shadow Guard' di luar sana.

Drrrrrrrt ... Drrrrrrrt!

Shadow Guard: "Lapor, Queen! Kedua wanita tadi melakukan sebuah rencana dengan kelompok penculik bayaran di kota ini. Dan targetnya adalah Triple D."

Tidak lama kemudian, ponselnya kembali bergetar, dimana ada rekaman suara kedua wanita itu, yang telah merencanakan kejahatan keji terhadap ketiga anak sambungnya itu.

Regatta mengatupkan rahangnya dengan erat, tatapannya kembali dingin.

"Jadi, benar dugaanku ... kalian berani bermain api dengan menggunakan nyawa ketiga anak-anak itu!" gumamnya pelan, namun nadanya terdengar seperti menekan emosi yang akan meledak.

Dia segera mengirimkan pesan balasan kepada mereka.

Queen Relia: "Perketat pengawalan dari jauh, namun longgarkan pengawalan disekitar Triple D besok. Saya ingin menangkap mereka hidup-hidup sebagai bukti nyata, yang akan menyeret kedua wanita itu ke dalam penjara! Kumpulkan semua bukti, agar kedua 'Ular' itu tidak bisa mengelak lagi!"

Shadow Guard: "Dimengerti, Queen!"

Setelah selesai mengatur semuanya, Regatta menyiapkan masakan buatannya di meja makan, dimana ketiga anak sambungnya sedang bercanda riang dengan kedua pengasuhnya.

Tidak lama kemuadian, Raka pun tiba di sana.

Setelah mandi dan berganti pakaian, Regatta segera membawa Raka ke ruang kerja, untuk menceritakan semua kejadian hari ini.

Dia meminta agar Raka tidak perlu khawatir, karena dia telah mengerahkan anak buahnya, agar semua rencana besok berjalan dengan lancar.

"Baiklah, Ega ... Mas serahkan keselamatan Triple D kepadamu. Mas percaya kepadamu ..." ujar Raka dengan nada lembut.

"Terima kasih, Mas Raka. Aku janji, aku tidak akan mengecewakanmu dan anak-anak kita ..."

Setelah selesai, mereka langsung bergabung dengan ketiga anak-anak itu, untuk makan malam bersama.

Regatta berjanji dalam hatinya:

"Tidak akan ada seorang jahat yang dapat menyentuh sehelai rambut mereka, selama aku berada di sisi mereka, sekalipun aku harus menghancurkan dunia demi melindungi mereka!"

...🍃☀†๏ вэ ¢๏и†เиµэ∂☀🍃...

1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas hadir dan dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yue Li MZy
halo mampir di cerita KA uthor,semoga ceritanya tidak Hiatus ditengah dan smgtt ya
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
beybi T.Halim
kita ngelapak dimari.,mudah2an seruuu ceritanya👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Beybi ... Semoga suka dengan ceritanya, ya ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Asra
Keren kak! semangat selalu, di tunggu up-nya.
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Asra ... 🤗🙏🏻😊💚💚💚💚💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!