tari seorang gadis miskin yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga bersama ibunya harus terusik saat dia bekerja sendiri dengan tuan Angga seorang pria muda yang mapan dan juga tampan namun memiliki sikap yang kasar dan tempramen kerena masa lalunya yang kelam
awalnya tari pikir hidupnya akan berubah menjadi lebih baik dan bisa mewujudkan mimpinya untuk hidup layak namun tuan Angga sering memperlakukannya dengan kasar dan menyiksa tari secara fisik dan batin dengan ancaman
siapa sangka ternyata benih cinta secara diam diam mulai tumbuh mengiringi kebersamaan mereka yang selalu berbeda sikap, saat tuan Angga mulai termakan cemburu buta dia memperkosa tari
menjadi korban pemerkosaan oleh tuan Angga telah merubah perilaku tari yang mulai menyukai kehidupan sex bebas tuan Angga hingga menariknya pada jurang kehancuran
dan hamil diluar nikah.
padahal disisi lain ada pria lain yang mencintai tari secara tulus tuan jagad sahabat tuan Angga sendiri
.
apakah tari dan Angga masih bisa menemukan kebahagian yang sejati? dan seperti apa kisah itu akan berhenti ? saat cinta sangat sulit terlihat sebab tertutup oleh rasa sakit hati dan benci
" aku tidak suka dibantah " Angga
" aku tidak suka kau mengekang diriku " tari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tra lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
new season ( hot kiss)
tari mengelus tengkuk tuan Angga dengan mesra lalu menarik kepalanya supaya lebih dekat sebelum bibir mereka saling menyatu dan me******* t bibir masing masing dengan rakus
sentuhan tangan itu mulai bergerak dengan bebas sesuai naluri mereka, menyusuri tiap lekuk keindahan tubuh keduanya yang terasa hangat dan halus, saling membelai saling mengusap dengan diiringi beberapa kali melakukan remasan remasan mesra pada bagian bagian tubuh lainnya yang lebih menonjol dan terasa makin kencang saat disentuh.
tuan Angga menghirup aroma tubuh tari yang khas dengan rakus sejenak sembari mendaratkan ciuman ciuman kecil dileher yang jenjang itu, desahan kecil yang lolos dari bibir tari seperti magnet ,yang hal itu membuat hasratnya yang padam mulai menghangat dan makin panas makin panas.
ciuman itu terus turun setelah sebelumnya menyapu habis daerah sekitar tengkuk dan leher tari yang jenjang dan berhenti untuk meneguk kesegaran dari dua bukit barisan milik tari yang mulai menegang ujungnya
seperti seorang bayi tuan Angga menikmati keindahan itu , membuat tubuh tari meremang tegang dan mulai bergetar apa lagi saat jari jemari tuan Angga yang nakal mulai menyusup masuk ke dalam area terlarang milik tari yang masih sensitif terhadap sentuhan
tari makin mempererat pelukannya dan makin kuat menekan kepala tuan Angga untuk menghisap ujung Bukittinggi miliknya yang memerah dan tegang
tubuh tari mulai merasa tak nyaman seperti mendapatkan serangan ayan kala rasa geli yang tak biasa mulai merayap disekujur tubuhnya membuatnya ingin berteriak dan merintih pelan namun saat semua sensasi itu ingin tari ekspresikan.
tiba tiba ada sesuatu yang menarik tubuh tari dengan kasar dan membuat dirinya kehilangan rasa nikmat dari mimpinya yang nakal
"au!!!!!!. "
tari terperanjat kaget saat dirinya mendapatkan sebuah serangan mendadak dari air dingin yang membasahi wajahnya
dalam keadaan bingung tari mencoba melihat keadaan sekeliling yang telah berubah dan terasa asing untuknya dan melihat tuan Angga yang berdiri dihadapannya sembari memegang gelas kosong
" bangun pemalas ! "
" apa tuan Angga baru saja menyiramkhu dengan air ?! tega sekali tuan melakukan hal ini padaku ini satu satunya baju yang aku punya ! ? "
" apa tuan tidak bisa ya memperlakukan aku dengan lembut sedikit saja seperti kau memperlakukan teman temanmu, hah!! dasar majikan menyebalkan ! "
" apa kau sudah selesai ?"
"belum,! banyak yang ingin aku katakan , aku ingin protes dimana kita sekarang ? kenapa tuan mengajakku kemari ? aku tidak membawa baju ganti dan yang terakhir tuan telah merusak mimpi ku !"
" apa mimpi ? jadi suara rintihandan desahan yang kau keluarkan itu karena kau sedang bermimpi "
" suara rintihan apa ? "
tanya tari bingung akan ucapan tuan Angga yang mengatakan kalau tari sedang merintih tadi
" iya suara rintihan seperti ........... sebuah kode, apa kau mau aku menunjukkannya padamu "
tanya tuan Angga sembari berjalan mendekati tari yang masih bingung dengan senyum licik mengembang diwajahnya
" apa ? ...... "
" itu ...... aku akan menunjukkan padamu seperti apa suara rintihan itu berbunyi "
jawab tuan Angga santai karena didalam otaknya telah tertanam niat untuk sedikit mencuri kenikmatan dari bibir tari yang coklat dan makin terlihat sexi
sudah dari dalam pesawat saat diperjalanan tadi tuan Angga ingin sekali mencium bibir tari yang coklat itu sekali lagi, bahkan konsentrasinya sedikit terganggu dengan kehadiran tari
sebenarnya tidak ada yang salah dari tari, dia hanya tertidur selama perjalanan mungkin karena bosan atau juga mungkin karena lelah dan pengaruh udara sejuk didalam pesawat terbang sehingga membuatnya nyaman untuk beristirahat
namun entah mengapa makin tuan Angga mengabaikan keberadaan gadis lusuh berkulit coklat itu membuat dirinya makin gelisah dan sangat tidak convertabel, ada gelayar gelayar aneh yang mulai merayap di sekujur tubuhnya hanya karena melihat posisi tidur tari yang menurut pandangan mata tuan Angga sangat sexi
oh seperti mata tuan Angga kena pengaruh syarat sekarang sehingga tidak bisa berfikir jernih bahkan saat Arif ingin membangunkannya tuan Angga melarangnya dan lebih memilih mengangkat tubuh tari yang tertidur lelap, masuk kedalam pelukannya yang hangat.
" tapi ..... sepertinya tidak perlu tuan "
suara tari terdengar sedikit gugup dan juga gelisah , tari berusaha untuk menolak permintaan tuan Angga karena melihat sedikit gelagat mencurigakan dari tuan angga yang terpancar dari wajahnya
" tidak apa apa hanya sebentar "
bisik suara tuan Angga terdengar lembut ditelinga yang makin membuat tari takut dan juga gelisah
" tuan ,..... sepertinya aku...... aku ?"
ucap tari yang mulai tak fokus saat tuan Angga mulai mengelus rambut dan kulit wajahnya dengan lembut
" ssst!!!! just give me for minute "
tuan Angga mendekap wajah tari pelan dan langsung mengecup bibir tari ringan lalu menatap wajah tari yang tenang sebelum kembali me******t bibir sexi itu dengan sangat rakus dan menuntut pada tari untuk membuka bibirnya yang mungil itu sedikit lebar
tuan Angga mulai menghisap dan mengeksplorasi bibir dan lidahnya yang ikut bermain didalam mulut tari yang terbuka membuat tari kualahan dan susah untuk menyeimbangi Serangan balik dari tuan Angga yang lihai
tangan tuan Angga juga mulai ikut aktif bergerilya disekujur tubuh tari dengan belaian tangan yang membabi buta, merasa kalau tuan Angga mulai tidak terkendali
tari berusaha untuk menyudahi permainan itu namun ditahan oleh tuan Angga yang menekan tengkuk kepala tari, bahkan tuan Angga sengaja makin menekan tengkuk tari agar bisa menikmati setiap hisapan dibibir tari lebih dalam lagi
merasa terjebak akhirnya tari melakukan sesuatu yang nekad pada bibir tuan Angga dia menggigit bibirnya dengan kuat dan alhasil bukan hanya bisa lepas dari ciuman tuan Angga yang gila tapi juga sebuah tamparan ikut tari rasakan
" dasar wanita bren***** "
umpat tuan Angga kesal dan sedikit berang pada tari yang hanya diam saja sembari menatapnya tajam
tuan Angga menyentuh sudut bibirnya yang merah dan sedikit berdarah serta mulai merasakan sakit
" sial..... "
umpat tuan Angga sekali lagi lalu segera pergi dari kamar itu meninggalkan tari sendirian, setelah kepergian taun Angga tari baru merintih kesakitan merasakan pipinya yang terasa panas dan pedih akibat tamparan yang tuan Angga berikan
* dasar majikan gila! ....... brengsek, sial sekali aku satu hari harus mendapatkan dua kali tamparan. aduh sakit ...... lama lama pipiku bisa bonyok kalau digampar terus terusan *
* tapi kenapa aku bisa bermimpi mencium tuan Angga tadi dan kenapa saat didunia nyata tuan Angga tidak bisa selembut itu .....*
* ah sudah lah percuma,........... oh tapi memang benar bibir tuan Angga terasa manis oh ......... aku sudah gila sekarang bagaimana bisa aku memuji ciuman pria kasar itu *
* sadar tari, ini tidak bisa dibiarkan bagaimana bisa kau merelakan dirimu dicium oleh pria bengis dan tempramental seperti tuan Angga
tapi.........*
* kenapa saat tuan Angga menyentuh tubuhku aku seperti kucing liar yang lapar dan begitu penurut padanya seolah tidak ingin dia berhenti oh .....may ini gila *
tari mencoba memperhatikan keadaan sekelilingnya yang ....... kamar tidurnya terlihat standar tidak terlalu mewah tapi terkesan elegan apa dia sedang berada dihotel sekarang lalu siapa yang membawanya kesini bukannya dia tadi masih di pesawat
tari keluar dari kamar dan seketika pandangan matanya begitu takjub melihat keindahan laut yang langsung menyambut kedatangannya didepan mata
tari berjalan keluar menuju teras tempat itu sangat indah jaraknya dengan laut hanya dibatasi oleh pantai kecil dan beberapa pohon kelapa serta sebuah kolam renang yang melintang sepanjang lebar bangunan bagaimana orang bisa membangun tempat secantik ini, pikir tari dalam hati
saat tari akan berkeliling tempat itu untuk melihat lihat lebih banyak tari berpapasan dengan tuan Angga yang sudah berpakaian rapi bersama arif, tuan Angga sejenak berhenti
" jangan terlalu jauh jika ingin melihat tempat ini ,jika tidak ingin mati muda "
ucap tua Angga ketus lalu segera melanjutkan langkahnya pergi menjauh dari bangunan ini
tari hanya mengabaikan peringatan yang tuan Angga berikan padanya kemudian melanjutkan jalan jalan disekitar tempat itu tari turun menuju kepantai kecil yang rindang oleh pohon kelapa dan tanaman pinggir laut lainya
tari sejenak duduk diatas pasir sembari menikmati angin laut yang menerpa tubuhnya terasa sejuk dan juga segar,
namun tak berapa lama tari merasakan perutnya yang lapar dan tenggorokannya juga haus akhirnya tari memutuskan untuk masuk kembali kedalam rumah
tari kembali berkeliling tempat itu dan melihat satu persatu isi ruangan yang berada didalam bangunan ini yang lumayan besar dengan banyak kamar
* sial dimana dapurnya kenapa yang tak ada satupun orang yang bisa tari tanya *
akhirnya setelah berkeliling seluruh bangunan ternyata letak dapur berada diluar bangunan besar dan terlihat beberapa orang sedang bekerja disana
" permisi "
sapa tari pada salah seorang yang berada di dalam dapur
" iya nona apa ada yang anda butuhkan "
" bisa kalian beritahu aku dimana ini ? "
" maksud nona ? "
" tempat apa ini ? "
"ini adalah sebuah benteng yang dibangun oleh tuan pit "
" apa nama tempat ini ? "
"Hidden island "
" oh,...... bisakah aku mendapatkan sedikit makanan ? maaf bila aku kurang sopan karena aku baru sampai dan saat datang kemari aku tertidur jadi aku ........ "
" kami tahu nona "
jawab salah seorang pelayan senior disana
" apa ? .... nama saya Karen saya akan melayani anda, kami akan membawa makanan dan minuman yang anda butuhkan kedalam kamar tidur anda "
" tapi aku tidak ingat kamar tidurku yang mana ? dan juga ........ bisakah kau membantuku aku sungguh kebingungan disini , ........ aku tidak mengerti ...... aku "
" baiklah nona mari ikut saya anda tidak perlu panik saya akan menyiapkan semua yang anda perlukan "
ajak Karen pada tari untuk pergi meninggalkan dapur dan membawa tari kembali ke kamar tidurnya
" ini kamar tidur anda nona sedangkan untuk kamar tuan Angga dan tuan Arif berada disamping kolam renang "
" katakan padaku apa yang anda perlukan "
" aku tidak memiliki baju ganti karena saat aku......... "
" kami tahu saat anda sampai anda tertidur dan tuan Angga yang membawa anda kemari "
" benarkah ? "
tanya tari sedikit tidak percaya akan perkataan Karen
" Benar nona, semua yang anda butuhkan ada didalam lemari "
jawab Karen sembari membuka lemari yang ada didalam kamar ternyata isinya lengkap dengan pakaian wanita beserta segala perlengkapannya yang masih terlihat baru dan bagus
" jika anda butuh sesuatu anda bisa menggunakan telepon itu untuk menghubungi kami dan sementara ini tuan Angga sedang pergi untuk melakukan pertemuan bisnis jadi anda bisa jalan jalan disekitar pantai "
" terimakasih atas informasinya tapi saat ini aku benar benar lapar ....... "
" saya mengerti "
jawab Karen dan tak berapa lama datang seorang pelayan wanita sembari mendorong sebuah troli berukuran sedang berisi penuh hidangan makanan dan beberapa jenis minuman
" apa ada yang lain nona ? "
" tidak,....... ini sudah cukup dan aku akan menghubungi mu lagi kalau aku ada perlu "
" baiklah nona selamat menikmati hidangannya, nona bisa memanggil kami jika sudah selesai "
" terima kasih Karen "
" sama sama nona "
Karen lalu pergi dari dalam kamar tidur tari sembari menutup pintunya rapat
tari langsung membuka semua penutup piring yang berada diatas troli dan langsung menyantap makanan itu dengan lahap dan menikmati minuman segar yang ada sampai kenyang
* oh terimakasih tuanku yang sweet .... tidak apa apa dua tamparan yang aku terima hari ini itu sepadan dengan harga liburan gratis ke pulau entah dimana letaknya aku tidak tahu pokoknya indah banget dan makanan ini enak *
ucap tari pada dirinya sendiri sembari terus mengunyah makanannya dengan perasaan gembira
tidak buruk
makasih yang sudah mampir dan mau meninggalkan jejak berupa like komen dan vote untuk penulis
..
..
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu