NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:62.2k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33

Nick berjalan dengan tenang menuruni tangga, langkahnya mantap seperti biasa. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda, jam tangannya menunjukkan waktu yang membuatnya sadar, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, jadwalnya berantakan.

Sarapan terlewat.

Biasanya hal itu tak pernah terjadi. Nick menelan napas pelan, berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ia memutuskan akan langsung berangkat ke kantor, nanti bisa sarapan di sana.

Tessa baru muncul di lantai bawah, mata masih sedikit sembab karena pagi yang canggung tadi. Ia menatap Nick yang sedang bersiap pergi, dan langkahnya spontan berhenti.

“Kau akan langsung berangkat?” tanyanya, suaranya terdengar pelan tapi ada nada khawatir.

Nick menoleh sebentar, alis sedikit terangkat. “Hm,” jawabnya singkat, lalu mengangguk kecil. “Aku tidak ada waktu lagi.”

Tessa mengangguk pelan, mencoba menenangkan diri.

“Aku pergi,” pamit Nick, lalu melangkah menuju pintu utama dengan jas hitamnya yang rapi, seolah tidak ada yang bisa mengalihkan fokusnya.

Tessa berjalan mengikuti dari belakang, langkahnya lebih lambat. Jantungnya berdetak cepat, entah karena pagi tadi atau karena Nick yang berdiri di depannya sekarang, begitu tegas, begitu… mengisi ruang di pikirannya.

“Nick,” panggil Tessa sebelum ia sempat membuka pintu mobil.

Nick menoleh, tatapannya tetap tenang.

“Jangan lupa makan,” ucap Tessa, suara pelan tapi tegas. Sekilas terlihat ia menahan senyum.

Nick hanya mengangguk, tanpa berkata sepatah kata pun. Namun ada sesuatu dalam cara ia menatap Tessa singkat, tapi cukup untuk membuatnya merasakan perhatian Nick, meski tanpa kata-kata.

Mobil melaju, meninggalkan halaman rumah. Tessa berdiri di pintu, menatap mobil itu menjauh, masih memegang ponsel barunya di tangan.

Rasanya campur aduk, lega, canggung, tapi hangat di hatinya.

Ia menghela napas panjang, lalu tersenyum kecil. “Pria itu memang… tidak mudah ditebak,” gumamnya pelan, sambil menatap arah mobil yang kini hilang,

Di kantor, Nick memasuki ruangannya dengan langkah cepat. Jadwalnya padat, rapat demi rapat menunggu, tapi pikirannya sedikit terdistraksi.

Pagi itu, meski hanya beberapa menit di rumah, Tessa meninggalkan jejak yang sulit dihapus dari pikirannya.

Ia duduk, membuka laptop, dan mencoba menenangkan diri. Tangannnya gatal ingin mengirim pesan pada Tessa, tapi Ia masih menahan diri, membiarkan dan melihat, apakah wanita itu akan mengabarinya duluan.

Sementara itu, di rumah, Tessa menaruh ponsel baru di meja. Ia mencoba sibuk dengan hal kecil, merapikan meja, menonton televisi, tapi pikirannya terus melayang ke Nick. Setiap gerakan pagi itu, setiap kata singkatnya, terasa seperti berulang di kepalanya.

Ponsel nya akhirnya bergetar. Tessa menoleh. Sebuah pesan dari Nick:

Nick: “Sudah sarapan?”

Tessa tersenyum kecil. Ia mengetik cepat: “Belum. Kau sendiri?”

Beberapa detik kemudian, balasan masuk:

Nick: “Belum, mungkin nanti, aku ada rapat sebentar lagi,"

Tessa menahan senyum, lalu membalas, "Baiklah, selamat bekerja,"

Diseberang, sudut bibir Nick terangkat sedikit ketika membaca pesan balasan dari Tessa, Ia tidak mengerti kenapa pesan singkat itu mampu membuatnya tersenyum.

Apa aku sudah gila... fokus Nick, kau harus fokus... Gumamnya sedikit frustasi pada dirinya sendiri,

Nick menaruh ponselnya perlahan di atas meja kerja.

Senyum tipis yang sempat muncul tadi segera ia tarik kembali, wajahnya kembali datar seperti biasa. Ia menarik napas panjang, lalu membuka beberapa dokumen di laptopnya.

Laporan keuangan.

Proposal kerja sama.

Agenda rapat.

Semua hal yang biasanya dengan mudah ia kendalikan.

Namun hari ini… pikirannya beberapa kali melayang.

Entah kenapa bayangan Tessa yang berdiri di depan pintu rumah tadi pagi terus muncul, matanya yang masih terlihat sembab, dan cara ia mengingatkan Nick untuk makan.

Nick menghela napas pelan.

“Fokus,” gumamnya singkat pada diri sendiri.

Tak lama kemudian, pintu ruangannya diketuk.

“Masuk,” ucapnya tegas.

Asistennya, Daniel, masuk dengan tablet di tangan.

“Tuan Nick, rapat dengan tim investasi dimulai lima belas menit lagi.”

Nick mengangguk. “Siapkan ruang rapat.”

“Baik, Tuan.”

Beberapa menit kemudian, Nick sudah berdiri di ruang rapat dengan sikap profesionalnya yang dingin dan dominan. Para direktur dan tim investasi duduk di sekeliling meja panjang.

Presentasi dimulai.

Nick berbicara dengan tenang, setiap kalimatnya terstruktur, tajam, dan penuh kontrol. Tidak ada yang berani menyela ketika ia menjelaskan strategi ekspansi

perusahaan.

Namun di sela-sela presentasi, saat layar proyektor berganti slide, matanya tanpa sadar melirik ponsel yang terletak di meja.

Tidak ada pesan baru.

Entah kenapa hal kecil itu membuatnya sedikit kesal.

Ia langsung mengalihkan pandangan kembali ke layar.

“Seperti yang bisa kalian lihat di laporan kuartal ini,” lanjut Nick dengan nada tegas, “proyek ini akan menjadi investasi terbesar kita tahun ini. Jadi saya tidak ingin ada kesalahan sekecil apa pun.”

Rapat berlangsung hampir satu jam.

Ketika akhirnya selesai, semua orang keluar satu per satu dari ruangan. Daniel masih berdiri di samping meja sambil mencatat beberapa hal.

“Tuan Nick,” ucapnya, “jadwal makan siang Anda pukul dua belas dengan klien dari Singapura. Apakah tetap...”

“Tunda,” potong Nick singkat.

Daniel sedikit terkejut. Biasanya Nick sangat disiplin dengan jadwal.

“Tunda sampai besok,” lanjut Nick sambil berjalan keluar dari ruang rapat.

“Baik, Tuan.”

Nick kembali ke ruangannya.

Begitu pintu tertutup, ia duduk di kursinya dan menatap ponsel di meja beberapa detik.

Tidak ada pesan.

Tessa benar-benar tidak mengirim apa pun lagi.

Nick menyandarkan punggungnya ke kursi.

Wanita itu… benar-benar tidak mengejarnya.

Aneh.

Biasanya orang-orang di sekitarnya selalu berusaha menarik perhatiannya. Mengirim pesan berulang kali.

Mencari alasan untuk bicara.

Tapi Tessa tidak.

Ia hanya menjawab ketika Nick bertanya.

Itu saja.

Nick menatap layar ponselnya lagi.

Lalu tanpa sadar, ia mengambilnya.

Jarinya berhenti sebentar di layar chat.

Beberapa detik ia hanya menatap pesan terakhir Tessa.

“Baiklah, selamat bekerja.”

Sederhana. Terlalu sederhana.

Nick menghela napas pelan, lalu akhirnya mengetik sesuatu.

Namun sebelum ia sempat mengirimnya, ponselnya tiba-tiba bergetar.

Sebuah panggilan masuk.

Nama di layar membuat alis Nick langsung mengernyit.

Komisaris Utama.

Tatapannya langsung berubah tajam.

Ia menatap layar ponsel beberapa detik sebelum akhirnya menjawab panggilan itu.

“Ada apa?” suara Nick dingin seperti biasa.

Di ujung sana, suara berat pria tua terdengar tenang.

“Nick,” ujar Ayahnya. “Kita perlu bicara.”

Nick menyandarkan tubuhnya ke kursi, matanya menyipit sedikit.

“Kalau tentang perusahaan, kita bisa membahasnya di rapat dewan.”

“Bukan tentang perusahaan.”

Ada jeda beberapa detik. Lalu kalimat berikutnya membuat tatapan Nick berubah lebih tajam.

“Aku ingin membicarakan istrimu.”

Ruangan itu tiba-tiba terasa jauh lebih sunyi.

Nick tidak langsung menjawab.

Tangan yang memegang ponsel sedikit menegang.

“Ada masalah apa dengan Tessa?” tanya Nick pelan, tapi nadanya jelas mengandung peringatan.

Di ujung sana, Ayahnya terkekeh pelan. “Tidak ada masalah… Setidaknya untuk sekarang.”

Lalu ia melanjutkan dengan suara yang lebih dalam.

“Tapi cepat atau lambat, keberadaan wanita itu akan menjadi masalah besar untukmu.”

Nick berdiri dari kursinya.

Tatapannya kini benar-benar dingin.

“Jelaskan maksud Anda.”

Di rumah, tanpa mengetahui percakapan itu, Tessa sedang duduk di sofa ruang tengah.

Ia menatap televisi layar besar didepannya, tapi sebenarnya tidak benar-benar menonton.

Ponselnya terletak di meja.

Ia sempat beberapa kali melirik layar itu.

Entah kenapa ia sedikit berharap Nick akan mengirim pesan lagi.

Namun beberapa menit berlalu.

Tidak ada apa pun.

Tessa akhirnya menghela napas pelan, lalu mengambil remote televisi dan mengganti saluran.

“Apa yang sebenarnya kau harapkan, Tessa,” gumamnya pelan pada dirinya sendiri.

Namun jauh di dalam pikirannya, bayangan pria dengan jas hitam yang tadi pagi berdiri di depan pintu rumah itu… masih belum mau pergi.

1
Nur Halida
thor novel lucas greyson kenapa tiba2 hilang??🤔🥹
Zahraputri Putri
betulll..mending kmu pergi aja Cass jangan jadi bodoh
AstutieEcc
Nick bilang maaf aja, selesai masalah kalian, gemes dechhh/Angry//Angry//Angry/
Nur Halida
nick pasti akan menjadi suami dan ayah siaga tingkat dewa😁😁
Zahraputri Putri
sdh cukup cassandra jangan jatuhkn harga dirimu lebih dari ini,,tinggalkn orion buat dimenyesal banyak laki laki lain disana lebih baik dari dia,lagian kmu juga gk tau emaknya orion seperti apa,udh daripada sakit hati lebih dalam mending kmi pergi saja
Nur Halida
ayolah orion buka hatimu untuk cassandra
Nur Halida
ayolah orion buka aja sedikit hatimu untuk gadis setulis cassandra .. kamu harus bahagia dan melupakan tessa karena tessa sudah benar2 bahagia dengan nick
Nur Halida
itu baru bener nick.. kerena hidup berjalan kedepan 😁
Zahraputri Putri
sdh ya sdh dapat jodhnya masing masing,jadi fokus kedepan aja🤭jng lihat kebelakang lagi
Zahraputri Putri: paksa dia kk paksa 😁
total 2 replies
Nur Halida
akhirnya jodoh orion nongol juga hilalnya😊 .. keknya cassandra gadis tulus tinggal membuat orion move on aja ..
itsmecancer: mudah²an aja Orion gak rewel ya 😌
total 1 replies
Nur Halida
daniel.kalo masih jomblo mana paham apa yg terjadi tadi pagi hingga membuat mood nick jadi lebih manusiawi😁
itsmecancer: kasih paham say 🤫🤫
total 1 replies
Zahraputri Putri
sdh berani menggoda tessa🤭
dn nick kmu harus lebih santai ya jngn kaku kaku😁
Nur Halida
nick takut kamu kenapa2 tessa ...
itsmecancer: Nick makin overprotektif soalnya 🤫
total 1 replies
Nur Halida
itukan untuk kebaikanmu tessa apalagi kamu sedang hamil..
Zahraputri Putri
ternyata lucas Greysons sdh ada kamarnya sendiri😁
itsmecancer: Betul 😆 Lucas pindah rumah sekarang, sudah nggak jadi figuran lagi, sekarang dia jadi pusat masalahnya sendiri, kamu bakal lihat sisi dia yang beda disana, kalau sempat, boleh banget kenalan kesana juga ya☺️❤️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa nick tidak mau lucas mengambil alih aset reymond??
bukannya dg begitu reymond jadi gak bisa ngapa2in karena dia jatuh miskin jafi gak mungkin balas dendam lagi ke nick kan??
itsmecancer: yang jelas Nick bukan orang yang kayak gitu...lagian itu bukan bagian dari kesepakatan☺️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa keknya reymond ini lebih hebat dari nick ya .. buktinya dia tau kalo nick minta bantuan ke orang lain dan dia curiga ke lucas greyson ..
itsmecancer: karena dia main kotor beb... dan itu bukan dunia Nickholas
total 1 replies
Nur Halida
hancurkan reymond🤬🤬🤬
Nur Halida
jodohin orion dg gadis baik tulus dan ceria thor ..
kasihan banget lihat nick kesiksa ketika melihat orion orion dan tessa kek gitu
itsmecancer: nanti author pikir-pikir dulu 🤔
total 1 replies
Zahraputri Putri
udh thor buat sembuh aja orionnya ,gk tega lihat nick tersiksa bathin🤭
Zahraputri Putri: 🤣🤣tpi jangan lama lama dong kasian gk tega liatnya🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!