NovelToon NovelToon
Obsesi Teman Papa

Obsesi Teman Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Duda / Cintapertama
Popularitas:41.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zhahra Putri

Kisah cinta pandangan pertama seorang pria dewasa kepada gadis muda, yang merupakan anak dari teman baiknya, dan berakhir menjadi obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhahra Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Bastian Cemburu

"Saya tidak tahu kamu pandai bertengkar" Bastian tengah mengoleskan obat pada sudut bibir Keisya. Sebelumnya dia sudah membantu mengompres wajahnya, seperti saat di apartemennya hari itu.

"Masa iya aku diem aja dikatain begitu?"

Bastian terkekeh. "Padahal kesan pertama saya tentang kamu itu gadis pendiam"

"Sama. Kesan aku tentang Om juga awalnya begitu. Pendiam, irit bicara, tertutup. Aku sampai segan mau nyapa aja"

Saat Bastian pertama kali datang ke rumah setelah dia pulang, Papanya memperkenalkan mereka. Keisya menyalami Bastian, dan menyapanya dengan singkat. Namun saat itu dia tidak menerima tanggapan apapun, selain tatapan tajam yang entah kenapa dia melakukannya.

Keisya sampai merinding, dan heran. Apa yang salah dengannya? Atau justru pria itu yang aneh?

Papanya mengatakan untuk memaklumi karena itu memang sifatnya.

Ya sudah. Karena itu awalnya dia selalu canggung saat bertemu Bastian.

"Saya memang seperti itu. Tapi kamu pengecualian"

"Aku mau tanya deh Om"

Bastian menaikan pandangannya menatap iris Keisya yang begitu berkilauan. Entah apa yang gadisnya itu lakukan sampai bola matanya seperti ini. Seolah ada lapisan bening tipis yang melapisi kornea matanya.

Sangat cantik.

"Apa?"

"Sejak kapan Om suka sama aku?"

"Sejak awal"

"Kenapa harus aku?" Keisya diam sejenak, lalu menambahkan kalimatnya. "Maksudnya kenapa Om bisa suka sama orang yang usianya bahkan belum genap 20 tahun? Padahal Om usianya sama kaya Papa kan?"

Bastian berdecak samar, dia menyentuh ujung hidung gadisnya dengan gemas. "Kenapa kamu menjelaskan serinci itu?" Bastian seolah diingatkan jika usianya sudah tidak muda lagi.

"Jawab aja sih Om" kesal Keisya.

"Karena kamu cantik"

Giliran Keisya yang berdecak. Dia menambahkan dengan memukul paha Bastian yang bersentuhan dengan lututnya, mengingat mereka tengah duduk berhadapan.

"Jawaban Om terlalu klise. Kalau soal cantik, diluaran sana juga masih banyak perempuan yang lebih cantik dari aku"

Dengan visual dan statusnya, tidak sulit untuk Bastian menemukan pasangan jika pria itu ingin. Bahkan sangat memungkinkan untuknya memilih perempuan mana yang ingin dia jadikan pasangannya. Dan Keisya rasa, sangat kecil kemungkinan untuk Bastian mendapatkan penolakan.

Bastian mengangkat bahunya, "Saya tidak tahu"

"Ish, bisa serius dikit ga sih Om?" Keisya semakin kesal, membuat Bastian tidak tahan untuk menciumnya.

Hanya kecupan singkat pada bibirnya.

"Saya sangat serius, sayang. Bukannya seharusnya jatuh cinta seperti itu? Tanpa alasan apapun?"

"Ngaco. Mana ada begitu. Suka karena cantik aja udah satu alasan"

"Berarti saya suka sama kamu karena alasan itu. Karena kamu cantik. Sudah kan? Ayo, saya antar kamu pulang" Bastian segera mengakhiri pembicaraan tersebut, sebelum gadisnya ini bertanya lebih banyak. Dia bingung harus menjawab seperti apa lagi jika ini diteruskan.

Karena jujur, memang dia tidak tahu karena alasan apa dia bisa menyukai anak dari temannya ini. Hanya saja, keinginannya untuk memiliki gadis ini sangat kuat. Dan dia harus mendapatkannya apapun caranya.

Obsesi?

Benar. Bastian sangat terobsesi pada Keisya. Bahkan rasanya dia akan gila jika tidak bisa memilikinya, atau melihat gadis ini bersama orang lain.

"Terus mobil aku?"

"Saya tidak bawa mobil. Kita pakai mobil kamu"

Keisya membulatkan bibirnya, mengangguk mengerti. Setelahnya dia menyerahkan kunci mobilnya dan pergi menuju parkiran. Mereka masih ada di lingkungan kampus. Mereka kembali menempati ruangan dosen yang sama berkat koneksi Bastian.

Padahal sebelumnya dosennya itu begitu marah padanya. Namun saat berhadapan dengan Bastian tadi. sikapnya berubah dalam sekejap.

Sampai membatalkan pemanggilan Papanya besok. Bukan hanya dirinya, tapi semua orang yang terlibat keributan itu.

Syukurlah. Dengan begitu Papanya tidak akan tahu apa yang terjadi. Jadi dia akan menutupi bekas tamparan itu dengan alas bedak yang selalu di bawanya serapat mungkin.

"Papa kamu tidak sebodoh itu sayang. Benda itu tidak bisa menutupi bengkak di wajah kamu"

Entah sejak kapan Keisya terbiasa saat Bastian memanggilnya dengan sebutan sayang. Sejak kejadian di apartemen, pria itu sudah mengganti panggilannya. Setiap pesan yang dia kirim, tidak pernah lupa menyematkan kata itu pada kalimatnya.

Sayang.

"Usaha aja sih, Om"

Bastian kembali tertawa kecil menanggapi jawaban gadisnya yang begitu santai, tanpa menghentikan gerakan tangannya, dan pandangannya pada cermin kecil ditangannya.

Perihal tamparan sebelumnya, sepertinya Keisya tidak mengetahui jika Gunawan sudah mengetahui semuanya. Dia pun tidak berniat memberitahu, begitupun dengan Gunawan. Mereka hanya mengikuti keinginan gadis ini, dan menghargai usahanya tersebut.

Saat berada di lampu merah, pandangan Keisya tertuju ke arah tepi jalan beberapa meter ke depan dari posisi mereka berhenti. Ada sebuah mobil mewah, serta satu motor yang terparkir di belakangnya.

Bukan itu yang menjadi perhatiannya. Melainkan dua orang yang dia duga pemilik dari kendaraan itu, terlihat terlibat perdebatan. Keisya tidak mendengarnya, namun gesturnya menunjukan hal itu.

Dan saat dia melihat lagi dengan teliti, saat itulah dia sadar, jika salah satu laki-laki itu adalah David.

Keisya melotot terkejut begitu pria satunya melayangkan pukulan pada wajah David. Dia memekik sambil memukuli lengan Bastian.

"Om, Om. Liat itu!"

"Kenapa?" Bastian melihat ke arah pandang gadisnya, sedikit menunduk lalu menemukan keberadaan David yang tengah dikerumuni oleh beberapa orang. Dia yang tidak tahu kejadian sebelumnya hanya menanggapi santai, "Oh"

Keisya melotot galak "Oh?! Itu anak Om habis di pukul sama orang!" Keisya berteriak. Kaget saja atas respon Bastian yang terlalu biasa saja. Sekalipun tidak tahu, bukannya seharunya Bastian bertanya terlebih dahulu padanya. kenapa dia sampai seheboh itu?

"Ya sudah biarkan saja. Dia sudah sering seperti itu sebelumnya. Pasti dia baru saja membuat masalah"

Keisya tidak bisa berkata-kata. Dia tidak percaya Bastian bisa secuek ini pada anaknya sendiri. Jika itu orang lain, dia mengerti. Tapi ini..?

Ah, sudahlah.

"Mau kemana?" Bastian segera menahan pergerakan gadisnya yang hendak membuka sabuk pengaman.

"Diem deh, aku lagi kesel sama Om. Kalau Om ga mau bantu, biar aku sendiri yang turun"

Bastian mengerutkan keningnya. Dia cukup cemburu mendengar perhatian Keisya pada David. "Kamu suka sama David?"

Keisya menggemeretakan giginya. Kesal sekali dengan pria tua ini. Alih alih memberikan jawaban, dia langsung turun dari mobil begitu sebelum lampu merah berakhir.

"Keisya!" Bastian memanggilnya namun dia abai.

Bastian mengeratkan pegangannya pada kemudi mobil saat melihat gadisnya sudah berlari ke tepi jalan. Dia ingin menyusul, namun tidak lama setelahnya lampu benar-benar berubah. Dia harus segera melajukan mobilnya sebelum pengendara lain di belakangnya mengamuk.

"Lihat saja kalau kamu sampai berani menyukai David" geramnya. Bastian mencari tempat berhenti di tepi jalan, lalu bergegas turun menyusul setelah mendapatkannya.

Saat sampai, gadisnya sedang bersitegang dengan seorang pria. Dan David berada di belakangnya.

Apa-apaan ini? Kenapa terlihat seperti seorang kekasih yang melindungi pasangannya?

1
@Biru791
kapan uppp nih
@Biru791
cepatt upp
Sundari
buseeetttt gak main" ini cemburunya om duda.🤣🤣🤣🤣
D_wiwied
kalo ini namanya bukan Keysa tp Bastian yg udah ketemu pawangnya, nurut banget sih om Bas sm Key 🤭😆😁
Esti 523
hemmmm mulut bastian ember juga yah,jd gemes pingin nyubit
D_wiwied
ikuti kata hatimu Kei, kalo maunya om Bas sih ya pilih dia 🤭😁
Evi Lusiana
psti d restuin dah si om bas sm keisya
Esti 523
wedewww ternyata bastian lapang dada jg ya,ngerawat anak org lain
D_wiwied
dahlah anak2 gausah ikut campur urusan org tua kalian, lihat tuh papa Bastian lg mode singa yg siap menerkam mangsanya, jauh2 deh jangan mengusik ya dek yaaa 😆🤭
Esti 523
up nya yg rutin ka,jgn kelamaan
D_wiwied
rasain tuh, makan hasutan diana.. sekali lg anakmu yg jd korban Gun, jangan menyesal klo Kei kenapa napa
D_wiwied
jangan kendor om Bas, berjuang lg dong kejar terus sampe restu dr papa Gun turun 😆😆
D_wiwied
yesss tunjukkan saja ke mereka om, aah sekarang ak tau maksud diana deketin papanya Kei pasti mau mempengaruhi Gunawan spy melarang Kei deket sm Bastian
tp Bastian mana mau diatur-atur begitu kan, yg ada benci malah 🤣😆
D_wiwied
pasti mantan istrimu mau memprovokasi Gunawan itu, mau mengadu domba antara kamu sm Gunawan
D_wiwied
pasti si mantan ato kalo ga ya orang suruhannya tuh
D_wiwied
Nah kan bener kan
D_wiwied
emangnya ada apa sih sebenarnya, apa alasannya nitipin kei ke neneknya.. bikin penasaran deh
Evi Lusiana
pinter sisi,menganalisa keadaan
Evi Lusiana
terlalu keras bastian sm anakny,egois gk sih
Evi Lusiana
lo gk tau aj kal klo tersangkany y bpk lo pk duda yg lg ngejar targetny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!