NovelToon NovelToon
PUTRI YANG TERTUKAR

PUTRI YANG TERTUKAR

Status: tamat
Genre:Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:203.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Setelah kematian kedua orang tuanya, Farhana baru tahu jika mereka bukanlah orang tua kandungnya.

Mereka berdua meninggal akibat kecelakaan. Dan ternyata yang menabrak adalah putri kandungnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DZAKI MENJEMPUT KE BANDARA

"Kapan ya... Hana pulang. Kira-kira liburannya jadi nggak nih, " kata Cindy dengan lesu. Rasanya kurang seru saat tidak ada Farhana diantara mereka.

"Hai, boleh gabung kan! " seru Tasya dengan semangat. Tanpa menunggu persetujuan Cindy dan yang lainnya, Ia langsung duduk di samping Kenzo dan juga Lily. Karena memang hanya kursi itu yang sedang kosong.

Tasya meletakkan bungkusan yang entah apa isinya. Kemudian memberikan senyum manisnya pada Dzaki yang tidak melirik sedikitpun. Remaja itu fokus dengan ponsel yang ada di tangannya.

"Dzaki...Aku belikan cemilan Favoritmu loh. Pasti Kamu suka deh."

Tasya membuka bungkusan yang tadi ia bawa . Ternyata isinya beberapa cemilan yang berasal dari luar Negri. Ia memang sengaja meminta sang Papa untuk membelinya saat ada perjalanan bisnis ke luar Negri . Semalam Papanya baru saja pulang dan membelikan semua pesanannya.

"Kami tidak ada bagiannya nih," goda Kenzo sambil tersenyum. Diantara cemilan itu ada salah satu cemilan kesukaannya.

Tasya sebenarnya tidak berniat membaginya dengan yang lain, namun agar Dzaki bisa menerima pemberiannya ia pun dengan pasrah membaginya.

"Ambil saja. Yang penting Dzaki tidak keberatan,' kata Tasya sambil tersenyum menatap DZaki. Ia hendak mengatakan sesuatu padanya ,namun Dzaki lebih dulu bangkit dan berniat untuk pergi dari sana.

"Terserah apa kata Kalian. Aku mau masih ada urusan. Aku mau pergi dulu."

Tanpa menunggu jawaban dari siapapun, Dzaki langsung berjalan menjauh.

"Mau kemana DZaki!" teriak Tasya dengan cemberut. Ia terus menatap kepergian Dzaki tanpa memperhatikan yang lainnya.

Kenzo mengambil salah satu cemilan favoritnya dan pergi dari sana diikuti Cindy dan juga Lily. Keduanya juga mengambil satu cemilan untuk dimakan. Sayang jika rezeki ditolak.

Entah karena fokusnya hanya pada Dzaki atau bagaimana, namun Tasya benar-benar tak menyadari jika tiga orang lainnya sudah pergi dari sana.

Ketiganya memang tidak mengikuti Dzaki. Jadi arahnya tidak sama dengannya. Malah bisa dibilang Kenzo. Cindy dan Lily pergi ke arah yang berlawanan dengan arah yang dituju Dzaki.

"Hei Tas....ngapain bengong begitu," tegur salah satu temannya yang akrab dengannya.Saat itulah ia menoleh dan baru menyadari jika ketiga orang yang tadi masih duduk diatas kursi kini sudah tidak ada lagi disana.

"Kemana Cindy, Lily , sama Kenzo tadi?"

"Entah. Saat tiba disini mereka sudah tidak ada. Yang ada malah Kamu yang bengong kayak orang linglung. Mana cemberut pula."

"Brengsek! Lagi-lagi mereka ninggalin Aku., keluhnya. Kemudian tatapannya beralih pada camilan yang ada di atas meja.

"Mana camilanku diambil juga."

Ria melihat tiga bungkus cemilan yang masih ada di atas meja. Matanya langsung berbinar. Dengan cepat ia mengambil satu sebelum Tasya sempat mengambilnya.

"Aku minta satu ya?"

"Enak saja. Ini buat Dzaki ," sahutnya dengan kesal. Ia langsung mengambil camilan yang sudah ditangan Ria dengan cepat. Bagaimana mungkin ia rela memberikannya pada Ria. Jika Dzaki tidak mau ia juga masih sangat suka.

"Pelit amat sih."

"Emang Gua pikirin!"

Moodnya sedang tidak enak. Jadi ia tidak ingin berbasa-basi dengannya. "

"Sorry, Aku harus pergi. Cemilan ini khusus untuk Dzaki. Kalau Kamu mau , lain kali kalau Papaku kembali ke luar Negri Aku pesankan," katanya memberi alasan.

"Kamu janji?"

"Hmmm"

"Ya udah deh. Jangan samapi ingkar janji loh!"

"Aku tahu."

"Good!"

Dzaki baru saja mendapatkan balasan jika Farhana dan Bang Reza sudah naik kedalam pesawat. Tak lama lagi pesawat mereka akan mendarat. Jadi ia buru-buru pergi ke Bandara untuk menjemput mereka.

Saat tiba di Bandara ia langsung melihat Farhana dan juga Bang Reza di tengah kerumunan. Entah ia sadari atau tidak, raut wajahnya yang biasanya datar nampak sedikit senyum . Ia langsung bergegas menghampiri Farhana dan juga bang Reza yang berjalan kearahnya.

"Akhirnya Kalian pulang juga. Kok lama amat sih." katanya dengan semangat. Farhana sampai tertegun menatapnya.

"Kenapa Kamu bisa ada disini?" tanya Bang Reza dengan kesal.Bia-bisa rencananya gagal membawa Farhana pulang ke rumah.

"Jemput Kalian lah. Mau apa lagi coba?"

"Kami bisa pulang sendiri. Nggak perlu pakai dijemput segala."

"Mumpung Aku sedang senggang apa salahnya."

"Kamu bolos?" tanya Farhana penasaran.

"Nggak lah. Kebetulan guru sedang rapat. Kita pulang lebih awal."

"Oh....Kirain bolos. Okelah kalau begitu. Mumpung tangan Kamu lagi nganggur, tolongin bawa barang bawaanku dong," pinta Farhana tanpa sungkan.

Dzaki sudah sering membantunya, jadi ia sudah tidak sungkan lagi minta tolong padanya. Padahal tanpa ia minta, Dzaki sudah berniat mengambil koper yang ada ditangannya. Bang Reza memutar matanya dengan malas.

"Hei...tungguin Kami dong!" teriakan Natasha menarik perhatian mereka.

"Siapa sih yang dia panggil.Nggak sopan banget sih." kata Dzaki.

"Sahabat Bang Reza. Kirain Mereka berdua sudah pergi."

"Kok Kami di tinggal sih." keluh Natasha dengan bibir mengerucut.

"Maaf kirain sudah pergi dulu," jawab Farhana.

"Tadi Aku buru-buru mau ke toilet."

"Oh...Kalian ada yang jemput tidak?"

"Tidak ada."

"Mau bareng sama Kami?"

"Nggak bisa dong. Mobilnya nggak akan muat," kata Dzaki dengan spontan. Mobilnya cuma cukup untuk empat orang. Ditambah dengan barang bawaan Farhana. Tidak ada tempat lagi buat dua orang.

"Main nyahut saja. Tuh....ada Papa sama Bang Atta yang jemput," kata Farhana sambil menatap tuan Pratama dan juga Bang Atta yang sedang berjalan kearah mereka. Yang lain ikut menoleh ke arah pandangnya.

"Tadi Mbak Nata bilang belum punya tempat untuk di kunjungi kan? Lebih baik ikut dulu sama Papa dan Bang Atta pulang ke rumah. Untuk sementara Kalian bisa tingal disana sementara. Nanti Aku bilangin sama Papa."

"Eh ....Nggak usah! Biar Kami cari kontrakan saja," tolak Natasha dengan sopan.

"Rezeki jangan ditolak. Nanti kalau Papa nggak ngebolehin baru Kalian bisa cari kontrakan."

"Ngebolehin apa nih?" tanya tuan Pratama yang sudah berdiri di samping Farhana.

"Eh....Papa kok ngagetin sih."

"Nggak lah. Kamu saja yang fokus. Jadi nggak lihat Papa datang."

"Maaf... Permisi," ucap seseorang tiba-tiba. Farhana dan yang lainnya menoleh keasal suara. Seorang pemuda tampan menatap mereka sambil tersenyum.

"Ada apa?"

"Maaf... Apa benar diantara Kalian ada orang yang telah menyelamatkan nyawa kakek saya?"

"Kami_"

"Dia orangnya," kata Natasha tanpa ragu menunjuk Farhana dengan jari telunjuknya. Pemuda itu langsung menatap Farhana dengan mata berbinar.

Tuan Pratama dan keduanya langsung siap siaga . Dengan sigap tuan Pratama berdiri dihadapan Farhana dan memandang pemuda itu dengan tajam.

"Apa maksudnya penyelamatan?" tanyanya penasaran.

"Tadi putri tuan telah memberikan pertolongan pada Kakek saat penyakitnya sedang kambuh di dalam pesawat.

Ia tadi sangat kaget saat melihat Kakeknya sudah ditunggu ambulan. Ia berniat untuk ikut ke rumah sakit. Namun Neneknya memintanya untuk berterima kasih pada Farhana yang sudah memberikan pertolongan pada kakeknya.

"Benarkah?!!!!!"

1
Sryy
From the start of reading the story, it was interesting for me, it's good👍
Nurul Senggrong: thanks🥰🥰🥰🙏
total 1 replies
Aisyah Suyuti
menarik
echa purin
👍🏻
Tutik Sekawan
Luar biasa
sahabat pena
bapaknya ga peka bgt sih.. bukan nya cepetan masukin farhana ke kartu keluarga nya.. greget lah...
sahabat pena
Luar biasa
Ipong Maya
ceritanya cukup menarik
Amriati Plg
Menurut ku kecelakaan itu sebuah kesengajaan alias sudah di rencakan untuk menghilangkan mereka bertiga biar ngk ada penghalang
Nurul Senggrong
Terimakasih kak🙏🙏🥰
Wulan Sari
cerita bagis kok salam sukses selalu ya Thor semangat 💪👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: sama2 semangat 💪 salam sehat selalu 🙏
total 2 replies
kaylla salsabella
tetep semangat thor
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ceritanya bagus dan paling suka kalo MC nya baddas dan smart
fayya_naz
ehh udh tamat cerita nya
novel yg transformasi diri seorang aurora g lanjut kak lama sekali hiatus nya,di tunggu cerita novel baru nya kak😊
Nurul Senggrong: Iya kak. Terima kasih pengingatnya🥰🥰🥰🙏
total 1 replies
Suzana Diro
sudah tamat athor
taniah kerana sudah menamatkan sebuah kisah
semangat untuk cerita selanjutnya
kaylla salsabella
wuhaaaaaa udah tamat..... Terima kasih thor atas karya-karya mu.....
di tunggu karya novel terbarunya
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
semangat up nya kak, slalu di tunggu ini
Herlina
sekali up cuman satu kita tunggu Lama thor up yg banyak tetap semangat 💪💪💪💪🙏
kaylla salsabella
la kok udah hbs😭😭😭
Windy Hapsarini
Thor aq belum puas bacanya, ee uda abis aja..😄😄
Mira: Halo kaaa, aku mau izin spill cerita aku judulnya, "Promise: Menafsir Kamu"... Siapa tau minat, boleh mampir ya 🤗
total 3 replies
kaylla salsabella
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!