Season 1
Pelangi adalah gadis cantik yang pernah mengalami kepahitan hidup karena perceraian orang tuanya.
Saat ia bertemu Bintang yang bernasib sama dan sering dijadikan bahan olok olok teman temannya karena perceraian kedua orangtuanya menumbuhkan simpati di hatinya.
Rasa simpati itu lambat laun berubah jadi sayang.
Bintang yang merasakan kasih sayang Pelangi berharap Pelangi bisa menjadi ibunya.
Akankah harapan Bintang terwujud?
Season 2
Bintang dan Pink kini telah dewasa. Bintang yang tumbuh besar bersama Pink, sangat menyayanginya.
Akankah Bintang tetap menganggap Pink sebagai adiknya ataukah perasaannya berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rohyati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan yang hancur.
"Percaya sama ayah, Anggi. Untuk kali ini biarkan ayah melakukan sesuatu untukmu. Ayah ingin melindungimu. "
"Melindungi dari siapa, Yah?"
Pak Surya menghela nafas. Ia lalu duduk di samping Anggi. Dibelainya kepala Anggi yang tertutup jilbab itu.
"Selama ini ayah sudah mengabaikanmu. Tapi itu ayah lakukan karena terpaksa. Asal Anggi tahu, ayah tidak pernah meninggalkanmu. Ayah tahu apa yang kau lakukan dan bahaya apa yang kau hadapi. Jadi tolong percayalah sama ayah. Ayah yakin keputusan ayah ini akan membawa kebaikan bagi semua. "
"Siapa dia yah?"
"Orang yang meminangmu?"
Anggi mengangguk.
"Dia seorang pengusaha muda yang sukses. "
"Namanya?"
"Ayah katakanpun, kau tidak akan mengenalnya. "
Mereka berdua lalu diam. Suasana menjadi hening. Pak Surya memandangi Anggi.
"Dia sangat mirip dengan ibunya. Wanita yang lembut. Andai kejadian itu tidak ada, mungkin kami bertiga sekarang sedang bahagia bahagianya. Anggi tidak perlu menghadapi ancaman seperti ini. " batin Pak Surya.
"Yah! Apa kak Wahyu tidak pernah menceritakan sesuatu pada ayah?"
"Soal pria yang bernama Langit?"
Anggi mengangguk.
"Bukankah kau sudah menolaknya?"
"Itu.... " Anggi tergagap. "Saat itu aku lagi bingung ayah. Lamarannya datang begitu mendadak. Anggi nggak siap. Jadi Anggi nggak tahu harus berkata apa. "
"Apa sekarang kau menyesalinya?"
Anggi diam. Tanpa berkata pun, Pak Surya tahu bahwa putrinya menyesali sikapnya waktu itu.
Tok tok tok
"Masuk!"
Sekretaris Pak Surya masuk dan mengatakan bahwa tamu yang ditunggu Pak Surya sudah tiba.
"Persilahkan dia masuk!"
Sekretaris itu keluar dan mempersilahkan seseorang itu masuk.
"Selamat siang, Pak!" pria itu memberi salam dan menjabat tangan Pak Surya.
Anggi yang mendengar suara itu, sontak mengangkat kepalanya.
"Pak Reza!" kata itu meluncur begitu saja dari bibirnya. Ia tidak menyangka akan bertemu Reza di tempat ayahnya.
"Apakah orang yang melamarnya adalah dia? " batin Anggi.
"Ayah?"
"Eh iya. Ayah ada urusan dengan Pak Reza. Kmu bisa keluar dulu. Tunggu ayah di kantin. Nanti kalau urusan ayah sudah selesai. Ayah akan mencarimu!"
Anggi mengangguk dan berlalu dari ruangan itu. Reza menatapnya dengan senyum penuh kemenangan.
Pak Surya dan Reza lalu terlibat pembicaraan yang serius sampai seseorang datang mengganggu mereka.
"Ayah.. !" seorang gadis berusia 20 tahunan datang.
"Karin, biasakan mengetuk pintu kalau mau masuk. "
Gadis yang bernama Karin tidak mengindahkan perkataan Pak Surya. Matanya tertegun menatap Reza.
"Ayah, tuan muda ini siapa?"
"Oh. Dia Pak Reza. Rekan bisnis ayah. Kamu ada perlu apa kemari? Cepat katakan! Ayah sedang sibuk. "
Karin tanpa menghiraukan Pak Surya malah duduk duduk di sebelah Reza. Ia mengulurkan tangannya.
"Hai. Namaku Karin. "
"Reza." tanpa menyambut uluran tangan Karin.
"Beda banget dengan kakaknya. " batin Reza.
"Karin!" tegur Pak Surya.
"Ah iya sampai lupa. Ayah. Karin ingin.... "
Pak Surya paham apa yang dimaui anak tirinya itu.
Ia lalu mengambil selembar cek dan menuliskan nominal uang di situ, lalu menyerahkan pada Karin.
"Cukup?"
"Cukup, yah. " kata Karin menerima cek itu lalu mengecupnya.
"Karin pergi dulu yah." lalu ia menatap Reza. " Sampai jumpa lagi tampan. "
Karin berlalu.
"Maafkan dia. "
Reza hanya tersenyum datar.
***
Di kantin.
Anggi duduk sambil. mengaduk aduk minumannya.
"Kenapa lama sekali sih Ayah? "
Anggi lantas berdiri. Ia berjalan ke ruangan ayahnya.
Di depan pintu masuk, ia berpapasan dengan Reza. Anggi menghentikan langkahnya.
Reza mendekat dan berucap
"Siapkan dirimu untuk jadi mempelaiku. "
Lalu ia pergi.
Anggi mematung di tempatnya.
"Jadi benar. Ia yang meminangku. Ayah, kalau dia pilihan ayah. Anggi tidak akan bisa bahagia. "
Ia lalu masuk ke ruangan ayahnya.
"Jadi Reza yang orangnya, Yah?"
Pak Surya yang sedang memeriksa file file perusahaannya, mendongak.
"Kenapa nggak mengucap salam?"
"Eh.. maaf Yah! Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumsalam. Anggi apapun kondisinya jangan sampai kau kehilangan nilai nilai yang telah diajarkan nenekmu. Kau tahu, kenapa saat ayah bercerai, ayah lebih suka kamu ikut nenek daripada ikut ayah atau ibumu. Karena ayah yakin, ditangan nenekmu, kau akan mendapat bimbingan dan pelajaran yang baik. Dan ayah tidak salah kan? Lihatlah dirimu sekarang. Kau tumbuh sebagai wanita yang bermartabat. Jadi jangan pernah sekalipun kau melupakan apa yang sudah diajarkan nenekmu!"
"Iya, yah. "
"Apa yang kau tanyakan tadi?"
"Jadi Reza yang meminangku yah?"
"Bisa dibilang iya, bisa dibilang tidak. " jawab Pak Surya misterius.
"Ayah.. . "
"Baik... baik. Karena ini semua menyangkut masa depanmu. Ayah akan cerita. Semua ini berawal dari pinangan Langit untukmu. Ia datang ke Wahyu. Tapi kau menolaknya kan? Jadi ayah penasaran, lalu ayah cari informasi tentang dia. Pada saat itulah ayah tahu perusahaannya sedang bermasalah. Ada yang menyabotase proyek proyeknya sehingga banyak kliennya yang kehilangan kepercayaan. Mereka lalu membatalkan kontrak kerjasama. Dan reputasinya jadi menurun hingga perusahaannya jarang menerima job dari klien baru. Kondisi itu membuat banyak pemegang saham menjual sahamnya. Dan yang mengherankan ada satu orang yang dengan berani membeli saham dari perusahaan yang hampir bangkrut itu. Dan orang itu adalah Reza. "
Pak Surya menghentikan ceritanya. Ia menatap wajah anaknya.
"Sebenarnya ayah menyukai Langit. Ayah bermaksud menolongnya. Ayah mengatur pertemuan dengan Reza dan ayah menawarkan diri untuk membeli semua saham perusahaan Langit yang dimilikinya."
"Apa Reza setuju?"
"Ya. Dia setuju dengan syarat. Ayah harus menikahkanmu dengannya. "
"Dan ayah menerimanya?" kata Anggi tak percaya.
"Ayah pikir saat itu kamu tidak menyukai Langit, jadi melihat Reza yang begitu menginginkanmu, ayah jadi mempertimbangkannya. "
Wajah Anggi pucat.
Jadi aku memang harus rela menikah dengan Reza demi Langit, demi kelangsungan perusahaannya, demi anak-anaknya. Ku pikir aku bisa menghindari ini. Ku pikir, dengan kemampuan ayah, ia bisa menolong Langit tanpa aku harus berkorban. Tapi rupanya Allah berencana lain.
Anggi berdiri mematung. Tubuhnya mulai bergetar menahan isak tangis. Pak Surya mendekatinya dan menarik putrinya itu ke dalam pelukannya
"Jangan bersedih, anakku. Karena ayah yakin, Allah senantiasa menyertaimu. "
Anggi makin dalam membenamkan wajahnya di dada ayahnya. Hatinya benar benar hancur.
mngkin Amelia anak temannya mama senja