Menceritakan tentang kisah cinta Radit dan Dera yang diwarnai dengan berbagai ujian.. Dari perpisahan hingga mereka bisa bersatu kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Pengorbanan
Waktu sudah menunjukan pukul 7. 00 pagi, Adit masih saja berjalan menyusui jalanan Ibu kota yang teramat panas.
Dalam hatinya Adit berucap "kamu harus bisa Dit, inilah jalan yang terbaik untuk membuat Dera bahagia. Kamu harus kuat, kamu pasti bisa." Adit mencoba memulai kehidupannya yang jauh dari kemewahan.
Dia ingat dengan apa yang telah dia janjikan dengan keluarga Celvin.
***
Flass On.
Hari itu Adit bener benar merasa sangat kacau, dia bingung bagaimana cara membuat semua orang tidak marah kepadanya. Lalu Adit berfikir untuk menemui keluarga Celvin, Adit ingin menyelesaikan semuanya dan meminta Celvin untuk menikahi Dera.
Assalamualaikum, "ucap Adit yang berada di depan rumah Celvin.
Waalaikum salam, "ucap Ibu Irene membukakan pintu.
"Maaf mau cari siapa? "ucap Ibu Irene dengan nada sinis.
"Maaf Tante saya ingin mencari Celvin. "ucap Adit dengan sangat sopan.
"Masuklah, "ucap Ibu Irene.
Adit mengamati sekitar, rumah itu terlihat sangat rapi penataan ruang tamu juga elegan, sempurna untuk kalangan elit.
Ada perlu apa ya anda mencari saya? "ucap Celvin yang membuyarkan lamunan Adit.
Maaf, "ucap Adit". Saya ingin membahas tentang Dera. Adit berbicara langsung ke pokok utama pembicaraan.
"Maksud anda? "ucap Celvin tidak mengerti".
Saya ingin anda tetap menikahi Dera, "ucap Adit dengan tenangnya..
Dan saya kemari ingin minta maaf untuk kejadian malam itu.
Baiklah kami terima maafmu nak Adit, "ucap Ibu Irene, tapi kami keberatan jika nanti Dera masih tinggal satu atap dengan Anda." Itu sama halnya menjatuhkan repotasi kami tegas Ibu Irene.
Tante tak perlu khawatir tentang itu, saya akan pergi. "ucap Adit dengan muka yang sangat serius.
Apakah ucapan anda bisa kami pegang? "ucap Ibu Irene menegaskan.
"Tentu saja Tante, tegas Adit.
Tapi saya juga punya sebuah permintaan "ucap Adit langsung.
Apa yang Anda inginkan? "tanya Celvin penasaran.
"Aku ingin kamu menjaga dan melindungi Dera dengan segenap jiwa ragamu, dan saya juga minta sayangilah anakku seperti kamu menyayangi anakmu sendiri. "tegas Adit.
"Baiklah saya setuju, "ucap Celvin dan Mamanya.
"Tenang saja saya akan segera pindah rumah secepatnya. " ucap Adit penuh dengan pertimbangan.
"Baiklah anda urus saja semuanya, " ucap Celvin lalu berdiri sembari menyalami Adit.
Setelah kesepakatan dibuat, Adit berpamitan kepada keluarga Celvin.
"Baiklah kalau begitu saya permisi, "ucap Adit sembari berjalan keluar.
"Terima kasih mas Radit..
****
FlassOff
Adit masih saja berfikir kemana dia akan melangkahkan kakinya menjauh dari semua keluarganya. Kemana?
***
Kediaman Jayadiningrat.
Pagi Ma, pagi Pa "ucap Dera kepada kedua orang tua penggantinya.
"Pagi juga sayang, "ucap Mama Ida yang begitu amat sangat menyayangi Dera.
"Ma, kemana Adit kenapa dia gak ikut sarapan, "ucap Papa Aryo mencari cari keberadaan Adit..
"Iya Pa, Mama juga sedang menunggu dia.
Bi bisa minta tolong panggilin Tuan Adit sebentar? "ucap Mama Ida memerintah.
Baik nyah, saya panggilin dulu.." ucap Bi Sumi.
Tok tok tok..
Tuan Adit ayo bangun, sudah ditunggu Nyonyah dan Tuan besar dibawah. "ucap Bi Sumi, tapi tak ada jawaban.
Ckrekkkkk, pintunya kok gak di kunci? Bi Sumi mencari keberadaan Tuan mudanya tapi tidak ketemu dia hanya menemukan dua amplop kuning di atas tempat tidur.
Nyah nyonoyah " panggil Bi Sumi panik.
"Ada apa Bi, kenapa panik gitu dimana Adit? "ucap Dera yang bingung.
"Tuan Aditnya tidak ada Non, saya hanya menemukan ini? Bi sumi memberikan dua buah amplop cokelat kepada Dera.
Ini apa Bi, "ucap Dera tidak mengerti.
"Mungkin surat Non, soalnya saya mencari cari Tuan Adit gak ada, semua barangnya juga gak ada Non.
Apa?? "ucap Dera yang kaget mendengar kalau Adit pergi meninggalkan rumah.
Kelanjutannya besok ya...
Next.....