NovelToon NovelToon
Kotaro -The Untold Stories

Kotaro -The Untold Stories

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:48.3k
Nilai: 5
Nama Author: kartono

kotaro hanyalah salah satu sekrup kecil yang melengkapi sejarah perjalanan perang saudara di Jepang pada akhir masa pemerintahan keshogunan Ashikaga. lelaki ini hanya ingin menorehkan namanya dalam sejarah sebagai salah satu pelengkap drama kehidupan para satria dimasa yang carut marut akibat pertikaian antar tuan tanah dalam meraih hegemoni kekuasaan di kancah perpolitikan yang berlumur darah rakyat tak berdosa.
isi novel ini hanya persepsi pribadi penulis, meskipun tetap berdasarkan pada paparan sejarah yang telah baku dan diakui secara internasional.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kartono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 - GANJALAN YANG TAK TERUNGKAP

sementara itu jamuan persahabatan antara dua keluarga telah selesai. dengan dikawal oleh Yamagata Masakage, kedua anggota keluarga Hojo beranjak meninggalkan ruang utama dan seterusnya meninggalkan Kediaman Takeda.

sesampainya dikemah pasukan Hojo, Penguasa Odawara-han itu melihat Kotaro berada didepan tendanya. Hojo Ujimasa turun dari kuda dan melangkah menuju kearah pengawal pribadinya. Kotaro sigap langsung berlutut.

"Kemana saja kau?!" tanya Hojo Ujimasa dengan suara yang agak meninggi.

"Maafkan hamba, Paduka." jawab Kotaro. "Hamba sedang memeriksa keadaan disekitar Kediaman Takeda. hal ini semata-mata naluri saya saja, demi keselamatan Paduka Sakyo Daibu juga." jawab Kotaro dengan tenang.

"Kubilang juga apa? kau tak usah khawatir. Fuma Dewa no Kami melaksanakan tugasnya dengan baik." kata Hojo Ujiteru membela lelaki raksasa itu.

Hojo Ujimasa menghela napas lalu melangkah memasuki tenda diikuti oleh Hojo Ujiteru. sedang Kotaro hanya diam dan bangkit berdiri disisi pintu tenda saja. tak lama kemudian, muncul Hojo Ujiteru yang memanggilnya untuk masuk.

Kotaro masuk kedalam tenda ditemani Hojo Ujiteru. dihadapan mereka, Hojo Ujimasa duduk dibangku lipat menatap raksasa itu.

"Apa yang kau temukan disana?" tanya Hojo Ujimasa.

"Beberapa samurai Kanoborishu mengamankan beberapa titik rawan disetiap sisi Kediaman Takeda. sedangkan titik luar dijaga oleh sebagian anggotan Ku no Ichi." jawab Kotaro dengan tenang.

"Aku tak heran." sahut Hojo Ujimasa sambil tersenyum. "Sebenarnya mereka sementara dalam persiapan menuju tapal batas bagian utara Totomi, memutar melalui Suruga bagian barat."

setelah seharian beristirahat, esoknya pasukan Hojo membongkar tenda dan melanjutkan perjalanan berbalik pulang menuju Odawara.

...*******...

dalam ruang utama, Takeda Shingen dikelilingi oleh para jenderalnya, termasuk putranya Suwa Shiro Katsuyori.

"Mengapa ayahanda memberitahu rencana penyerbuan kita kepada pihak Hojo? adakah ayahanda yakin dapat mempercayai Hojo Ujimasa?" ujar Shiro Katsuyori dengan nada protes. pendapatnya didukung pula oleh Yamagata Masakage.

Takeda Shingen terkekeh, "Aku menekannya untuk tidak mencampuri ekspansi militerku ke Totomi. namun, aku tidak memberitahunya bahwa kita akan melakukan terobosan menuju Kyoto melalui Noda."

"Apa maksud ayahanda?" tanya Shiro Katsuyori menautkan alisnya.

"Aku membingungkan mereka dengan strategiku." jawab Takeda Shingen kembali terkekeh.

"Apakah ayah pikir, Hojo Ujimasa akan terkecoh dengan pernyataan kita? ingat ayahanda. dia sudah menjadi wali ketika Hojo Ujiyasu memegang tampuk kepemimpinan Odawara-han. artinya, Hojo Ujimasa sudah memahami dengan jelas, tentang lurus bengkoknya strategi peperangan dan tata cara pemerintahan. setelah itu ia akan menghitung angka-angka kesempatan yang bisa memberinya posisi yang menguntungkan kedudukannya di istana kekaisaran."

"Katsuyori! jangan disepelekan kematangan strategi ayahmu. kau belum lahir, ayahmu terlebih dulu berkecimpung dalam setiap peperangan." tegur Mochizuki Chiyojo yang tiba-tiba telah muncul diruangan itu tanpa sempat dicegah oleh Yamagata Masakage.

"Shingen sudah sangat paham tentang asam garam kehidupan. kuharap kau tidak menyangsikannya." tandas Chiyojo. Shiro Katsuyori hanya mendengus.

dasar penjilat!!!

Mochizuki Chiyojo duduk disisi Takeda Shingen dan membelai lengannya. "Kemana kau pergi, aku selalu mendampingimu." ujarnya menguatkan hati suaminya.

Takeda Shingen menatapi Yamagata Masakage. "Segera kerahkan pasukammu! kita akan bergerak menuju Totomi."

Takeda Shingen bangkit dan meninggalkan ruangan. Yamagata Masakage mengangguk lalu bangkit meninggalkan ruang utama. tinggallah Shiro Katsuyori dengan Mochizuki Chiyojo. Shiro Katsuyori meremas kepalannya karena memprotes tindakan ayahnya.

Mochizuki Chiyoio tersenyum penuh arti. ia menggeser duduknya mendekati Shiro Katsuyori.

"Putraku... aku mengingatkanmu untuk terus meyakini i'tikad baik ayahmu." petuah Chiyojo pada anak tirinya. "Shingen sudah memperhitungkan segalanya. percayalah padanya." bujuk Chiyojo.

Shiro Katsuyori mendengus, "Aku tahu maksud busukmu, bibi. jangan kau kira aku tak tahu keuntungan apa yang kau petik dari posisi ayah dijabatan birokrasi Muromachi." ujarnya sambil bangkit hendak meninggalkan ruangan. baru saja melangkah, ia terkejut mendapati Chiyojo telah berdiri menyandarkan punggungnya pada tiang pintu.

astaga, segini cepatkah ninja itu?.....

"Aku tak punya maksud apapun ketika menumpangkan hidupku padanya. aku hanya meminta perlindungan, karena mendiang suamiku, Nobumasa, adalah salah satu jendralnya yang ikut berpartisipasi dalam palagan Kawanakajima." perlahan wajah Chiyojo memaling ke arah Shiro Katsuyori dengan tatapan sinis. "Salahkah jika ia melindungiku?" wanita itu kemudian maju selangkah demi selangkah membuat Shiro Katsuyori juga secara insting memundurkan langkahnya.

"Hentikan segala omong kosongmu bibi!" bentak Shiro Katsuyori menudingkan telunjuknya ke arah wanita itu. "Karena kaulah! kaulah sumber dari hilangnya kasih sayang ayah kepada ibuku. meskipun beliau dari keluarga terpandang, namun kami tak diindahkannya!"

"Kau terlalu dangkal menilai persoalan Katsuyori!" kecam Chiyojo.

"Jangan sebut namaku dengan lidah kotormu itu!" bentak Shiro Katsuyori dengan kemarahan yang meluap. "Kau tak pantas! kau hanya orang buangan! sampah yang memperindah bentuknya agar diminati orang lain!" maki lelaki itu.

mendengar penistaan itu, wajah Mochizuki Chiyojo memerah. hatinya pedih. tak ada gunanya ia selama ini bersikap manis kepada putra tirinya itu. anak itu tak pernah menempatkannya dalam hatinya.

sebegitu rendahkah aku dimata anak ini?.....

"Tarik ucapanmu Katsuyori!" bentak Chiyojo tak kalah marahnya. ia menudingkan telunjuknya yang gemetar kearah Shiro Katsuyori. dengan kasar, lelaki itu menepiskan telunjuk ibu tirinya dari wajahnya.

"****** kau! pelakor!!" maki Shiro Katsuyori sambil melayangkan tamparannya.

namun tamparan yang dilayangkan samurai muda itu hanya mengenai udara kosong karena Chiyojo dengan tangkasnya menangkap telapak tangan putra tirinya. dengan salah satu teknik dalam taijutsu gaya Koga, Chiyojo membanting tubuh Shiro Katsuyori ke lantai hanya dengan sekali ayunan.

Shiro Katsuyori jatuh menghantam lantai dengan posisi terjengkang. belum sempat ia mengambil udara, tiba-tiba Chiyojo telah mengangkangi tubuhnya. tangan kanan wanita itu terjulur menangkap kerah pakaian Shiro Katsuyori dan tangan kirinya menyandarkan sebilah kunai dileher anak tiri itu.

Shiro Katsuyori berupaya meronta hendak melepaskan diri. namun Chiyojo dengan pameran tenaga dalamnya, memusatkan berat tubuh di perutnya hingga Shiro Katsuyori benar-benar tak berdaya. dengan kesal, Shiro Katsuyori mengebrak lantai

"Apa yang kau inginkan?!" bentak Shiro Katsuyori. ia benar-benar tak perduli dengan batang lehernya yang diancam oleh bilah tajam kunai yang ditekankan Chiyojo ke lehernya.

"Semestinya kau tidak menghinaku, nak." kata Chiyojo dengan datar. "Kau belum mengenalku sepenuhnya. wanita bisa melakikan apa saja untuk memenuhi keinginannya." geram Chiyojo.

"Lepaskan aku!" ronta Shiro Katsuyori.

bagaimanapun ia meronta, berupaya melepaskan diri, namun ia dikalahkan oleh Chiyojo. akhirnya Shiro Katsuyori hanya bisa pasrah. Mochizuki Chiyojo memamerkan senyum yang mengejek.

"Ketahuilah, Suwa Katsuyori! jangan mempersalahkan aku atas ketidak akurnya Goryonin dengan Shingen. kau tidak punya bukti apapun yang dapat menyeret aku dalam tuduhanmu itu." tandas Mochizuki Chiyojo dengan suara datar dan dikeraskan.

dengan penuh rasa muak Chiyojo bangkit. membiarkan putra tirinya bangkit dengan segera kemudian memandang Chiyojo dengan murka yang tak mampu ia lampiaskan.

"Kau akan mendapatkan balasannya segera, bibi!" ancam Shiro Katsuyori dengan segera bergegas meninggalkan ruangan itu.

sepeninggal lelaki itu, Mochizuki Chiyojo menumpahkan segala ganjalan hatinya melalui tangisan dikarenakan sukma yang ternista. tak pernah ia dihina sedemikian rupa seperti peristiwa tadi.

...*******...

sepekan setelah perundingan dengan keluarga Takeda, keluarga Hojo menggelar pernikahan antara Hojo Ujimasa dengan anak gadis keluarga Chiba. kemudian Chiba Kunitane juga mempersunting putri sulung Hojo Ujimasa, Putri Mio.

sesuai kesepakatan, Pangeran Naosada diadopsi oleh keluarga Chiba. dengan itu, ia menggunakan nama Chiba Naoshige dan dijanjikan sebagai calon tunggal katoku keluarga Chiba.

dengan resmi, istri kedua Hojo Ujimasa menggunakan nama pemberian dari keluarga Hojo...

Hoshoin.....

...******...

Okrober, tahun 1572, era keempat Genki....

Keluarga Satomi dari Awa meminta pertemuan dengan Hojo Ujimasa. pertemuan dilaksanakan dipavilyun utama kastil Hachioji. dalam pertemuan itu, Kepala keluarga diwakilkan kepada Satomi Yoshitaka.

Satomi Yoshitaka duduk dengan gaya zarei, berhadapan dengan Hojo Ujimasa. sementara itu untuk memudahkan perundingan, Hojo Ujiteru, si pemilik kastil berdiam dibilik bagian utara.

saat ini keduanya menyelenggarakan upacara minum teh gaya Rikyu, dibantu oleh para dayang yang ahli dalam upacara tersebut.

"Salju sudah turun ditapal batas utara Jepang. kelihatannya, ushu-tandai (propinsi dewa) dan Echigo tertutup jalannya. kurasa, Takeda Shingen bisa berlega hati karena Uesugi Kenshin tidak akan menyeberangi Shinano untuk mengganggu kenyamanan keluarga Takeda." kata Satomi Yoshitaka memulai pembicaraan sambil menyesap air teh.

"Mereka memang mengkhawatirkan hal itu." sahut Hojo Ujimasa. "Sekarang ini mereka sedang bergerak menuju Totomi dengan kekuatan 30.000 personil. sedangkan Yamagata Masakage memimpin 5.000 personil samurai Kanoborishu ke Mikawa."

"Bukankah Ujinori berada disana?" tebak Satomi Yoshitaka, "Kudengar pasukan Takeda telah merebut Futumata dan Yoshida."

Hojo Ujimasa tersenyum sambil menyeruput air teh. "Kurasa Ujinori tidak berada diantara dua tempat itu... kurasa ia di suruh tinggal di Hamamatsu."

lama mereka saling diam. Hojo Ujimasa berdehem, "Bagaimana kabar Awa hari ini?" tanya Hojo Ujimasa.

"Baik..." jawab Satomi Yoshitaka, "Saat ini Yoshihiro berhasil mengembangkan Awa menjadi wilayah yang disegani. kami saat ini menjalin hubungan persahabatan dengan Takeda Shingen."

jadi benar yang diungkapkan oleh mertuaku itu....

Hojo Ujimasa kembali tersenyum. "Baguslah kalau begitu. tidak sia-sia anak keturunan Nitta Yoshishige menjalankan kekuasaan disana."

"Semoga saja begitu, sebagai cucu-cucu dari Nitta Yoshihige, keluarga Satomi berupaya memperbaiki hubungan masa lalu, terutama paska perang Konodai yang berlangsung antara keluarga kita selama beberapa generasi." ungkap Satomi Yoshitaka.

"Jangan lupakan perang Mifunedai yang baru saja selesai." sindir Hojo Ujimasa samb tertawa kecil. penguasa Odawara-han itu menatapi Satomi Yoshitaka yang jadi canggung dengan ucapan barusan. cepat-cepat Hojo Ujimasa menetralisir suasana. "Mendiang ayahanda sangat mengagumi keberanian keluarga Satomi dalam peperangan itu."

Hojo Ujimasa mendesah, "Aaahhh...kelihatannya kita sudah terlalu banyak berbasa-basi..." ujar lelaki itu seraya meletakkan cangkir dimeja kemudian menatapi tamunya. "Ijinkan saya mengetahui, maksud tujuan anda menjumpai saya?"

Hojo Ujimasa sejenak terkekeh, lalu tersenyum, "Ujiteru sudah menyampaikan hal tersebut secara umum. kurasa alangkah baiknya saya mendengarkannya langsung dari anda."

"Ah..memang sepatutnya hal itu diungkap sekarang." ujar Satomi Yoshitaka. "Begini...putra ketigaku, Yoshiyori, sudah cukup usianya untuk berumah tangga. kupikir, anak itu harus segera dicarikan jodohnya..."

"Aaaa... aku paham." kata Hojo Ujimasa sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. "Lagipula, itu adalah hal yang baik... semoga jalinan antara dua keluarga akan semakin erat. "

merasa mendapat tanggapan bagus, Satomi Yoshitaka mencondongkan tubuhnya ke depan, "Kira-kira menurut Tuan Sakyo Daibu... siapa diantara putri anda yang bisa dijodohkan dengan Yoshiyori?... saya berharap anda memikirkannya." pinta lelaki itu dengan harapan yang tinggi.

"Kurasa... putriku, Aya akan bisa menandingi kepantasan putramu." jawab Hojo Ujimasa setengah menyindir sambil tersenyum.

Satomi Yoshitaka tertawa sambil mengangguk-angguk. "Tak dapat dipungkiri, Takeda Obai-In selalu melahirkan anak-anak perempuan yang cantik..." pujinya untuk mengambil hati penguasa Odawara-han tersebut.

Hojo Ujimasa hanya tersenyum menanggapi pujian berpangkal suap itu. "Terima kasih... anda memuji terlalu banyak..."

"Baiklah. aku setuju... Aya akan menjadi istri dari Yoshiyori." ujar Satomi Yoshitaka dengan sumringah. "Bagaimana dengan harinya?" tanya lelaki itu dengan tidak sabar.

"Sebaiknya bicarakan dulu dengan putramu... jangan-jangan Yoshiyori punya hati yang lain dan dia tidak mengungkapkannya padamu." kata Hojo Ujimasa.

"Justru Yoshiyori yang selalu mendesakku untuk dinikahkan dengan salah satu putri dari keluarga Hojo..." tandas Satomi Yoshitaka sambil tertawa senang.

Hojo Ujimasa mengangguk-angguk paham. berarti tidak mengapa ia mengajukan persyaratannya. sambil menyesap kembali teh, Hojo Ujimasa menyinggung...

"Bagaimana kesan dari Yoshihiro? apakah ada jaminan dia mengangkat Yoshiyori sebagai ahli warisnya?" singgung Hojo Ujimasa.

"Maksud anda?" tanya Satomi Yoshitaka pura-pura tidak paham.

Hojo Ujimasa tersenyum. "Bagaimana kalau anda bisa memastikan, Yoshiyori dapat diangkat sebagai katoku selepas Yoshihiro mangkat?" pancing Hojo Ujimasa sambil menatapi Satomi Yoshitaka dengan tatapan penuh makna.

"Aku akan mendekati Yoshihiro secara pribadi. aku akan mengupayakan dia mengangkat Yoshiyori sebagai pewaris ketujuh dari anak keturunan Nitta Yoshishige. " tandas Satomi Yoshitaka sambil tersenyum licik.

"Baiklah.." Hojo Ujimasa telah memutuskan. "Pernikahan antara Aya dan Yoshiyori akan ditetapkan pada 3 hari mulai dari sekarang. persiapkan saja. kami akan melawat ke Awa pada saat itu."

"Anda telah menghormati kami..." ujar Satomi Yoshitaka sambil membungkuk takzim.

"Saya merasa terhormat..." jawab Hojo Ujimasa balas membungkuk.

...******...

pertengahan era Genki ke 4....

sebuah sampan kecil melintas pelan mengikuti arus sungai. dua orang duduk disana tanpa mendayung, membiarkan semilir angin menyejukkan hati yang dilanda rindu ditengah musim semi yang baru saja tiba.

Mochizuki Chiyojo, pimpinan partai Ku no Ichi, menyandarkan tubuhnya ditubuh raksasa Kotaro, Jonin generasi kelima partai Fuma-Itto. suatu pemandangan yang kontras bukan? dua orang yang mengabdi dikubu yang berbeda, bersatu dalam harmoni musim semi ditengah hembusan lembut angin hangat.

Kotaro merengkuh tubuh wanita dihadapannya. Chiyojo memejamkan mata meresapi kehangatan pelukan lelaki dibelakangnya.

"Kau bahagia, Nyonya?" tanya Kotaro dengan lembut.

"Jangan memanggilku dengan sebutan itu, Kazama... panggillah namaku... aku lebih suka..." pinta Chiyojo tersipu-sipu.

Diwajah pucatnya, Kotaro hanya menyunggingkan senyum datar, lebih kearah tanpa ekspresi. Chiyojo menengadahkan wajahnya menatapi Kotaro.

"Kazama..." panggil Chiyojo.

Kotaro menunduk menatapi wajah yang sejuk dibawahnya. wajah jelita Chiyojo yang seakan menemukan kedamaian baru paska ditinggal mati Nobumasa. meskipun ekspresi wajah lelaki itu datar, terkesan dingin dan angker. namun ada pesona tersendiri dalam diri raksasa itu.

"Kudengar, hari ini, keluarga Hojo mengadakan lawatan ke Awa..." kata Chiyojo. wajah Kotaro tetap menunduk menatapi wajahnya. Chiyojo melanjutkan kata-katanya. "Kau tidak mengawal Sakyo Daibu-Dono?"

"Aku mewakilkan urusanku pada Isuke..." jawab Kotaro masih dengan nada yang datar. "Aku ingin menemanimu."

Mochizuki Chiyojo terasa melayang mendengar perkataan raksasa itu. wajah wanita itu memerah dan kembali tersipu.

"Kau sendiri, kenapa tidak ke Totomi?" pancing Kotaro.

"Karena... aku tak bisa menahan rinduku...padamu.." jawab Chiyojo dengan tersipu dan membenamkan diri didada Kotaro.

Kotaro mengangkat wajahnya dan menatapi langit. ia menghela napas. "Hari ini adalah pernikahan Putri Aya dengan Tuan Muda Yoshiyori dari keluarga Satomi. aku berharap perdamaian akan menyelimuti kawasan Kanto."

Mochizuki Chiyojo kembali menengadah menatapi wajah pucat sang siluman angin. senyum bahagia selalu tersungging dibibirnya. wanita itu merasakan hidupnya kembali berwarna sejak lelaki itu membalas rasa cintanya. ternyata sejak pertemuan pertama, Kotaro merasakan debaran aneh ketika menatapi wajah Chiyojo.

inilah percintaan yang unik dalam perjalanan sejarah para shinobi. seorang lelaki berusia 25 tahun, mencintai wanita berusia 54 tahun, meskipun usia itu tertutupi dengan perawakan Chiyojo yang awet. sedangkan Kotaro yang selalu bertampang serius terlihat lebih dewasa dari usianya yang sebenarnya.

"Kazama...." panggil Chiyojo dengan nada sendu. semburat cemas sedikit nampak diwajahnya.

"Ada apa, Nyonyaku..." tanya Kotaro.

wajah Chiyojo kembali merona. sebutan nyonyaku membuat sukmanya terbuai. dibelainya dada sang raksasa. "Kau tak akan meninggalkanku, bukan?"

Kotaro menatapi Chiyojo lama sekali. hingga akhirnya dari bibir pucat sang raksasa terlontar kalimat...

"Aku ingin menua bersamamu...."

sekali lagi, Mochizuki Chiyojo menumpahkan air mata bahagianya.

...ooOOoo...

1
Ragen Zhang
Kejam. Baru tahu kalau yakuza sudah ada sejak zaman Jepang kuno.

Wuah. Ryo itu mata uang emas, ya? Satu ryo = berapa yen, ya?
Ragen Zhang
Baru tahu kalau kappa juga tertarik sama bau darah persalinan. Kukira kappa cuma suka timun xD

Kasabake itu mengincar anak-anak yang baru lahir kah?

Overall, penggambaran suasananya udah lumayan dapet. Akan lebih baik jika penulisannya lebih rapi, seperti penulisan huruf kecil dan huruf besar yang perlu lebih diperhatikan, penulisan kata "di" yang seharusnya dipisah dengan "di" yang digabung.

Oh ya, kalau ada catatan kaki bagus, nih. Biar yang belum familier sama istilah-istilah Jepang tahu maknanya.
YHannizar
peripheral, kak
sudut luar pandangan mata
Golgotha Calvatorch: thanks atas kritikannya.
total 1 replies
sasip
Boom like untuk senior author.. 👍🏻
Semangat berkarya & saling dukung.. 💪🏻
Golgotha Calvatorch: saya belum senior, Sip.
saya masih belajar. sama seperti orang-orang lainnya.
total 1 replies
Lili Alfian
sok suci dia
Golgotha Calvatorch: siapa nih yang dibilang sok suci?😊😏
total 1 replies
Lili Alfian
magoichi. saika
Lili Alfian: ternyata itu nama kecilnya
total 2 replies
Lili Alfian
mungkin anda benar
Lili Alfian
menjijikan sekali uesuegi khensin
Golgotha Calvatorch: dalam ilmu medis moderen, Uesugi Kenshin adalah penderita penyakit Ambigous Genitalia, atau sindrom kelamin ganda yang termasuk dalam kondisi sexual development disorder.
total 2 replies
Golgotha Calvatorch
nama kecilnya Ishikawa Goemon.
Lili Alfian
siapa lgagi ini sanada kuronoshin
Lili Alfian: please ceritakan tentang yukimura sanada ,
total 2 replies
Lili Alfian
nasib kunoichi
Golgotha Calvatorch
memang kotaro berbadan besar. Ia yang paling tinggi ukuran tubuhnya dari orang-orang jepang pada umumnya yang hanya setinggi 160 senti makanya di bully sebagai anak siluman.
Golgotha Calvatorch
klan sanada dulunya adalah pendukung Keluarga Takeda di Kai. Setelah keluarga takeda musnah dalam insiden tenmoji (Katsuyori, generasi klan takeda terakhir melakukan seppuku) maka klan sanada menjadi pendukung klan Toyotomi sampai akhir mereka dalam perang osaka. yang terkenal di klan itu adalah Masayuki dan Yukimura. Yukimura sendiri memiliki pasukan khusus yang disebut Juyushi, dipimpin oleh Sarutobi Sasuke.
Lili Alfian
buat LG cerita yg lain
Golgotha Calvatorch: tentang sejarah apalagi ya?
bagaimana kalau sejarah keberadaan para samurai jepang di ambon?
total 3 replies
Lili Alfian
ceritakan tentang clan sanada
Lili Alfian
sesuai gambarain koei Kotaro berbadan besar
Golgotha Calvatorch: dalam ilmu medis, kotaro mengalami jenis penyakit yang disebut gigantisme sehingga menyebabkan tubuhnya cepat tinggi meski usianya masih belia. sindrom gigantis diakibatkan oleh adanya tumor pada kelenjar hipofisis. hanya saja jaman dulu, anak-anak jepang yang mengalami sindrom gugantis ataupun sindrom dwarfis disebut anak-anak siluman.
total 1 replies
Lili Alfian
benarkah ini story' Kotaro fuma
Golgotha Calvatorch: ya nggak laaah... ini kan cuma karya fiksi saya. Kisah tentang Fuma Dewa no Kami (Itu adalah namanya dalam catatan Go-Hojo Dai Go Ki atau catatan arsip keluarga Go-Hojo) tak ada yang detail selain diketahui bahwa ia adalah pengawal pribadi Hojo Ujimasa dan Hojo Ujinao. Kematiannya dicatat pada tahun 1603 saat menjalani hukuman gantung dibawah pemerintahan rejim tokugawa. Cuma memang di Inggris ada kelompok penghayat klan Fuma yang mengidolakan Kotaro.
total 1 replies
Kokoro No Tomo
bikin novel para kultivator dong ,sy yakin pasti seru.
Kokoro No Tomo: saya lihat sdh byk berbagai macam genre,night watcher sampai ribuan episode,the humble boss sdh ribuan juga,sepertinya penghasilan dari iklan sangat menggiurkan ,padahal kebanyakan hasil cerita translate lho.
total 4 replies
Shyamanosuke Akechi
satu karya yg paling memberikan kesan 👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽
Shyamanosuke Akechi: goemon klo gk kojiro sasaki thor... 😂😂
total 2 replies
Si Bungsu
semangat terus kak
btw mampir juga di novel ku ya kak
Golgotha Calvatorch: nanti mampir deh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!