NovelToon NovelToon
AMORA : Unexpected Love

AMORA : Unexpected Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:958.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eva IM

Ayumi mengganti namanya setelah berpindah ke London mengikuti keluarga angkatnya. Lea Wilson melanjutkan hidupnya yang berantakan di Jepang. Setelah lima tahun berlalu, tanpa disangka Lea bertemu lagi dengan orang yang membuat hidupnya berantakan di masa lalu. Memang masih ada ingatan yang tersisa, seharusnya sekarang baik - baik saja namun ada rahasia tak terduga diantara mereka. Amora, rahasia yang ingin Lea sembunyikan dari Rui Nakajima.

Bagaimanakah reaksi Rui mengetahui Mora? Akankah Rui menerima Mora sebagai anak yang empat tahun lalu lahir tanpa sepengatahuannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMORA #33

“Tunggu Lea.. bukankah itu sudah tidak penting lagi, katamu ayah Mora bahkan tidak tahu jika kamu melahirkan Mora? Aku rasa dia akan bingung jika kamu mengatakannya sekarang. Urungkan saja niatmu, dia pasti tidak akan mempercayainya..”

“Tapi dia berhak tahu akan keberadaan Mora..”

“Itu tidak penting lagi.. ayah Mora mungkin saja sudah punya kehidupan sendiri, dengan kamu yang datang tiba – tiba kemudian mengatakan jika dia memiliki seorang anak, reaksi seperti apa yang kamu inginkan Lea? Dia pasti akan sangat terkejut, lebih buruk lagi dia mungkin saja akan menolak Mora..”

“Begitukah reaksinya?” Suara Lea berubah dingin.

“Tentu saja, aku yakin itu..”

“Aku bisa melihatnya darimu.. siapapun pasti tidak akan menerima Mora sebagai anak haram..”

“Lea bukan seperti itu.. maksudku..” Rui mengusak rambutnya kasar.

“Mora anakmu..” Potong Lea dengan suara yang tinggi.

“Apa?”

“Mora adalah anakmu Rui Nakajima, didalam dirinya ada darahmu..”

Akhirnya Lea mengatakan siapa sebenarnya Mora. Namun reaksi Rui sama persis dengan apa yang dia katakan. Rui menatap kosong Lea dengan wajah yang tak percaya.

“Dia pasti tidak akan percaya..” Itulah gambaran yang Lea lihat. Entah kenapa hati Lea sakit melihat reaksi yang diberikan Lea.

Lea memalingkan wajahnya karena air matanya mengancam untuk tumpah.

“Reaksi apa yang kamu inginkan Lea?” Ucapan Rui terus menggema di telinga Lea. Lea mengatakannya bukan untuk mengambil keuntungan darinya, tapi karena Lea merasa perlu memberitahunya, bagaimanapun dia adalah ayah Mora. Ayah yang berhak tahu jika dia memiliki anak. Lea memberitahunya juga bukan karena ingin menuntut Rui agar bertanggungjawab, bukan. Semua ini karena Lea murni ingin membebaskan belenggu kesedihannya lima tahun ini. Lea ingin berdamai dengan hatinya.

“Reaksimu sekarang sesuai dengan apa yang kamu katakan Rui..” Air mata Lea tumpah juga. Dia berusaha kuat namun melihat Rui dengan wajah tak percaya menatapnya, hati Lea terasa sakit. Padahal dalam hati dia mengatakan tidak berharap apa – apa dari Rui, namun kenapa sekarang Lea kecewa?

“Apa yang sebenarnya aku harapkan?” Teriak Lea dalam hati sambil menyeka air mata yang terus membasahi pipinya.

“Apa maksudmu?” Suara Rui bergetar.

“Raut wajahmu saat ini seperti mengejekku bahwa aku mengatakan kebohongan..”

“Bukan seperti itu..”

“Lalu seperti apa?” Suara Lea bergetar karena menangis.

“Kenapa baru memberitahuku?”

“Aku bukan wanita perusak rumah tangga orang lain!” Teriak Lea.

Rui mengusak rambut hitamnya dengan kasar. Dadanya terasa sesak. Dia bangkit kemudian mendekati Lea. Duduk disebelahnya dan menghapus air mata di pipi Lea dengan tangannya. Dada sudah sesak, ditambah dengan air mata Lea, dada Rui menjadi Rui.

“Aku hanya terkejut. Kenapa kamu terus salah faham seperti itu? sekarang ceritakan padaku apa yang terjadi lima tahun lalu..” Suara Rui melembut. Dia berusaha menenangkan Lea padahal dirinya sendiri tidak tenang. Detak jantungnya naik tak beraturan. Dan setiap kali dia menarik nafas, rasanya sesak.

“Aku berusaha melanjutkan hidupku setelah kamu pergi. Aku terus bertahan setelah tahu bahwa kamu adalah pewaris perusahaan besar, anak konglomerat terkaya di Jepang. Akito yang memberitahuku tentang rencana pernikahanmu, dia membacanya di Koran. Aku tetap berusaha tegar meskipun hidupku terpuruk. Aku masih berharap jika suatu hari nanti kamu akan datang kembali padaku, hingga acara pernikahanmu berlangsung dan aku melihatnya sendiri di televisi. Hidupku hancur, semua impianku musnah. Semua janji – janji yang pernah kamu ucapkan menjadi buih yang terbawa angin. Aku semakin terpuruk saat aku tahu aku hamil. Aku masih bekerja di restaurant saat itu. Aku mudah lelah dan aku tidak tahan akan bau masakan di dapur, aku kira mungkin aku kelelahan. Ternyata aku hamil. Aku mengurung diriku di rumah berhari – hingga hingga Anne menemukanku dalam keadaan tak sadarkan diri. Aku dehidrasi dan mengidap depresi, untung saja Mora masih bertahan diperutku. Aku sempat berpikir untuk menggugurkannya, namun Anne dan Ibunya mencegahku. Mereka menolongku dengan membawaku pergi ke Inggris. Jika tidak ada mereka, mungkin aku dan Mora tidak akan bisa kamu lihat saat ini Rui..” Lea bercerita dengan air mata berurai. Tak ada satupun hal yang dia tutupi, dia menumpahkan segala perasaannya pada Rui.

“Jika kamu tidak mempercayainya, kamu bisa melakukan tes di rumah sakit..” Tambah Lea.

“Jika kamu mengatakan Mora adalah anakku, akan mempercayainya Lea..”

“Akan mempercayainya?” Dahi Lea mengekerut.

“Bukan itu maksudku, aku percaya padamu..”

“Aku berkata jujur Rui..”

Rui mengangguk sambil menghapus air mata Lea.

“Kenapa baru mengatakannya sekarang? Kamu bisa mendatangiku dan mengatakan jika kamu mengandung anakku..”

“Tidak. Aku tidak bisa Rui. Seorang wanita miskin yatim paitu mengaku mengandung anak Rui Nakajima, sang pewaris Nakajima Building, siapa yang akan percaya Rui? Aku tidak sepercaya diri itu..”

“Semua ini salahku.. seharusnya aku tidak meninggalkanmu.. seharusnya aku terus mempertahankanmu apapun yang akan terjadi. Aku tidak peduli dengan perusahaan atau apapun, jika aku tahu kamu mengandung anakku, aku pasti tidak akan meninggalkanmu Lea..”

“Semua sudah terjadi Rui, jangan menyesalinya. Aku dan Mora baik – baik saja.. lihatlah, dia tumbuh menjadi anak yang sehat dan cantik. Hanya sifatnya sama sepertiku, kasar dan dingin.. padahal aku berharap ada sedikit kelembutan seperti dirimu..” Lea tersenyum getir.

Rui ikut tersenyum saat Lea menceritakan tentang Mora.

“Kamu telah membesarkannya dengan baik Lea..”

“Aku tidak ingin dia hidup sepertiku, aku berusaha memenuhi kebutuhannya..”

“Jadi Lea, kapan kita bisa menikah secepatnya?”

Bersambung...

1
Anonim
Selalu bgini , kebanyakn cerita novel si laki udh buat salah malah maksa
Atmita Gajiwi
/Heart/
Yeni Yuliarni
cerita yang menarik
Suyudana Arta
wah modus/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🌿wing2bo_27
Luar biasa
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
kenapa harus Lea yg memberitahu, kepekaan Rui mana?? katanya matanya Mora sama dgn Rui? lalu kenapa gak ada chemistry di awal pertemuan
Ellia Mardiana
jangan buat Ayumi sakit dan depresi karena kehadiranmu ya rui
Rohimatul Amanah
good job
yuliana windi
Luar biasa
Anonim
Aku baru baca 2025
Neng Alifa
haaah andaikan itu di indonesia
Nancy Bondan
Luar biasa
riri
Bagus banget kak ceritanya,g ada satu episode pun yg tak q baca atau q lompati....good jop kak author👍🏻👍🏻👍🏻
Hartaty
akan mau jika Lea kembali hamil🤭
Hartaty
basah oiiii
Hartaty
aku yg panas
Hartaty
astaga otak ku terkontaminasi
Endang Sulistia
👍👍👍
Qilla
udah gitu aja lngsug balikan?
Nicya
aku udh baca udh 5x tapi ga pernh bosen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!