NovelToon NovelToon
PERCAYALAH

PERCAYALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Spiritual / Romansa-Teen school
Popularitas:69.2k
Nilai: 4.5
Nama Author: Mrs. My

"Percayalah tiada yang tidak mungkin, selagi engkau yakin pasti akan ada hal besar datang kepadamu". Novel ini menceritakan tentang seorang wanita yang memperjuangkan kesetiaannya. Namun begitu banyak hal-hal yang membuat dia terkadang putus harapan.

Akankah dia mencoba mengikhlaskan seseorang pujaan hatinya kepada orang lain atau dia akan terus mempertahakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. My, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 Hati Menjadi Benci

Pikiran dan hati yang buruk mulai bersemayam dihati putri. Ambisi yang kuat untuk mendapatkan kekasih pujaannya membuat dia salah langkah.

Hati yang terus menggebu membuat putri segera kembali keasrama. Sepanjang jalan menuju asrama tidak hentinya dia memanyunkan bibirnya. Langkah pun semangkin cepat.

Sesampai diasrama putri merebahkan tubuhnya diatas kasur. Pikiran yang terus terasa panas dan hati yang dongkol tidak bisa tertahan lagi.

"ARRRRRGGGGGG apa maksud dinda dengan semua ini, Agar faiq tahu kalau sebenarnya surat surat itu dari kamu. " Ucap putri kesal menghempas bantal yang ada didekatnya.

Perasaan yang menggebu terus saja menguasai hati dan fikiran putri.

🌻🌻🌻

Lain hal nya dengan faiq, dia tidak memikirkan apapun yang dia ingat difikirin nya hanyalah satu nama yaitu adinda salsabila.

Sedangkan akbar yang harus segera mengembalikan surat itu ditempatnya semula, segera mempercepat langkahnya agar faiq tidak mencurigai dia. Sesampai diasrama akbar segera menuju meja faiq.

"Hmm sebagus-bagusnya tupai melompat akan jatuh juga sama seperti kamu faiq sepandai-pandainya kamu menyimpan sesuatu akan kecium baunya, ini baru awal ya faiq bersenang-senang saja dulu kamu nikmati bunga-bunga yang indah dihatimu dahulu hahahaha." Gumam akbar didalam hatinya sambil menyelipkan surat itu kembali didalam buku catatan faiq yang tergeletak diatas meja dengan senyuman sinis.

Faiq yang terlihat berjalan menuju asrama dari kejauhan membuat akbar tersenyum. Apa maksud senyuman akbar ini, seperti sebuah pedang yang sangat tajam. Akbar segera mengambil sebuah buku untuk berpura-pura sedang membaca, dan seolah-olah tidak terjadi masalah apapun.

"Assalamualaikum," ucap faiq masuk kedalam kamarnya.

Faiq melihat akbar yang sedang membaca buku diatas kasurnya dengan penuh kekhusukan. Faiq mengambil posisi duduk diatas kursi meja belajar dia yang terletak dibawah jendela kamarnya. Akbar yang mendengar salam itu segera dia jawab dan melihat kearah faiq.

"Waalaikumsalam, eh kamu iq sudah pulang." ucap akbar berdiri dari duduknya.

"Eh iya ni mas," sahut faiq tidak melihat kearah akbar. Faiq hanya memperhatikan buku catatan diatas mejanya.

"Ceriah amat wajah tu seperti orang yang sedang kasmaran saja," ucap akbar menggoda dengan cara halus.

"Iya apa mas perasaan biasa saja," ucap faiq memegang raut wajahnya.

"Ooiya mas tadi mas akbar lihat putri gak ya sedang dimana." Ucap faiq mendekati akbar yang sedang berdiri.

"Ha!! putri, cieee ngapain kamu mencari putri." Sahut akbar menyenggol bahu faiq.

Akbar sengaja berpura-pura menggoda faiq agar rencana dia berhasil agar faiq sama sekali tidak mencurigai akbar dan rencana mereka berjalan secara halus.

"Ah mas akbar ni, gak cuman mau ada perlu saja sedikit mas." Ucap faiq mencari alasan.

"Tadi si putri pulang keasrama dia, kalau memang penting sekali coba saja kamu minta tolong seseorang memanggil kan dia." Ucap Akbar memberi masukan.

"Hmm ya sudah de mas aku pergi dulu ya," sahut faiq sambil membawa buku catatan yang berisi surat itu.

"Eh faiq kamu kenapa mau bertemu putri saja membawa buku juga." Ucap akbar.

Faiq terkejut mendengar perkataan akbar, langkahnya terhenti didepan pintu. Wajah pucat dan panik mulai terlihat. Faiq takut akbar akan mengetahui surat yang dia sembunyikan didalam buku itu.

"Emmm anu apa itu gak ko mas," ucap faiq bingung mencari alasan.

"Anu apa itu gimana si iq yang jelas ngomong nya," Ucap akbar mulai mendekati faiq.

Faiq yang melihat langkah akbar semangkin dekat dengannya segera dia pergi dari tempat itu.

"Ya udah dulu ya mas, aku pergi dulu." Ujar faiq segera pergi meninggalkan akbar dengan langkah yang cepat.

Senyum sinis terus saja terpancar diwajah sang keras kepala itu. Siasat buruk harus dia lakukan dengan sebaik mungkin agar tidak ada yang mengetahuinya termasuk faiq.

Faiq faiq dasar bocah berani-beraninya menantang akbar. Lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya. Faiq mulai tidak terlihat dengan langkah yang begitu cepat.

"Huu huuu gawat kalau tadi ketahuan dengan mas akbar kalau dinda mengirimkan aku surat yang aku sembunyikan didalam buku ini, untung saja tadi aku langsung pergi." Gumam akbar didalam hatinya sambil meneruskan langkahnya.

"Lagian kenapa sia mas akbar menjodohkan-jodohkan aku sama putri lagi, aku kan akan pernah mengganti isi hatiku yaitu dinda. Ucap faiq pelan.

Faiq meneruskan langkahnya menuju arah asrama dinda, namun tidak sampai didepan asrama faiq bertemu dengan teman dinda bernama zizi. Zizi yang sedang asyik berjalan melihat faiq memanggilnya.

"Zizi sini," ucap faiq memanggil zizi.

"Saya ya mas," ucap zizi menunjuk dirinya sendiri.

"Iya kamu," zizi mulai mendekati faiq.

"Ada apa mas faiq," ucap zizi penasaran.

"Ini zi gimana ya ngomongnya tapi kamu diam saja ya jangan kasih tau orang lain." Kata Faiq melihat kearah disekitarnya.

"Iya iya mas aman sama zizi mah, sebenarnya ada apa si mas." Sahut zizi semangkin penasaran.

Faiq mulai membuka bukunya dan mengambil secarik lipatan kertas yang terlipat dengan sangat rapi.

"Ini saya titip surat ini, tolong kamu berikan kepada putri bilang saja dari saya putri pasti mengerti." Ujar faiq memberikan secarik surat itu kepada zizi.

"Cieee mas faiq sekarang mainan nya surat-suratan ya sama putri, ciee mas faiq suka ya sama putri." Ucap zizi menggoda faiq.

"Hmm kamu berikan saja ya kepada putri," sahut faiq.

"Oke mas," zizi pergi meninggalkan faiq yang masih saja berdiri.

Faiq sengaja memberikan surat itu kepada putri, karena dia berfikiran bahwa putri yang akan mengirimkan surat itu kembali kepada dinda.

Kini hatinya terasa sangat bahagia karena surat dari dinda sudah terbalaskan dan dia tinggal menunggu surat selanjutnya dari dinda. faiq memutarkan tubuhnya dan melangkah kembali pergi kesebuah taman didepan kelasnya.

🌻🌻🌻

Hati yang remuk kini dirasakan putri, dia masih menangis didalam kamarnya. Perasaan yang dia rasakan kita campur aduk menjadi satu. Kamar yang semula rapi kini terlihat berantakan, bantal berserakan diatas lantai. Putri melakukan itu untuk menuangkan segala kekesalannya.

Tidak lama kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.

TOK

TOK

TOK

"Assalamualaikum putri," ucap seseorang dari luar kamarnya sambil mengetuk pintu.

Putri yang mendengar ketukan itu, segera menghapus air matanya dan kembi membereskan kamarnya agar tidak ada yang mengetahui masalah yang dia hadapi. Putr segers mengambil kembali bantal-bantal yang telah iya hempaskan keatas lantai.

"Iya tunggu," ucap putri membereskan kamarnya.

"Putri cepetan dong buka pintunya ini aku zizi, kamu lagi ngapain si put lama banget buka pintu saja." Sahut zizi dengan sangat kuat.

"Sabar dong zi, sebentar lagi ni aku bukakan ko." Ucap putri kembali.

CEKREKKKKKK (suara pintu terbuka)

"Adapasih kamu, siang-siang begini ribut banget." ucap putri kesal.

"Hmm yaudah de aku pulang saja berarti kamu tidak mau suratnya kan," sahut zizi memancing perkataan.

"Ha surat eee sini-sini zi," ucap putri memohon kepada zizi.

"Ni suratnya, cieee ada hubungan apa kamu sama faiq put." Zizi menjulurkan surat itu kepada putri.

"Ah sudah de zi kamu ni mau tau aja, yaudah aku masuk dulu ya zi mau istrhat daaaa." Ujar putri menutup pintu itu langsung.

"Eeee eee putri, kamu ni aku belum selesai berbicara kamu main tutup aja ni pintu dasar ya putri ni." Ucap zizi pelan.

"Nanti kita sambung lagi zi, aku mau tidur dulu ngantuk ni." Sahut putri kuat dari dalam kamarnya.

"Hmmm iya de," ucap zizi pergi meninggalkan kamar putri.

Putri yang telah menutup kamarnya segera membuka lipatan demi lipatan surat itu, karena rasa penasaran. Putri tidak seperti biasa bahagia mendapatkan surat itu melainkan bertambah benci kepada dinda setelah dia membaca surat dari faiq.

BERSAMBUNG....

Tunggu episode selanjutnya ya..

Terimakasih telah membaca 🌻 🌻🌻

1
Yoanita_Situmorang
wahh si kakak up lagii😍😍😍

dah lama ga up jadi udah agak lupa 😅
Elisabeth Ratna Susanti
like fav😍
Your name
Salken ya Thor mampir nih.
Ellaa🎭
semangat kk 💕

salam dari -ZEVANAYA-
Yoanita_Situmorang
Aku kembali lagi kak
semangat up nya kak✊✊

ayo selalu saling dukung👍👍
serah lu dah
semangat kakak author
Om Rik
semangat kak
ilusi tak bertepi
LIKE thor🎉😍

ditunggu ya kelanjutannya slalu hadir JODOH TERPAKSAKU
DevFusvii
Semangat Kakak🤗
Ditunggu Next capt terbarunya😁

Udah ku bom like dan kasih rate Lima
Yuk saling suport🤗❤

Terimakasih🙏
Anita Jenius
Lanjut up ya kak
Martina Alfarizqi
semangat
Elisabeth Ratna Susanti
double like😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Xaverine
semangat Thor 💪💪💪
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲
Mampir like kakak❤️ next up semangat! Feedback MDL 😉
May: ahsiap kak
total 1 replies
Liana'S
Akhirnya...
Lanjut Thor.

Semangat terus ya..
May: mksih kak Lia 😍
total 1 replies
Jenong
hai kak aku mampir like ya
Anita Jenius
Lanjut up ya kak
Desrayanii
Yeee kakak update 🤗🤗
Xaverine
lanjut May, aku mampir lagi nih😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!