Rion pemuda yang terlihat urakan juga tengil mendadak di jodohkan oleh sang mama.dengan wanita pilihan yang sudah di tentukan,bahkan mereka tidak saling mengenal.
kisah perjalanan pernikahan Rion mari simak alur cerita nya
Kolaborasi Novel Dastan & Fellaini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theodor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Hari minggu telah tiba kini Rion sudah bersiap dengan zora untuk pergi kerumah orang tuanya sesuai pesan dari Sergio , dia memakai helm dan menunggu sang istri yang sedang mengunci rumah.
" Ayo bang berangkat . " Zora pun naik ke atas motor.
" Pake dulu helm yang bener . " tegur Rion.
" Iya ini udah di pake ko helm nya. "
Mereka pun segera pergi sengaja tidak sarapan karena mama ivy menyuruh untuk sarapan bersama , di jalan juga lancar belum banyak kendaraan karena memang masih di pagi hari .
" Bang Kira-kira ada apa ya mama sama papa nyuruh ke rumah? " tanya Zora.
" Mungkin mau request jumlah cucu kali . " ucap Rion sambil tertawa.
" Hilihh itu mah modus abang aja ! " Zora memukul punggung sang suami.
" Mungkin mereka kangen pengen ketemu sama mantu cantiknya , atau engga mama pengen aja makan bareng kita . "
" Tapi aku gak enak gak bawa apa-apa tadinya mau bikin dulu bolu , kalau mampir belum ada toko yang buka . " si cantik merasa tidak enak datang dengan tangan kosong.
" Gak papa sayang malah mama nyuruh kita gak sarapan di rumah kan , boro-boro mau bikin bolu dulu . " ucap Rion.
Zora pun hanya bisa menurut dengan ucapan Rion tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah mama ivy .
" Assalamualaikum.." ucap Rion dan Zora berbarengan.
" Walaikumsalam akhirnya menantu cantik mama dateng jugaaa . " mama ivy memeluk Zora.
" Maaf ma aku gak bawa apa-apa ke sini si abang ajak buru2 hehe . " Zora tersenyum kecil.
" Gak papa biar hari ini kalian kenyang makan masakan mama aja , yu bantu mama sebentar masih ada sedikit lagi yang belum selesai. " mama ivy pun mengajak zora ke dapur.
Sedangkan Rion berjalan menuju ke ruang tamu dia melihat Xavier yang sedang membaca koran .
" Ehem.. " Rion berdehem untuk membuat Xavier sadar.
Xavier hanya melirik sebentar ke arah Rion dan melanjutkan kembali membaca koran .
" Anjirrrr lah ni bapak-bapak anaknya dateng bukan di sambut , malah di anggurin aja minimal kasih duit selamat dateng . " ( ucapnya dalam hati ) lalu Rion pun duduk di sofa.
" Harusnya papa yang kamu traktir dengan uang hasil gajihan , minimal datang ke rumah bawa jam Rolex . " Xavier membalikan kata-kata Rion.
" Njirr makin sakti aja bokap gue bisa baca pikiran orang . " batin Rion.
" Hilih gak usah nyindir ya pah ! nanti aku traktir martabak aja ntar malem tapi . "
Lalu dari arah tangga sergio pun turun pria ini baru selesai mandi .
" Eh ada tamu siapa pah? yang mau minta sumbangan ya . " ujar sergio
" Koq tau sih ! " balas Rion dengan nada nge gas.
" Kelihatan mukanya kaya belum makan sebulan hahaha.." Sergio pun tertawa ketika berhasil membuat sang adik emosi.
" Mati dong gue ! "
" Hus ngomong nya . " tegur Xavier.
" Noh dia yang mulai pah jangan salahin aku lah . " protes Rion.
Sebelum keributan berlanjut suara mama ivy memanggil mereka untuk segera sarapan , begitu lah jika adik kakak bertemu pasti ada ributnya .
" Wih enak banget nih pasti . " Rion juga merindukan masakan mama ivy
" Ini buat abang . " seperti biasa Zora melayani suami terlebih dulu.
" Kamu juga makan yang banyak . " ucap Xavier pada menantu manis nya.
" Iya papa terimakasih. "
Mereka pun melakukan sarapan bersama setelah ini akan kembali ke ruang tengah , untuk membicarakan tentang hal penting pada si bungsu .
" Jadi ingin membahas apa? " tanya Rion.
Sarapan pagi ini telah selesai mereka pun kembali keruang tengah .
" Kakak mu akan segera melangsungkan pernikahan . " jawab Xavier.
" oh. "
Sergio heran dengan respon Rion jangan2 dia masih nge-lag .
" Hah menikah???? kapan pah ! " baru saja di bilang kini Rion berteriak heboh.
" Semalam aku kerumah Ossy langsung melamar di depan orang tua nya . " Sergio berucap sombong.
" Wah selamat bang Gio akhirnya kalian otw sah juga . " ucap Zora dengan bahagia.
" Iya makasih ya dek . "
" Nanti kamu ada temen kalau main ke rumah sayang . " mama ivy juga terlihat bahagia.
" Lalu kapan pernikahan akan di lakukan? " Rion kembali bertanya.
" Minggu depan mereka menikah papa sudah menentukan. " ucap Xavier.
" Serius pah? ini mah tahu kalah dadakan perlu persiapan juga , waktu pernikahan ku aja ampe 2 bulan . "
" Itulah gunanya papa punya banyak uang tidak masalah ingin dadakan juga . " ternyata bibit kesombongan Rion dan Gio berasal dari bapak satu ini.
" Mama setuju aja gimana donatur utama . "
Zora hanya tertawa melihat perdebatan keluarga suaminya , mereka itu benar-benar keluarga yang harmonis dan tidak kaku jadi terasa nyaman .
....
Sedangkan di rumah calon pengantin wanita tidak kalah heboh kala mama ivy menghubungi orang tua Ossy , mengatakan akan mengadakan pesta pernikahan dengan jangka waktu hanya tinggal satu minggu lagi.
" Kamu udah tanyakan lagi pada keluarga pak Xavier jika pernikahan di laksanakan minggu depan? " tanya Arvin selaku kepala keluarga.
" Udah bibu tanyain berulang kali Mas emang pernikahan anak kita itu minggu depan , malah nanti 2 hari lagi mereka bakal ke rumah buat masalah ini . " Selia jadi pusing sendiri.
" Yasudah jika begitu ayah setuju aja . "
Ossy datang sambil membawa nampan teh untuk sang ayah .
" Calon mertua kamu gak kira-kira masa ngedadak ngadain pernikahan minggu depan . " keluh Bibu.
" Hah benaran minggu depan? " bahkan si calon pengantin pun ikut terkejut.
" Iya kemarin malam Ivy telpon Bibu lusa bakal datang ke rumah buat bahas dekorasi , sama hal lain sekalian rias pengantin juga . "
" Gak anak gak ibu sama-sama tukang kasih kejutan. " Ossy hanya bisa tersenyum.
" Lebih tepatnya ini ide dari pak Xavier kata beliau jangan di lama2 , jadi minggu depan soal biaya gak usah khawatir . Calon mertua kamu beneran tajir Ini mah kabulin permintaan udah kaya Jin teko aja langsung cringg . " Selia sangat bersyukur Ossy berjodoh dengan pria mapan.
" Lagian yang kaya kan papanya Gio masih merintis juga dia mencoba membuat perusahaan lebih baik , dengan jalan sendiri tanpa bantuan dari papa Xavier itu yang di bicarakan Gio sama aku . " ucap Ossy.
" Ayah gak masalah sama siapapun yang bakal nikah sama kamu, asal bisa bertanggungjawab sampai akhir , bisa jadi imam buat kamu sama menjalankan pernikahan yang samawa itu aja . "
" InsyaAllah yah kami akan belajar sama-sama untuk tetap satu tujuan , menjalankan pernikahan ini sebagai ibadah makasih udah restuin hubungan kami . " Mata indah Ossy kini mulai berkaca-kaca.
" Duh bibu gak nyangka anak gadis Ini sekarang bakal ada yang punya , perasaan waktu cepet banget berlalu . " Selia memeluk putri bungsunya.
" Abang udah di kasih tau kan? " tanya Ossy
" Kakak kamu udah mama kasih tau kalau adiknya bakal nikah minggu depan , dia nanti pulang sama kakak ipar kamu sekalian buat nginep di rumah . " jawab sang ibu.
Mereka pun meneruskan obrolan untuk membahas banyak hal , pernikahan yang super mendadak ini tetap membuat calon pengantin bahagia .