NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Angin Astral Pembelah Tulang dan Kunci Makam Kuno

​Begitu tubuh Lin Tian melewati bibir tebing, kegelapan jurang langsung menelannya. Detik berikutnya, badai yang tak kasat mata menyambutnya dengan taring-taring yang terbuat dari udara.

​SRING! CRASS!

​Hanya dalam tarikan napas pertama, jubah abu-abu Lin Tian terkoyak menjadi serpihan. Puluhan sayatan halus yang sangat dalam muncul di lengan, dada, dan kakinya. Darah menyembur keluar, namun sebelum darah itu bisa jatuh, hembusan angin langsung menyapu dan menguapkannya.

​"Argh!" Lin Tian menggertakkan giginya hingga nyaris retak. Rasa sakitnya melampaui deskripsi apa pun; rasanya seperti ribuan pisau bedah sedang menguliti setiap sentimeter tubuhnya secara bersamaan.

​Namun, di tengah siksaan neraka itu, suara sistem bergema dengan tenang dan mekanis, menjadi satu-satunya jangkar kewarasannya.

​[Ding!]

[Mendeteksi Angin Astral tingkat menengah memasuki tubuh Inang.]

[Memulai Ekstraksi Berkelanjutan. Mengisolasi hukum ketajaman angin...]

[Mengintegrasikan pemahaman ke dalam teknik 'Langkah Bayangan Angin'...]

​Lin Tian memaksakan matanya tetap terbuka di tengah badai. Mengikuti garis biru bercahaya yang diproyeksikan sistem, ia mengaktifkan gerak kakinya. Alih-alih jatuh bebas, kakinya menjejak pada hembusan angin itu sendiri, meminjam daya dorongnya untuk melompat dari satu titik buta (blind spot) ke titik buta lainnya di sepanjang dinding tebing yang curam.

​Setiap kali ia salah perhitungan meski hanya satu milimeter, Angin Astral akan merobek dagingnya hingga memperlihatkan tulang. Namun, Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi miliknya segera bekerja. Elemen kayu memberikan vitalitas yang luar biasa untuk meregenerasi jaringan ototnya secara paksa, sementara elemen api membakar sisa energi astral yang mencoba merusak organ dalamnya.

​Penghancuran dan penciptaan terjadi secara bersamaan di dalam tubuhnya. Fisiknya ditempa layaknya sebilah pedang di atas landasan pandai besi.

​Satu jam berlalu. Dua jam berlalu.

​Lin Tian terus turun menyusuri tebing tanpa dasar itu. Gerakannya yang awalnya kaku dan penuh kesalahan kini menjadi sangat luwes. Ia mulai bisa merasakan "napas" dari Angin Astral, menyatu dengan ritmenya alih-alih melawannya.

​[Ding! Pemahaman Inang terhadap elemen angin mencapai ambang batas.]

[Teknik 'Langkah Bayangan Angin' (Fana Rendah) telah berevolusi menjadi 'Langkah Badai Astral' (Bumi Rendah)!]

[Kecepatan maksimum meningkat 400%. Inang kini dapat menginjak udara kosong untuk waktu yang singkat.]

​Tepat ketika notifikasi itu muncul, tekanan angin di sekitarnya tiba-tiba menghilang.

​BUGH!

​Lin Tian mendarat dengan keras di atas tanah yang keras dan lembap, berguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti. Ia berbaring telentang, terengah-engah hebat. Sekujur tubuhnya dipenuhi darah dan bekas luka yang mulai menutup perlahan, meninggalkan garis-garis putih di kulitnya.

​Ia telah mencapai dasar Tebing Pemecah Hukuman.

​"Hah... hah... nyaris saja," gumam Lin Tian sambil memaksakan diri untuk duduk. Ia mengeluarkan jubah cadangan dari kantong penyimpanannya dan segera mengenakannya.

​Dasar tebing ini bagaikan neraka yang terlupakan. Cahaya tidak bisa menembus masuk, dan tanahnya ditutupi oleh lapisan tulang belulang putih yang berserakan—sisa-sisa para pengkhianat sekte yang tewas dicabik Angin Astral selama ribuan tahun. Aura kebencian dan keputusasaan sangat pekat di udara.

​"Sistem, pindai lokasi Kunci Makam Pedang," perintah Lin Tian, menekan rasa mual akibat bau busuk di sekitarnya.

​[Memindai... Ditemukan anomali energi 300 meter di arah jam 11 dari posisi Inang.]

​Lin Tian segera bangkit dan menggunakan Langkah Badai Astral. Sesuai deskripsi sistem, kakinya kini nyaris tidak menyentuh tanah. Ia bergerak seperti hantu yang meluncur di atas angin, kecepatannya sangat menakutkan hingga tulang-tulang di bawahnya bahkan tidak berderak saat ia melintas.

​Ia tiba di depan sebuah dinding batu datar yang sekilas terlihat biasa saja. Namun, mata Lin Tian yang telah diperkuat sistem bisa melihat susunan formasi ilusi tingkat tinggi yang menutupi batu tersebut.

​Lin Tian meletakkan telapak tangannya di atas batu yang dingin itu. Ia mengalirkan Qi murni miliknya, memutarnya menggunakan Metode Pernapasan Sembilan Siklus yang ditinggalkan Lin Chen.

​Sring!

​Begitu Qi dengan ritme Sembilan Siklus itu menyentuh batu, formasi ilusi seketika pudar layaknya asap. Dinding batu itu bergeser membuka, memperlihatkan sebuah ceruk kecil yang berdebu.

​Di dalam ceruk itu, tidak ada emas, pil, atau gulungan teknik. Hanya ada sepotong plakat hitam legam seukuran telapak tangan yang berbentuk seperti pedang patah.

​Begitu Lin Tian menyentuh plakat itu, sebuah suara tawa arogan yang sangat familiar kembali bergema langsung di lautan kesadarannya.

​"Hahaha! Jika kau memegang benda ini, kau berhasil selamat dari Angin Astral! Bagus! Garis keturunan Lin tidak boleh menghasilkan sampah yang lemah." Suara Lin Chen penuh dengan arogansi yang mendominasi. "Plakat ini adalah Kunci Makam Pedang Kaisar Kuno. Ingatlah pesanku, keturunanku. Sekte Awan Azure dibangun di atas makam ini, menyedot sisa-sisa qi kunonya untuk membuat tanah suci palsu di atas sana. Turunlah ke makam, serap habis warisannya, dan ketika kau kembali... hancurkan sekte munafik ini!"

​Suara itu memudar, meninggalkan keheningan di dasar tebing.

​"Menghancurkan sekte?" Lin Tian tersenyum tipis, matanya memancarkan cahaya dingin. "Tujuan yang menarik. Tapi untuk sekarang, Wang Jian adalah hidangan pembukanya."

​Lin Tian mengalirkan sebagian Qi murninya ke dalam Plakat Hitam tersebut.

​Seketika, plakat itu memancarkan cahaya hitam pekat yang menyilaukan. Ruang di depan Lin Tian terdistorsi dengan hebat, merobek udara dan membentuk sebuah pusaran lubang cacing (wormhole) yang berputar liar. Kekuatan isap yang sangat kuat menarik tubuh Lin Tian masuk sebelum ia sempat bereaksi.

​WUSH!

​Pusaran itu tertutup kembali seketika, mengembalikan dasar Tebing Pemecah Hukuman ke dalam keheningan absolut yang mematikan.

​Ketika Lin Tian kembali membuka matanya, rasa pusing akibat teleportasi spasial segera hilang, digantikan oleh keterkejutan yang luar biasa.

​Langit di tempat ini berwarna kelabu gelap, dihiasi awan-awan merah darah yang menggantung rendah. Tanahnya gersang, terbuat dari bebatuan retak berwarna cokelat karat. Namun, yang membuat napas Lin Tian tertahan bukanlah pemandangan alamnya, melainkan benda-benda yang tertancap di tanah tersebut.

​Pedang.

Jutaan, puluhan juta, mungkin ratusan juta pedang.

​Sejauh mata memandang, ladang itu dipenuhi oleh pedang dari berbagai ukuran dan bentuk. Ada pedang besi berkarat, pedang giok yang hancur setengah, pedang raksasa sebesar bukit, hingga pedang-pedang tipis yang melayang tanpa tuan.

​Udara di makam ini sangat berat, ditekan oleh Niat Pedang (Sword Intent) kuno yang berbaur dengan energi spiritual yang kepadatan dan kemurniannya setidaknya dua puluh kali lipat lebih tinggi daripada di Puncak Awan Surgawi milik Sekte Dalam.

​Setiap tarikan napas terasa seperti menelan bilah silet, namun pada saat yang sama, Qi di dalam dantian Lin Tian bersorak kegirangan.

​[Ding! Memasuki Dimensi Tertutup: Makam Pedang Kaisar Kuno.]

[Peringatan: Lingkungan mengandung Niat Pedang Pembunuh yang sangat agresif. Dapat menyebabkan kerusakan jiwa jika diserap terlalu banyak.]

[Sistem mengaktifkan Mode Pemurnian Absolut. Semua Niat Pedang Liar akan diekstrak ampasnya, menyisakan Energi Dao Murni untuk Inang.]

​Mendengar notifikasi sistem, Lin Tian tidak bisa menahan tawa kerasnya. Tawa itu bergema menembus keheningan makam kuno.

​Bagi jenius sekte tingkat atas sekalipun, tempat ini adalah kuburan. Menyerap Niat Pedang liar ini sama saja dengan mengundang ribuan hantu pedang untuk mencabik-cabik jiwa mereka. Namun bagi Lin Tian, sistem mengubah racun jiwa yang mematikan ini menjadi tonik tanpa batas.

​Waktu satu bulan untuk mengejar Puncak Tahap 9 Pengumpulan Qi?

​Lin Tian menatap jutaan pedang di hadapannya. Ia berjalan perlahan ke tengah-tengah formasi pedang terdekat, duduk bersila di atas batu raksasa, dan memejamkan mata.

​"Sistem," perintah Lin Tian, ambisi tak bertepi menyala di dadanya. "Buka kapasitas ekstraksi maksimal. Mari kita lihat seberapa banyak Makam Kuno ini bisa memberiku makan sebelum aku kenyang."

​Sebuah pusaran emas raksasa meledak dari punggung Lin Tian, berputar layaknya lubang hitam yang siap menelan langit dan bumi.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!