Gadis cantik berusia genap 17 tahun menjalani hidupnya seperti hal nya orang-orang pada umumnya. Liana memiliki paras cantik dan kepribadian yang baik ,juga dengan kepintaran yang bisa dibilang jauh di atas rata-rata.
Lalu, siapa yang akan dengan sengaja mengabaikan gadis sesempurna Liana?
Seperti hal nya dengan Rendy,yang mencintai Liana ketika baru saja mereka bertemu.
Rendy adalah Laki-laki tampan yang egois, Apapun yang ia inginkan harus segera ia dapatkan apapun yang terjadi.
Tanpa aba ia masuk dalam kehidupan Liana yang awalnya damai tanpa kehadirannya. Liana yang membuat Rendy candu akan cinta darinya membuat pintu mistery cinta mereka terbuka seiring berjalan nya waktu.
Cintanya yang telah membuatmu candu, akankah kau akan melakukan segalanya untuk memuaskan candu mu akan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi My Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33 Kumohon Bangunlah!
"LIANAAA!!!!"Teriak Rendy dan juga Rara dan Tika bersamaan
Beruntung Rendy dengan cepat menahan tangan Liana dengan erat, Bela membuka matanya seketika, terkejut kenapa dia tidak jatuh dan mati. Bela menatap keatas,terlihat wajah Rendy yang panik dan terus menggenggam tangan Liana erat.
Bela sadar,bahwa keberadaan nya tidak sebanding dengan Liana.
"Maaf"Ucap bela getir,air matanya terus mengalir tanpa henti
"Apa yang kau bicarakan sekarang bela?!!ini bukan waktunya meminta maaf,Sekarang..lepaskan genggaman mu pada Liana!"Ucap Rendy sembari mengeluarkan tatapan iblis nya kembali
"Pak Rendy,bagaimana bisa kau berkata seperti itu"Teriak Liana yang kini mulai kesal karena perkataan Rendy
"Akh"pekik Rendy yang merasa di sekitar perutnya sedang tertusuk sesuatu
"Batu? bagaimana bisa ada batu yang tajam disaat saat ini,sial!"Batin Rendy sembari menahan sakit diperutnya
"Bagaimana ini Tika?"Tanya Rara yang mulai panik dengan keadaan sekarang
"Argh,gw juga gak tau harus gimana! dari pada gak bantu kita pegang aja kaki pak Rendy biar gak ikut jatuh nantinya!"Ucap Tika dan mulai memegang kaki Rendy dengan erat
Bela masih terdiam,matanya memerah akibat air mata yang tak henti hentinya mengalir dengan derasnya
"Ke-kenapa kau mengeluarkan darah pa_"Kalimat Liana terpotong
"Maaf Rendy,maaf karena terlalu mencintaimu"Ucap bela dan melepas genggaman nya dari lengan Liana
Apa?!! apa yang dia lakukan?!
"Belaa!!"Teriak Liana yang merasa genggaman erat yang sedari tadi ia rasakan sekarang menghilang
Dengan segera,Rendy menarik Liana keatas dengan mudah. Karena sudah tidak terlalu berat untuk ditarik,jadi Rendy dapat menarik Liana dengan mudah
Akhirnya Liana bisa naik,Betapa senangnya Rendy karena orang yang ia cintai tidak terluka sedikitpun. Namun ia mengabaikan luka di perutnya yang sedari tadi mengeluarkan darah begitu banyak
"Kau tidak papa kan,Liana?"Tanya Rendy getir,tubuhnya serasa berat sekali
"Omong kosong apa yang kau katakan?! kau sendiri terluka dan masih mencemaskan orang lain"Ucap Liana yang tidak kuat lagi menahan bendungan air matanya,
Rendy hanya tersenyum,dan tiba tiba ambruk begitu saja. Semua panik tak terkecuali Liana,keringat dingin membasahi keningnya,air mata yang tak henti hentinya mengalir deras di pipinya
Segera mereka membopong tubuh Rendy ke dalam mobil, dengan sergap Tika segera mengambil posisi pengemudi, ia tancap gas dengan kecepatan maksimal, meninggalkan tempat tadi
Tak begitu lama untuk sampai kerumah sakit dengan kecepatan tinggi, Tika dan Rara segera membopong Rendy masuk ke rumah sakit. Tak peduli lagi itu rumah sakit atau apa,Liana berteriak sekuat tenaga memanggil manggil dokter dan suster.
Seorang suster dengan cepat menghampiri Liana,dan membopong alih Rendy
"Mbak,mohon tunggu diluar..selain dokter dan suster,dilarang masuk"ucap suster yang kemudian menutup pintu ruang UGD
"Gimana ini? gw harus gimana?"Gelisah Liana sembari terduduk lemas di lantai
"Tenang Lia,lebih baik lu hubungin orang tua Rendy dulu deh"Ucap Tika sembari memegang pundak Liana pelan
"Tapi gimana? gw gak punya nomor orang tuanya!"Ucap Liana
"Ini"Ucap Rara sembari menyerahkan handphone Rendy yang ia pungut tadi saat handphone Rendy tidak sengaja terjatuh dari saku celananya.
Liana segera menerima handphone nya dan mencari kontak Marisa dan Rifki,Terlihat kontak bernamakan mama,Liana segera memencet tombol hijau untuk menghubungkan
Tut~~sambungan terhubung
"Rendy,kemana saja kau!!"Teriak Marisa di sebrang telepon
"Ma-maaf bunda,sekarang pak Rendy ada di rumah sakit"Ucap Liana menahan tangisnya
"Apa?! ada apa Liana,kenapa sampai dirumah sakit?"Tanya Marisa mulai panik
"Bunda..bisakah ceritanya nanti saja? bisakah bunda segera kesini?"Ucap Liana yang tidak bisa menahan tangisnya lagi
"Bunda ke sana sekarang, kirim lokasi kalian!"ucap Marisa langsung memutuskan sambungannya
Liana mencoba bertahan menggenggam ponsel Rendy agar tidak jatuh karena tangannya yang sangat lemas karena gemetar,
Liana berjalan menuju pintu ruangan Rendy,Sosok seseorang yang sangat aktif itu kini terbaring lemah di atas ranjang karena dirinya. Mata Liana sampai bengkak karena terus menangis, Ia tidak tau bagaimana menghentikan tangisnya kali ini.
Kumohon Bangunlah!!
Tunggu kelanjutannya 🥰