NovelToon NovelToon
Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Saat Setya membuang Arumi demi wanita muda yang lebih cantik, ia lupa bahwa rezekinya tertitip pada doa sang istri sah. Kini, setelah jatuh miskin dan dipecat, Setya terpaksa kembali bersimpuh hanya untuk mengemis pekerjaan di gudang milik Arumi—wanita yang kini menjadi bosnya sendiri."

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konspirasi di Balik Pintu Kayu

Hari-hari setelah penemuan aroma parfum lili dan pesan singkat dari nama Raya itu dilewati Arumi seperti berjalan di atas hamparan duri. Setiap detik terasa menyiksa. Ingin rasanya ia berteriak dan menjambak rambut Setya saat pria itu pulang, separuh hatinya masih berusaha berbisik bahwa mungkin itu hanya salah paham. Bahwa mungkin Setya, pria yang telah memberinya tiga anak, tidak akan tega menghancurkan rumah tangga mereka yang dibangun dengan darah dan air mata.

​Sayangnya, kecurigaan itu seperti rayap yang perlahan menggerogoti tiang fondasi batinnya.

​Pagi itu, Mbak Sarah—istri sepupu Setya yang sudah Arumi anggap sebagai kakak kandungnya sendiri—datang berkunjung. Sarah membawa sekantong buah jeruk, tersenyum begitu manis seolah ia adalah wanita paling tulus di dunia.

​"Rum, nanti sore ada syukuran kecil-kecilan di rumah Mbak. Datang ya, jangan jualan terus. Kamu itu pucat sekali, sesekali harus kumpul keluarga biar segar," ujar Sarah sambil mengelus bahu Arumi.

​Arumi menatap mata Sarah, mencari tanda-tanda kebohongan. Tapi, Sarah terlalu lihai. Wanita itu tetap bercerita tentang resep masakan dan harga pasar, membuat Arumi merasa bersalah karena sempat mencurigai keluarga sendiri.

​"Iya, Mbak. Insya Allah Arumi datang. Mas Setya juga sudah bilang tadi pagi," jawab Arumi lirih. Ia ingin percaya bahwa Sarah ada di pihaknya. Ia ingin percaya bahwa jika Setya nakal, Sarah-lah orang pertama yang akan menjewer telinga suaminya itu.

​Sore harinya, Arumi melangkah menuju rumah Sarah dengan perasaan yang tidak menentu. Ia membawa satu loyang bolu kukus buatannya sendiri, hasil menyisihkan waktu di sela-sela mengurus anak. Sesampainya di sana, suasana sudah ramai. Tante Ratna, orang tua yang sangat dihormati di keluarga besar, juga sudah hadir.

​Namun, ada satu sosok yang membuat jantung Arumi seolah berhenti berdetak. Di sudut ruangan, duduk seorang gadis muda dengan kulit putih porselen dan pakaian yang mengikuti lekuk tubuh. Raya.

​"Eh, Arumi datang! Sini, Rum," sapa Tante Ratna dengan nada yang aneh, seolah ada sesuatu yang disembunyikan di balik nada bicaranya.

​Arumi duduk di sudut, merasa asing di tengah keluarganya sendiri. Ia melihat bagaimana Sarah terus-menerus memanjakan Raya, menyuapinya makanan, dan memuji betapa cantiknya gadis itu hari ini. Arumi merasa seperti bayangan hitam yang kusam di tengah pesta cahaya. Matanya terus mencari Setya, dan saat Setya masuk ke ruangan, pemandangan itu membuat Arumi ingin muntah.

​Setya tidak menyapa Arumi. Ia justru duduk di dekat meja tempat Raya berada. Meski mereka tidak bersentuhan, tatapan mata Setya penuh dengan kekaguman yang tidak pernah lagi ia berikan pada Arumi.

​Karena merasa sesak, Arumi bangkit dan menuju dapur untuk mencuci piring, mencari pelarian dari rasa sakit yang mulai mencekik lehernya. Malangnya, di sana, ia justru menemukan kenyataan yang lebih kejam. Suara bisikan dari balik tirai ruang makan terdengar jelas. Itu suara Sarah dan Tante Ratna.

​"Sudah, Sarah. Jangan terlalu terang-terangan di depan Arumi. Kasihan dia," bisik Tante Ratna, meski nadanya sama sekali tidak terdengar kasihan.

​"Ah, biarkan saja, Tante. Arumi itu orangnya lambat. Dia nggak akan sadar kalau Setya dan Raya sudah menikah siri kemarin lusa di rumah ini," jawab Sarah diikuti tawa kecil yang terdengar seperti suara iblis di telinga Arumi.

"Lagipula, Setya pantas mendapatkan yang lebih segar. Lihat saja Arumi, dasteran terus, baunya bau bawang. Raya kan berkelas, cocok buat dampingi Setya yang jabatannya mulai naik di pelabuhan."

​Gelas di tangan Arumi hampir saja terlepas jika ia tidak segera meremasnya kuat-kuat. Tubuhnya bergetar hebat. Lututnya lemas hingga ia harus berpegangan pada pinggiran bak cuci piring.

"​Menikah siri? Di rumah ini?"

​Air mata Arumi jatuh tanpa suara, membasahi tumpukan piring kotor. Ia merasa seperti orang bodoh yang dikelilingi serigala berbulu domba. Wanita yang ia panggil Mbak, yang sering ia beri bantuan saat kesulitan uang, ternyata adalah orang yang memfasilitasi penghancuran rumah tangganya. Tante yang ia hormati ternyata menjadi saksi atas pengkhianatan suaminya.

​Arumi tidak keluar untuk melabrak saat itu. Ia tidak mampu. Ia merasa terlalu kecil, terlalu hancur, dan terlalu terhina. Ia berdiri di sana, di dapur yang gelap, mendengarkan tawa mereka di ruang tengah—tawa yang merayakan kemalangan hidupnya.

​"Ya Allah ... kenapa mereka sejahat itu?" bisiknya lirih dengan bibir gemetar.

​Ia teringat betapa setianya ia merawat Setya saat pria itu sakit keras dua tahun lalu. Ia teringat bagaimana ia tetap tersenyum meski punggungnya pegal karena harus berjualan demi menambah uang dapur yang selalu Setya keluhkan kurang. Semua pengorbanannya ternyata hanya dianggap sebagai angin lalu karena kecantikan fisik seorang gadis bernama Raya.

​Setya kemudian masuk ke dapur, hendak mengambil minum. Ia terkejut melihat Arumi berdiri mematung dengan mata sembab.

​"Kamu kenapa di sini? Kayak orang stres saja," tegur Setya tanpa nada kasih sayang sedikit pun.

​Arumi menatap Setya. Ia ingin bertanya, 'Mas, apa benar kamu sudah menikah siri?' tapi suaranya hilang. Ketakutan akan kebenaran itu lebih besar daripada rasa ingin tahunya. Ia hanya bisa menatap suaminya dengan tatapan hancur, berharap Setya akan memeluknya dan mengatakan bahwa semua itu bohong.

​Malangnya Setya justru mendengus. "Jangan mulai drama ya, Rum. Aku capek. Kalau mau pulang, pulang saja dulu, aku masih mau di sini."

​Setya berbalik pergi, kembali ke kerumunan yang memujanya, kembali ke dekat Raya.

​Arumi sendirian di dapur itu. Ia merasa dunianya sudah gelap gulita. Ia bukan wanita tangguh. Saat itu, ia hanya seorang istri yang merasa tidak berharga, yang merasa dikhianati oleh seluruh dunia. Ia berjalan keluar melalui pintu belakang, menghindari semua orang.

​Di bawah langit yang mulai mendung, Arumi berjalan pulang dengan langkah gontai. Air matanya terus mengalir tanpa bisa dibendung. Setiap langkahnya terasa berat, seolah membawa beban ribuan ton di pundaknya.

​Inilah fase terendah Arumi. Ia belum sanggup melawan. Ia hanya bisa meratapi nasibnya, bertanya-tanya pada Tuhan apa salahnya hingga diperlakukan sekejam ini.

1
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
ulah kamu sndri kan, ibumu jdi ga peduli lagi
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
kasian ibunya setya
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
masih untung ada kerjaan
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
jatuh kan kebawah setya
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
bagus kalau kamu sadar
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
bukan mereka yang melupakan tapi kamu yang berbuat awlanya
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
malu kan diliat anak"nya
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
smngat kamu pst bisa arumi
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
iya bner
mantu baik harusnya dibela
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
kalian smaa" perempuan tapi ga ada hati
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
udh maen selingkuh aja nih
❥ѕᷟнᷰαᷟσᷰ ωєι
agak kasian sih banyak yang dipotong tapi gmn lagi dia juga yng salah
❥ѕᷟнᷰαᷟσᷰ ωєι
kamu yang bikin ibumu seperti itu😭
❥ѕᷟнᷰαᷟσᷰ ωєι
setya bodoh demi wanita lain dia bikin ibunya masuk rumah sakit
❥ѕᷟнᷰαᷟσᷰ ωєι
kamu baru sadar iya raya itu ga sebaik yang kamu kira
❥ѕᷟнᷰαᷟσᷰ ωєι
salah kamy ninggalin keluarga demi orang lain
❥␠⃝ ͭ🍁мυмυ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
raya kamu ga mikirin apa yang akan terjadi. kedepannya
❥ѕᷟнᷰαᷟσᷰ ωєι
kalau ga diambil kamu ga bisa makan enak raya
❥ѕᷟнᷰαᷟσᷰ ωєι
udh ga ada hak cemburu sih wkwkkw
❥ѕᷟнᷰαᷟσᷰ ωєι
mulai dari bawah lagi setya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!