anak remaja laki laki yang kehidupannya dibilang tak normal, jika anak seusianya akan merasakan bahagia sedih kecewa atau luka dan lainnya, namun dia malah tak merasakan apapun pada dirinya, kadang dia bertanya pada dirinya sendiri 'kenapa aku tak bisa hidup seperti mereka', hingga ia mengalami kecelakaan dan hidup ditubuh orang lain lebih tepatnya didunia novel, dia yang tak dapat merasakan apapun mendapat sebuah teman untuk pertama kalinya, yaitu sebuah sistem yang akan membantunya hidup didunia novel tersebut, akankah dia mendapatkan hidup yang dia inginkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misi setengah gagal
Dor...
Dor...
sret...
srak...
beberapa peluru tembakan tampak melesat dan tak mengenai pada target yang saat ini tampak berlari dan bersembunyi dibagian reruntuhan bangunan,
Terlihat banyak sekali orang berpakaian hitam yang mengelilingi bangunan itu untuk mengepung dan menangkap laki2 yang kini tengah bersembunyi didalam reruntuhan bangunan terbengkalai
"zero..ambil dua belati ku" ucap laki2 yang tak lain adalah tanaka pada sistem dalam benaknya
"baik tuan" balas zero
Dua belati tajam mengkilap sudah berada digenggaman kedua tangan tanaka
kembali meliarkan pandangannya kesegala arah lalu ia mulai naik keatas tiang gedung dan berjalan dipenyangga bangunan itu sambil menghindari setiap tatapan orang yang mencarinya
Tanaka melompat kebawah dan langsung menggorok leher dua orang yang lengah dan tak melihat akan adanya bayangan diatas mereka dan dua orang itu pun tewas
tanaka melihat ada tiga orang tak jauh darinya yang kini mulai berlari kearahnya
"zero ambilkan alat perekam"
Meski zero tidak mengerti tapi sitem tersebut memberikan apa yang tanaka minta
tiga orang tadi berlari mengejar tanaka
"jangan biarkan dia lolos!!!" teriak salah satunya
dan seakan tahu jika orang itu akan berteriak tanaka menakan tombol dan merekam teriakan orang itu
Tanaka masih berlari disekitar reruntuhan bangunan besar itu
dan tak jauh didepannya ada yang menghadang dirinya
"dia disini!!!" teriak orang itu sambil bersiap menyerang tanaka sedangkan tanaka masih stay dengan perekam suara ditangannya
tanaka menaruh alat perekam disaku jaketnya lalu bertarung dengan empat orang yang kini sama2 melawan dirinya, tak butuh waktu lama empat orang itu tumbang dan tewas ditempat
Tanaka berlari sambil menaruh speaker kecil dia setiap sudut pelariannya dan ia melakukan itu kesetiap tempat ia berlari dan tepat diatas bangunan tanaka meletakkan speaker agak besar lalu tanaka mulai mengaktifkan semua speaker itu dan...
"jangan biarkan dia lolos!!!"
"dia disini!!!"
Speaker itu berbunyi keras dengan suara teriakan orang yang tadi tanaka rekam suaranya sebelum mereka tewas setelah menyerangnya
Tanaka hanya diam berdiri diatap rooftop bangunan itu, dia melakukan itu semua agar ia tak perlu susah2 menggiring masuk semua orang yang mengepung diluar bangunan, dan benar2 saja suara langkah kaki terdengar gaduh di bangunan terbengkalai itu dan suara gaduh langkah kaki itu terdengar semakin dekat dengan tempat tanaka
Sedangkan speaker tadi masih berbunyi teriakan seperti sebelumnya dan orang2 itu masih belum sadar
Tepat gerombolan itu mulai masuk tanaka yang sudah menaruh bom didekat speaker itu pun berjalan santai dipembatas rooftop
"itu dia!!!" teriak salah satu orang yang melihat keberadaan tanaka
Tanaka sendiri hanya acuh lalu ia melempar bom kecil lalu ia melompat dari rooftop bangunan itu dan terjun kebawah, dan disela terjunnya tanaka masih sempat menatap datar bangunan itu yang mulai meledak dari atas lalu disusul lantai dibawahnya dan ledakan itu semakin kebawah
Tanaka mendarat sempurna ketanah, ia menatap datar bangunan yang sekarang dipenuhi dengan suara ledakan bom disetiap sisi bangunannya
sebelum ia melompat dan sebelum orang2 itu mencapai rooftop, tanaka menyuruh zero sistem miliknya agar menaruh bom disetiap sudut bangunan dan kini bangunan itu sedikit demi sedikit runtuh oleh ledakan bom
Tanaka pergi dari sana dengan wajah datar, kenapa tanaka dikepung dan diserang dibangunan itu?
seperti yang kemarin tanaka ucapkan, ia akan membunuh bos organisasi bunga malam, dan ya dimalam ini tanaka pergi kemansion bos organisasi itu dan memulai aksinya
namun tampaknya keberuntungan ada dipihak musuh, sebelum belati milik tanaka menancap didada orang itu, ia diserang oleh penjaga bayangan milik orang itu
tak ingin kesusahan bertarung dan supaya bisa membunuh mereka dengan leluasa, tanaka berlari keluar dari mansion itu menuju bangunan tadi dan masih dikejar oleh beberapa pengawal bayangan milik bos bunga malam
sedangkan bos mereka menghubungi para bawahannya agar menangkap tanaka lalu membunuh tanaka, ia sendiri masih terkejut karna hampir saja nyawanya melayang
disisi lain disebuah pasar malam dua orang beda jenis kelamin tengah berjalan dengan santai dikerumunan orang, dia adalah selina dan lelaki yang mirip tanaka
Disetiap momen mereka berdua selalu difoto diam2 oleh sesosok yang mengikuti dibelakang tak jauh dari mereka
Dikarenakan kerumunan itu saling berdesakan, selina terdorong dan hampir jatuh namun ditangkap oleh lelaki disampingnya, dan selina aman dipelukan lelaki itu, dan posisi itu dimanfaatkan oleh seorang tak jauh dari mereka berdua, di layar hp orang itu menampilkan foto selina dan lelaki mirip tanaka dengan posisi yang terlihat saling berpelukan, diposisi itu kepala lelaki yang mirip tanaka itu berada tepat diatas kepala selina, sehingga foto yang diambil dari samping itu terlihat seolah tanaka mencium pucuk kepala selina
Selina melepas pelukan itu canggung lalu berterima kasih, dan dengan cepat ia mulai mencairkan suasana dengan berkeliling sekitar pasar malam, ia merasa aneh dengan sahabat masa kecilnya itu namun sekali lagi ia mencoba abai
Disisi lain seorang lelaki mengalihkan perhatiannya saat mendengar notifikasi berbunyi disampingnya
Ia melihat sebuah pesan masuk, lelaki itu menahan emosi saat melihat sebuah foto yang menampilkan seorang perempuan dan laki2 tengah berpelukan
"lagi lagi begini" gumam lelaki itu menahan amarah
"apa mereka menjalin hubungan, selina sudah
bertunangan dengan zeuro, tapi kenapa tanaka selalu tampak dekat dengan selina, apa tanaka suka sama selina" lanjut lelaki itu dengan kilat aneh dimatanya
"argh...apa yang harus aku lakukan, aku sudah menahan perasaan ku sedari dulu, bahkan mencoba menjauh dari selina untuk menghargai zeuro, tapi selina malah dekat dengan tanaka, apa tanaka memanfaatkan persahabatannya dengan selina, sehingga ia bisa dengan mudah mendekati selina"
segala gumaman penuh emosi yang ditahan terdengar dari bibir lelaki yang tak lain adalah leo,
kakak kedua tanaka itu tampak cemburu saat melihat betapa dekatnya posisi selina dan tanaka difoto yang dikirim entah oleh siapa, ia sudah menerima beberapa foto akhir2 ini, foto kedekatan selina dengan tanaka
sedangkan disebuah mansion besar, kamar dilantai atas seorang lelaki tampak menahan amarah namun tampaknya ia tak bisa menahan amarahnya ia membanting gelas kelantai dengan nafas memburu karna menahan emosi sedari tadi
"tanaka" gumam lelaki itu disertai kilatan amarah dimatanya
"sedari kemarin aku menahan emosiku, aku menghargai kedekatanmu dengan selina karna ingin selina senang bisa dekat dengan teman kecilnya, tapi apa ini!!!" suara lelaki itu naik satu oktaf dan kembali membanting vas kecil di atas nakas dekat ranjangnya
"kau memanfaatkan kata sahabat untuk mendekati selina, apa sedari dulu kau menyukainya" gumam lelaki itu kembali menenangkan amarahnya
Lelaki yang tak lain adalah zeuro itu membaringkan tubuhnya diranjang, ia mengambil hpnya dan tampak menghubungi seseorang
"pergi ke alamat yang aku kirim, dan selidiki apa selina ada disana dan awasi apa saja yang dilakukan selina dan dengan siapa dia disana" titah zeuro pada bawahannya lalu ia memutus sambungan telfon dan ia menaruh dengan kasar hp nya disamping dirinya berbaring
beberapa menit kemudian ia menerima sebuah notifikasi, lalu zeuro menghidupkan hpnya dan seketika ia kembali menahan amarah, ia mendapat beberapa foto yang diambil diam2 oleh bawahannya
Yang mana disetiap foto itu selalu menampakkan kedekatan selina dengan tanaka
difoto itu selina dan tertawa lebar dan ada sebuah foto yang semakin membuat zeuro kembali emosi
sebuah foto yang menampilkan posisi yang sangat dekat antara selina dan tanaka, difoto itu tampak tanaka merangkul selina sedangkan foto itu diambil dari belakang, hingga ia tidak melihat ekpresi selina
Zeuro kembali membanting hpnya dikasur dan dengan kasar zeuro membaringkan tubuhnya diranjang, ia memejamkan matanya untuk meredakan emosi
sedangkan orang yang menjadi penyebab dua orang tadi menahan amarah kini berada didepan bangunan mewah, tanaka menatap datar kemewahan didepannya lalu mulai melangkah dengan cepat dan menyelinap diam2 diantara banyaknya para pengawal yang ditempatkan begitu banyak di bangunan itu
Tanaka melompat dan mulai memanjat setiap balkon tanpa kesusahan, dan sampailah ia dilantai atas
Tanaka menatap datar seorang lelaki paruh baya yang tampak duduk dengan gusar dari balik kaca balkon
Tanaka membuka pintu kaca balkon itu tanpa menimbulkan suara, dan mulai melangkah mendekati paruh baya yang masih tidak sadar akan keberadaannya
Sedangkan lelaki paruh baya itu tersentak kaget saat merasakan dinginnya besi yang bertengger apik dilehernya
paruh baya itu tak menoleh sedikitpun dikarnakan jika ia menggeser sedikit kepalanya barang seinci pun maka sudah dipastikan darah akan mengalir dari lehernya
"apa yang kamu inginkan dari wanita bernama asih hingga kamu menyekapnya?"
suara datar namun lembut itu mengagetkan paruh baya yang kini terkejut dikarnakan ia tahu siapa yang bertanya dengan datar itu, dia tidak menyangka lelaki yang beberapa jam yang lalu ingin membunuhnya selamat dari kepungan bawahannya yang ia kirim untuk menangkapnya
dan kini orang itu kembali lagi dan bertanya dengan pertanyaan yang sama sebelum tadi lelaki itu hampir menusuk jantungnya
"jawab" suara datar itu terdengar menekan ditelinga paruh baya yang sekarang sudah bercucuran keringat dingin
"a-aku tidak tahu siapa yang kau maksud"
"sshh..."
paruh baya itu mendesis saat merasakan perih dibagian lehernya, ia juga merasakan darah mengalir dari sana
Yah, tanaka semakin menekan katana dileher paruh baya itu "jawab, motif apa yang membuat mu menyekap wanita bernama asih?" tanya tanaka lagi
"a-aku...argh!!!" paruh baya itu berteriak kesakitan saat tangannya terlepas dikarnakan tanaka dengan cepat memotong kedua tangan pria paruh baya itu
Paruh baya itu diam2 hendak memencet tombol darurat dikamarnya yang terletak disamping ranjang tempat ia duduk, tombol darurat itu akan ia pencet saat mengalami penyerangan seperti ini, sehingga semua pengawal yang berjaga tahu jika terdapat penyusup dimansionnya
Namun kali ini ia malah tak bisa apa2 saat orang dibelakangnya memotong kedua tangannya hingga darah mengalir deras dan menggenang dilantai
Berteriak pun tidak akan ada yang dengar karna kamarnya itu kedap suara
"jawab" suara itu kembali membuat paruh baya itu bergetar ketakutan, baru kali ini ia tak bisa berkutik
"a-aku akan jawab, tapi singkirkan dulu benda tajam dileher ku"
Tampaknya paruh baya itu masih tidak tahu keadaan dan malah menawar dengan tanaka yang jelas2 mendominasi saat ini
"waktumu satu menit untuk menjelaskan semuanya" ucap tanaka tanpa menggerakkan katana dileher paruh baya itu sedikitpun
Paruh baya itu diam2 merutuki para pengawalnya yang tidak sadar jika bos mereka dalam bahaya
"aku menyekapnya karna dia mengetahui sesuatu yang sangat rahasia" paruh baya itu diam menunggu respon dibelakangnya
"rahasia apa?" tanya tanaka datar
"dia mengetahui sebuah jalan menuju du-"
syut...jleb...
Belum selesai berbicara paruh baya itu sudah terkapar diatas ranjang dengan mulut berbusa dan darah yang mengalir dari dada tepat dijantungnya
Tanaka mengalihkan perhatiannya pada balkon kamar dan mendapati lelaki yang mirip dengan bawahan ayahnya yang dulu, orang yang sedari kemarin menatap dirinya sambil tersenyum disetiap kali tanaka melihat orang itu
Bahkan kali ini orang itu juga tersenyum padanya
"kamu masih sama seperti dulu...kamu sangat lemah tanaka" ujar orang itu lalu pergi dari sana dengan melompat dari balkon
Tanaka berlari menuju balkon dan mulai melompat untuk mengejar orang itu, namun nihil sesampainya dibawah tanaka malah tak menemukan jejak sedikitpun dari orang itu
Tanaka pergi dari sana untuk pulang keapartemen, sedangkan diatas pohon tak jauh dari tempat kepergian tanaka, sesosok lelaki tersenyum tipis sambil menatap punggung tanaka yang semakin mengecil
"kau tidak berubah sedikitpun tuan muda..." gumam orang itu lalu menghilang dari sana
beberapa menit berlalu dan tanaka sampai didepan apartemen dan menaruh motornya digarasi, dan tanaka mulai masuk dan naik kelantai atas untuk membersihkan tubuhnya
lima menit kemudian, tanaka keluar dari kamar mandi dengan tubuh bersihnya lalu ia mengambil satu set piyama dan memakai nya
Tanaka mulai merebahkan dirinya diatas ranjang
"misinya bagaimana zero?" tanya tanaka pada sistemnya
sebuah layar hologram muncul didepan mata tanaka
"misi gagal meski target terbunuh tapi bukan anda yang membunuh target itu, jadi nilai negatif tuan mendapat dua angka karna tadi tuan sempat melukai target, dan tadi misi hampir selesai"
"jadi misi kali ini setengah berhasil dan setengah gagal?" ujar tanaka
"iya, karna meski target itu mati seperti yang ditigaskan dimisi, tapi bukan tuan yang membunuh nya meski tuan sempat melukai target"
"tapi siapa orang tadi? apa kamu merasakan keberadaannya?" tanya tanaka
"tidak tuan, pergerakan orang itu bahkan tak terdeteksi oleh sistem" zero memang tak mengetahui dari mana dan sejak kapan orang itu muncul
Sedangkan tanaka ia memang tak memiliki insting, tau lah ya karna apa, dan setiap ada sesuatu zero lah yang selalu memberi tahu dirinya dan membimbing dirinya disetiap saat
Kapan harus menghindar dan kapan harus melawan, zero lah yang membimbingnya, karna tanaka tidak tau dan tidak bisa merasakan aura bahaya disekitarnya
Tanaka menarik selimut hingga kedadanya dan mulai memejamkan mata untuk menuju dunia mimpi
"selamat malam tuan" zero pun mengilang dari sana begitu juga layar hologram nya