NovelToon NovelToon
DAFFIN ALENIO ROBERTSON

DAFFIN ALENIO ROBERTSON

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Duda / CEO / Teen School/College / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:61.3k
Nilai: 5
Nama Author: Asyafa Bnb

Daffin Alenio.R anak lelaki dengan wajah bulat, senyum manis, tubuh pendek yang dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya

Ia tinggal di panti asuhan, ntah apa penyebab orang tua nya menitipkannya atau mungkin membuangnya di sana, daffin tak peduli dengan semua itu karena bunda panti sudah seperti ibunya sendiri, daffin berpikir bahwa memang orang tuanya tak menginginkannya, ia tak membenci mereka hanya saja sedikit kecewa

Sampai suatu hari setelah ia masuk sekolah menengah atas, semuanya berubah dan hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang mengaku ayahnya

Apa yang akan terjadi selanjutnya?



BxB❎
BL ❎
Brothership ☑️
Family Love ☑️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asyafa Bnb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan kecil

Semua nya berlalu begitu cepat, sudah seminggu setelah kejadian Daffin menangis hanya karena ditinggalkan sarapan pagi, kini mereka semua kembali berkumpul diruang kerja milik Jeremy yang berada di mansion utama Robertson

mereka sudah pulang tiga hari yang lalu, Petras serta kedua putranya juga ikut tinggal di sana untuk menjalankan rencana mereka, dan itu semua membuat para kakak kakak Daffin kesal karena bocah itu yang terus saja menempel dari kemarin pada Devon, ntah apa yang membuatnya seperti itu

Seperti saat ini Daffin sedang duduk dipangkuan Devon dengan sebuah pistol mainan ditangannya

"aa...pintar" ucap Devon sembari menyuapi Daffin beberapa buah yang ada di lengannya dengan mangkuk bebek milik bocah itu

"abang~" panggil Daffin sedikit merengek, manja sekali. kakak kakak Daffin tentu saja iri dengan kedekatan Devon dan adik kesayangan mereka itu sementara para orang tua terkekeh melihat mereka semua

padahal awal pertemuan Devon dan Daffin sangat tidak baik, dimana Devon yang terus memberi tatapan tajam serta kata kata sarkasnya

Namun, siapa sangka hanya karena Devon mahir menembak bocah itu tertarik dan ingin belajar, tapi ingat tidak ada yang tau soal itu.

Berawal saat pulang dari hotel ada beberapa musuh yang menghadang jalan mereka, kebetulan mereka tak membawa pengawal ataupun bodyguard alhasil harus melawan nya sendirian

Memang semuanya menyerang bahkan menembak para musuh namun, Daffin hanya terpesona oleh cara menembak satu orang yaitu, Devon.

"baby, tak bisakah kau duduk dipangkuan kakak" ucap Daniel dengan wajah dibuat selembut mungkin

"mmmm..." Daffin terlihat berpikir, "tidak!, bersama kakak akan sering karena kita satu rumah selamanya, tapi bersama bang Devon hanya sementara selama Abang menginap saja" ucapnya, semua yang ada di sana menahan tawa mereka sementara Daniel yang ditolak terlihat semakin kesal

"Yasudah sekarang mandi dulu bersama ayah" kini giliran Gerald yang berucap sembari berdiri, Daffin terlihat menatap wajah Gerald dan Devon bergantian

"mandilah dulu, nanti bersama Abang lagi" ucap Devon, tentu saja Daffin mengangguk dengan cepat dan merentangkan kedua tangannya pada Gerald, lalu keduanya pergi dari sana meninggalkan keheningan

"kalian cepatlah pergi" ucap Fero dengan wajah datarnya yang tertuju pada Petras dan kedua putranya

"Hahaha kalian cemburu kan.." tawa Jean tentu saja membuat mereka semakin kesal

"diamlah kau, dasar ketiak basah!" kesal Gevano yang selalu saja diam saat Jean berucap dan sekarang pertama kalinya ia berucap dengan perkataan pedasnya

"Hei kau!! Ketiakku tak basah ya!" kesal Jean

"sudahlah... Dasar kekanakan" ucap Gio, Gevano melenggang pergi malas jika terus meladeni si ketiak basah itu, sementara Jean ia masih merenggut tak suka dengan ucapan yang Gevano lontarkan

"Bang, jangan kekanakan. lihat kak Gevano jadi pergi, padahal dia lah yang harusnya menjelaskan semua rencana ini" ucap Dion tanpa menatap Jean

Jean mendengus, "sudah lah masih ada kak Devon di sini" ucapnya dengan kesal

"jangan terus berdebat" ucap Frans melerai perdebatan yang tak jelas itu

"sekarang kita bicarakan dulu rencana selanjutnya" lanjutnya dan dibalas anggukan serius, tanpa perintah Deon keluar dari ruang kerja Jeremy untuk memanggil Gevano serta Gerald tentunya

Setelah Gerald dan Gevano datang mereka langsung membahas rencana berikutnya, untuk Daffin setelah dimandikan oleh Gerald bocah itu tertidur mungkin karena lelah. Tapi tak apa karena ini memang sudah masuk jam tidur siang nya

"baiklah Gevano, Devon cepat rusak data perusahannya!" perintah Jeremy sebagai yang paling tua di sana, keduanya mengangguk lalu mengotak atik laptop mereka masing masing

Mereka semua berencana untuk memberi peringatan kecil dengan cara merusak data data perusahaan dari yang memang tersedia bagi umum ataupun rahasia

tak perlu waktu lama untuk Gevano serta Devon melaksanakan tugas mereka, hanya 20 menit dan berhasil.

"selesai" ucap Devon

"kita hanya perlu menunggu kabar selanjutnya dari Rion" ucap Gevano, memang benar Rion diperintahkan untuk masuk kedalam perusahaan milik orang itu, inti dari semua masalah ini.

mendengar itu semua mereka menyeringai puas dengan aura yang tak main main, ruang kerja Jeremy menjadi ruang penuh kegelapan.

***

Sedangkan ditempat lain, di sebuah perusahaan besar pencakar langit terdapat dua orang yang diketahui sebagai atasan dan juga seorang bawahan sedang berbicara serius

"apakah kau sudah memberikan mereka hadiah?" tanya sang atasan dengan tatapan yang menyorot tajam

"sudah tuan, kita tinggal menunggu hasil" lapor bawahan tersebut dengan singkat

"hahaha baguslah, aku ingin secepatnya kau membawa anak itu" perintah sang atasan dengan seringai mengerikan

"baik tuan, kalo begitu saya pamit undur diri" ucap sang bawahan dan dibalas anggukan oleh atasannya, lalu bawahan tersebut keluar dari ruangan itu

"Hahahah... Sebentar lagi kalian akan hancur Robertson dan juga... Alexander" gumam nya dengan seringai yang tak pernah berubah dari wajahnya

Tok

Tok

Tok

"masuk" ucap pria itu dengan menetralkan wajahnya kembali saat suara ketukan terdengar, lalu masuklah seorang wanita bernama Gea, wanita itu adalah sekretaris dari pria tersebut

"ada apa?" tanya pria itu to the point

"maaf tuan, ada yang menghancurkan data data milik perusahaan kita" lapor Gea pada sang atasan sembari menyodorkan berkas yang berisi laporan data

"Sialan!, kau laporkan semua ini pada tangan kanan ku, cepat!" perintah sang atasan dengan amarah yang tak bisa dikendalikan

"ba-baik tuan" jawab Gea lalu dengan cepat keluar dari ruangan tersebut untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh atasannya

"Aarrgghhh.. Sialan!!! berani sekali kalian padaku!" ucap pria itu saat sang sekretaris nya sudah keluar dari sana

"akan aku balas kalian nanti! dengan cara yang akan membuat kalian semua hancur!!" ucapnya dengan penuh penekanan disetiap kata yang ia lontarkan

***

#Mansion Robertson

"dia sudah tau jika kitalah yang merusak data data milik perusahaan nya" ucap Devon tak mengalihkan tatapannya dari laptop milik nya

"bagus jika begitu, itu akan memudahkan nya untuk menyerang kita" ucap Petras dengan seringai

"kau memang benar, tapi kita juga harus menambah pengawalan disekitar anak anak terutama Daffin" ucap Gerald

"itu semua sudah pasti akan aku lakukan, aku akan membantu menjaga anak anak terutama baby" balas Petras yang mendapat tatapan tajam dari David dan para anak anaknya, hanya keluarga mereka lah yang boleh memanggil Daffin dengan sebutan baby

"aku sudah menganggap nya seperti putraku sendiri" lanjut Petras dengan senyuman tipis

"tapi apakah tidak apa jika dia mengetahui kitalah yang menyebabkan semua itu" tanya Gallan dengan wajah khawatir

"tak apa, dia hanyalah hama kecil yang berani beraninya mengusik kita" ucap Fernand

"Fernand benar, tak usah khawatir karena kita akan saling menjaga satu sama lain. Tenang saja" ucap Jean dengan wajah seriusnya, sangat tak pantas batin semua yang ada di sana

🐻🐻🐻

Vote + Like + Comment ❤️

1
Min sua
buat pecinta brothership aku suka sih, semangat terus buat author nya
pembaca gabut
bisa gitu ya 🗿 itu 2 biji wanita yg berhianat otak nya GK ada apa ya? jir padahal punya suami kaya raya cik
cio
semangat thorrr
cio
semangat thorr
Redmi 9a: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰😍😍😍😍😍🧐😝ajksbecs
jeklwndvjskskdb
hsp
total 1 replies
Bilbina Shofie
apan ini cerita katanha zenius masa 14 th seperti 4.5 thn salah usia kamu thkor
Shea Shea
Lumayan
cio
lanjut thor semangat
cio
lanjut thorr semangat ya
cio: iya thorr gapapa 😄
total 2 replies
cio
semangat thorr
cio
duhhh thorr plis crazy up penasaran nih pliss🙏🙏🙏
cio: Aaaaa makasih thorr
total 2 replies
cio
duhh gemes thorrr pliss crazy up
Saga¥
semangat Thor lanjutin lagi
cio
semangat thorr
cio: sama² 😄
total 2 replies
Crisna
Lumayan
Ita Xiaomi
Aku suka ceritanya klo ada bagian penyiksaan yg sadis gitu aku ngeri bacanya.
Ita Xiaomi
Mungkin waktu balita Daffin ndak bs mengungkapkan ekspresi balitanya krn dia hrs memikirkan kelangsungan hidup adik2x nya di panti. Nah sekarang barulah dia pengen merasakan jd balita.
Notme: Betul kak, lebih ke pengen ngerasain gimana rasanya dimanja sama keluarga kandung sendiri, keluarganya juga begitu karena gak liat pertumbuhan Daffin 😁
total 1 replies
Ita Xiaomi
Afin msh minum susu pakai botol dot ya meski udah umur 14 thn? Gemes.
Notme: /Smile//Smirk//Facepalm/
total 1 replies
Bacnov
next thor, nanggung bngt si
♡~Yuki.nur019
hmm..
♡~Yuki.nur019
keluarga mu akan segera datang 🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!