Noven Sahitara adalah pemuda miskin dari desa yang pergi merantau ke kota bertujuan menjadi orang sukses dengan berbekal sebuah gitar dan keahliannya dalam seni bela diri.
Di perantauannya Noven dipertemukan dengan keyla seorang gadis kaya.
Keyla pun menjadi kekasih Noven yang membawanya dalam Fase baru dunia yang dipenuhi kekejaman.
Karena hubungan Noven dan Keyla tak direstui oleh orang tua keyla ,yang kisah cinta Noven pada Keyla membawanya pada masa lalu yang serupa dengan gadis bernama Fira yang dinikahkan pada pria pilihan orang tuanya.
Akankah Noven dan Keyla dapat bersatu ?!
Ataukah Keyla menikah dengan pria pilihan orang tuanya ?! dan Noven menemukan wanita lain yang menjadi jodohnya ?!
Sosok sederhana Noven dan sifat pedulinya memberikan ia para sahabat yang tak kalah penting perannya dalam perantauan Noven.
Akankah Noven menjadi orang sukses ?!
Akankah para sahabatnya membantunya dalam perantauannya ?!
Ikuti kisah Noven dalam Dunia yang keras melengkapi Perantauannya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novr Yupidar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(32) Fira Purnama Masa Lalu
"Ini Ada Titipan Dari Desa Buat mu !!"
Ujar Raga Sembari Memberikan Sebuah Arloji Kalung kepada Sahabatnya Noven Yang Berada Dihadapannya ,Yang Kala Itu Mereka Berdua Sedang Berbincang Disebuah Kedai .
Noven Pun Mengambil Arloji Kalung Itu Dan Menggenggamnya Dengan Menatap Sayu Arloji Tersebut .
Raga pun berkata "Aku Rencananya ,Mau Ngasih Itu Samamu Sewaktu Aku Baru Sampai Disini, Tapi Keadaannya Kurang Tepat ,Makanya Baru Ku Kasih Sekarang"
"Ini Kan Punya Fira ?!"
Ujar Noven Sembari Menggenggam Arloji Kalung Tersebut.
"Itu Punyamu, Fira Hanya Mengembalikannya" Ujar Raga memperjelas.
"Kenapa Fira Kembalikan Arloji Ini Ke Aku ??!" Tanya Noven penasaran.
"Kau Yang Lebih Tau Jawabannya !"
Noven Pun Terdiam Mendengar Jawaban Sahabatnya Raga ,Lalu Perlahan-lahan Ingatannya Kembali Pada Sosok Fira Yang Menyimpan Begitu Banyak Kenangan .
**
Fira Adalah Sosok Gadis Cantik Yang Ada Disebuah Desa Tempat Noven Dan Raga Berada .
Noven Dan Fira Pernah Menjalin Hubungan Sebagai Sepasang Kekasih ,Dan Mereka Berencana Untuk Menikah .
Namun Hubungan Noven Dan Fira Tidak Direstui Kedua Orang Tua Fira ,Karena Orang Tua Fira Tidak Menyukai Anaknya Menikah Dengan Noven Dari Keluarga Yang Tak Punya .
Lalu Orang Tua Fira Pun Menikahkan Anak Kesayangannya Pada Lelaki Pilihannya Dari Keluarga Terpandang Dan Berada .
Noven Yang Telah Lama Menjalin Hubungannya Bersama Fira ,Harus Ikhlas Merelakan Kekasihnya Menikah Dengan Lelaki Pilihan Orang Tuanya ,Dan Noven Pun Berniat Pergi Dari Desanya Meninggalkan Fira Kekasihnya .
Namun Sebelum Noven Pergi Dari Desanya ,Fira Pun Menemui Noven Dan Memberikan Sebuah Arloji Kalung Yang Dulu Pernah Diberikan Noven Padanya .
Namun Noven Pun Menolak Pemberian Arloji Kalung Tersebut Padanya ,Kemudian Esoknya Noven Pun Pergi Dari Desanya Meninggalkan Fira Dan Sejuta Kenangannya.
Dan Sejak Saat Itu Noven Dan Fira Kehilangan Kontak ,Mereka Tidak Pernah Saling Berhubungan Lagi Sedikit Pun .
*
**
***
Mata Noven Pun Berkaca-kaca Teringat Kembali Kenangannya Bersama Fira Yang Telah Dikuburnya Dalam-dalam .
"Kau Jangan Cengeng Bro ,Fira Itu Cuma Masa Lalumu ! Tidak Seharusnya Kau Ingat-ingat Lagi, Dan Sekarang Ada Keyla Yang Kamu Harus Perjuangkan ,Jangan Sampai Masa Lalumu Terulang Lagi !"
Ujar Raga Memberi Nasehat Pada Sahabatnya Noven .
"Kau Benar Ga !" jawab Noven membenarkan Raga.
**
***
Tak Lama Mereka Berbincang Dikedai Tersebut ,Mereka Berdua Pun Memutuskan Untuk Kembali Pulang Ke Kos-kosannya.
Semenjak Raga Datang Ke Kota Tersebut ,Ia Pun Tinggal Satu Kamar Bersama Noven Dikos-kosan Tempat Noven Tinggal .
.
.
.
.
.
.
Malam Pun Semakin Larut Dan Raga Pun Tengah Tertidur Pulas ,Namun Noven Tidak Bisa Tidur .
Noven Tengah Larut Dalam Kenangannya Bersama Fira ,Sembari Menatap Arloji Kalung Itu Dengan Mata Sayu .
**
***
"Fira !! Andai Orang Tuamu Merestui Hubungan Kita ,Tentu Kita Saat Ini Masih Bersama Dan Berbahagia"
Batin Noven Terus Berkata .
Kemudian Ingatan Noven Pun Kembali Pada Fira ,Yang Kala Itu Fira Memberikan Sebuah Arloji Kalung Pada Noven Sebelum Kepergian Noven Meninggalkan Desa Itu .
*
Saat Disuatu Malam Yang Tenang Dihiasi Terangnya Bulan Purnama ,Fira Kala Itu Menemui Noven Disuatu Tempat Secara Sembunyi-sembunyi .
"Nov ,Ini Bawalah Pergi Bersamamu" Pinta Fira saat itu.
"Arloji Ini Kan Sudah Kuberikan Padamu ,Jadi Simpanlah Untukmu" jawab Noven demikian.
Fira pun kembali berkata "Ya..Tapi Aku Ingin Kamu Membawanya. Karena Waktu Kamu Memberikan Arloji Ini Padaku ,Kamu Bilang Ini Sebagai Pengingat Waktu ,Agar Waktu Itu Bisa Digunakan Sebaik-baiknya ,Dan Sebagai Pelindung Dari Waktu Yang Sia-sia .Dan Aku Ingin Kamu Membawanya Agar Tidak Melupakan Waktu-waktu ,Termaksud Waktu Saat Bersamaku"
"Aku Tidak Akan Menerima Arloji Itu Fira !!" Ucap Noven menegaskan.
Lalu Noven Pun Berlalu Pergi Meninggalkan Fira Ditempat Itu .
*
**
***
"Nov ,kamu Belum Tidur ?!"
Ucap Raga Yang Tiba-tiba Bangun Dari Tidurnya .
"Ah..!! Cuma Belum Ngantuk Saja" jawab Noven beralasan.
"Masih Kepikiran Fira Kan ?!"
Noven pun terdiam ,mendengar ucapan Raga.
"Fira Minta Nomor Teleponmu padaku"
"Terus kamu Kasih ?!" Ucap Noven penuh tanda tanya.
"Tidak Lah ! Apalagi Aku Tau Kau Sudah Punya Keyla" jawab Raga dengan jelas.
"Menurutmu Apakah Fira Akan Kesini ?!" Tanya penuh tanda tanya.
"Tidak Lah !! Dia Kan Sudah Nikah" jawab Raga tersenyum lepas.
"Ya Benar..Pikiranku Yang Terlalu Berlebihan" Sahut Noven membenarkan.
"Makanya Kamu Jangan Kepikiran Fira Lagi ! Kan Fira Sudah Bahagia Dengan Lelaki Pilihan Orang Tuanya ,Dan Kau Sedang Menyusun Masa Depan Bersama Keyla" Ucap Raga memperjelas.
"Kau Benar Ga !! Memang Seharusnya Aku Melupakan Fira !" Ujar Noven dengan sorot mata tajam.
"Nah..Itu Baru Noven Yang Ku Kenal !! Ingat Nov ,Fira Itu Cuma Masa Lalu !!" Ujar Raga kembali memperjelas ,Noven pun tersenyum mendengarnya.
"Terus Soal Arloji Itu ,Anggap Saja Fira Mengembalikannya Samamu Karena Ia Hanya Ingin Melupakan Semua Tentangmu" Jelas Raga memberi masukan.
"Kau Benar Ga !" Noven pun membenarkan.
"Sudah Akh..Tidur Lagi ,Ngantuk !" Lalu Raga Pun Tertidur Lagi .
Sedangkan Noven Masih Belum Tidur ,Walau Bathinnya Sudah Sedikit Tenang Setelah Mendengar Perkataan Sahabatnya Raga Tapi Ia Masih Butuh Waktu Untuk Benar-benar Melupakan Fira ,Yang Dulu Telah Dikuburnya Dalam Kenangan.
*
Noven Pun Membuat Secangkir Kopi Panas Yang Diminumnya Bersama Isapan Rokok Yang Menemaninya Diheningnya Malam .
Noven Pun Keluar Membawa Kopinya Bersama Rokoknya Dan Duduk Diteras Kamar Kos-Nya Sembari Menatap Bulan Purnama Yang Bersinar Terang Kala Itu .
Sembari Termenung Menghisap Rokoknya Dan Menikmati Secangkir Kopi ,Pikiran Noven Pun Melayang Jauh .
"Fira..Kau Adalah Sosok Gadis Cantik Yang Baik ,Sudah Sepantasnya Kau Bahagia Dengan Lelaki Yang Pantas Bersanding Denganmu ,Yang Pasti Bukan Diriku !"
Noven Pun Semakin Larut Dalam Lamunannya Yang Ditemani Sang Rembulan Purnama.
"Fira..Begitu Banyak Masa Yang Kita Lalui Saat-saat Itu Hanya Menjadi Puing Kenangan Dalam Memory Kita ,Kini Semuanya Telah Berlalu !! Hanya Rembulan Purnama Saja Kini Ada Menemaniku Bukan Dirimu Lagi .
Fira..Kaulah Purnama Masa Laluku !"
***
******▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
Tanda : "..." Berbicara/Suara
mc gak ada perkembangan urusannya cuma CINTA dan cerita ngalor ngidul
mulai nGaco nih cerita...😵