*DISCLAIMER*
❤️Dimohon dengan sangat agar membaca hingga bab 20- bab 40- bab 80. Hal tersebut sangat membantu Author untuk terus bersemangat menghasilkan karya baru.❤️
Kehidupan seorang gadis cantik berubah seketika saat sang kakak tewas di tangan Raja Makhluk. Kekuatan sihir misteri datang begitu saja dan membuatnya harus setiap menghadap setiap bahaya yang datang.
Bersama sang sahabat, Attalarik sang pemburu makhluk mulai menguasai kekuatan baru dan mengumpulkan bola-bola arwah yang akan mengambilkan kedamaian di muka bumi.
Hingga sebuah takdir besar mengikat kedua dalam satu ikatan, dan inilah kisah Mirabella yang tak lain reinkarnasi dewi bulan.
Jangan lupa
🌟 Like
🌟 Subscribe
🌟 Gift
🌟 Vote
🌟 Rate 🌟 5
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga puluh tiga
Akhirnya Atta menyadari jika yang tengah di sandra oleh Helbash bukanlah Bella. Bella tidak akan mungkin menyerahkan bola sembilan arwah demi keselamatannya. Atta yang paling mengerti dan Paham bagaimana sosok Bella yang sebenarnya. Bella lebih merelakan nyawanya dibandingkan dengan menyerahkan bola sembilan arwah kepada pihak musuh.
"Hai siluman busuk, ternyata otak kau tak lebih pintar. Kau ingin menjebakku dengan wujud tiruan mu itu hah. Kalo begitu bunuh saja. Aku tidak peduli!!!!" Sahut Atta
Helbash semakin geram, dia kemudian mencengkram leher Bella semakin erat hingga kuku-kuku panjang dan tajam nya itu menembus kulit hingga mengalirkan da-rah yang deras.
"Le-Atta le-lepas-kan a-aku, se-se-selamat-an a-a, aaaaahhhhhkkkkk," ucapnya terbata-bata meminta pertolongan
Sebenarnya Atta tidak tega melihat adegan yang menyiksa di depan matanya. Andai itu adalah Bella yang asli susah pasti musuhnya saat akan dijadikan abu dalam sekejap mata.
Kali ini Atta harus bisa melepaskan diri dari belenggu yang membuatnya kaku dan tak bisa bergerak.
Helbash melepaskan cengkraman tangannya dan langsung mendorong tubuh Bella hingga tersungkur ke tanah.
"Ternyata kau manusia tidak berperasaan, akan aku habisi nyawa wanita ini!!!" ucap Helbash menantang.
Atta menaikkan sebelah alisnya dan menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya.
"Sekalian saja kau bawa pergi yang jauh. Aku tidak peduli?!!!" ucap Atta cuek. Dia masih berkonsentrasi agar lepas dari belenggu diri.
Helbash meradang ternyata tak mudah membuat Atta lemah. Percuma dia melakukan ilusi wujud istrinya. Ya.. Bella yang ada di tangan Helbash hanya tipuan semata.
"Aaaaahhhhhkkkkk"
"To-to-long a-a-aku!!"
Helbash dengan tega menginjak tubuh Bella tiruan itu hingga terdengar bunyi patahan tulang. Mulutnya tersembur da-rah yang sangat banyak, dia terluka dalam.
Atta memejamkan matanya karena tak sanggup melihat secara langsung. Meskipun itu hanya wujud tiruan tapi wajahnya mirip sekali dengan Bella. Atta merasa iba.
Atta memusatkan tenaga auranya agar bisa membuka kuncian energinya. Dia memusatkan energi yang ada ke arah tangan
Plung
Atta berhasil menggerakkan tangannya dan langsung melemparkan pil obat ke dalam mulutnya. Untung saja reaksi dari kinerja obat tersebut bekerja dengan cepat, energi yang kacau dengan segera berubah menjadi normal kembali. Atta merasakan jika tubuhnya sudah kembali seperti semula.
Atta langsung menghunuskan pedang pemburunya ke tubuh tiruan Bella dan dalam sekejap membuatnya lenyap begitu saja.
"Bagaimana kau bisa lepas dari jeratan ilusi ku??" hardik Helbash.
Dia terkejut Atta mampu melepaskan diri dari trik ilusinya. Tak ada satu pun yang mampu lepas dari jeratan ilusinya termasuk dewa sekalipun.
Atta tersenyum licik. Kekuatan dan energi nya udah kembali, sudah tidak boleh membuang-buang waktu lagi.
Atta melepaskan segel enam arah mata angin dan ratusan kelabang langsung menyerang kearahnya. Namun Atta sudah memiliki perhitungan yang sangat baik.
Ssslaaasshhh
Ssslaaasshhh
Ssslaaasshhh
Tanpa ragu Atta menebaskan pedangnya, melenyapkan serbuan kelabang kearahnya. Dalam sesilap mata hampir semua kelabang musnah begitu saja terkena sabetan pedang pemburu.
Helbash perlahan memundurkan kakinya, dia hendak mundur dan melarikan diri
Jleb
Jleb
Dua pedang pemburu langsung terhunus ke telapak kaki Helbash membuatnya tak bisa berkutik.
Slaph
Atta kini sudah ada di hadapan mata Helbash. Tersenyum seperti malaikat pencabut nyawa, membuat Helbash merasakan kengerian di dalam dirinya.
"Ka-kamu.... Aaaaahhhhhkkkkk!!!"
Tanpa aba-aba apapun, Atta langsung menghunuskan pedangnya tepat di jantung Helbash yang berada di bagian bawah diantara kaki ke lima nya. Bagi orang biasa tak mudah mengetahui letak jantung masing-masing siluman. Setiap siluman memiliki letak jantung yang berbeda.
Deg
Deg
Deg
Bunyi detak jantung Helbash sesaat sebelum tubuhnya mengeras seperti batu.
Sreeettt
Atta mencabut pedang miliknya dari tubuh Helbash yang sudah berubah menjadi batu. Sepertinya kelabang yang mati. Atta kemudian menjentikkan jarinya di udara.
Cetek...
Wush
Tubuh Helbash langsung berubah menjadi sepihan debu dan tertiup angin yang berhembus. Atta menghela napas panjang, dan menghirup udara disekitarnya.
"Ahhh kangen Bella. Saatnya pulang," ucapnya dengan senyum merekah.
Bayangan istrinya akan menyambut nya di depan pintu ada di kepalanya. Tak sabar rasanya ingin merasakan pelukan hangat dari tubuh Bella. Baru setengah hari di tinggalkan , sudah membuatnya rindu setengah jiwa.
Tetapi Atta batal melanjutkan langkahnya. Dari arah belakang Atta merasa mendengar sesuatu seperti jeritan dan teriakan yang begitu menyayat hati. Atta berbalik untuk memastikan apa yang ada di belakangnya.
"Bukankah itu hutan Kematian???" gumannya dalam hati
Karena merasa penasaran Atta berjalan ke arah hutan kematian yang merupakan tempat tinggal dari siluman kelabang merah
Dengan hati hati Atta berjalan menyusuri jalanan yang becek dan di tutupi yang rumput yang tumbuh tinggi. Atta tiba di perbatasan hutan Kematian. Sejenak dia tampak ragu untuk masuk ke dalamnya. Atta tau jika hutan kematian ini dapat menghipnotis setiap manusia yang nekat masuk untuk melakukan aksi bunuh diri. Atta tak ingin mati konyol, dia baru saja menikmati statusnya sebagai pengantin baru. Atta merinding, merasakan ngeri jika nanti akhir-nya masuk dan justru di temukan dalam keadaan meninggal.
Tetapi rasa penasaran nya yang tinggi membuatnya ingin masuk kedalam namun ragu. Banyaknya hawa dan energi arwah dalamnya membuat jiwa pemburu Atta bangkit. Pedang pemburu juga menampakkan sinyal jika di dalam hutan kematian terdapat banyak arwah.
"Ternyata kau yang sudah membuat aku mendapatkan tugas tambahan!!!!" Teriak seseorang dari belakang.
Atta membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang berbicara
"Soraya?? Ngapain kamu sini!!!" Atta terkejut dengan keberadaan Soraya di hutan kematian
"Ngapain kesini?? Perlukah kau bertanya seperti itu hah setelah semua kekacauan ini kau penyebabnya!!" Seru Soraya, dia sedang kesal.
"Aku??? Bagaimana mungkin!!!" Atta menunjuk ke arah dirinya
"Kau baru saja membunuh siluman kelabang kan?? Dan itu semua membuat arwah yang di tangkap oleh siluman tersebut menjadi lepas dan berkeliaran tak jelas," gerutu Soraya.
"Lahh itu sih sudah tugas kamu untuk berususan dengan arwah!!!" ucap Atta tegas
"Berurusan dengan satu arwah yang meninggal karena bunuh diri sama saja berurusan seribu arwah normal. Kau pura-pura tidak tau atau memang bodoh hah. Berapa banyak manusia tolol yang bunuh diri di sini!!! Cih" umpat Soraya, dia benar-benar kesal.
Cetekkk
Atta menyentil kening Soraya dengan kedua jarinya. Tentu saja membuat Soraya menjadi semakin kesal.
"Yang bodoh itu kamu Soraya. Kamu masih menyimpan darahku bukan. Kenapa tidak kau teteskan darah tersebut ke pedang mata naga kembar milikmu untuk memancing arwah. Gunakan otakmu diatas emosimu. Dasar wanita. Lain kali bersikap sopan dengan yang lebih tua!!! Jika tidak kau akan ku beri pelajaran kesopanan di masa depan," ucap Atta dengan tegas.
"Dasar kau lelaki gila hormat!!! Dasar angkuh!!!" Teriah Soraya sambil mengusap bekas sentilan.
"Bukan gila hormat bocah tengil. Apa kau tidak pernah belajar adab sopan santun dengan yang lebih tua hah. Apa perlu aku panggilkan arwah kakekmu untuk mengajari mu sopan santun!! Gila!!" Balas Atta menghardik
"Kau!!!! Iiihhhh," geram Soraya
"Cepat kau lakukan tugasmu, bukankah sudah ku beri tahu caranya untuk dengan cepat melakukan tugasmu. Suara-suara teriakan arwah itu begitu mengganggu telingaku. Apa kau tidak mendengar lolongan penderitaan para arwah!!!" Seru Atta, telinga sangat gatal dan tak tahan dengan suara jeritan para arwah.
"Suaramu lebih mengganggu dibandingkan nyanyian para arwah!?" ucap Soraya sambil berjalan meninggalkan Atta masuk kedalam hutan larangan.
Atta tak berhenti mengumpat Soraya, bocah penjaga segel yang selalu membuat Atta panas hati.
Atala kamu gak papa kan
alur dan diksi kata2nya..
syukurlah kalau energi dari dewi bulan, akhirnya bs masuk ke pedang Atta. mgkin krn efek energi baru makanya pedang berubah ada coraknya. semoga lain waktu mereka akan mendamaikam.bumi utk terus membinasakan iblis yang jahat.
Sukses terus buat karya"nya kak, semoga bisa mengahasilkan banyak karya" yg menarik lagi.. Fighting 😊
Bella sangat sayang kepada Sahabatnya Atta, hingga rela berkorban utk Ata. Salut sama Bella.