NovelToon NovelToon
Cermin Hati Yang Terbelah .

Cermin Hati Yang Terbelah .

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .

lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .

Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .

Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Wanita Tangguh .

Aurelia dan Siska baru saja keluar dari sebuah restoran , setelah mengadakan pertemuan dengan rekanan bisnis dari Jepang .

Di belakang mereka , berjalan Nabila , sang asisten pribadi nya bersama Mieke sekretaris nya .

Aurelia segera mengeluarkan handphone nya , lalu memeriksa panggilan masuk .

"Ada banyak panggilan tak terjawab dari Didit Sis !" kata Aurelia .

"Sama , punya ku juga nih , ada sekitar sepuluh panggilan tak terjawab Rel !"jawab Siska .

Aurelia segera menghubungi handphone Aditya .

"Halo Dit !, ada apa ya ?" tanya Aurelia setelah mendengar suara dari seberang sana .

"Halo bu !, ini dokter Ruly , dokter rumah sakit As Syifa , kalau yang ibu maksudkan anak remaja berseragam SMK Bina Bangsa ini , dia ada di rumah sakit ini bu !" kata suara seorang laki laki dari seberang telepon itu .

"Der !" ...

Jantung Aurelia berdetak sangat kencang , tiba tiba perasaan nya menjadi sangat tidak enak .

"A ada apa yang terjadi dengan Aditya dokter ?" tanya Aurelia gemetar .

"Seorang pemulung membawa nya kerumah sakit ini dalam keadaan pingsan , menurut keterangan pemulung itu , remaja murid SMK bina bangsa ini habis di keroyok murid satu sekolah nya !" kata dokter Ruly menjelaskan .

"Bagai mana keadaan nya dokter ?" tanya Aurelia gugup .

"Masih belum siuman bu , keadaan nya sangat parah bu !, bisakah ibu ke rumah sakit ini sekarang juga ?" tanya dokter Ruly lagi .

"Bisa !, bisa !, saya akan kesana secepat nya , terimakasih ya dokter !" kata Aurelia Menutup telepon nya .

"Mang Ayin ke rumah sakit As Syifa secepat nya ya !" ujar Aurelia sambil menghempas kan tubuh ke jok mobil nya .

"Ada apa sebenar nya yang terjadi Rel ?" tanya Siska .

"Sis !, apa yang sudah kita lakukan ?, tidak seharus nya kita berlama lama di restoran itu kan ?, lihatlah , berpuluh puluh telepon dari Aditya , seperti nya dia minta pertolongan kita Sis , kita sibuk dengan pesta pesta kita , manusia macam apa sih aku ini ?, aku sibuk bersenda gurau dengan orang lain , sementara Didit di pukuli orang di sekolah nya tanpa kita tahu , oh Tuhan !" Aurelia menutupi wajah nya dengan kedua tangan , dan menangis .

"Didit di pukuli orang ?, siapa yang melakukan nya ?" tanya Siska heran .

"Mana aku tahu Sis !" jawab Aurelia .

Mobil itu meluncur membelah jalan raya yang padat ,

Setelah beberapa lama nya berjalan di jalanan yang padat , terkadang terkena macet , akhirnya mereka tiba juga di rumah sakit itu .

Tanpa menghiraukan kata kata Siska yang menyuruh nya perlahan lahan , Aurelia berlari masuk ke dalam rumah sakit itu .

Setelah bertanya pada petugas , akhirnya Aurelia diantarkan oleh seorang petugas rumah sakit , menuju ke ruang UGD .

Di luar ruangan , nampak seorang anak muda sedang di tanyai beberapa orang wanita muda berparas cantik cantik , mengenakan celana panjang hitam , dan jas hitam , serta berkaca mata hitam pula .

"Maaf !, apakah Aditya dirawat di tempat ini ?" tanya Aurelia .

Seorang wanita muda menatap tajam kearah nya , "kau siapa ?" tanya nya .

"Kami kerabat dekat nya !" jawab Aurelia .

Wanita muda itu menatap kearah Aurelia dan Siska secara bergantian beberapa saat .

Saat wanita muda itu ingin mengatakan sesuatu , tiba tiba dari arah pintu , masuk seorang wanita cantik lain nya , "biarkan mereka !" ...

Melihat wanita yang baru masuk ini , semua wanita yang ada di tempat itu menyingkir .

"Baiklah nona !"...

Wanita cantik yang baru datang itu menatap kearah Aurelian dan Siska secara bergantian .

Seketika itu juga , Aurelia dan Siska merasa tubuh mereka serasa membeku di tempat nya .

Tatapan mata yang paling kejam serta paling menakutkan yang mereka lihat .

Mereka serasa pernah melihat tatapan mata mengerikan seperti itu , tetapi lupa , dimana .

Wanita cantik itu menatap kearah para wanita berseragam serba hitam seperti kebanyakan film film mafia untuk beberapa saat , "selidiki siapa pelaku nya , siapa siapa saja yang terlibat , tetapi ingat , jangan bertindak apa pun , aku sendiri yang akan menghukum para pelaku nya nanti , berani mengganggu adik ku , berarti sudah bosan hidup !" ...

Setelah bertanya panjang lebar pada anak muda pemulung yang membawa Aditya ke rumah sakit , para wanita itupun pergi entah kemana .

Wanita yang baru masuk tadi menatap kearah anak muda pemulung itu , "nama mu siapa dik ?" ...

"Nama saya Beno kak , saya seorang pemulung botol plastik , tadi saya lewat di pekuburan umum dekat SMK Bina Bangsa , saya melihat seorang anak sekolah tergeletak tak sadar kan diri , saya kira ada tabrak lari , eh tidak tahu nya , menurut ibu ibu tua penjual bunga , dia korban pengeroyokan kak , saya langsung membawa nya kerumah sakit !" kata anak muda bernama Beno itu .

"Kenapa jauh jauh ke rumah sakit ini , di dekat sekolah itu kan ada sebuah rumah sakit milik pemerintah ?" tanya wanita itu .

"Disana di tolak kak , terpaksa saya bawa dia ke rumah sakit ini !" jawab Beno gugup .

Aurelia dan Siska yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan wanita itu , akhirnya ikut nimbrung bicara juga .

"Maaf !, tadi kau bilang kau kakak dari Aditya !,benarkah itu ?, aku tidak pernah tahu jika dia punya saudara !" tanya Aurelia .

Wanita itu menatap kearah Aurelian dan Siska beberapa saat , lalu melepaskan kacamata nya , ternyata mata nya berwarna cokelat muda ke kuning Kuningan seperti mata Aditya juga , dan wajah nya khas wanita Eropa Timur .

"Ya !, nama ku Evelyne Hasan !, aku tahu siapa kalian berdua , hingga hal paling rahasia sekalipun aku tahu , orang tua kalian , keluarga kalian , pekerjaan kalian , bahkan ukuran CD kalian pun aku tahu , kalian sudah lengah menjaga adik ku , itu aku kecewa , tetapi tidak masalah , karena sesungguh nya aku juga salah , biarlah masalah ini kita saja yang tangani , jangan kasih tahu ayah , dia akan mengamuk bila tahu putra kesayangan nya dianiaya , kalian tidak tahu siapa ayah kami , salah salah , kalian berdua pun bisa kena imbas nya !" kata Evelyne sambil mengenakan kembali kaca mata nya .

"Kami memang salah !, kami lengah , hari ini kami ada pertemuan dengan rekanan bisnis dari Jepang di restoran fasifik , kami yang salah !" kata Aurelia sangat menyesal sekali .

"Sudahlah , karena Aditya adalah adik ku , maka kalian berdua boleh memanggilku kakak juga !" kata Evelyne sambil menyandar kan tubuh nya di sandaran kursi .

Siska menanyakan kronologis kejadian nya kepada Beno , anak muda yang sudah menolong Aditya .

Beno kembali menceritakan kejadian nya dari awal hingga akhir sesuai yang dia ketahui .

Pintu ruangan terbuka , dari dalam , keluar seorang dokter muda berjalan kearah mereka .

"Maaf !, siapakah diantara nona nona ini kerabat dari pasien Aditya ?" tanya dokter muda itu lagi .

Aurelia berdiri , " saya sendiri dokter , bagai mana keadaan Aditya ?" tanya nya .

Sebelum menjawab , Dokter itu menarik nafas nya dalam dalam terlebih dahulu , " Sekujur tubuh nya mengalami trauma benda tumpul , mungkin akibat pemukulan , ada beberapa sarafnya yang pecah , tetapi untunglah pisik anak muda ini sangat kuat , sehingga dia masih bisa bertahan , sejauh ini , tidak ada tulang yang patah , cuma tulang rusuk ada yang retak , silahkan urus ruangan nya , karena sebentar lagi pasien akan kami pindahkan keruang perawatan !" kata dokter itu pada Aurelia .

"Kalian tunggu lah disini , saya urus administrasi nya dulu !" kata Aurelia sambil berjalan mengikuti dokter itu .

Beberapa saat berlalu dalam keheningan , hingga Aurelia tiba kembali ketempat itu .

"Bagai mana Rel , sudah dapat kamar ?" tanya Siska buru buru .

"Alhamdulillah , dapat kamar VIP , padahal rumah sakit ini cuma memiliki empat ruang VIP !" jawab Aurelia .

Pintu ruangan terbuka , beberapa petugas medis mendorong troli keluar dari ruangan itu , menuju tangga lift keatas .

Melihat ke adaan tubuh Aditya itu , tiba tiba tiga orang wanita tangguh itu pun menangis tersedu sedu sambil berjalan mengiringi para petugas medis yang membawa Aditya ke ruang perawatan .

...****************...

1
Fikri Alam
kalau mancing untuk menyiksa memang TDK boleh,tp klau untuk makan TDK masalah...jd gimana klau seorang nelayan yg istrinya hamil...👍☺️
Herybae Hery
ajak siram2 an kebon biar gak sedih lg 😃😃
Herybae Hery
ayo dit siram kebon nya,😃😃😃
Herybae Hery
Luar biasa
Apis
lain dari yg lain nich novel 🤣🤣🤣
Dida Madu Pati
lha bukanya ada pengawal dan slalu diawasi daei jarak jauh
hairul amin
Luar biasa
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Lumayan
Erni Ramadan
awal cerita yg bagus..
Arsenio Cadas Hady
keren.. sy suka karyamu
Rikarico
rese jg aditditditdit🤣
Rikarico
nah kan
Rikarico
di prank oleh aditditditditdit
Rikarico
matikan aja thor
Rikarico
good
Rikarico
jgnkan Aditya aku aja marah🤣
Rikarico
bego jg ya aurelia masa rmh segitu bagusga pnya cctv
Rikarico
BKN nya klo istri LG hamil si suami ga boleh mancing ya
Rikarico
semakin.menarik
Rikarico
owh trnyata Adit ank seorg prajurit kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!