Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .
lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .
Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .
Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Wanita Tangguh .
Aurelia dan Siska baru saja keluar dari sebuah restoran , setelah mengadakan pertemuan dengan rekanan bisnis dari Jepang .
Di belakang mereka , berjalan Nabila , sang asisten pribadi nya bersama Mieke sekretaris nya .
Aurelia segera mengeluarkan handphone nya , lalu memeriksa panggilan masuk .
"Ada banyak panggilan tak terjawab dari Didit Sis !" kata Aurelia .
"Sama , punya ku juga nih , ada sekitar sepuluh panggilan tak terjawab Rel !"jawab Siska .
Aurelia segera menghubungi handphone Aditya .
"Halo Dit !, ada apa ya ?" tanya Aurelia setelah mendengar suara dari seberang sana .
"Halo bu !, ini dokter Ruly , dokter rumah sakit As Syifa , kalau yang ibu maksudkan anak remaja berseragam SMK Bina Bangsa ini , dia ada di rumah sakit ini bu !" kata suara seorang laki laki dari seberang telepon itu .
"Der !" ...
Jantung Aurelia berdetak sangat kencang , tiba tiba perasaan nya menjadi sangat tidak enak .
"A ada apa yang terjadi dengan Aditya dokter ?" tanya Aurelia gemetar .
"Seorang pemulung membawa nya kerumah sakit ini dalam keadaan pingsan , menurut keterangan pemulung itu , remaja murid SMK bina bangsa ini habis di keroyok murid satu sekolah nya !" kata dokter Ruly menjelaskan .
"Bagai mana keadaan nya dokter ?" tanya Aurelia gugup .
"Masih belum siuman bu , keadaan nya sangat parah bu !, bisakah ibu ke rumah sakit ini sekarang juga ?" tanya dokter Ruly lagi .
"Bisa !, bisa !, saya akan kesana secepat nya , terimakasih ya dokter !" kata Aurelia Menutup telepon nya .
"Mang Ayin ke rumah sakit As Syifa secepat nya ya !" ujar Aurelia sambil menghempas kan tubuh ke jok mobil nya .
"Ada apa sebenar nya yang terjadi Rel ?" tanya Siska .
"Sis !, apa yang sudah kita lakukan ?, tidak seharus nya kita berlama lama di restoran itu kan ?, lihatlah , berpuluh puluh telepon dari Aditya , seperti nya dia minta pertolongan kita Sis , kita sibuk dengan pesta pesta kita , manusia macam apa sih aku ini ?, aku sibuk bersenda gurau dengan orang lain , sementara Didit di pukuli orang di sekolah nya tanpa kita tahu , oh Tuhan !" Aurelia menutupi wajah nya dengan kedua tangan , dan menangis .
"Didit di pukuli orang ?, siapa yang melakukan nya ?" tanya Siska heran .
"Mana aku tahu Sis !" jawab Aurelia .
Mobil itu meluncur membelah jalan raya yang padat ,
Setelah beberapa lama nya berjalan di jalanan yang padat , terkadang terkena macet , akhirnya mereka tiba juga di rumah sakit itu .
Tanpa menghiraukan kata kata Siska yang menyuruh nya perlahan lahan , Aurelia berlari masuk ke dalam rumah sakit itu .
Setelah bertanya pada petugas , akhirnya Aurelia diantarkan oleh seorang petugas rumah sakit , menuju ke ruang UGD .
Di luar ruangan , nampak seorang anak muda sedang di tanyai beberapa orang wanita muda berparas cantik cantik , mengenakan celana panjang hitam , dan jas hitam , serta berkaca mata hitam pula .
"Maaf !, apakah Aditya dirawat di tempat ini ?" tanya Aurelia .
Seorang wanita muda menatap tajam kearah nya , "kau siapa ?" tanya nya .
"Kami kerabat dekat nya !" jawab Aurelia .
Wanita muda itu menatap kearah Aurelia dan Siska secara bergantian beberapa saat .
Saat wanita muda itu ingin mengatakan sesuatu , tiba tiba dari arah pintu , masuk seorang wanita cantik lain nya , "biarkan mereka !" ...
Melihat wanita yang baru masuk ini , semua wanita yang ada di tempat itu menyingkir .
"Baiklah nona !"...
Wanita cantik yang baru datang itu menatap kearah Aurelian dan Siska secara bergantian .
Seketika itu juga , Aurelia dan Siska merasa tubuh mereka serasa membeku di tempat nya .
Tatapan mata yang paling kejam serta paling menakutkan yang mereka lihat .
Mereka serasa pernah melihat tatapan mata mengerikan seperti itu , tetapi lupa , dimana .
Wanita cantik itu menatap kearah para wanita berseragam serba hitam seperti kebanyakan film film mafia untuk beberapa saat , "selidiki siapa pelaku nya , siapa siapa saja yang terlibat , tetapi ingat , jangan bertindak apa pun , aku sendiri yang akan menghukum para pelaku nya nanti , berani mengganggu adik ku , berarti sudah bosan hidup !" ...
Setelah bertanya panjang lebar pada anak muda pemulung yang membawa Aditya ke rumah sakit , para wanita itupun pergi entah kemana .
Wanita yang baru masuk tadi menatap kearah anak muda pemulung itu , "nama mu siapa dik ?" ...
"Nama saya Beno kak , saya seorang pemulung botol plastik , tadi saya lewat di pekuburan umum dekat SMK Bina Bangsa , saya melihat seorang anak sekolah tergeletak tak sadar kan diri , saya kira ada tabrak lari , eh tidak tahu nya , menurut ibu ibu tua penjual bunga , dia korban pengeroyokan kak , saya langsung membawa nya kerumah sakit !" kata anak muda bernama Beno itu .
"Kenapa jauh jauh ke rumah sakit ini , di dekat sekolah itu kan ada sebuah rumah sakit milik pemerintah ?" tanya wanita itu .
"Disana di tolak kak , terpaksa saya bawa dia ke rumah sakit ini !" jawab Beno gugup .
Aurelia dan Siska yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan wanita itu , akhirnya ikut nimbrung bicara juga .
"Maaf !, tadi kau bilang kau kakak dari Aditya !,benarkah itu ?, aku tidak pernah tahu jika dia punya saudara !" tanya Aurelia .
Wanita itu menatap kearah Aurelian dan Siska beberapa saat , lalu melepaskan kacamata nya , ternyata mata nya berwarna cokelat muda ke kuning Kuningan seperti mata Aditya juga , dan wajah nya khas wanita Eropa Timur .
"Ya !, nama ku Evelyne Hasan !, aku tahu siapa kalian berdua , hingga hal paling rahasia sekalipun aku tahu , orang tua kalian , keluarga kalian , pekerjaan kalian , bahkan ukuran CD kalian pun aku tahu , kalian sudah lengah menjaga adik ku , itu aku kecewa , tetapi tidak masalah , karena sesungguh nya aku juga salah , biarlah masalah ini kita saja yang tangani , jangan kasih tahu ayah , dia akan mengamuk bila tahu putra kesayangan nya dianiaya , kalian tidak tahu siapa ayah kami , salah salah , kalian berdua pun bisa kena imbas nya !" kata Evelyne sambil mengenakan kembali kaca mata nya .
"Kami memang salah !, kami lengah , hari ini kami ada pertemuan dengan rekanan bisnis dari Jepang di restoran fasifik , kami yang salah !" kata Aurelia sangat menyesal sekali .
"Sudahlah , karena Aditya adalah adik ku , maka kalian berdua boleh memanggilku kakak juga !" kata Evelyne sambil menyandar kan tubuh nya di sandaran kursi .
Siska menanyakan kronologis kejadian nya kepada Beno , anak muda yang sudah menolong Aditya .
Beno kembali menceritakan kejadian nya dari awal hingga akhir sesuai yang dia ketahui .
Pintu ruangan terbuka , dari dalam , keluar seorang dokter muda berjalan kearah mereka .
"Maaf !, siapakah diantara nona nona ini kerabat dari pasien Aditya ?" tanya dokter muda itu lagi .
Aurelia berdiri , " saya sendiri dokter , bagai mana keadaan Aditya ?" tanya nya .
Sebelum menjawab , Dokter itu menarik nafas nya dalam dalam terlebih dahulu , " Sekujur tubuh nya mengalami trauma benda tumpul , mungkin akibat pemukulan , ada beberapa sarafnya yang pecah , tetapi untunglah pisik anak muda ini sangat kuat , sehingga dia masih bisa bertahan , sejauh ini , tidak ada tulang yang patah , cuma tulang rusuk ada yang retak , silahkan urus ruangan nya , karena sebentar lagi pasien akan kami pindahkan keruang perawatan !" kata dokter itu pada Aurelia .
"Kalian tunggu lah disini , saya urus administrasi nya dulu !" kata Aurelia sambil berjalan mengikuti dokter itu .
Beberapa saat berlalu dalam keheningan , hingga Aurelia tiba kembali ketempat itu .
"Bagai mana Rel , sudah dapat kamar ?" tanya Siska buru buru .
"Alhamdulillah , dapat kamar VIP , padahal rumah sakit ini cuma memiliki empat ruang VIP !" jawab Aurelia .
Pintu ruangan terbuka , beberapa petugas medis mendorong troli keluar dari ruangan itu , menuju tangga lift keatas .
Melihat ke adaan tubuh Aditya itu , tiba tiba tiga orang wanita tangguh itu pun menangis tersedu sedu sambil berjalan mengiringi para petugas medis yang membawa Aditya ke ruang perawatan .
...****************...