Ketika hubungan Raffael dan Yayank mulai goyah karena pengakuan Raffael akan cintanya pada Hanna, Hanna terjebak dalam kebingungan. Di saat yang bersamaan, Rey mulai merasakan dilema. Adik angkatnya, Ella, dengan berani mengungkapkan perasaannya, meski Rey sudah berulang kali menolak. Rey merasa hidupnya mulai semakin rumit dengan adanya perasaan-perasaan yang tidak seharusnya muncul, baik terhadap Ella maupun Hanna.
Di tengah kekacauan itu, mereka bertiga harus menghadapi kenyataan bahwa cinta sering kali hadir dengan cara yang tidak terduga. Hanna terjebak di antara dua pria yang sangat penting baginya. Raffael, sahabat setia yang selalu ada, dan Rey, yang meskipun keras kepala, mampu membuat jantungnya berdebar. Akankah persahabatan mereka mampu bertahan di tengah badai perasaan yang terus bergolak? Atau, salah satu dari mereka harus mengorbankan segalanya demi sebuah cinta yang tak terungkap?
Happy Reading guys 🧾🧾🧾
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.33
Dering di ponsel Hanna, menyelamatkannya dari desakan Yayank.
"Aku harus kembali, Rey mencariku." Hanna langsung bangkit dari duduknya. Dengan tatapan masih tertuju ke arah layar ponselnya.
"Hanna, tolong bicaralah dengan Rafa. Aku mohon!" Desak Yayank untuk sekian kalinya. Ia pun ikut bangkit dari duduknya.
Namun, tak ada jawaban dari Hanna. Ia hanya menatap Yayank dalam diam. Setelahnya bergegas pergi dari sana.
Panggilan Rey berakhir tanpa sempat Hanna menerimanya. Seiring langkahnya menuju lift, Hanna beralih kembali menghubungi Rey, agar suaminya itu tidak khawatir karena dirinya yang tiba - tiba menghilang dari ruang kerja Rey.
"Kau menghilang kemana, sayang." Pertanyaan yang langsung di lontarkan Rey setelah ia menggeser tombol hijau dari panggilan Hanna.
"Aku berniat ke spa bersama Mama." Ujar Hanna, tangannya terulur menekan tombol close yang terdapat di dalam lift.
"Mengapa tak beritahu aku?" Protes Rey.
"Maaf sayang, tadi aku buru - buru dan langsung pergi." Sesal Hanna. "Oh ya sayang, sepertinya ada yang harus aku bicarakan denganmu." Lanjut Hanna, dan jelas saja itu langsung membuat Rey penasaran.
"Katakan saja." Desak Rey.
Pintu lift yang hampir sepenuhnya tertutup, justru tertahan karena seseorang. Lirikan mata Hanna langsung tertuju ke arah pria yang berlenggang masuk kedalam lift. Juna, ya.. pria itu menunggu Hanna sedari tadi diluar kamar hotel.
"Aku katakan dirumah saja nanti," Elak Hanna, karena tak leluasa berbicara di hadapan Juna. Orang yang memiliki sangkut paut dengan apa yang akan di bicarakan Hanna.
Panggilan itu berakhir dengan rasa penasaran Rey yang tak terjawab.
"Ada apa dengan ekspresimu itu?" Raffael, masuk menghampiri Rey yang sedang melamun, ia bahkan tidak mendengar suara pintu yang di ketuk oleh Raffael.
Alih - alih menjawab, Rey hanya melempar senyum ke arah Raffael yang kini sudah duduk di hadapannya. Ia meletakkan kembali ponselnya di atas meja kerjanya. "Apa itu dokumen yang aku minta?" Rey mengalihkan pembicaraan mereka.
"Iya.." Raffael menyerahkan dokumen yang ia pegang. Lalu mengedarkan pandangannya, "Dimana Hanna, bukankah tadi kau langsung buru - buru kembali keruanganmu karena Hanna sedang menunggumu?" Raffael kembali mengajukan pertanyaa.
"Hanna pergi dengan Mama ke spa. Mungkin dia bosan menunggu."
*
"Sial!" Gerutu Yayank. Ia mondar mandir sambil menggigit ujung ibu jarinya. Tampaknya ia menyesali apa yang sudah ia ungkapkan pada Hanna. Tadinya ia begitu panik, jadi berbicara tanpa kontrol. Memang, ia kedapatan basah bersama pria lain di dalam kamar hotel. Tapi bukan berarti ia harus mengungkapkan rahasia itu. Selama ia bungkam, pasti tak akan ada yang tahu.
Yayank menepuk berulang kali bibirnya, benar - benar menyesali apa yang telah ia ucapkan. "Ch! Aku bahkan meminta Hanna berbicara dengan Rafa? Kau benar - benar cari mati Yank!" Kutuk Yayank pada dirinya sendiri.
Entah, Yayank benar - benar bisa dia anggap bersalah atau tidak! Entah Yayank benar - benar bisa di anggap jalang atau tidak!
_Flash Back_
Malam itu, seperti biasa ia bertengkar hebat dengan Raffael. Dulu Yayank pikir, memiliki Raffael sudah cukup baginya, namun nyatanya, memiliki seseorang tanpa hatinya cukup melelahkan. Apa lagi, hatinya sudah sepenuhnya terisi oleh wanita lain yang sosoknya berada nyata di tengah - tengah mereka. Ya, Yayank harus selalu menyaksikan tatapan penuh cinta suaminya untuk Hanna di setiap kali pertemuan mereka. Wanita mana yang akan tahan dengan itu? Yayank juga punya hati yang ingin di hargai.
Malam itu Yayank keluar karena ada pekerjaan penting yang harus ia kerjakan, setelah selesai menangani kasus si klien, Yayank pergi menemui Juna untuk menyerahkan laporannya.
Disanalah, hal yang tak terduga itu terjadi.
Curhatan kecil mereka yang sedang sama - sama bertengkar dengan pasangan, membuat mereka akhirnya melakukan hal terlarang itu.
Penyesalan keduanya tak berarti, ketika di rahim Yayank tumbuh benih Juna.
Tak berapa lama, Raffael menggugat cerai Yayank. Rasanya, dunia Yayank benar - benar runtuh.
Hingga suatu ketika, penyerangan yang terjadi padanya membuat Rey yang pada saat itu sedang berusaha ingin memperbaiki hubungan Yayank dan Raffael mengetahui tentang kehamilan Yayank.
Pada saat itulah, Yayank mengelabui semuanya. Dan menjadikan kehamilannya alasan untuk kembali dengan Raffael. Setelah ia sadari, hidup tanpa Raffael ternyata lebih menyakitkan.
Lalu, bagaimana dengan pertemuannya dan Juna di kamar hotel kali ini?
*
Rencana untuk pergi ke spa gagal, Hanna dan Mama Lalita kembali ke kediaman Mama Lalita.
Sepanjang perjalanan, Hanna lebih banyak melamun. Sedangkan Mama Lalita, terus saja merepet tak henti - hentinya. Sepertinya, Mama Lalita teramat kecewa dengan apa yang dilakukan Yayank.
Mama Lalita bahkan sudah menghubungi Rey dan Raffael, meminta mereka untuk segera pulang.
To Be Continued 🍁
semangat lg thoorr..... 💪💪🌹🌹
sampai lupa jalan critanya 🤭😁
sudahi hiatus nyaaaa
cepat lah up thorrrrr 🤧🤧🤧
tak kasatmata=tk dapat di lihat,tidak nyata.
tak kasatmata= tak dapat di lihat,tak nyata.
klo aku yg di tanya Ray kmu mau makan apa. jwananku, aku mau makan kamu Ray... km menggemaskan 🤣
Lanjut ka Thor and ttp semangat💪