Adika Adnan Hanafie begitu kaget saat mendapati istrinya berselingkuh dengan atasannya, ia tak menyangka jika wanita yang di cintainya tega berkhianat hanya karena ia seorang dokter magang yang belum memiliki penghasilan.
Bahkan agar Dona sang istri tega membunuh Dika agar bisa menikah dengan selingkuhannya.
Namun siapa sangka keajaiban datang dan membuat Dika hidup kembali.
Mampukah Dika membalas dendam kepada Dona dan selingkuhannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengorek informasi
Anam tersenyum mengejek saat melihat kedatangan Dika.
"Jangan sok jadi pahlawan deh, sebaiknya Lo pergi sebelum gue kirim ke neraka untuk kali kedua!" seru Anam menggertaknya.
Entah kenapa darah Dika tiba-tiba mendidih saat mendengar ucapan itu dari Anam. Bagaimanapun ia masih ingat bagaimana pria itu berusaha membunuhnya. Meskipun ia tak menuntut pria itu atas kejahatan yang dilakukannya. Namun ia berjanji suatu hari akan membalas semua yang dilakukan Anam kepadanya.
Bola matanya seketika memerah, rahangnya mengeras memperlihatkan kemarahannya. Ia bahkan berpikir mungkin ini saatnya untuk membalas dendam kepadanya.
Melihat kemarahan Dika, membuat Anam langsung bereaksi. Ia tahu benar jika pemuda di depannya sudah terbakar amarah. Iapun berniat untuk mengobarkan lagi api kemarahan Dika dengan mendatangkan anak buahnya untuk memberikan pelajaran kepadanya.
Hanya dengan satu kali tepukan, tiba-tiba beberapa orang pria bertubuh kekar menghampiri mereka.
Anam memberikan isyarat kepada mereka untuk mendekati Dika. Mengetahui dirinya dalam bahaya, Dika pun mundur beberapa langkah.
"Kenapa Lo, takut?" ejek Anam saat melihat tatapan mata Dika mulai berubah. Lelaki itu bahkan tertawa mengejek saat Dika terus mundur menghindari anak buahnya.
"Dasar sampah, sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa melawan Anam!" ejeknya
"Hanya pengecut yang takut dengan sampah seperti mu!" sahut Dika
"Cih, sudah punya nyali Lo!" seketika Anam langsung memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk memberikan pelajaran kepada Dika.
Seketika anak buah Anam langsung Mengepung Dika dan bersiap menyerangnya.
Sandra langsung berlindung dibelakang Dika. Perempuan itu tampak ketakutan saat anak buah Anam mulai menyerang Dika.
"Jangan khawatir aku akan melindungi mu," ucap Dika membuat netra Sandra berbinar-binar. Ada perasaan lega saat mendengar seseorang begitu tulus melindunginya.
Setidaknya Dika bisa mengobati rasa rindu akan sosok pelindung yang selama ini ia rindukan. Meskipun mereka baru saling kenal namun Sandra seolah merasa nyaman dengan pemuda itu. Tak peduli siapapun Dika, meskipun mereka adalah musuh saat dipersidangan namun untuk saat itu Dika adalah sosok pahlawan yang rela mempertaruhkan nyawa demi melindunginya.
Meskipun begitu ironi hubungan mereka namun entah kenapa ada desiran aneh saat menatap wajah Dika saat menghadapi musuh-musuhnya.
Meskipun ia tidak yakin Dika bisa menang melawan Anam dan anak buahnya, namun setidaknya ia melihat ketulusan diwajahnya. Selama ini ia belum pernah melihat seseorang begitu tulus padanya.
Tidak bisa dipungkiri jika setiap orang yang mendekatinya karena memiliki tujuan tertentu.
*Buughh!
Sebuah pukulan melayang kearah Dika, beruntung pria itu langsung menghindar.
Kali ini Dika membalas serangan mereka. Pukulan keras berhasil dilayangkan kepada anak buah Anam.
Kekuatan fisiknya yang meningkat menjadi 100 persen membuat Dika berhasil mengalahkan anak buah Anam hanya dalam waktu singkat.
Anam seketika menarik lengan Sarah dan menyeretnya.
"Berhenti, atau aku akan menyayat wajahnya yang cantik!" seru Anam menodongkan pisaunya.
Keringat dingin mengucur membasahi wajah cantik Sandra. Baru kali ini ia benar-benar merasa ketakutan. Sebagai seorang yang pernah mengenal Anam dalam waktu lama, Sandra tahu benar jika Anam adalah seorang psikopat yang bisa melakukan apapun saat sedang terpojok.
Seolah benar dugaannya, Anam seperti orang kesetanan saat melihat semua anak buahnya tergeletak di lantai.
Seolah tak mau mengakui kemenangan Dika, ia berusaha mengintimidasi nya dengan menyandera Sandra.
Melihat wajah pucat Sandra membuat Dika berpikir keras bagaimana caranya untuk membebaskan perempuan itu dari cengkraman Anam tanpa harus menyakitinya.
Tanpa di sadari Sandra tiba-tiba menggigit lengan Anam membuat pisau yang dipegangnya tiba-tiba terjatuh.
Saat itu juga Dika langsung melepaskan tendangan kearahnya hingga Anam jatuh terjungkal.
Sandra segera berlari kearah Dika, ia kemudian mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan Anam yang berteriak-teriak memanggil keduanya.
Sandra buru-buru pergi karena ia tak mau berurusan dengan polisi. Sepertinya ada seseorang yang melapor kepada polisi saat terjadi keributan hingga beberapa orang polisi tiba di tempat itu tepat saat Dika berhasil menjatuhkan Anam.
Sandra yang merupakan member VIP sengaja menggunakan pintu rahasia agar bisa keluar dari tempat itu tanpa diketahui oleh pihak kepolisian.
Ia kemudian mengajak Dika naik ke mobilnya.
Dalam perjalanan pulang Sandra yang penasaran kenapa Dika membantunya pun mulai bertanya apa tujuan pria itu membantunya. Padahal keduanya tengah berseteru di pengadilan.
"Menolong orang itu tidak perlu alasan, kalau memang aku melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan ya maka saya tolong tanpa aku harus mengingat jika orang itu adalah teman atau musuh saya,"
*Deg
Jawaban Dika seolah menampar Sandra. Wanita itu kembali terpukau dengan pesona Dika hingga ia menghentikan mobilnya.
Iapun menatap tajam kearahnya dengan tatapan seorang wanita yang mengagumi idolanya.
Entah kenapa Sandra baru menyadari betapa tampannya Dika hingga ia tak sadar mendaratkan ciumannya kepada pria itu.
Dika pun membalasnya hingga keduanya saling mend*sah menikmati manisnya bibir masing-masing.
Sandra yang sudah terbakar pesona Dika pun tak sadar membuka satu persatu kancing kemeja pria itu.
Dika hanya mengikuti permainan wanita itu, sebagai pria yang sudah lama tak berhubungan dengan intim dengan seorang wanita gairahnya kembali terpacu saat wanita cantik itu mulai membuat gelora asmara terpacu untuk menikmati surga dunia.
Guncangan mobil mewah itu seolah menjadi saksi dua insan manusia yang tengah bertaut menikmati manisnya surga dunia. Suara erang*n kecil Sandra membuat Dika semakin terpacu melampiaskan hasratnya yang sudah lama tak tersalurkan.
Tak jauh beda dengan Sandra, sebagai seorang wanita simpanan yang jarang mendapatkan belaian kasih dari pria yang dicintainya, ia begitu menikmati sentuhan lembut Dika yang membuatnya menjerit keras berkali-kali saat sesuatu yang keras membuatnya benar-benar tak mau mengakhiri pergumulan mereka.
Selesai bercinta dalam mobil, Sandra bahkan mengajak Dika untuk bermalam di apartemennya. Dika pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari tahu kelemahan Sandra agar bisa mengalahkannya di dalam sidang.
Benar saja Sandra yang sedang dimabuk kepayang saat keduanya kembali menyatu pun mengungkapkan semuanya kepada Dika tentang siapa Dio dan kenapa pria itu bisa lolos menjadi tersangka mal praktik yang menyebabkan Raisya meninggal.
"Tentu saja ayahku tak mau ambil resiko jika ia sampai melibatkan nama Dio, bisa di tutup rumah sakit kami sayang," ucap Sandra sambil mend*sah saat Dika kembali menindihnya
Ia bahkan keceplosan menceritakan jika Raisya meninggal bukan operasi kedua yang dijalaninya, tapi karena di bunuh.
Dika yang begitu marah saat mendengar pengakuan Sandra pun menanyakan alasan ia kenapa ia membunuh Raisya.
"Kami akan menyingkirkan siapa saja yang akan menjadi duri dalam daging,"
bikin tersenyum sendiri. lanjut