NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:238.2k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Dalam istilah kata orang yang makan nangkanya kita yang kenak getahnya.

Apa jadinya jika kita sebagai pria yang harus menikahi wanita yang sudah hamil dan anak yang di kandung wanita itu bukan darah daging kita. Pengabdian seorang pria yang berusia 24 tahun harus menikah dengan gadis 17 tahun yang masih seorang pelajar.

Arhan dan Adara yang terlibat pernikahan dalam perjodohan dan bisa di katakan paksaan dari orang tua Azizie Kalea Adara. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu hamil di luar Nikah.

Arhan harus menikahinya karena perintah dari orang yang paling di hormatinya dan sangat di segani nya.

Mari kita baca bagaimana rumah tangga dari pasangan yang pasti terpaut usia cukup jauh itu dan belum lagi dengan konflik yang akan mereka hadapi.

Jangan lupa koment, Vote dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 Arhan dan Adara

Di sore hari. Adara yang ke luar dari Villa yang sedang berjalan-jalan. Meski pernah tersesat. Namun Adara tidak jera untuk keluar dari Villa tanpa ada yang menemaninya.

Tetapi kali ini jalan-jalannya tidak jauh dari Villa yang kebetulan di dekat Villa mereka ada taman bunga yang banyak. Jiwa anak-anaknya muncul yang bisa-bisanya mengejar kupu-kupu dengan wajahnya yang berseri-seri dan kelihatan sangat bahagia.

Karena saking bahagianya dengan lari-lari seperti anak kecil. Membuat Adara tersandung batu dan hampir saja tengkurap. Sangat untung ada Arhan yang tiba-tiba datang memegang ke-2 tangan Adara dan membuat Adara tidak jadi mencium tanah.

Adara membuang napasnya dengan perlahan kedepan dan mengangkat kepalanya. Melihat sosok yang lagi-lagi menyelamatkannya. Siapa lagi jika bukan Arhan.

"Jangan lari-lari," ucap Arhan menegangkan tubuh Adara. Namun Adara salah tingkah dengan menghela napasnya perlahan kedepan dan mengalihkan pandangannya dari Arhan.

Adara juga tidak mengatakan apa-apa yang langsung pergi.

"Mau kembali tersesat!" Arhan mengingatkan Adara membuat langkah Adara terhenti.

"Aku akan menemanimu!" ucap Arhan yang melangkah melewati Adara. Adara tidak protes dan menyusul Arhan. Ya jangan sampai dia kembali tersesat lagi.

**************

Sekarang ke-2nya berjalan bersama. Hanya diam tanpa ada pembicaraan. Baik Arhan yang hanya diam dengan melihat di sekelilingnya dan baik juga Adara yang juga diam.

"Apa itu?" tanya Adara saat menunjuk sesuatu yang bercampur di rumput yang tinggi.

Sangat aneh menurut Adara buah kecil yang banyak rambut-rambutnya yang membuatnya bingung.

"Aku ingin lihat!" Adara langsung mendekati tempat itu dan Arhan juga menyusul Adara.

"Apa ini?" tanya Adara sekali lagi.

"Itu namanya ciplukan," jawab Arhan.

"Apa itu?" tanya Adara dengan dahinya yang mengkerut.

"Itu buah," sahut Arhan yang memetiknya dan membukanya. Lalu menyodorkan pada mulut Adara membuat Adara reflek memundurkan kepalanya.

"Ini makanan?" tanya Adara.

Arhan mengangguk. Dengan keraguan Adara membuka mulutnya yang memakan buah dengan biji hitam-hitam itu yang baru pertama kali di lihatnya.

"Manis," ucap Adara mengecap- ngecap mulutnya.

"Kamu beruntung. Karena ada yang manis dan ada yang tidak," ucap Arhan.

"Benarkah?" tanya Adara. Arhan menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu aku mau ambil banyak," ucap Adara yang sangat bahagia yang langsung memetik buah liar itu. Adara memang sangat random. Namun melihat Adara seperti itu membuat Arhan tersenyum.

"Ini tidak ada pemiliknyakan?" tanya Adara yang terus mengambil buah itu.

"Ini tanaman liar dan paling kamu hanya bersaing dengan burung," ucap Arhan.

"Kok gitu?" tanya Adara.

"Karena burung yang sering memakannya," jawab Arhan.

Adara membulatkan matanya dengan sempurna dan langsung melihat ke arah Arhan.

"Jadi kau memberikanku makanan burung!" pekik Adara dengan wajah terkejutnya.

"Burung suka memakannya," jawab Arhan.

"Lalu sebenarnya ini bisa di makan manusia atau tidak?" tanya Adara memastikan dengan nada suara keras.

"Bisa," jawab Arhan.

Adara melihat Arhan dengan tatapan Adara penuh keraguan.

"Jika aku mengatakan bisa maka bisa. Ambilah jika kamu masih mau makan," ucap Arhan.

Adara percaya percaya saja dengan Arhan karena memang selama ini Arhan selalu tau apa yang tidak boleh dan boleh. Jadi termasuk dengan apa yang baru di makannya yang pasti boleh dan lagian Adara juga sudah terlanjur menyukainya yang sangat cocok di lidahnya. Makanya ingin di bawanya pulang.

Setelah mendapat buah ciplukan tersebut Adara dan Arhan duduk bersebelahan di atas rumput. Mereka istirahat sebentar.

"Apa aku harus mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah di lakukannya," batin Adara yang sebenarnya ingin mengucapkan terima kasih. Namun Adara masih gengsi untuk melakukan.

"Kita pulang?" tanya Arhan.

"Ya sudah," jawab Azizie.

"Ya sudah ayo. Ini sudah sore," ucap Arhan.

Adara mengangguk dan langsung berdiri. Memang sudah sore hari dan mereka harus pulang.

*************

Akhirnya masa di puncak sudah berakhir di mana Adara dan Arhan yang akhirnya kembali ke Jakarta. Sebenarnya hal ini mendadak. Harusnya ada 1 Minggu lagi untuk Arhan menemani Adara di puncak. Namun Arhan tiba-tiba di telpon Herlambang dan ada yang harus di bahas membuat pasangan itu sudah tiba di Jakarta.

Tetapi walau hanya dengan waktu sedikit berada di puncak. Paling tidak banyak hal yang terjadi.

Adara yang keluar kamarnya sembari memegang ponselnya yang kebetulan berpapasan dengan Bibi.

"Papa di mana Bi?" tanya Adara.

"Ada di lapangan golf Non," jawab Bibi.

"Oh begitu," sahut Adara.

"Mau Bibi temani ke sana?" tanya Bibi.

"Nggak usah Bi," sahut Adara.

"Baiklah," sahut Bibi yang langsung pergi dan Adara pun sepertinya ingin menemui papanya langsung pergi saja.

Saat ingin sampai ke lapangan golf tiba-tiba Adara berpapasan dengan Lucia yang Baru pulang sekolah.

"Enak banget ya. Ujian tetapi tidak di sekolah. Ujian sambil liburan," sindir Lucia dengan sinis.

"Aku hanya menuruti apa yang papa katakan. Dan aku juga tidak ingin ujian dengan cara seperti itu," ucap Adara.

"Kalau begitu enak banget ya punya papa yang seperti itu. Jadi bisa suka-suka kamu dan aku yang di sekolah harus menjadi korban dengan menjawab semua pertanyaan orang. Karena jika aku mengatakan yang sejujurnya om Herlambang bisa menghukumku. Siapa yang berbuat dan siapa yang harus bertanggung jawab. Kok kamu enak ya jadi orang," ucap Lucia sinis.

"Maafkan aku Lucia. Jika masalahku membuat kamu jadi terlibat. Aku janji tidak akan merepotkan mu lain kali," ucap Adara yang menyadari. Jika banyak orang yang berkorban akibat masalah yang di hadapinya.

"Udahlah nggak usah sok minta maaf. Aku tau kok. Kamu paling senang kan melihat aku seperti ini," sahut Lucia.

"Sungguh itu tidak benar Lucia. Aku tidak mengingat semua itu," ucap Adara.

"Alah Busyyit," sahut Lucia kesal.

"Pokoknya ya Adara. Jika aku harus menjadi korban lagi akibat kehamilanmu. Aku lama-lama akan mengatakan pada anak-anak di sekolah. Biar kamu tau diri," ancam Lucia.

"Aku mohon Lucia jangan lakukan itu," ucap Adara.

"Aku tidak akan melakukannya. Jika kamu berhenti melibatkan ku dan jangan mendekati Brian!" tegas Lucia.

"Apa hubungannya dengan Brian?" tanya Adara.

"Ya pokoknya kamu jangan dekat-dekat dengan Brian. Jika aku melihatnya maka tau sendiri akibatnya ingat itu!" tegas Lucia dengan menunjuk tepat di depan Adara dan Lucia langsung pergi.

Adara hanya diam saja dengan wajah senduhnya yang melihat kepergian Lucia. Adara jadi sedih dengan mengelus perutnya.

"Kehamilan ini membuat orang-orang di sekitarku terus membenciku," batin Adara yang tidak menginginkan hal seperti itu. Tetapi bagaimana lagi Herlambang hanya melakukan semuanya demi melindungi dirinya.

Bersambung

1
novi a.r
sela lu suka dg karya othor yg satu ini
Dyah Oktina
ngak sopan sama suami panggil nama doang.. mana lebih tua pula
Dyah Oktina
iya betul...emang kalian tega
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 kasihan kalian... alvian jangan benci mama adara sm papa arhan ya
Dyah Oktina
kok gitu....ayok bergerak papa herlambang sm arhan.. punya uang masa ngak bisa sewa pengacara.. malah terus galau.. tuntut balik..bahwa adara ngak tahu apa2
Dyah Oktina
bagian ini ceritanya sulit aku mengerti...ya skip aja deh... 😁
Dyah Oktina
kla benih kalian benar..tp kla darah daging ya engaklah.. pasti punya adara..krn dia yg mengandung,menyusui & membesarkan.. knapa ngak balik menuntut.. uang banyak pengaruh besar...kurang apa adara bt herlambang
Dyah Oktina
herlambang sm arhan.. kalah taktik dgn anak muda/lucia 🤭
Dyah Oktina
horeeeee thor.. kebanyakan kata itu..jd horden.. 🤭😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
apa iya d kehidupan nyata ada anak sma yg licik bin jahat kayak lucia... ck...ck.. penuh iri & dengki mana pd saudara nya sendiri.. yg mana sdh d tampung d rumahnya pula..
Dyah Oktina
hah.. brian mulu thor..
Dyah Oktina
ya udah...simpen aja rapat2 rahasiamu andara... biar arhan semakin jauh darimu.. menyimpan rahasia besar tetang kehamilanmu ... harusnya jangan takut dengan laki2 pengecut yg ngaku papa kandung alvian.. lapor aja polisi dgn kasus perkosaan
Dyah Oktina
ya udah sih cerita...terus terang sama arhan.. apa kamu mau ..semua d simpan sendiri.. apapun hasilnya belajar ikhlas..pasti adda jalan keluar
Dyah Oktina
kayaknya nih orang ...bapak kandungnya alvian... dulu bekerja sama dgn lucia untuk memperkosa andara yg d buat ngak sadar sampai hamil.. sekarang mau ambil alvian 😔😠😢
Dyah Oktina
nama alvian....salah mulu thor...jd brian...kan yg baca jd bingung... lagi mbahas alvian tiba2 muncul brian... jd ngak nyambung ceritanya... untung sayang
Dyah Oktina
nah lo...bapak kandungnya alvian kah?
Dyah Oktina
lagian kok bisa lulu bebas keluar masuk apartemen arhan.. kapanpun dia mau.. kla hubungannya ngak dekat.. pantas aja andara begitu emosi... sdh memang gadis labih krn usia... juga blm punya pengalaman berhubungan dgn kawan jenis selain teman.. wah pr besar biat arhan sebagai suami
Dyah Oktina
panggil kakak atau mas dong andara... masa arhan doang ngak sopan sama yg lebih tua apa lagi suami
Dyah Oktina
noni thor... bukan lucia
Dyah Oktina
ish jahat banget sih udah d tampung ..ngak tahu diri lucia ini... biar om herlambangmu yg turun tangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!