Squel (Stuck With Hot Brother)
Karena sebuah tragedi penggrebekan, mereka terpaksa menikah dan menjalani rumah tangga tanpa cinta. Apalagi status sebagai guru dan murid, membuat mereka menyembunyikan ikatan suci itu di depan orang lain.
Lantas bagaimana bahtera rumah tangga mereka akan berjalan? Sementara sang pemegang kendali hanyalah seorang pemuda SMA yang dikenal brutal dan nakal.
Ikuti kisahnya hanya di sini🤗
Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Jauhin Amora!
Setelah selesai dengan serangkaian pemeriksaan. Athar dan Baskara pergi ke rumah sakit, tempat di mana Tomy dirawat, dengan ditemani dua orang polisi. Awalnya Athar ingin mengendarai motornya, tetapi dilarang. Sehingga akhirnya ayah dan anak itu ada dalam satu mobil.
"Berhentilah membuat masalah, Athar. Mamah selalu mengkhawatirkanmu," ucap Baskara, tetapi Athar seolah tak mendengar ucapan ayahnya itu. Karena apa yang ia rasakan justru berbeda, semua orang hanya peduli pada adiknya.
"Athar, kamu dengar Papah?!" sentak Baskara, kesabarannya benar-benar diuji ketika bersama putra sulungnya.
"Papah mau pukul Athar lagi?" tawar Athar seraya menyerahkan tangannya pada Baskara. Dia seperti tak kenal takut, karena semua yang ia lakukan hanya demi mendapat perhatian dari kedua orang tuanya.Tidak lebih. "Pukul aja, biar Papah puas, dan Athar sadar, kalo Athar masih punya orang tua."
Baskara mengepalkan tangannya dengan kuat. Berusaha menahan diri untuk tidak bertindak lebih. Karena nyatanya, hal tersebut tak membuat Athar merasa kapok.
Pria paruh baya itu akhirnya menghela nafas panjang. "Kalo kamu sampe buat masalah lagi. Papah nggak akan segan-segan ngusir kamu dari rumah. Terserah kamu mau hidup seperti apa."
Lagi, Athar memilih untuk tak menjawab, dia justru mengeluarkan ponsel dan memasang headset di telinganya. Sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit.
Saat pintu ruangan Tomy terbuka, dua pasang mata langsung bersitatap dengan sengit. Zio ada di sana, karena dia sedang menjenguk sang sahabat.
"Cih, udah gue duga, lu orangnya!" cibir Zio sambil melayangkan tatapan permusuhan. Apalagi mengingat tentang Athar yang sedang berusaha mendekati Amora, sampai kapanpun dia tidak akan sudi merestui hubungan mereka berdua. Andai itu benar terjadi.
Datang dengan upaya menyelesaikan masalah. Baskara pun mengajak orang tua Tomy untuk bicara. Awalnya Tiwi menolak jalur perdamaian ini, dia ingin Athar segera diproses dan mendapat hukuman.
Namun, melihat Baskara yang terus berlutut di depan kedua orang tuanya sambil meminta maaf. Akhirnya hati Tiwi pun ikut terketuk juga.
"Saya mohon, maafkan kesalahan putra saya kali ini. Biarkan saya sendiri yang mendidiknya agar menjadi lebih baik. Dia masih sangat muda, dan butuh banyak sekali bimbingan, jadi, tolong ... ampuni dia," ucap Baskara dengan segala kerendahan dirinya. Sementara Athar hanya berdiri mematung dan entah memikirkan apa.
Tiwi menghela nafas kasar. Nyatanya dia tidak bisa menjadi orang kejam. Padahal dengan segala bukti yang ada, dia mampu menjebloskan Athar ke penjara.
"Oke, kali ini saya dan keluarga ambil jalur damai. Tapi kalo sampe saya denger ada hal-hal kayak gini lagi, saya nggak peduli meskipun dia masih muda. Yang salah tetap salah, dan tentunya harus dihukum!" ucap Tiwi dengan tegas untuk memberikan keadilan pada adiknya.
Mendengar itu, wajah Baskara langsung terlihat sumringah. Dia bangkit dan berterima kasih pada Tomy serta keluarganya karena sudah mau memberikan kesempatan pada putranya.
"Ayo minta maaf," bisik Baskara pada Athar. Membuat pemuda itu mengangkat kepalanya dengan perlahan. Yang pertama dia tatap adalah Zio yang masih ada di sana, kemudian baru dia melangkah lebih dekat pada Tomy.
"Gue minta maaf," ucap Athar dengan raut datar. Dan Tomy yang ingin masalah ini segera selesai, langsung menganggukkan kepala.
Setelah semuanya beres, Athar kembali menjadi si keras kepala. Karena dia tidak ingin pulang bersama sang ayah. Namun, karena tak ingin berdebat dan kembali emosi, Baskara memilih untuk mengalah.
Saat mobil Baskara sudah menjauh dan tak terlihat lagi oleh mata. Athar berusaha untuk menelpon temannya. Namun, sebuah serangan membuat benda pipih itu terlempar ke jalanan.
"Anjing!" teriak Athar, tetapi sebelum ia membalas perbuatan Zio. Dia kembali menerima pukulan di wajahnya. Hari ini, sudah dua kali sudut bibir Athar mengeluarkan darah.
Namun, karena tak ingin dianggap lemah. Dia membuat serangan balik, sehingga perkelahian itu pun tak terelakan. Zio mendapat pukulan di dahinya dan juga tendangan.
"Argh."
"Argh."
Suara erangan dan juga pukulan keduanya mengudara. Mereka seperti tak bosan membuat masalah, padahal masalah yang satu baru terselesaikan. Terakhir, Zio berhasil memukul mundur Athar hingga pemuda itu jatuh tersungkur di trotoar.
"Jauhin Amora, atau lu bakal tahu akibatnya!" cetus Zio, melayangkan sebuah peringatan keras. Dan setelah itu dia segera naik ke atas motornya, meninggalkan Athar yang dipenuhi luka.
"Asal lu tahu, gue gak akan pernah lepasin Amora," lirih Athar dengan nafas yang terengah-engah.
kalau ada spill dong penasaran soalnya 🤭😄