NovelToon NovelToon
Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gek Nanie

Arabella Nandhita, gadis berusia 21 tahun, seorang mahasiswa dan pekerja paruh waktu di sebuah cafe ternama di kotanya, bekerja sambil kuliah, pilihan yang tepat untuk membantu meringankan beban kedua orangtua tercintanya.

Sifatnya yang manis, sopan dan periang membuatnya menjadi gadis supel dan mudah berteman dengan siapa saja.

Raka Brahmana, Seorang Rich Man berusia 27th yang kini menjabat sebagai CEO menggantikan ayahnya, Putra dari seorang pengusaha properti ternama di negeri ini, Indra Brahmana pendiri Brahmana Corp.

Sifat Raka yang cool dan sedikit introvert membuatnya selalu di segani.

Raka yang sering menghabiskan waktunya untuk nongkrong di cafe, jatuh hati pada salah satu karyawan cafe langganannya.

Ikuti kisah manis dan pahit perjalanan cinta mereka yukkk...

Happy Reading DarL..😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

*Maafin Ara kak, jika Ara harus pergi tanpa pamit pada kakak, Ara bukan hanya tidak pamit padamu saja tapi pada semua, supaya adil.

Ara tidak ingin ada air mata yang mengikuti langkah Ara selanjutnya, kak, bagaimanapun kita berusaha, kita tetap tidak akan bisa bersatu selamanya, Ara merasa tidak pantas berdampingan denganmu, kau pria yang hebat, Ara yakin kau akan segera melupakanku.

Mari saling berjanji untuk menjalani kehidupan selanjutnya dengan baik, mungkin di kehidupan berikutnya kita dapat bertemu dalam Kasta yang sama sehingga tidak sesulit di kehidupan ini untuk merangkai kisah cinta kita.

Ara Love Raka selalu...

Miss you....

Arabella Nandhita😘*

Begitulah isi surat Ara untuk Raka, Raka nampak meremas surat dari Ara, tanpa terasa air matanya mengalir deras, Raka berteriak histeris,

"aaarggghhhh!!!!!!" teriak Raka sambil membanting semua barang yang ada di dekatnya.

"kenapa Ara?? kenapa kau tega melakukan ini padaku!!!!!" teriak Raka membabi buta.

Gama berusaha menenangkan Raka, namun Gama kalah kuat dengan Raka, lalu Gama meminta bantuan Beni untuk menenangkan Raka,

Satu hal yang bisa dilakukan oleh Beni agar Raka bisa tenang, Beni membuat Raka pingsan dengan memukul tengkuknya dengan buku tebal,

Raka terkapar tak berdaya, matanya terpejam tapi mulutnya masih mampu meracau,

"Ara.. kenapa kau tega melakukan ini padaku!" racau Raka, bahkan air matanya masih terus mengalir.

"apa yang terjadi padanya?" tanya Beni pada Gama.

Lalu Gama mengambil surat yang hampir tak berbentuk itu dan di berikan nya pada Beni, Gama terlalu lelah untuk menjelaskan sendiri.

Beni membaca dengan seksama, walau sudah lusuh tak berbentuk, namun tulisan tersebut masih jelas terbaca.

Wajah Beni nampak pias setelah selesai membaca surat itu,

"pantas saja dia tak terkendali seperti ini!" ujar Beni.

"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"

"antar dia pulang ke rumahnya!" jawab Beni.

Akhirnya Gama dan Beni membawa Raka untuk pulang ke rumahnya.

Di dalam lift, Gama bertemu seseorang yang selalu di hindari nya selama ini, dia juga yang menjadi alasan Gama untuk tidak menginjakkan kakinya di perusahaan Raka, seandainya bukan masalah penting, Gama tidak sudi datang kesini.

Sepertinya perusahaan ini sempit sekali, pikir Gama, kenapa juga dia harus bertemu wanita ini di saat genting begini.

Wanita itu menatap Gama sekilas, lalu bertanya pada Beni,

"apa yang terjadi pada pak Raka? kenapa sampai pingsan begini?" tanyanya.

"dia hanya kelelahan! tolong kau urus jadwal pak Raka berikutnya, aku akan mengantarnya pulang!" ujar Beni pada wanita tersebut.

"baiklah.. aku akan cancel semua jadwal pak Raka hari ini!" jawabnya.

Sang wanita kembali menatap Gama yang hanya diam dengan ekspresi datarnya, wanita tersebut ingin menyapa Gama namun di urungkan nya.

Dan akhirnya lift pun terbuka, Beni dan Gama yang membopong tubuh Raka pun segera berlalu meninggalkan wanita itu.

"kau yang bawa mobilnya!" ucap Beni.

"oke!" sahut Gama singkat, perasaan hatinya sedang bercampur aduk, mana urusan Ara dan Raka dan mana lagi dia bertemu wanita yang sangat tidak ingin di lihatnya lagi.

Tiga puluh menit perjalanan, mereka sampai di rum mewah milik keluarga Brahmana,

Satpam yang berjaga membantu Beni untuk membopong tubuh Raka masuk ke dalam rumah, ada Ny Linda ketika mereka membawa masuk tubuh Raka,

"ya Tuhan.. apa yang terjadi pada Raka?" ujar Ny Linda menghampiri Raka yang pingsan, raut wajahnya menunjukkan kecemasan.

"dia hanya pingsan Nyonya!" sahut Gama.

"kenapa bisa pingsan?" tanyanya penasaran.

"kita bawa dulu dia ke kamarnya, nanti saya ceritakan mi!" jawab Beni menimpali.

Merekapun menidurkan Raka di ranjang kamarnya, setelah itu Beni menceritakan semua yang terjadi sampai Raka jatuh pingsan, Ny Linda langsung menangis setelah Beni menceritakan semuanya.

"kenapa gadis itu tiba tiba meninggalkan Raka? padahal mereka saling mencintai!" gumam Ny Linda sambil menerka nerka dalam pikirannya.

"Gam.. kau bisa kembali ke cafe, aku akan disini sampai Raka sadar!" ucap Beni.

"baiklah.. kabari aku kalau ada apa apa ya!" sahut Gama.

"oke!" sahut Beni.

Sepeninggal Gama, Ny Linda kembali berbicara pada Beni tentang masalah Ara dan Raka.

"apa yang sebenarnya terjadi pada mereka Ben?" tanya Ny Linda.

"saya juga tidak tahu mi, setahu saya mereka baik baik saja selama ini!" jawab Beni.

"lalu kenapa bisa terjadi seperti ini?"

"saya rasa, ada yang mempengaruhi Ara untuk pergi!"

"mempengaruhinya? siapa yang tega memisahkan mereka?"

"orang orang yang tidak setuju dengan hubungan mereka pastinya!" sahut Beni dengan ekspresi marah.

Ny Linda nampak terpaku, sepertinya dia mulai berpikir kalau semua ini ada campur tangan suami dan anak angkatnya Rachel, karena hanya mereka berdua lah yang menentang hubungan Raka dan Ara.

tapi apakah mereka bisa setega ini pada Raka? batin Ny Linda terus berperang dengan opininya sendiri.

Raka mulai menggeliatkan tubuhnya, dan memegangi tengkuknya yang sakit,

"akh!" lenguh Raka, dia mengerjap kan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina, lalu terduduk mengingat kembali apa yang telah terjadi.

Ketika ingatannya telah kembali dengan sempurna, Raka melompat dari Ranjang sambil meracau nama Ara,

"Ara.. dimana Ara? aku harus mencarinya!" racau Raka sambil berjalan menuju pintu namun di tahan oleh Beni.

"kau jangan kemana mana! biar aku yang mencarinya, aku sudah mengerahkan anak buah ku untuk mencari Ara! kau diam saja di rumah dan tunggu kabar dariku!" ucap Beni berusaha menenangkan sahabatnya tersebut.

"bagaimana aku bisa berdiam diri sementara orang yang aku cintai tidak di temukan keberadaannya, aku akan kerumahnya dan bertanya pada ayah ibunya!" ujar Raka bersikeras.

"jangan keluar atau aku akan mengurung mu disini!!" ancam Beni.

Bugh....

Satu pukulan mendarat di wajah Beni, membuatnya tersungkur ke lantai dengan bibir robek mengeluarkan darah, Ny Linda sampai berteriak histeris melihat kejadian tersebut,

"aaaa... cukup Raka! hentikan!" ketika Raka hendak memukul Beni lagi.

"berani beraninya kau mengaturku dan melarang ku mencari Ara!!!" tukas Raka yang emosi.

Beni bangun dan berusaha bersikap tenang, dia memaklumi suasana hati Raka saat ini,

"aku tidak melarang atau berusaha mengatur mu! aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada mu di jalan! kau tak bisa pergi dalam keadaan kalit begini!!!" ucap Beni.

Ny Linda mendekati Raka dan berusaha menenangkan Raka dengan mengusap punggungnya dengan lembut,

Raka mulai mengatur nafasnya yang terengah engah.

"kau tenang dulu nak..Beni pasti bisa menemukan Ara!" ucap Ny Linda.

"kenapa dia pergi meninggalkan Raka mi?? kenapa tiba tiba begini?" ujar Raka sambil memeluk Maminya, Tangis Raka pecah di pelukan sang mami.

"mami juga tidak tahu nak.. kau bersabar saja dan berdoa semoga Ara segera di temukan!" jawab Ny Linda yang ikut menangis.

🚸🚸🚸🚸🚸🚸

Uwu ga sih readersss??? asli nge blank banget mau buat chapter selanjutnya, hihi...😁😁😁

mungkin kalo dapet vote, like, komen dan rate 5 bisa fresh ni kepala, hihiii.....

1
Safa Almira
suka
Tuk Marul
otor ni Ara kok jd yg kedua
🌹Fina Soe🌹
hilanglah mesin penghasil uang buat ny louisa dan suami jika dilla pergi...
🌹Fina Soe🌹
Ara selalu lemah kalo sdh di rayu Raka...nanti di sakiti lagi...kecewa lagi...kayak gitu dibilang cinta...
🌹Fina Soe🌹
Raka kamu itu arogan sekali...lupa ya bahwa kamu juga semena² sama dila ataupun ara...
🌹Fina Soe🌹
astaga rakaaa ternyata kamu gak berubah ya masih egois seperti dulu, kasian ara....
pengorbanan ara sia² pdhl yg dia lakukan demi kamu dan anak istrimu..
🌹Fina Soe🌹
beristri dua itu pening ya raka...apalagi salah satunya egois...
🌹Fina Soe🌹
sedihnyaaa ...😭😭
🌹Fina Soe🌹
padahal dulu raka sdh beli rumah lengkap dengan isinya..berharap menua bersama Ara..
🌹Fina Soe🌹
kasian rafa...jd gak rela kalo rafa pergi...
🌹Fina Soe🌹
Rafa sakit apa yaa...kok kayaknya serius banget sakitnya...
🌹Fina Soe🌹
Ara gak usah berharap sama Raka lagi...bikin kecewa kamu aja...
🌹Fina Soe🌹
ngapain juga rachel ikut campur urusan orang..kasian ara
🌹Fina Soe🌹
cewek seperti grace yang raka mau...sama angkuhnya
🌹Fina Soe🌹
Bagus Ara harus tegas ngadepin Raka...
🌹Fina Soe🌹
Raka....sombong banget jadi orang...makan tu gengsimu...
mending Ara tinggalin aja Raka
🌹Fina Soe🌹
ternyata raka gak berubah masih aja arogan seenaknya memperlakukan ara..
🌹Fina Soe🌹
kenapa harus takut rachel diambil orgtuanya...kalo dulu diadopsi dengan cara baik² kan gak masalah..
🌹Fina Soe🌹
tetap semangat Ara...
🌹Fina Soe🌹
Rama patah hati...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!