NovelToon NovelToon
Fake Princess

Fake Princess

Status: tamat
Genre:Petualangan / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Dunia Lain / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:26M
Nilai: 4.9
Nama Author: FufuHima

Dilarang spam promo di sini!

Warning! Banyak tindak kekerasan, penuh masalah moral. Harap ditanggapi dengan bijak!

Tahap Revisi!

Genre : Dystopia, High Fantasy, Romance, Action, Mystery, Psychology, Adventure.

Sakura, gadis yatim piatu berotak cerdas, yang selama hidupnya dibesarkan di sebuah Panti Asuhan.

Karena sebuah tragedi, ia dilahirkan kembali menjadi seorang Putri di Negeri Asing. Negeri di mana, seorang perempuan berusia empat tahun akan dipaksa bertunangan dengan seorang asing, lalu saat perempuan tersebut menginjak tujuh belas tahun ... Dia akan dieksekusi jika laki-laki yang menjadi tunangannya itu, menolak mentah-mentah dirinya.

Tak ada kebebasan untuk perempuan, yang ada hanyalah ... Hukum mutlak jika hanya laki-laki yang berkuasa, perempuan tak lebih berharga dari seekor hewan.

Ini kisah Sakura, yang berjuang untuk mendapatkan keadilan. Ini kisahnya, kisah yang akan membawamu ke sisi paling kelam kehidupan.

Semangat, cinta kasih, haru biru, memenuhi perjuangannya di dalam kisah ini. Perjuangan, yang akan membawa nasib perempuan untuk kedepannya.

2 chapter, up daily.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FufuHima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter XXXII

Sebuah suara ketukan pintu yang terdengar berulang-ulang, memaksa kedua kelopak mataku untuk terbuka. Kuarahkan pandangan mataku ke sekitar, tampak semua yang ada di dalam ruangan merasakan hal yang sama.

"Sucikan diri kalian kembali ke sungai suci seperti sebelumnya, lalu ganti pakaian yang kalian kenakan dengan pakaian yang ada di dalam bungkusan kain putih yang telah kami berikan. Bergegaslah, upacaranya sendiri akan segera dimulai." ucap sebuah suara laki-laki terdengar dari balik pintu

Suara kayu berderit mengiringi suara langkah kaki yang bergerak menjauh. Beranjak aku berdiri seraya kuraih bungkusan kain putih punyaku yang tergeletak di lantai, kulangkahkan kakiku mengikuti langkah kaki para anak perempuan lainnya yang telah terlebih dahulu berjalan ke luar.

Keadaan di sekitar masih diselimuti kegelapan, pandangan mataku yang kuarahkan ke kanan dan ke kiri tampak hanya menangkap satu cahaya yang hanya berasal dari obor bambu yang dipegang oleh seorang laki-laki berjubah putih.

Laki-laki misterius tadi meminta kami untuk mengikutinya, kulangkahkan kembali kakiku bersama dengan anak-anak yang lain mengikuti langkah kaki laki-laki misterius tadi.

Berhenti kami kembali di depan hutan, jalan masuk menuju ke sungai suci yang mereka maksudkan sebelumnya. Tampak beberapa titik cahaya berasal dari obor bambu berbaris rapi menempel di pohon-pohon yang tumbuh di hutan.

"Kalian hanya perlu mengikuti obor yang menyala itu untuk sampai ke sungai. Aku akan menunggu kalian disini..." ucap laki-laki misterius tadi seraya menatap tajam kami satu persatu

Ku ikuti langkah anak perempuan yang berjalan di depanku, udara kali ini terasa lebih menusuk daripada sebelumnya. Kegelapan yang menyelimuti seluruh hamparan hutan, seakan telah bersiap untuk menelan kami hidup-hidup.

"Sachi." bisik Julissa pelan

"Ada apa?" ucapku balas berbisik padanya

"Warna pita apa yang kau dapatkan? Kalau aku, putih." ungkapnya lagi dengan sangat pelan

"Senangnya, aku malah mendapatkan warna biru." balasku seraya menatap lurus ke depan

Berhenti kami semua tepat di tepi sungai, kulucuti gaun putih yang melekat di tubuhku, hal yang sama pun dilakukan oleh anak lainnya. Kulangkahkan kembali kakiku semakin mendekati sungai, kugigit bibirku pelan ketika ibu jari kaki ku menyentuh air sungai yang sedingin es.

"Ya Tuhan, ini dingin sekali." ucapku dalam hati seraya kulangkahkan kaki kecilku membelah air sungai

Duduk aku di tengah-tengah sungai yang dangkal tersebut, kuambil air yang melewati tubuhku itu menggunakan kedua telapak tangan yang aku rapatkan satu sama lain. Ku tepukan kedua telapak tanganku yang berisi penuh air tadi ke wajahku dengan pelan, dinginnya air yang menampar wajahku tadi sanggup membuat bibir kecilku saling menggemeretakkan satu sama lain.

Kuhirup udara di sekitar dalam-dalam lalu coba kutahan seraya kutenggelamkan kepalaku sepenuhnya ke dalam air. Otak ku seakan membeku menahan dinginnya air yang membelah melewati tubuhku.

Beranjak aku berdiri seraya dengan cepat kulangkahkan kaki ke luar dari sungai. Kuraih bungkusan kain putih punyaku yang aku letakkan cukup jauh dari bungkusan kain putih punya anak-anak yang lain.

Kubuka ikatan simpul yang menghubungkan kain putih itu, bayang-bayang cahaya yang dihasilkan oleh obor sudah lebih dari cukup membantuku untuk melihat apa yang ada di hadapanku.

Sebuah gaun putih polos, kain pita panjang berwarna biru dilengkapi hiasan kepala yang terbuat dari anyaman akar berbalut bunga berwarna biru mengisi bungkusan kain putih yang aku buka tadi.

Kukenakan gaun putih polos yang aku dapatkan seraya ku ikatkan kain pita panjang berwarna biru tadi ke belakang gaunku hingga membentuk sebuah simpul. Kusisir rambutku yang masih basah menggunakan jari-jari tanganku seraya kukenakan hiasan kepala yang terbuat dari anyaman akar tadi ke atas kepalaku.

Berbalik dan berjalan aku menuju ke arah anak-anak yang lain, tampak mereka mengenakan gaun putih yang sama, hanya warna pita dan hiasan kepala kami saja yang membedakannya.

Julissa berjalan ke arahku, dia tampak seperti boneka mengenakan gaun tersebut. Hiasan berwarna putih yang ada di kepalanya nampak selaras dengan rambut pirang nya.

"Kau telah selesai, Sachi?" ucapnya yang kubalas dengan anggukan kepala

"Apa orang-orang di Kerajaan Sora punya mata hijau sepertimu?" ungkapnya lagi seraya menjatuhkan pandangannya ke mataku

"Entahlah, Ayah dan kakakku mengatakan jika mataku sama seperti ibuku.." ucapku seraya melangkahkan kaki mengikuti langkah anak yang lain

"Aku tidak tahu apakah kau akan mempercayainya atau tidak. Akan tetapi, sebuah cerita mengatakan perempuan bermata hijau adalah sebuah kutukan." ucapnya yang berhasil menghentikan langkahku

"Bisakah kau memberitahuku lebih banyak tentang itu?" ungkapku menatapnya

"Aku hanya sekali mendengarnya, nenek pengasuh yang merawatku pernah menceritakannya..."

"Dia mengatakan, perempuan bermata hijau adalah perempuan yang derajatnya paling rendah di antara perempuan lainnya. Karena itu adalah sebuah kutukan, maka banyak sekali orang jahat yang ingin menguasai nya. Apa Ayahmu tidak menceritakan apapun soal itu?" Tukas Julissa menatapku dengan ekspresi khawatir

"Ini pertama kalinya aku mendengar hal itu" ungkapku balik serius menatapnya

"oi Julissa, apa kau tidak takut akan kutukan itu? Jika kau merasa takut, aku sama sekali tidak melarangmu menjauh.." ucapku berbalik seraya berjalan menjauh

"Aku tidak mempercayai adanya kutukan. Sejujurnya jika aku dapat memilih, aku tidak ingin lebih lama melakukan upacara menggelikan ini.." tukasnya seraya berlari menyusul ku

"Aku pun merasakan hal yang sama. Air sungai itu, benar-benar menghancurkan tulang-tulang ku."

"Kau sendiri, apa kau sama sekali tidak takut?" ungkapnya seraya mengarahkan wajahnya ke hadapanku

"Sama sekali tidak. Aku sudah pernah mati sekali, aku sama sekali tidak takut untuk mati untuk yang kedua kalinya..."

"Ehh?" tukasnya kebingungan

"Maksudku, bukankah sebelum berusia tujuh belas tahun kita masih dibayangi kematian? Jadi, mati sekarang ataupun nanti, itu bukanlah sebuah hal yang berbeda..."

"Lagipula setiap manusia pasti akan mati..." ucapku kembali seraya menatapnya

"Akan tetapi, aku tidak akan membiarkan hidupku berakhir secepat itu. Masih banyak yang harus aku lakukan, masih banyak yang harus aku selesaikan.."

"Ayahku masih membutuhkan aku di sampingnya untuk menyembuhkan lukanya, Kakak pertama ku masih membutuhkanku untuk menepati janjinya pada ibu kami, sedangkan kakak keduaku..."

"Aku sangat-sangat ingin melihatnya tumbuh menjadi laki-laki dewasa." ungkapku seraya tersenyum menatapnya

1
Jayden
Halo shachi saya kembali lagi kangen dengan haruni chan, dan izumi 😍
Nera
suka banget cerita ini
Nafisha Saputri
salah 1 wakil kapten
Syebien Bien
kangen kak Hima Apakabar yah Kaka Hima Dah lama bangett, Kangen bgt udah 6 tahun lebihh
Ellina Seraphine
haloo author... aku balek lagi iniii.... mau baca ulang..
ga tau lupa awal baca tahun berapa.. hehehehe...
sachivers🐰
salting makkk
sachivers🐰
gk kebayang betapa romantisnya di tahun itu,dan latar indo
sachivers🐰
fix klepon
sachivers🐰
arhhhhh salting brutal sm zaki
sachivers🐰
jungkir blik lh
sachivers🐰
sachiiiii.
sachivers🐰
lg dan lg nangis sm backstorynya izumi
sachivers🐰
😂😂😂😂😂
sachivers🐰
darling......salting brutallhhdd snsjnsjshsbabahhvxyshndnsnajajsbbxbyx
sachivers🐰
dlu gw bacanya kosong yah brarti,soalnya gk sebaper ini
skrg malah baper bgeettttt
sachivers🐰
aaaaa akhirnya ktmu jg😍
sachivers🐰
suka bget ama kisah cinta mereka,pdhl msh kici tp bkin salting parah
sachivers🐰
huaaa akhirnya msuk d plot sachi dan zaki😍
sachivers🐰
prcyalah author,aku udah baca sampai sachi mkn ular,trus ttg ibu izumi,pokoknya udah jauh,tp ku ulang krn bertahun2 ku tingglkan sekali balik lgsung cri lg ini cerita dan yap,akhirnya ending
Fera Nica: baca endingnya dmna ??? aku ngikutin bngt ini cerita 😭😭 tapi lupa endingnya dmna ??
total 1 replies
Plum_Krispyy
drama pagi keluarga takaoka
"aku membuat puding untuk kakak ku yang pecemburu"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!