NovelToon NovelToon
TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:964
Nilai: 5
Nama Author: Aynaaa12

Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.

Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.

Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.

Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 6

Allyssa melanjutkan langkahnya. Kali ini berbeda dari sebelumnya, Allyssa memilih pesan taksi online saja. Ia lelah untuk berdesak-desakan naik bus, ditambah lagi lututnya yang perih karena terbentur dengan lantai saat didorong Flora. Hal itu membuatnya harus buru-buru untuk pulang karena takut lukanya infeksi.

Begitu tiba di rumah, di sana ia melihat ibunya duduk di ruang tamu menyambutnya dengan senyum hangat.

“Aku pulang” Ujarnya sambil menyium tangan ibunya.

“Kok hari ini pulangnya agak lama? Gimana di sekolah? Aman?” Tanya wanita itu lembut.

“Aman dong, Mah. Cuman, sedikit capek aja.” Ujarnya terlihat ceria.

“Ya sudah, mandi dulu biar seger. Abis itu turun, makan. Mama siapin.” Ujar mamanya lembut.

Ibu Alyyssa menyadari sesuatu. Ia kembali melihat ke arah anaknya dari atas hingga bawah. Matanya langsung tertuju pada lutut kanan anaknya yang terlihat lecet dengan darah kering disekitarnya.

"Masalahnya apasih? Kok bisa sampai gini sayang?" Tanya ibunya melihat ke arah lutut anaknya yang lecet.

"Gak papa mah! Tadi gak sengaja jatuh" Jawab Allyssa tidak mau membuat orang tuanya khawatir.

"Yakin kamu? Ini sampe berdarah gini loh! Mama obatin ya!"

"Aman kok Mah. Nanti Lyssa obat sendiri aja di kamar. Di pakein plester juga sembuh kok."

"Yaudah kalau gitu. Sana buruan bersihin diri dulu. Lukanya jangan lupa diobatin! Abis itu makan."

“Iya, Mama sayang! Makasih.” Jawab Allyssa tersenyum, lalu melangkah menuju kamarnya di lantai 2.

Begitu naik ke lantai dua, Allysa membuka pintu kamarnya. Ruangan itu luas dengan dominasi warna putih dan abu-abu, ranjang king size di tengah, meja belajar dekat jendela, serta rak buku di sisi lain. Namun, yang paling menarik adalah pintu kaca buram di samping, yang menghubungkan kamarnya dengan walk-in closet pribadinya.

Allyssa melatakan tas di kursi, mengambil handuk, lalu masuk ke kamar mandi. Ia langsung merendam dirinya di bathup dengan air hangat. Cukup menghilangkan rasa penatnya hari ini. Setelah selesai, ia kembali ke kamar dengan rambut basah. Dia membuka laci kecil samping ranjang, mengambil kotak P3K, lalu duduk di tepi ranjang.

Perlahan ia menuangkan betadine ke kapas, lalu menepuk lembut di area yang luka. Sedikit perih dirasakan, namun langsung ia tempelkan plester pada lututnya yang lecet.

Setelah itu, Allyssa berdiri menuju meja riasnya. Ia meraih hairdryer dan mengarahkan ke rambutnya yang masih basah. Jemarinya ikut menyisir perlahan agar cepat kering. Setelah beberapa menit rambutnya tampak rapi dan langsung dia pakaikan serum rambut.

Allyssa melangkah pelan menuju walk-in closet miliknya. Ruangan itu cukup luas, lampu putih hangat menerangi setiap sudutnya. Rak-rak pakaian tersusun rapi. Sebagian besar didominasi warna hitam. Kaos polos, jaket casual, celana jeans, tas, sepatu dan beberapa topi yang tergantung di dinding ruangan.

Di sisi lain ruangan juga terdapat beberapa gaun yang digantung rapi dalam pelindung kain bening. Gaun-gaun itu jarang ia sentuh dan hanya dipakai saat acara tertentu seperti pesta keluarga atau undangan resmi.

Allyssa meraih kaos hitam favoritnya, lau mengambil jeans biru gelap. Ia juga mengambil jaket tipis berwarna hitam serta sebuah topi berwarna hitam. Tak lupa ia juga mengenakan kacamata baru yang ia ambil dari laci mejanya. Ia memakai tas selempang hitam dan memasukk an barang-barang seperti dompet, lip bam, dan sebuah gantungan kunci yang selalu ia bawa kemana-mana. Sebelum keluar, ia menatap pantulan dirinya di cermin dan meraih sebuah jam tangan yang ada di meja riasnya. Seperti biasa, rambutnya ia kepang satu dengan sederhana ke belakang.

1
EvhaLynn
Wah Semangat Author😉
Aksara Langit
Bagus bangat Thor Alurnya. Tapi kenapa Papa Allyssa meninggal secepat itu😭😭😭
Aynaaa12: Namanya juga takdir🫠
total 1 replies
Aksara Langit
Lanjut Thor😍
Aynaaa12: Lanjut bbesok Ya🤭
total 1 replies
Ainul Ayn
Karyanya bagus bangat Thor. Jangan lupa Up terus ya/Drool/
Aynaaa12: Eh makasi Ya🙏 Jangan kupa Pantengin terus🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!