NovelToon NovelToon
Dao Of The Fate Severer

Dao Of The Fate Severer

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anonim

Menceritakan Jiang Xuan yang kembali kemasa lalu tepatnya saat dia berusia 15 tahu, dengan mata takdir dan teknik kaligrafiya dia membantai musuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Kau... kau berani menelan esensi Leluhur?!"

Raungan Diakon tengah menggelegar, membawa gelombang suara yang diperkuat oleh Qi cair tingkat Pembentukan Fondasi. Gelombang itu menghantam dinding gua hingga meruntuhkan stalaktit-stalaktit tajam dari langit-langit. Wajah ketiga pria tua berjubah biru itu terdistorsi oleh amarah yang membakar kewarasan. Ritual yang mereka persiapkan dengan mengorbankan delapan ribu nyawa telah dirampok tepat di depan mata mereka oleh seekor tikus tahap Kondensasi Qi.

Diakon kiri tidak menunggu perintah. Ia mengangkat tangan kanannya, dan sebuah cakar elang raksasa yang terbuat dari Qi angin yang sangat padat terbentuk di udara, melesat mencengkeram ke arah kepala Jiang Xuan.

Jiang Xuan menatap serangan mematikan itu dengan mata segelap malam. Tidak ada ilusi di dalam otaknya. Ia memang telah menyerap energi masif dan melonjak ke tahap delapan Kondensasi Qi, tetapi kalkulator rasional di kepalanya menyajikan satu fakta telanjang: perbedaan ranah antara Kondensasi Qi dan Pembentukan Fondasi adalah jurang absolut.

Qi mereka bukan lagi gas, melainkan cairan, monolog Jiang Xuan dalam hati. Waktu terasa melambat saat ia menganalisis kecepatan cakar angin tersebut. Setiap tetes Qi mereka seratus kali lebih berat dan lebih tajam dari milikku. Mereka memiliki akal licik, pengalaman bertarung puluhan tahun, dan perisai energi yang aktif secara otomatis. Ini bukan Golem bodoh. Menangkis mereka secara frontal sama saja dengan memasukkan kepalaku sendiri ke dalam mulut rahang buaya.

Namun, menyerah tidak pernah ada dalam kamus sang pemutus takdir.

"Pelayan!" bentak Jiang Xuan tanpa menoleh, suaranya dipenuhi otoritas yang tidak menerima bantahan. "Mundur lima belas langkah ke belakang pilar! Gunakan pedangmu hanya untuk menembakkan jarum es ke arah mata dan persendian lutut mereka! Jika kau berani maju untuk menyerang jarak dekat, kau akan mati sebelum sempat berkedip, dan aku tidak akan memungut mayatmu!"

Lin Ruoxue menggertakkan gigi. Meski hatinya dipenuhi kebencian, Segel Teratai Hitam di dahinya berdenyut, memaksanya patuh. Ia melompat mundur tepat ketika cakar angin raksasa itu menghantam lantai di posisi awal Jiang Xuan.

BOOM!

Batu obsidian hancur menjadi bubuk. Jiang Xuan telah melesat ke samping, lolos dari cakar itu hanya selisih ketebalan selembar kertas.

"Tikus licin!" umpat Diakon kiri.

"Jangan biarkan dia hidup! Cincang dagingnya dan kita peras kembali esensi darah itu dari mayatnya!" raung Diakon kanan. Ia merapatkan kedua telapak tangannya. Lingkaran api yang luar biasa panas meledak dari tubuhnya, membentuk lima tombak api yang meluncur membombardir Jiang Xuan.

Jiang Xuan memutar Kuas Tulangnya dengan kecepatan gila. Ia tidak melukis di satu titik; ia berlari zig-zag melintasi altar sambil terus menggoreskan Niat Formasi di udara.

Sret! Sret! Sret!

"Perisai Tinta Berantai," desisnya.

Tiga lapis perisai ilusi berwarna hitam pekat terbentuk di depannya. Tombak api pertama menghantam perisai. KRAK! Perisai pertama hancur seketika. Tombak kedua dan ketiga menghancurkan perisai kedua. Tombak keempat menembus perisai terakhir, menyisakan tombak kelima yang terus meluncur ke arah dada Jiang Xuan.

Jiang Xuan memiringkan bahunya dengan paksa.

JLEB!

Tombak api itu tidak mengenai jantungnya, melainkan menembus bahu kirinya. Dagingnya terbakar hangus. Bau daging panggang menyengat hidungnya. Momentum serangan itu melempar tubuh Jiang Xuan sejauh belasan langkah ke belakang. Punggungnya menghantam pilar batu dengan keras.

KRAK.

Tiga tulang rusuknya patah seketika.

"BWAH!" Jiang Xuan memuntahkan darah hitam dari mulutnya. Rasa sakit yang melumpuhkan menjalar dari tulang belakangnya. Di balik jubahnya, tubuh Baozi yang pingsan ikut terguncang, membuat Jiang Xuan harus menyesuaikan posisi jatuhnya sepersekian milimeter agar tidak meremukkan aset berbulunya itu. Menyusahkan, rutuknya dalam hati tanpa memedulikan rasa sakitnya sendiri.

"Hahaha! Hanya tahap delapan yang dipaksakan! Tulangnya serapuh ranting!" Diakon kanan tertawa buas, bersiap meluncurkan serangan api berikutnya.

Namun, sebelum api itu terbentuk, suhu udara tiba-tiba anjlok.

WUSSH!

Puluhan jarum es yang setajam silet melesat dari balik bayangan pilar, mengarah langsung ke mata dan leher Diakon kanan. Lin Ruoxue melakukan tugasnya dengan sempurna. Ia memusatkan seluruh Qi es tahap empatnya melalui Pedang Ratapan Musim Dingin, menciptakan serangan gangguan yang sangat presisi.

"Serangga pengganggu!" Diakon kanan mendengus kesal. Ia terpaksa menghentikan serangannya pada Jiang Xuan dan menyapukan lengannya. Qi cairnya membentuk dinding energi yang menghancurkan seluruh jarum es itu menjadi bubuk salju.

Namun, gangguan setengah detik itulah yang diincar oleh Jiang Xuan.

Jiang Xuan tidak diam meratapi tulang rusuknya yang patah. Ia menggunakan rasa sakit itu sebagai katalis. Matanya menyala dengan kekejaman yang ekstrem pada musuhnya, dan lebih ekstrem lagi pada dirinya sendiri.

Saat Diakon kanan sibuk menangkis es, Diakon kiri melihat celah. Ia menggunakan teknik pergerakan bayangan, melesat dan muncul tepat di titik buta sebelah kiri Jiang Xuan. Sebilah pedang pendek berlapis racun hijau terhunus, mengincar pinggang Jiang Xuan.

"Mati kau!" bisik Diakon kiri dengan seringai kemenangan.

Otak Jiang Xuan sudah menghitung probabilitas serangan ini. Ia bisa menghindar, tetapi itu hanya akan memperpanjang pertarungan yang pasti akan ia kalahkan. Ia butuh membunuh satu dari mereka sekarang juga.

Maka, Jiang Xuan melakukan manuver bunuh diri.

Ia tidak melangkah mundur. Sebaliknya, Jiang Xuan mengambil satu langkah ke depan, menyambut datangnya pedang beracun itu.

CRAT!

Pedang Diakon kiri menusuk dalam ke perut bagian samping Jiang Xuan. Darah segar menyembur keluar. Diakon kiri melebarkan matanya, tidak menyangka remaja ini sengaja membiarkan dirinya tertusuk.

Pada detik keraguan itu, Jiang Xuan mengunci lengan Diakon kiri dengan menekan otot perutnya sendiri, menjepit bilah pedang itu di dalam dagingnya. Wajah Jiang Xuan berjarak hanya satu jengkal dari wajah Diakon tersebut. Seringai iblis terbentuk di bibir sang remaja yang berlumuran darah.

"Kau terlalu dekat, tua bangka."

Sebelum Diakon itu sempat menarik pedangnya, Jiang Xuan membuka mulutnya lebar-lebar dan memuntahkan segumpal besar esensi darah tepat ke wajah dan kedua mata Diakon kiri.

"AAAARRGH! MATAKU!" Diakon kiri menjerit histeris. Pandangannya buta seketika oleh darah lengket yang mengandung Niat Membunuh pekat. Pertahanan Qi di sekitar lehernya melemah karena kepanikan primal.

Tangan kanan Jiang Xuan yang memegang Kuas Tulang melesat ke atas seperti kilat hitam.

"Void Calligraphy: Eksekusi Tinta."

SRET!

Bulu kuas kuno itu menggores leher Diakon kiri tanpa halangan. Niat Formasi setajam pedang algojo memotong jakun, urat nadi, dan tulang belakang pria tua itu dalam satu tarikan bersih.

Kepala Diakon kiri terpisah dari tubuhnya, jatuh menggelinding di atas altar. Tubuh tanpa kepalanya masih memegang pedang yang tertancap di perut Jiang Xuan, sebelum akhirnya Jiang Xuan menendang mayat itu menjauh.

Jiang Xuan mencabut pedang beracun dari pinggangnya tanpa mengubah ekspresinya. Darah membanjiri jubahnya, tetapi ia segera menekan lukanya dengan Niat Formasi untuk menghentikan pendarahan sementara. Napasnya kini berat dan tersengal.

Melihat rekan mereka dipenggal dalam sekejap mata oleh seorang remaja fana yang terluka parah, Diakon tengah dan Diakon kanan membeku sejenak. Keterkejutan itu dengan cepat berubah menjadi amarah yang meledakkan kewarasan mereka.

"BOCAH IBLIS!" raung Diakon tengah. Rambut putihnya berkibar liar melawan gravitasi. "Kau menggunakan sihir darah yang kotor! Aku akan menghapus keberadaanmu dari dunia ini!"

Kedua Diakon yang tersisa tidak lagi memandang rendah Jiang Xuan. Mereka akhirnya mengakui bahwa remaja di depan mereka adalah anomali mematikan. Mereka menghentikan serangan jarak jauh dan meledakkan kekuatan penuh mereka secara bersamaan.

"Lin Ruoxue! Tahan mereka!" teriak Jiang Xuan, suaranya mulai serak oleh darah di tenggorokannya.

Di kejauhan, Lin Ruoxue menggigit bibirnya hingga berdarah. Ia memutar Pedang Ratapan Musim Dinginnya, menciptakan tiga lapis dinding es abadi di antara Jiang Xuan dan kedua Diakon tersebut. "Dinding Ratapan Es!"

Namun, perbedaan ranah itu terbukti kejam.

Diakon tengah menghantam dinding es pertama dengan tinjunya yang dilapisi cahaya emas. BOOM! Dinding es itu hancur layaknya kaca tipis. Dinding kedua dihancurkan oleh tendangan api Diakon kanan. Dinding ketiga meledak menjadi ribuan kepingan tajam yang justru berbalik menyerang.

Serangan balik itu menghantam Lin Ruoxue.

"Ukh!" Gadis itu memuntahkan darah dalam jumlah besar, terlempar ke udara, dan jatuh menghantam lantai dengan keras. Pedangnya terlepas dari tangannya. Ia tersudut, meridiannya kembali terkoyak akibat benturan dengan kekuatan Pembentukan Fondasi.

Jiang Xuan dipaksa mundur. Setiap langkahnya meninggalkan jejak darah yang kental. Ia mengayunkan Kuas Tulangnya, menciptakan puluhan bilah angin tinta untuk menahan laju kedua Diakon, tetapi serangan itu dihancurkan dengan mudah oleh gelombang Qi cair mereka.

BAM!

Sebuah pukulan telak dari Diakon tengah menembus pertahanan Jiang Xuan, menghantam dada kanannya. Jiang Xuan terpental melayang melintasi altar, jatuh berguling-guling, dan akhirnya berhenti setelah tubuhnya menabrak dinding keras dasar Menara Pusat, tepat di sebelah Lin Ruoxue yang terkapar lemah.

Jiang Xuan berusaha bangkit, namun lututnya goyah. Darah mengalir deras dari hidung, mulut, bahu, dan perutnya. Visinya mulai kabur, digantikan oleh bintik-bintik hitam. Ia telah menggunakan setiap ons pengalaman tiga ratus tahunnya, namun wadah fananya telah mencapai batas absolut kehancuran.

Diakon tengah dan Diakon kanan berjalan perlahan mendekati mereka. Niat membunuh dari dua ahli Pembentukan Fondasi itu begitu berat hingga membuat udara di dasar menara terasa seperti di dalam dasar laut yang menekan.

Kedua pria tua itu mengangkat tangan mereka secara bersamaan. Qi emas dan Qi api mulai bergabung di udara, membentuk sebuah bola energi raksasa yang berdenyut tidak stabil. Serangan gabungan ini dirancang murni untuk menguapkan Jiang Xuan dan Lin Ruoxue hingga tidak menyisakan abu sedikit pun.

"Perjalananmu berakhir di sini, tikus kotor," ucap Diakon tengah dengan suara penghakiman mutlak.

Lin Ruoxue menatap bola energi maut itu dengan keputusasaan yang kosong. Ia menoleh ke arah Jiang Xuan, melihat majikannya yang selalu terlihat tak terkalahkan itu kini bersimbah darah dan tidak mampu mengangkat kuasnya. Kematian akhirnya datang menjemput mereka.

Bola energi raksasa itu diluncurkan, melesat membakar udara dan menerangi dasar menara dengan cahaya kehancuran.

1
Shadow
Yahhh keren juga gaya Jiang Xuan tapi jangan kejam x sam Lin ya
Shadow
MC nya sadis
Shadow
Kasat sekali kamu Jiang Xuan
Shadow
Ye Chan tingkat 8, kenapa yang di periksa murid luar yang baru tumbuh ? Harusnya murid dalam atau murid inti yang di periksa.. Para tetua sekte begitu sombong sama murid yang lemah, Padahal anggota sekte sendiri.
Shadow
Kecewa neh MC nya...
Thor, kurangi sifat jahat MC nya
Harusnya dia bersyukur, bisa memulai dari awal dan memperbaiki semuanya
Teteh Lia
serasa gigitan nyamuk, kata na 😱
Teteh Lia
Kalau kultivator gini tuh, ada film na nda ya?
@arv_65: cari di play store donghive
total 3 replies
Shadow
Terlalu banyak kalimat kiasan
Shadow
Sepertinya bagus neh ceritanya
Teteh Lia
Kebanyakan, novel genre seperti ini, pakai nama Xuan.
Sebenar na, Xuan itu arti na apa ya? 🙏
Teteh Lia: makasih penjelasan na, kak. maaf saya banyak tanya.
saya kurang paham cerita genre seperti ini.
total 5 replies
@arv_65
okee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!