NovelToon NovelToon
Cinta Malu-malu Meong

Cinta Malu-malu Meong

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Tunangan Sejak Bayi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:89.3k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Dipaksa menikah dengan musuh bebuyutannya di kampus karena sebuah perjodohan yang dibuat oleh kedua kakek mereka yang saling bersahabat. Membuat hidup Johan dan Jihan penuh dengan warna.

Bukan warna kebahagiaan namun warna pertengkaran di setiap hari yang mereka lalui bersama. Johan yang memiliki perasaan cinta pada Jihan namun tak bisa mengekspresikannya dengan baik karena sikap kaku, dingin dan isengnya membuat ia selalu bersikap menyebalkan di mata Jihan. Jihan selalu tak pernah tak marah jika bertemu dengan Johan.

Mampukah Johan membuat Jihan jatuh cinta padanya, meski Jihan sudah terlanjur sebal dan benci pada Johan?
Lalu bagaimana kisah rumah tangga tak biasa mereka akibat perjodohan ini?

Yuk simak novel ini hingga akhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah

Jihan terbangun dengan pemandangan wajah Johan tepat di depan wajahnya, Jihan mengingat apa yang dia lakukan bersama suaminya beberapa jam yang lalu. Jihan tersipu malu membayangkan apa yang telah dia lakukan dengan Johan. Ia pun membenamkan wajahnya ke dada bidang sang suami yang tidak menggunakan sehelai benang pun.

Rupanya pergerakan Jihan mengganggu tidur nyenyak Johan yang akhirnya membuat dia terbangun.

"Lo kenapa Jie?" Tanya Johan dengan suara seraknya kah seorang yang baru bangun tidur.

Johan mendorong kepala Jihan menjauh dari dada bidangnya untuk melihat wajah Jihan yang ia sembunyikan.

Namun Jihan menolak, dia tetap menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya tersebut karena malu.

Johan yang mengerti keadaan Jihan yang masih malu akhirnya memeluk tubuh Jihan dan membiarkan Jihan memendamkan wajahnya di dada bidangnya.

"Jam berapa sekarang ya?" Tanya Johan.

"Gak tahu. Kayanya udah malam." jawab Jihan yang melihat tak ada lagi sinar matahari yang tembus dari tirai jendela kamar Johan.

"Pantesan lapar. Mandi yuk!" Johan mengajak Jihan untuk mandi. Ia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya kemudian mengangkat tubuh Jihan dalam gendongannya.

"Gue bisa jalan sendiri Joe." Tolak Jihan yang ingin turun dari gendongan Johan.

"Lo yakin bisa jalan gue rasa nggak bakalan deh, rasanya pasti sakit banget." Ucap Johan yang enggan menurunkan sang istri dari gendongannya.

Johan menurunkan Jihan di bawah guyuran shower.

"Lo mandi duluan ya! Kalau butuh batuan bilang sama gue." Ucap Johan yang kemudian keluar kembali. Membiarkan Jihan membersihan tubuhnya seorang diri.

Usai melakukan ritual mandi wajibnya. Jihan ingin keluar dari kamar mandi, namun baru satu langkah kakinya melangkah. Ia sudah merasakan pedih dan nyeri di bagian bawah miliknya.

"Johaannnnnnn!" Pekik Jihan memanggil nama suaminya.

Sontak saja, Johan dan Ayudia yang sesang mengobrol di dalam kamar dibuat terkejut.

"Johan kenapa istri kamu tuh?" Tanya Ayudia pada sang putra yang malah cengengesan.

"Kamu bukannya bantuin tapi malah ketawa cengengesan kaya gini." Ayudia memukul lengan putranya yang masih tak menggunakan pakaian.

Tak berseleng lama dari teriakkannya. Jihan keluar dari kamar mandi dengan berjalan sedikit mengegang karena ia merasa milik Johan masih nyangkut di dalam miliknya.

"Panggil Baby-baby bilang gak sakit, tapi ini apa, ini gimana coba. Gue jalan udah kaya orang habis sunat." Gerutu Jihan yang tak sadar di dengar oleh ibu mertuanya.

"Sabar ya sayanh, memang begitu kalau pertama kai melakukannya. Mami juga begitu kok sama Papi dulu." Sahut Ayudia yang membuat Jihan terkejut degan keberadaan Ayudia di kamar mereka.

"Hah, ada Mami," Jihan membulatkan matanya menatap Johan yang tak melepaskan senyumnya sedikit pun dari wajah tampannya itu.

Mengetahui menantunya malu dan ingin mengenakan pakaian, Ayudia pun keluar dari kamar putranya.

"Lu kenapa nggak bilang kalau ada mami di sini?"

"Kenapa nggak mau dianggap menantu jahara ya karena sering ngumpetin suaminya?"

"Ih tuh kan suaminya nyebelin." Umpat Jihan yang melepas handuknya yang ia kenakan dan melempar Johan dengan handuk itu.

Johan hanya tertawa dan mengambil handuk yang sama sekali tak mengenai tubuhnya.

Seperti biasa Jihan terlihat cuek mengenakan pakaian di depan Johan. Tak ingin memasang istrinya lagi karena perutnya yang sudah lapar. Johan pun segera masuk ke kamar mandi.

Seminggu sudah Jihan dan Johan tinggal di kediaman orang tua Johan. Seminggu sudah pula Jihan tak masuk kuliah, dengan berbagai alasan dan Johan membiarkannya untuk kali ini. Karena Jihan yang tak kuliah malah banyak belajar banyak tentang menjadi istri yang baik dari Ayudia, yang begitu sabar membimbing menantu manjanya itu, hingga bisa mengenal berbagai bumbu dapur, menghapal resep-resep memasakan dan tentunya sudah bisa memasak menu-menu simple dan mudah.

"Besok pagi kita pindah ke apartemen ya," ucap Johan yang tengah memangku laptop di atas ranjang.

"Kok cepat banget pindahnya, gue masih betah di sini. Pengen belajar masak lebih banyak lagi. Gak bisa nanti-nanti aja?" Jihan bicara dengan memasang wajah memohon.

"Gak bisa. Nanti belajar masaknya sambil jalan aja. Mami juga akan sering ke apartemen kita untuk nengokin kita nantinya. Lo harus adil dong, lo mau bunda cemburu karena lo lebih lama di sini daripada dirimah orang tua lo sendiri." Jawab Johan yang tanpa dapat dibantahkan.

"Hemm... Ya udah oke. Terus harus nyiapin apa Joe. Sumpah gue paling malas kalau disurih packing."

"Gak ada yang harus kita pancking, kita tinggal bawa diri aja. Semua kebutuhan lo udah ada semua di sana. Jangan sedih! Tinggal berdua itu amat sangat menyenangkan." Jawab Johan sembari mengacak rambut Jihan.

Fantasinya yang liar akan ia realisasikan di sana, tanpa ganguan ataupun hambatan.

"Menyenangkan bagi lo, gue udah tahu otak mesum lo Joe." Ucap Jihan dengan wajah kesalnya.

Yang malah memancing Johan tertawa kencang, karena niatnya ternyata sudah terbaca oleh sang istri.

Tepat keesokan harinya. Hari yang dinanti-nantikan Johan ini pun datang. Kini mereka tengah berpamitan pada Pradipta dan juga Ayudia.

"Mami seriusan gak mau anter Jihan sampai apartemen gitu?" Tanya Jihan untuk kesekian kalinya pada Ibu mertua serasa ibu kandung baginya.

"Udah sana jalan. Mami udah lebih dari sepuluh kali jawab pertanyaan yang sama dari kamu sayang, Mami itu nggak boleh nganterin kamu sama Johan. Besok Mami akan main ke sana, saat kamu sudah pulang kuliah nanti, ya?" Jawab Ayudia sembari mengusap rambut panjang menantunya.

Setelah mencium punggung tangan kedua mertuanya Jihan pun pergi meninggalkan keduanya yang setia berdiri di depan kediaman mereka.

Saat mobil melaju Jihan menghubungi Dita,sang bunda.

"Bun, Jihan pindahan nih," ucap Jihan pada sang Bunda.

"Iya bunda sudah tahu." Jawab Dita terlampau singkat dan terkesan tak perduli.

"Terus, bunda gak ada kepingin buat anterin Jihan pindahan gitu?" Tanya Jihan yang berharap Dita akan menyusulnya.

"Gak boleh sama Johan. Udah dulu ya Jie. Bunda lagi bikin donat samam Nesya. Bye." Jawab Dita yag terkesan terburu-buru mengakhiri pembicaraan mereka. Karna setelah itu Dita pun mengakhiri sambungan panggilan telepon putrinya begitu saja.

"Kok gue kaya ngerasa dijauhin sama semua orang sih?" Gumam Jihan yang di dengar Johan yang tengah mengemudikan mobilnya.

"Jangan baper!" Sahut Johan dari balik kemudi. Sesekali dia melirik wajah istrinya yang terlihat murung dan ditekuk.

"Gimana nggak baper lu bikin mereka jauhin gue, nggak Mami nggak bunda bilang elu ngelarang mereka buat nganterin kita pindahan." Balas Jihan ketus.

"Hehehe. Maaf ya istri gue yang paling cantik. Gue lagi banyak kerjaan, soalnya. Nanti pas nyampe aja gue harus ngerjain kerjaan gue yang belum selesai. Ingat menjadi suami itu gak mudah. Gue harus mencari nafkah untuk kita bertahan hidup." Ucap Johan sembari meraih tangan kanan Jihan, menggenggamnya lalu menciumnya.

Jiham tersenyum dengan perlakuan manis yang diberikan Johan padanya saat ini.

"Ngomong-ngomong kita tinggal di apartemen mana Joe?" Tanya Jihan pada Johan yang langsung memberikan senyum penuh artinya.

1
Eneng Ersha
baru awal2 udh bnyk ketawa semoga kekocakan jihan dn johan beserta keluarga nya terus berlanjut ya thor 😀😀😀
Sarita
jihan, johan jijae deh
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
udh màmpir kak🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
wah dah mulai melancarkan aksinya adit
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
wah sdh diincar rupanya mo dijadikan kekasih hati🤭.tpi ati2 satunya dah ada yg punya
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
🤣🤣gagal istirahat johan
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
beneran hamidun dah
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
pegep banget pastinya..
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
bayinya dah mo keluar kagak sabar..g usah ngg papinya plg dluan
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
🤣🤣lg bayangin 2 2 nya malu2 meong🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
blm apa2 dah main tangan padam
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
apa yg mo dikemas🤔🤔
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
kok ada suput disini🤭🤭
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
cepey banget nikahnya
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
cari gara2 johan..dah tau lg marah ditmbh lg🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
cm mo masak aja berdandan🤭🤭atojohan yg kecepetan mandinya🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
johan g pekaaa
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
g py perasaan mamanya
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
astaga maminya ikut andil jg🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
tertawalah duluan ntar kmu mennagis belakangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!