Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.
Sahabat Pena...
Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???
Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.
Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Rose yang merasa dirinya di tinggalkan pun tak terima dan segera melaju menemui Jessica dan Sekertaris Ren.
"Hei kenapa kalian meninggalkan ku" protes Rose merasa kesal.
"Kami berdua tidak ingin terlibat dalam pertengkaran kalian" sahut Jessica.
"Aku tidak bertengkar dengan ia hanya sekedar memberikan informasi tambahan saja" Rose tidak terima jika dirinya di sangka sedang bertengkar dengan David.
"Sudahlah tidak usah ribut, sekarang kita akan kemana lagi??" tanya Sekertaris Ren mengalihkan pembicaraan sekaligus pertengkaran antara Kakak dan adik tersebut.
"Selanjutnya kita akan ke tempat sayuran" sahut Jessica.
Entahlah karena terlalu asik atau terbawa suasana kini mereka semua tidak lagi berbicara menggunakan bahasa formal andalannya masing-masing.
Sesampainya di tempat sayuran sungguh membuat siapa saja senang memandangnya apalagi warna dari sayuran tersebut yang sangat cerah dan tertata dengan sangat rapi untuk memudahkan para pelanggan dalam mencari sayuran yang mereka butuhkan.
Berbeda dengan yang lainnya, Rose sangat tidak suka kalau berbelanja sayuran karena sudah menjadi hal yang lumrah jika Rose sangat tidak menyukai sayuran apalagi memakannya. Hanya ada beberapa jenis sayuran saja yang bisa Rose makan dan itupun masih bisa di hitung menggunakan jari tangan.
"Rose, kamu ingin sayuran yang mana??" tanya Jessica kepada sang adik.
"Tidak, aku tidak mau semuanya" sahut Rose cepat.
Sekertaris Ren tidak terkejut dengan jawaban yang dilontarkan oleh Rose karena memang Sekertaris Ren sudah mengetahui sebelumnya. Namun berbeda dengan David yang meras untuk kedua kalinya perempuan itu berbicara tentang ketidaksukaannya kepada makanan yang bernama sayuran itu.
"Hei, kau bukan anak kecil yang tidak bisa makan sayuran" David ikut dalam pembicaraan kedua Kakak beradik itu.
"Sudahlah, Rose memang seperti itu dia terlalu pemilih dalam makanan. Bahkan dia juga sangat tidak menyukai coklat padahal hampir semua perempuan menyukainya" ucap Jessica yang mana membuat David tercekat.
David bukan seseorang yang bodoh dan dapat melupakan sesuatu dengan mudah. Untuk kedua kalinya David merasa Rose mempunyai suatu kesamaan dengan Vero sang pujaan hatinya.
Hah mengingat Vero membuat David merasa sekarang dirinya seperti menjadi laki-laki yang jahat dengan berjalan bersama perempuan lain meskipun pada hakikatnya dirinya tidak berjalan berduaan saja karena memang ada Sekertaris Ren dan Jessica yang bersama mereka.
Sekertaris Ren melihat David termenung dengan pikirannya sendiri.
"Semoga anda menyadarinya Pak David".
"Sudahlah kenapa jadi kalian semua sepertinya sangat senang memojokkan ku" Rose menggerutu kesal dan berjalan menjauhi mereka bertiga.
Lalu disusul oleh Jessica yang sudah selesai memilih berbagai macam sayuran untuk persediaannya dirumah apalagi sekarang sudah ada Alex yang akan membuat mereka harus menambah barang belanjaan keperluan rumah.
Setelah berbelanja berbagai macam keperluan dapur seperti gula, penyedap rasa, berbagai macam bumbu dan beberapa cemilan untuk mereka santap disaat bersantai.
Sekarang saatnya mereka kebagian terakhir yaitu membeli buah-buahan untuk cuci mulut, dibuat jus dan salad buah. Jessica dan Rose memang sudah merencanakan untuk membuat menu salad buah sebagai pencuci mulut sehabis mereka makan siang nanti.
Apalagi pada siang hari memang sangat nikmat jika menyantap salad buah yang juga sehat dan menyegarkan.
Tanpa banyak perdebatan mereka semua masing-masing memilih buah-buahan yang mereka sukai. David dan Sekertaris Ren secara santai memasukkan buah-buahan yang menjadi pilihan mereka, Rose dan Jessica pun tidak mempermasalahkan hal itu.
Sembari memilih buah-buahan mereka selingi dengan canda tawa yang membuat jarak diantara mereka selama ini seakan hilang entah kemana. Hanya ada rasa kebersamaan sekarang ini yang meliputi mereka.
...****************...
Aduh mau dong belanja bareng sama ayang 🤣
Dukung terus karya ini ya 🖤
tp itu siapa yg kirim surat nya?