NovelToon NovelToon
Arkana

Arkana

Status: tamat
Genre:Ketos / Teen Angst / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:98.1k
Nilai: 5
Nama Author: patrickgansuwu

Arkana Putra Armando, pemuda berusia 18 tahun ini merupakan sosok ketua geng yang ditakuti di sekolahnya. Dia hidup penuh harta dan kebebasan, tak ada sama sekali yang berani menentang perintahnya dan bahkan hampir semua siswa di sekolah tunduk padanya.

Kecuali satu orang wanita cantik yang baru pindah ke sekolah itu, ya dialah Kanaya Nur Elonica. Siswi cantik asal Bandung yang datang ke SMA harapan indah dan menjadi murid baru disana. Tanpa diduga, kepindahan Kanaya kesana harus menjadi awal mula kehidupan yang buruk baginya, ya tentu saja karena dia harus berhadapan dengan sosok 'Arkana'.

Memiliki masa lalu yang kelam, Kanaya pun dibuat sangat membenci setiap geng motor di dunia ini. Kanaya benar-benar tidak menyukai apapun yang berbau geng motor, dan dia berjanji akan menumpas semua geng motor demi membalaskan dendam ibunya beberapa tahun silam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Minta maaf

Arka akhirnya benar-benar mengantarkan Kanaya ke kostnya kali ini, setelah sebelumnya pria itu malah membawa gadis itu ke rumahnya dan diajak menemui kedua orangtuanya. Tentu saja niat Arka adalah untuk mengerjai Kanaya, sebab ia yakin pasti Kanaya akan mengira jika dirinya menyukai gadis itu dan tidak lagi ada kata musuh diantara mereka. Padahal nyatanya Arka masih menyimpan rasa kesal pada Kanaya, yang dianggap sudah terlalu dalam ikut campur ke dalam urusannya kemarin.

Kini Kanaya turun dari motor milik pria itu dan melepas helmnya, tak lupa Kanaya mengembalikan helm tersebut kepada si pemilik agar tidak ada alasan lagi bagi Arka untuk bisa kembali dan menemuinya disana. Kanaya pun berniat langsung pergi sesudah mengucap kata terima kasih pada Arkana, namun pria itu seolah tidak ingin berpisah dengan Kanaya dan kembali menahan tangannya dari posisi masih di atas motor.

"Tunggu Kanaya! Mau kemana sih lu buru-buru amat? Ini kita udah di depan kost lu loh, santai aja kali gausah ngebut gitu!" kekeh Arka.

Kanaya memutar bola matanya malas, ia langsung menarik tangannya lepas dari genggaman pria itu karena ia sudah berulang kali mengatakan kalau dirinya paling anti disentuh oleh pria manapun itu. Akan tetapi, Arka tak kehabisan akal untuk menggoda wanita di hadapannya. Ya Arka kini turun dari motornya dan berjalan mendekati Kanaya, membuat gadis itu reflek bergerak mundur.

"Lo mau ngapain? Jangan macam-macam ya Arka, gue bisa teriak nih sekarang!" ucap Kanaya ketakutan dan terus berjalan mundur berupaya menjauhi Arkana.

"Hahaha, lu ngapain takut sih? Gue cuma pengen benerin rambut lu ini yang berantakan tadi gara-gara helm," ucap Arka sembari tertawa dan merapihkan rambut gadis itu dengan satu tangannya, tindakan ini lah yang membuat jantung Kanaya berdebar-debar.

"Ish gak perlu, gue bisa sendiri kok kalo cuma gini!" sentak Kanaya menyingkirkan tangan Arka.

Arka tersenyum melihat reaksi Kanaya yang menurutnya amat menggemaskan, terlebih saat gadis itu berusaha membenarkan ikat rambut yang dia kenakan. Entah mengapa tampilan Kanaya saat ini begitu menggoda baginya, Arka seperti tengah melihat sosok bidadari di depan matanya yang mampu menyihir hati dan pikirannya.

"Lo kenapa bisa secantik ini sih Kanaya? Gue jadi pengen milikin lu deh," gumam Arka yang masih dapat didengar oleh Kanaya.

"Maksud lu apa? Emangnya gue barang yang bisa lu balikin? Jangan sembarangan deh!" ketus Kanaya.

"Yah elah galak amat sih! Maksud gue tuh bukan gitu Naya, dengerin dulu makanya!" ucap Arka ikut terpancing.

"Ah udah lah, gue mau masuk!" kesal Kanaya.

Namun, lagi-lagi Arka menahan gadis itu dengan cara menggenggam tangannya cukup kuat. Kanaya pun mendengus kesal, langsung mengarahkan pukulan ke dada si pria bertubi-tubi sampai akhirnya pria itu melepaskan tangannya. Tapi tetap saja, Arka terus menghalangi jalan Kanaya seolah tak membiarkan gadis itu pergi darinya.

"Lo gak boleh masuk, gue tuh masih pengen sama lu tau. Eee gimana kalau gue ikut ke dalam deh? Gue haus nih, numpang minum ya?" ucap Arka.

Kanaya mengernyitkan dahinya, "Hah? Gak mau, lu gak boleh masuk ke dalam! Ini tuh kostan cewek, apa kata orang nanti kalau tahu gue bawa cowok ke dalam?" ucapnya menolak.

"Gapapa kali, lagian disini gak ada orang tuh. Ayolah, kali ini aja kok biarin ya gue masuk ke kost lu buat minum sebentar!" bujuk Arka.

"Arka, lu tuh gila apa gimana sih? Emang lu kira gue bakal biarin lu gitu aja buat masuk ke dalam kamar gue gitu? Gak bakal ya, apalagi lu tuh cowok berandal yang suka bully orang!" ucap Kanaya.

"Buset, nyelekit amat tuh kata-kata! Gue udah berubah kali, gue gak kayak gitu lagi. Semuanya gue lakuin demi bisa deket sama lu," ucap Arka.

"Bohong! Gue lebih percaya Christiano Ronaldo lahir di Aceh, daripada sama omongan lu barusan! Mana mungkin cowok kayak lu bisa dipercaya? Dah ah sana pulang lu!" cibir Kanaya.

"Yeh gitu amat lu sama gue, awas nanti naksir loh!" goda Arka.

Kanaya menggeleng cepat, "Jangan mimpi lu!" ucapnya ketus.

Disaat mereka sedang berbincang, tiba-tiba sebuah motor dan mobil datang ke depan sana lalu berhenti tepat di dekat mereka. Arka serta Kanaya sangat terkejut dibuatnya, apalagi yang datang kesana adalah Wahyu bersama dua orang wanita yang tak lain ialah Zee dan Gloria. Kedua wanita itu kini turun dari mobil, mereka langsung menghampiri Kanaya dengan wajah lesu dan menunduk.

"Eh Ka, lu ternyata disini juga? Oh gue tau, pasti lu abis anterin Kanaya pulang ya? Bagus deh, gue senang lihat lu makin dekat sama Kanaya!" ucap Wahyu sambil tersenyum.

"Iya dong, lu doain aja ya supaya Kanaya mau hilangin gengsinya dan terima gue buat jadi pacar dia!" ucap Arka sembari menatap Kanaya dan tersenyum lebar.

"Apaan sih? Gausah ngarep deh lu, gue gak mungkin suka sama lu apalagi mau jadi cewek lu!" ucap Kanaya protes.

"Yaudah, mungkin Kanaya cuma butuh waktu buat sadar sama perasaannya. Lu sabar aja dulu, Ka!" ucap Wahyu terkekeh.

Arka tersenyum lebar mendengarnya, sedangkan Kanaya tampak memutar bola mata karena malas sekali harus meladeni ucapan dua orang pria yang tidak jelas itu. Lalu kemudian, Arka beralih menatap Zee dengan tatapan tajamnya disertai dua tangan terlipat di bagian depan tubuhnya. Jujur Arka tak senang melihat kehadiran dua gadis itu disana, ia pun sontak bertanya apa maksud mereka.

"Ini kalian berdua ngapain kesini? Mau cari gara-gara lagi sama Kanaya? Oh atau lu gak suka lihat gue dan Kanaya dekat-dekat begini, iya?" tanya Arka pada mereka dengan ketus.

"Bukan gitu, Ka. Kita kesini karena dipaksa sama Wahyu kok," jawab Zee gugup.

Arka tersentak lalu beralih menatap sahabatnya, "Maksudnya apa? Beneran lu yang paksa mereka dan bawa mereka kesini?" tanyanya penasaran.

"Iya Ka, tapi gue cuma pengen minta mereka berdua buat minta maaf sama Kanaya secara langsung. Karena kan setelah apa yang mereka lakukan saat itu ke Kanaya, mereka belum sempat minta maaf loh sama dia," jelas Wahyu.

"Iya gue tahu niat lu baik, tapi ini bisa jadi bahaya buat Kanaya. Sekarang nih dua cewek murahan ini jadi tahu dimana Kanaya tinggal, gimana kalau mereka apa-apain Kanaya, ha?" ujar Arka.

"Lo tenang aja Arka, kita gak mungkin celakai Kanaya lagi kok! Kita kesini cuma mau minta maaf sama Kanaya, dan kita janji gak akan mengulangi kesalahan itu!" ucap Zee.

"Iya, Kanaya lu mau kan maafin kita berdua?" sahut Gloria dengan sedikit lesu.

Kanaya menatap dua gadis itu dengan bingung, sejujurnya ia masih belum bisa melupakan kejadian yang ia alami saat itu dimana dirinya benar-benar dibuat terluka oleh keduanya. Ada rasa dendam dan amarah yang kuat di dalam dirinya, tetapi kini Kanaya harus melupakan semua itu karena niat baik dari Zee maupun Gloria untuk meminta maaf.

Arka serta Wahyu pun kompak menatap wajah Kanaya dari tempat mereka masing-masing, seolah menantikan apa jawaban dari gadis itu. Sedangkan Zee perlahan mulai melangkah maju mendekati Kanaya, diikuti Gloria dari belakangnya. Tanpa diduga, kedua gadis itu membungkuk lalu mencium kaki Kanaya seperti yang diminta Wahyu tadi.

Deg!

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

1
falea sezi
topan nikah ma siapa thor
Fenti
aku mampir 😁
Nurainun Harahap
GK ska dgn cewek lemah
resaiza
knpa kanaya mlh terus ikutin kemauan arka coba katanya gk akan percaya tapi ini apa coba,,,gk konsisten
resaiza
ceritanya di ulang pas part selanjutnya panjang lagi yang di ulangnya
Rastika Wati
maksih kak atas karyanya,,critanya baguss gk brbelit",,sehat sllu buat Kaka dan trus brkarya🥰🥰🥰🥰🥰
Chocolla: Hai kak, mampir yuk ke ceritaku 😊
total 2 replies
👑@N4ND@👑
ga kerasa udah habis aja
pat_pat: klo pnjg2 nanti jd ngalor ngidul
total 1 replies
Bundanya Robby
hmmmmm ...
Bundanya Robby
mampir ya Thor kayak nya asyik ceritanya
pat_pat: okey mksh ya
total 1 replies
Pa'tam
menarik
pat_pat: makasih
total 1 replies
👑@N4ND@👑
cepat wahyu selamat in kanaya kasian,ku yg jadi emosi 😤😤
pat_pat: sabar² jgn emosi😂
total 1 replies
Fenti
aku mampir kak 😁
👑@N4ND@👑
pertama lanjut thor 💪💪🥰
👑@N4ND@👑
mampir...
pat_pat: makasih
total 1 replies
Fenti
aku mampir kak 😁
Fenti
apakah ini jadi penyelamat Tiffany nanti
Fenti: hahahaha, kalau aku langsung sat set😂😂
total 2 replies
Fenti
baru setelah besar nanti anaknya akan dia cari😤
Fenti
kok jahat banget, kasian
Fenti
terus maksudmu, ada gak sih yang tolong dia😥
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
Anwar Kewer: masama thor 😍😍😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!