NovelToon NovelToon
Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Tamat
Popularitas:182.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Hati siapa yang tidak hancur saat mengetahui kalau calon suami sahabatnya adalah kekasih yang selalu bicara cinta padanya, apalagi pernikahan mereka karena Dina hamil.

Milea memilih pergi karena Arkan memilih diam, tidak memberikan penjelasan apa-apa.

5 tahun kemudian takdir mempertemukan mereka kembali bahkan Dina yang ternyata sudah tiada meninggalkan wasiat untuk mereka berdua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu Mami

Setelah melewati perdebatan panjang akhirnya Arkan berhasil membuat Milea datang ke rumahnya, memenuhi undangan Papi Mami untuk makan siang bersama.

Milea sempat terpaku sejenak di depan pintu masuk, membayangkan situasi yang tidak nyaman apalagi Arumi menunda kepulangannya hingga 3 hari ke depan.

“Jangan takut, Sayang, aku yakin kalau kali ini Mami serius dengan ucapannya,” bujuk Arkan berusaha membawa Milea masuk.

Arkan tersenyum saat melihat kekasihnya menghela nafas beberapa kali. Ia paham betul bagaimana gugupnya Milea karena Arkan pernah merasakan hal yang sama saat ingin bertemu dengan kedua orangtua Milea untuk meminta maaf.

“Auntie Milea,” pekikan dari ruang tengah membuat Arkan terkejut.

Tidak ada pemberitahuan kalau Mami akan mengundang Tante Heni dan keluarganya dan bisa-bisanya hari ini Dino ikut datang juga.

“Halo sayang,” Milea berlutut supaya posisinya sejajar dengan Emilia.

“Udah lama nggak ketemu sama Auntie. Mili kangen,” Emilia langsung memeluk Milea.

Gantian Arkan yang menghela nafas dan menghampiri tamu keluarganya yang duduk di sofa.

“Apa kabar, Kak,” sapa Arkan sambil menyalami kakak kandung Dina.

“Baik Bro, kamu kelihatan gemukan,” sahut Dino berpelukan ala pria dengan Arkan.

“Sudah ada yang memperhatikan, Kak,” ujar Arkan sambil tertawa.

Milea yang digandeng oleh Emilia menyapa kedua orangtua Arkan dan Dina sebelum menyapa Dino.

“Nggak nyangka ketemu kamu di rumah ini, Mil,” ujar Dino saat Milea menyapanya.

“Biasain, Kak,” Arkan yang menyahut sambil merangkul bahu Milea membuat gadis itu tidak nyaman karena merasa diperhatikan oleh kedua ibu yang sedang duduk di dekat mereka.

”Ke depannya Kakak akan selalu bertemu Milea setiap kali ada acara di rumah ini,” lanjut Arkan yang diangguki oleh Dino sambil tertawa.

Acara makan siang ini terasa canggung karena hubungan satu sama lain tidak terlalu baik. Arkan masih membatasi diri berbincang dengan mantan mertuanya dan menjawab pertanyaan seperlunya. Milea pun masih kaku menanggapi percakapan karena Mami Mira terlihat belum terlalu nyaman dengan kehadiran Milea.

Untung saja celoteh Emilia cukup membantu hingga suasana tidak terasa tegang. Bocah yang sebentar lagi berusia 5 tahun itu memilih duduk di antara Arkan dan Milea.

Pada awalnya Arkan enggan duduk di sebelah Emlia tapi Milea memaksanya.

“Suka atau tidak, kelak ia akan jadi bagian keluarga ini karena Kak Arumi sudah memutuskan untuk mengadopsinya,” nasehat Milea.

Selesai makan siang usai, Arkan terpaksa meninggalkan Milea untuk membahas masalah penting soal kerjaan.

Canggung berada di tengah keluarga Dina dan Mami Mira, akhirnya Milea menuruti permintaan Emilia yang mengajaknya bermain di teras belakang.

“Bagaimana kabarmu ?” tanya Dino membuat Milea sempat kaget karena sedang fokus mewarnai gambar bersama Emilia.

“Baik dan Kak Dino sendiri bagaimana ?”

”Baik dan belum menemukan penggantimu,” sahut Dino sambil tertawa pelan.

“Seharusnya Kak Dino mengurangi jadwal praktek supaya punya banyak waktu untuk mencari jodoh.”

Dino kembali tertawa pelan dan duduk di samping Milea, menatap hamparan rumput, pohon dan berbagai tanaman yabg ada di halaman belakang rumah keluarga Arkan dengan posisi kedua tangannya menopang di lantai di belakng tubuhnya.

“Kamu serius mau balikan sama Arkan ?”

“Iya,” Milea menjawab tanpa ragu.

“Kalau saja aku tidak pernah menganggapmu anak kecil sejak dulu, mungkin aku masih punya kesempatan untuk memilikimu,” gumam Dino.

“Maksud Kakak ?”

”Kamu sudah menarik perhatianku sejak pertama kali kamu diajak Dina ke rumah tapi sayangnya aku merasa pacaran dengan bocah seperti kamu akan merepotkan, karena aku berpikir kalau kamu adalah anak manja seperti Dina. Aku selalu mrnyangkal perasaanku hingga akhirnya aku sadar saat dirimu tidak lagi ada di hadapanku. Aku sangat kehilangan dan saat Dina bercerita kalau persahabatan kalian berakhir karena kamu menyukai Arkan tapi Arkan malah menyukai Dina, aku bertekad akan mencarimu dan membantu menghapus nama Arkan dari dalam hatimu. Namun ternyata aku sudah dibohongi oleh adikku sendiri,” Dino tertawa getir.

“Jangan pesimis dong gitu dong, Kak. Kakak itu dokter tampan yang cukup populer, pasti banyak cewek antri mau jadi pacar bahkan calon istrinya Dokter Dino.”

“Darimana kamu tahu kalau aku ini populer ?”

“Masih ingat waktu kita ketemu di Semarang ? Teman-temanku banyak yang langsung meleleh begitu melihat Kakak, bahkan sampai sekarang beberapa di antara mereka masih ada yang setia mengikuti berita Kakak di medsos.”

“Tapi kamu nggak termasuk di dalamnya kan ?”

“Auntie sama Uncle lagi ngomongin apa, sih ? Auntie jadi nggak bantu Mili mewarnai gambar nih,” protes Emilia dengan wajah ditekuk.

“Uncle pinjam auntie sebentar, kan uncle jarang ketemu sama auntie Lea.”

Emilia mengerucutkan bibirnya dan meneruskan kegiatan mewarnai gambar, menuruti permintaan Dino.

“Lea, bisakah kamu menjawab dengan jujur satu pertanyaan yang cukup mengganjal di hatiku.”

“Soal apa ?”

“Seandainya aku bukan kakak kandung Dina, apakah masih ada kemungkinan kamu menerima cintaku saat di Semarang ?”

“Mungkin,” Milea mengangguk.

”Saat Arkan menikah dengan Dina, aku sempat sakit hati karena mereka menganggap perasaanku tidak penting tapi akhirnya aku menerima takdir kalau Arkan bukanlah jodohku. Aku belajar membuka hati untuk pria lain termasuk pada Kaka Dino. Sayangnya pikiran dan rasa sakit hatiku menolak karena Kak Dino masih berhubungan erat dengan Dina.”

“Tapi saat itu Dina sudah tiada, artinya kalau kita jadian, tidak akan ada Dina di antara kita.”

“Tapi ada Arkan, Kak. Saat itu aku tidak tahu kalau Emilia bukanlah anak Arkan dengan Dina. Hati kecilku enggan berhubungan lagi dengan Arkan dan alasan lainnya aku berpikir sebagai kakak kandung, sifat kakak tidak akan jauh berbeda dengan Dina. Maaf bukan bermaksud menjelekkan Dina yang sudah tiada, tapi faktanya Dina sangat egois dan tega melakukan apapun demi mendapatkan keinginannya termasuk mengorbankan orang-orang yang disebut sebagai sahabat.”

“Aku benar-benar minta maaf atas semua perbuatan Dina padamu dan Arkan. Aku pastikan kalau aku sangat berbeda dengan Milea. Satu kesalahan kami adalah terlalu memanjakannya dan tidak pernah bilang tidak pada Dina hingga akhirnya ia tumbuh menjadi manusia yang egois dan lemah.”

“Semuanya sudah berlalu dan jangan terlalu dijadikan beban. Masalah kita, anggap saja kalau kita berdua belum berjodoh meski saat ini aku belum bisa memastikan soal hubunganku dan Arkan akan berujung dimana.”

“Maunya aku kamu berpaling padaku,” seloroh Dino sambil tertawa.

“Aku akan mendoakan yang terbaik untuk Kak Dino. Semoga Kakak segera mendapatkan jodoh yang sangat baik dan mencintai Kakak sepenuh hati bukan sekedar karena kakak seorang dokter tampan,” sahut Milea sambil tertawa pelan.

“Ya, semoga,” timpal Dino sambil tersenyum tipis.

Acara hari itu ternyata berlanjut hingga makan malam. Sikap Mami mulai mencair membuat Arkan bisa merasa sedikit lega.

Selain nasehat dari Tante Heni, Mami melihat bagaimana sikap Milea sebagai seorang perempuan yang layak untuk dijadikan menantu.

Milea cekatan mengerjakan tugas di dapur termasuk memasak, sabar mengurus Emilia seperti seorang ibu dan melayani Arkan seperti seorang istri. Mami sempat melihat bagaimana Dino menatap kekasih putranya itu sebagai wanita idaman, membuat Mami memutuskan untuk memberikan restu daripada melihat Arkan patah hati lagi karena khawatir bukan tidak mungkin Dino bisa merebut hati Milea.

“Kapan-kapan main lagi kemari kalau kamu senggang. Sejak Arumi buka usaha, Tante lebih banyak sendiri di rumah karena Om dan Arkan terlalu sibuk dengan pekerjaan,” ujar Mami saat Milea pamit karena hari sudah malam.

Arkan sempat menautkan alis apalagi dilihatnya Milea sudah bersikap santai, tidak kaku atau tegang lagi.

“Dengan senang hati, Tante. Sepertinya saya harus banyak belajar memasak terutama makanan kesukaan Arkan. Di rumah, mama lebih sering bikin kue daripada masakan.”

“Pantas tangan kamu sudah trampil saat membuat donat dengan Mili,” ujar Mami sambil tertawa pelan.

“Mama sering menerima pesanan menjelang hari raya. Tante sukanya kue apa ? Nanti akan saya buatkan sebelum kemari.”

“Apa saja.”

“Mami suka bolu tape keju dan kastengel, Mili. Aku yakin nggak akan cukup satu toples kalau sudah mencoba buatan mamamu.”

Milea mengangguk-angguk dan pamit kembali. Rasanya sedikit tidak enak karena Mami Mira mengantarnya sampai ke teras dan perlakuan Mami selanjutnya sungguh membuat Milea bahkan Arkan terkejut.

“Terima kasih sudah menerima Arkan kembali,” ujar Mami sambil memeluk Milea.

Perlahan tangan Milea balas memeluk Mami Mira.

“Terima kasih juga karena Tante mau menerima saya di keluarga ini.”

Milea melambaikan tangan dari dalam mobil sebelum Arkan melajukannya meninggalkan rumah keluarganya.

“Terima kasih untuk hari ini, Mili,” ujar Arkan sambil mengusap kepala Milea saat mobil sudah berada di jalan raya.

Milea mengangguk sambil tersenyum. Ia sendiri tidak menyangka kalau Mami Mira yang begitu keras padanya akhirnya memberi ruang untuk kembali menjalin cinta dengan Arkan.

1
Suwar Lia
lanjut
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
apa anak a henri y kn kt a mirip
Fi Fin: jangan2 anaknya si henri tuh amellia
total 1 replies
Maria Christanti
tetap semangat dlm berkarya thor.👍
Baretta: Terima kasih kak Maria Christanti
total 1 replies
Wayan Sucani
Betul kan... sudah ada clue nya...
Wayan Sucani
Takut klo Henry ayahnya Emili
tutut wahyuningsih
selalu suka sama ceritanya 👍❤️
Baretta: Terima kasih selalu kasih bintang 5 kak Tutut Wahyuningsih 😊😊🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
bunda DF 💞
bagus ceritanyaa
cetom😘😘
lutut kali torrr
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Ray
jonathan
Ray
lebih baik cari pasangan lain aja deh Milea, cari keluarga yg bisa menghargai sesama manusia.
Ditha Maherani
Novel yg keberapa yah ini?
Aku suka sama gaya penulisan Kakak.
Aku suka alur ceritanya.
Ringan tapi seru, tidak membuat pembacanya mikir keras dalam membaca. Good job kak 🥰
ayu cantik
bagus
guntur 1609
kasihan nasib emilia
guntur 1609
dasar maminya arkan setan
guntur 1609
dasar arkan gemblung
guntur 1609
ia kalau betul tu anak he dri. knp gak di test DNA sja diam2. da sar arkanaya sj yg peak
guntur 1609
apa tu anaknya hendri ya. kok bawa2 nama arumi
guntur 1609
rasain kau laku2 paok. sdh sprti tu tu pun masih gak bisa memberi kepercayaan tk calonmu
sutiasih kasih
akhirnya maknya arkhan sadar jga....
sutiasih kasih
dina... km sdh mati pun bnyk mninggalkn msalah dan krumitan org lain....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!