Quirinus pikir, setelah menikah bersama wanita yang dicintai dan mencintainya akan mendapatkan kehidupan bahagia, damai, dan tidak pernah menemui masalah apa pun. Tapi ternyata, ia keliru. Masalah memang tidak pernah muncul dari hubungannya dengan sang istri, namun justru masa lalu.
Saat usia pernikahan menginjak satu tahun dan Annora tengah mengandung anaknya, karirnya sebagai seorang model dan aktor melambung tinggi. Ketika ia mulai terkenal itulah titik di mana seorang wanita dari masa lalu Quirinus muncul dan mengaku bahwa memiliki anak bersamanya.
Ujian cinta Quirinus dan Annora begitu luar biasa. Sanggupkah mereka bertahan dalam ikatan pernikahan yang masih seumur jagung itu atau justru sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
...Warning: bacanya jangan sambil dibayangin, area dewasa...
...*****...
Bujuk rayu, segala macam dilakukan oleh Quirinus demi bisa merasakan lagi bagaimana nikmatnya bercinta. Sebab, hanya dengan Annora ia melakukan hubungan intim menggunakan perasaan. Sehingga semua terasa jauh berbeda dari wanita-wanita yang pernah ditiduri.
Setelah mengiba sampai seperti seorang anak yang memohon dibelikan mainan, cuma bedanya kalau Quirinus meminta seluruh tubuh sang istri mau dilucuti hingga polos ... akhirnya dia berhasil juga.
Dengan ucapan permohonan secara halus tidak mempan. Maka, Quirinus langsung saja menunjukkan bagaimana lihai tangannya saat membuai, lidah saat menggelitiki area bawah sang istri. Meski beberapa kali ditolak dengan tangannya ditepis, atau kepala didorong saat berusaha meraih titik sensitif sang wanita. Tetap saja Annora kalah, dia adalah pemenangnya.
Lihat saja, Quirinu dan Annora bahkan telah berpindah tempat. Tadinya mereka ada di sofa ruang santai, kini sudah di dalam kamar.
Jangan tanya kondisi ruangan itu, pastilah sangat berserakan. Pakaian yang awalnya membalut tubuh keduanya pun sudah terlempar ke sembarang arah. Ada yang menyangkut di televisi, teronggok di lantai, sampai ke kursi, meja, bahkan ada juga yang di depan pintu kamar mandi.
Luar biasa memang ulah seorang mantan pemuas wanita itu dalam membuai sang istri. Nyatanya, Annora yang semula menolak karena alasan engap dengan perut besar dan bingung mau menggunakan gaya apa yang cocok pun pada akhirnya mengeluarkan suara erotis juga bersama dengan dirinya. Wanita itu justru banyak mengajukan request gaya.
Quirinus hanya menuruti setiap sang istri meminta untuk berubah posisi, daripada puasa semakin lama. Apa lagi kalau sudah punya anak atau putranya yang sudah besar jadi tinggal bersama dengannya. Pasti akan semakin sulit untuk mencuri waktu.
Ada bibir menyeringai puas kala Annora kini mau merubah gaya lagi untuk kesekian kali. Hampir tiap satu atau dua menit sekali, wanita itu meminta jeda. Dan ... sekarang dia menjadi di atas Quirinus, memimpin permainan.
“Katanya engap perut buncit, tapi ... masih semangat juga di atasku,” goda Quirinus seraya tangan menangkup dua buah dada yang sangat pas dalam genggaman.
“Ck! Jangan diajak bicara, aku sedang konsentrasi,” omel Annora. Mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur bergairah gara-gara tangan dan lidah nakal suami. Jadi, ya sudahlah, sekalian saja terbuai dalam lautan penuh gelora asmara. Toh enak juga setelah dinikmati, tidak seengap yang dia bayangkan. Gaya juga banyak, kecuali posisi ia di bawah terlentang dengan posisi dua paha terbuka lebar—tidak suka karena tak nyaman baginya.
Quirinus sebenarnya gemas ingin menggerakkan pinggul ke atas saat Annora pelan sekali menggoyangkan tubuh. Tapi, lagi-lagi perut berisi anaknya itu membuatnya harus bersabar dan menikmati saja hentakan yang kurang berpower.
Setelah berlangsung kurang lebih lima belas menit, pada akhirnya Annora nampak kelelahan. Sedangkan Quirinus belum sampai pada titik puncak yang semestinya didaki.
“Sudah, ya?” ucap Annora seraya hendak memisahkan diri.
“Sebentar lagi, please,” cegah Quirinus. Dua telapak kekarnya menahan pinggul sang wanita. Dia lalu menuntun Annora supaya bergerak kembali. Kali ini sembari mensugesti pikiran agar merasakan lebih melayang lagi. Hingga ... ada sesuatu yang hangat berhasil menyembur.
Annora segera memisahkan diri, cairan pun ada yang leleh keluar dari area bawah sana. Tapi, masih malas sekali untuk membersihkan. Ambruk saja dulu ke ranjang, istirahat sebentar.
Kecupan dilayangkan oleh Quirinus, tepat di punggung yang masih basah oleh peluh. “Thanks, ternyata milikku tidak karatan.”
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini