NovelToon NovelToon
My Little Girl (SEASON 1-2)

My Little Girl (SEASON 1-2)

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:305.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rsawty

SEASON 1-2

S1(TAMAT) | S2(ON GOING)

Sinopsis S-1:

Dikhianati oleh kekasih dan sahabat sendiri? bagaimana rasanya? sakit yang teramat? yah! tentu saja! itulah yang di alami oleh Ruby.

Kecewa dikhianati oleh dua orang yang berharga untuknya hingga membuat dirinya pergi menghibur diri di Club malam. Hingga di pertemukan dengan Athala yaitu seorang CEO yang impoten yang tidak memiliki gairah terhadap lawan jenis. Tapi, siapa sangka, Ruby yang hanya sosok gadis SMA bisa membuat dirinya kehilangan kendali?

Apakah mungkin dia adalah cinta sejatinya?

Sinopsis S-2:

Disia-siakan oleh kekasih sendiri? Bagaimana rasanya? Terluka? Tentu saja!

Tidak pernah terbesit dalam benak Zeal bahwa dirinya akan dikhianati oleh kekasihnya sendiri. Dan parahnya, ia dicampakkan. Kekasihnya lebih memilih bersama dengan Pria selingkuhannya dari pada dirinya.

Lalu bagaimana jadinya jika Mantan kekasih yang menyia-nyiakan mu, tiba-tiba muncul kembali dalam hidupmu?

-SECOND NOVEL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rsawty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MLG.RUN RUBY RUN!!

Di waktu daun pintu terbuka, Athala langsung di sambut oleh puluhan pelayan wanita dan satu di antara mereka wanita yang sudah memasuki usia paruh baya sebagai kepala pelayan. Mereka berjejer rapi, membungkukkan tubuh sebagai bentuk penghormatan, sambil hendak menyapa bersamaan, "Selamat dat--"

"Ssst.." Ucapan mereka terpotong hanya dengan sebuah sinyal yang diberikan oleh Athala, melarang ada yang membuka suara, ia tidak ingin ada yang menganggu tidur Ruby yang ada dalam gendongannya. Mereka yang paham pun segera bungkam hanya menatap Athala yang menaiki struktur undakan tangga untuk menuju ke atas.

Seketika mereka berdesas-desus sepeninggalan Athala. Salah satu pelayan menyenggol lengan Rabia--Sang kepala Pelayan, "Tuan bawa cewek." bisiknya.

"Sujud syukur kepada tuhan, akhirnya Tuan kita normal juga.. ini adalah sesuatu yang patut untuk di rayakan!" seru Rabia. Sudah bertahun-tahun Rabia bekerja di mansion Athala namun belum pernah melihat majikan mereka membawa Perempuan, ini adalah kali pertama.

***

Dalam posisi rebahan miring, dahi bertumpu pada tangan, pandangannya terus berpusat kearah seseorang yang ia klaim sebagai Gadis kecilnya. Sepertinya, menonton Ruby yang terlelap akan menjadi salah satu favoritnya.

Athala rasa ia semakin terpikat dengan Ruby. Betah sekali ia berlama-lama menatap wajah lugu Ruby yang tengah terlelap.

"Cukup dulu lo kabur, kali ini, gue gak bakal lepasin lo lagi." punggung tangannya mengelus pipi halus Ruby yang terhanyut dalam lautan mimpi.

Nyenyak sekali nampaknya hingga Athala tidak enak untuk membangunkannya sampai di mansion dan memutuskan membawa Ruby tidur di kamar luas Athala yang cukup di inapi sampai tujuh turunan.

Malam itu, Athala yakin bukanlah suatu kebetulan, Ruby memang di takdir kan untuknya hingga Tuhan menuntun mereka bertemu walau dalam cara yang cukup unik.

Gadis ini sudah mempermalukan dirinya dengan membayar murah, bayangkan saja Athala yang bijaksana, memiliki ke tampanan di luar nalar di bayar hanya seharga lima ratus ribu? apakah gadis ini menganggapnya murahan?

Bahkan harga diri Ruby saja tidak mampu membayar tubuhnya yang terpahat sedemikian rupa, Athala memang di ciptakan oleh Tuhan nyaris sempurna, kekurangannya tidak dapat di lihat dari segi luar.

Selain dari kerugian yang tidak seberapa, di lain sisi Athala merasa lebih banyak di untungkan karena bisa bertemu dengan Ruby lagi. Calon istrinya yang gagal terdahulu. Tidak perlu jauh-jauh lagi ia mencari, dia sudah ada di depan matanya.

Perasaan Athala belum lama berjalan waktu, Ruby masih berseragam Secondary School (Kalau di Indonesia itu, SMP) sekarang? gadis kecilnya sudah terlihat dewasa. Bahkan, sudah berani bermain-main ke tempat terlarang.

Di luar negeri itu mungkin hal biasa, namun jika Ruby memang sudah lama kabur dari tanah kelahirannya, berarti ia telah terpengaruhi oleh pergaulan Indonesia yang lebih positif ke timbang pergaulan bebas luar negeri.

Usapan lembut yang menerpa pipinya rupanya cukup mengusik, menarik jiwa Ruby dari alam bawah sadar, membawanya kembali ke permukaan dunia realita. Matanya mengerjap-ngerjap menyinkronkan pandangan yang mengabur lalu mengedar ke sekitar.

Di mana ini? Batinnya bertanya-tanya.

"Sudah bangun?" tanya Athala sekedar berbasa-basi, Ruby tersentak kaget, baru menyadari jika di sisinya ada Pria--yang menghabiskan malam pertama dengannya? cekatan Ruby bangun dan beringsut membesarkan jarak antara mereka.

"Lo ngapain di sini?!!"

"Ngapain?" Alisnya naik sebelah, " ini kamar gue, Gadis kecil." ujarnya menegakkan duduk, dua tangannya terlipat, mengarah pada Ruby dengan menggunakan mimik minim ekspresi. Sedangkan objek yang ia tatap sibuk memperluas arah pandang ke segala arah, Ruby di buat linglung mengapa ia bisa sampai kesini, "Ini jam berapa?" tanyanya seketika teringat jika ia harus pergi bekerja.

"Jam?" Wajah Athala turun menjatuhkan tatapan di arloji warna hitamnya, memeriksa waktu yang makin sore, "Pukul lima lewat tiga puluh lima menit,"

Membelalak sempurna netra Ruby mendengar hal itu, "Kenapa lo gak bangunin gue?!!" Beranjak dalam keadaan sedikit frustasi, ia menuju ke pintu, belum juga pintu Ruby buka, kembali lagi ke kasur untuk menyambar tasnya yang ketinggalan.

Tentu Athala tidak akan tinggal diam ketika membaca gerak-gerik Ruby yang akan kabur, saat Ruby balik berjalan menuju pintu, lantas secepat kilat Athala menyusul.

Lengan kekarnya nya menjalar melintasi kepala Ruby yang hanya sebatas dadanya, sontak telapak tangan besar dengan punggung terpadu urat-urat menekan daun pintu yang di buka oleh Ruby dengan kuat, agar bisa menutup akses keluar untuk Ruby.

Tidak kalah keras usaha Ruby membuka kenop, "Ish, jangan di tahan! gue mau pergi kerja!!" cetusnya.

Tangannya ubah posisi menjadi sikut bertumpu pada dua sisi kanan dan kirinya kepala Ruby yang berbalik karena sudah putus asa, saat pandangan Ruby terangkat maka tatapan mereka jadi membidik.

Athala bisa menyelami bola mata indah yang berwarna kecoklatan itu dengan sangat sangat intens, Ruby lagi-lagi di buat terpesona dengan tampang Athala yang tidak bisa di deskripsikan dengan lisan.

Curang. Di sini hanya dirinya yang terhipnotis oleh paras yang dapat di bandingkan sang dewa yunani. Gelora yang berdesir dalam dada dari mereka tanpa tersadari menjadi rahasia masing-masing.

Sudut bibir Athala tertarik sebelah, reaksi penuh pujaan ini bukan kali pertama Athala lihat di dalam hidupnya, sejak kecil ia sudah menjadi sorotan takjub orang-orang di sekitarnya, persis dengan ekspresi kesima Ruby tunjukan kali ini.

Berselang detik mereka dalam suasana ini, hingga kemudian Ruby terkesiap di sadarkan oleh telapak tangan besar Athala yang mengenggam tangan mungilnya, menarik menuntunnya kearah pipi dengan rahang tegas tersebut, "Kalo lo suka, lo bebas lihat dan nyentuh gue semau lo." titahnya terkesan menekankan, bibirnya yang kenyal menyentuh permukaan kulit Ruby di bagian pergelangan tangan.

Segala peringai Athala saat ini tidak luput dari amatan Ruby yang bergeming di tempat, "Lo kerja di mana, hm?"

Jari telunjuknya mengangkat dagu Ruby agar berhadapan secara total ke arahnya, Ruby lekas melengos, membuang pandang ke mana saja asal jangan menunju Athala, tidak baik untuk kesehatan jantung. Bersama Alan saja ritme jantungnya tidak secepat ini seingat Ruby. Pria ini memang jauh lebih berbahaya.

"Kenapa diem?"

"G-gue kerja di cafe, kenapa?!!" tanya Ruby sedikit membangkang.

'Menarik.' Gadis galak dan keras kepala memang tipe ideal Athala dari dulu, yang tidak tertarik pada dirinya pada awalnya, kemudian ia bisa berjuang untuk mendapatkannya. Athala paling suka yang menantang dari pada yang mudah.

"Gak usah pergi kerja. Temanin gue untuk malam ini,"

"Gak-gak, gue mau pergi!!" Kedua tangan kecil gadis yang bersikeras mendorong itu, Athala ambil dan ia simpan pada dua bahunya dengan tubuh sedikit membungkuk, "Atau lo mau gue sewain Cafe? lo bisa kerja sesuka hati di sana dan gue bakal gaji lo sebanyak lima kali lipat dari gaji lo yang sekarang."

"Gak mau!!!" Kekeuh Ruby nyaris putus asa.

"Keras kepala." Athala mendesis, 'Tapi gue suka.'

1
Qaisaa Nazarudin
OMG ku pikir Flo sama Gatra..
Qaisaa Nazarudin
Lha udah koma berahun2 bangun2 langsung Amnesia,Ini mah orang bilang,UDAH JATUH,TERTIMPA TANGGA, Apes banget gak sih .🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Woow sampe 4 Tahun Atha koma,Hanya karena kebakaran doang..
Qaisaa Nazarudin
Aneh, Padahal gedungnya jan gede, Sempat2 lah Atha lari menyelamatkan diri kan..Tapi kalo udah outhor bikin kayak gini ya udah,ikutin aja alurnya..
Qaisaa Nazarudin
Ruby Masih aja gak berubah,Masih bego dan keras kepala,Di bilangin juga malah tdk dianggap, Sekarang rasakan,Baru tau jan kamu..
Qaisaa Nazarudin
Gila... Ternyata benar Alga orangnya..ckk hanya karena tuh Cewek,kamu mempertaruhkan masa depan mu,Kasian banget Ortu kamu,yg susah payah membesarkan dan menyekolahkan kamu, Hujung2 nya Bego hanya karena Cewek..🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Ga??? Alga kah??🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Masih mau kabur2 an lagi..
Qaisaa Nazarudin
Kan ku bilang juga apa, Percuma juga Ruby kabur jauh2, Tapi tetap aja masih dlm pengawasan dan kendali keluarga nya..
Qaisaa Nazarudin
Oh fi sini aja aku udah tau,kalo lelaki buncit ini diupah oleh suruhan keluarga Ruby untuk bikin DRAMA itu ya..
Qaisaa Nazarudin
Mata2 keluarga Ruby kah??
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Alurnya terlalu BERTELE-TELE,Peran Athala gak TEGAS,Hatusnya bisa aja dia maksa Ruby menikah dengannya,Dengan alasan Ruby bisa Hamil karena udah ditidurin,Ini mah malah ngajak Ruby jadi WANITA nya, Bukan jadi ISTERI,Gak GERCEP banget..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Berarti kamu Pedofil dong,Nidurin anak SD..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku jadi Risih dengan panggilan mereka, Padahal udah tidur bareng, Masih aja manggil loe gue..
Qaisaa Nazarudin
Ginjal?? Itu bisa Atha jadikan Alasan utk mengikat Ruby,Apalagi mereka udah tidur bareng,gimana kalo Ruby nanti HAMIL...
Qaisaa Nazarudin
Biasanya MANTAN yg seperti ini yg akan jadi PELAKOR nantinya saat prianya udah mulai bahagia dengan wanita lain..
Qaisaa Nazarudin
CUMAN PACAR KAN,BUKAN TUNANGAN,JUGA BUKAN ISTERI ORANG..
Qaisaa Nazarudin
Athala kah..??
Qaisaa Nazarudin
Itu mah pandangan orang yg lagi maruk dan bucin..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!