NovelToon NovelToon
Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Chicklit / Tamat
Popularitas:193.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur hapidoh

Siska seorang gadis yang tomboy dan juga urakan yang selalu membuat resah kedua orang tuanya dengan semua perbuatan absurd dan konyolnya. Suatu hari Siska harus menerima kenyataan. Ketika tiba-tiba kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan yang misterius baginya.

Siska harus berjuang dari nol untuk meneruskan perusahaan milik sang ayah yang ternyata mengalami banyak masalah karena banyak para direktur yang telah korupsi dan mencurangi ayahnya.

Bagaimanakah perjuangan Siska untuk bisa mengembalikan kejayaan keluarganya? Ketika dia harus menerima kenyataan tentang seorang laki-laki yang bernama Farel yang ternyata ikut andil dalam kehancuran keluarganya.

Apakah yang akan terjadi dengan kedua Insan yang memiliki banyak masalah ini?Apakah mereka bisa berhasil melewati semua ujian cinta dan akhirnya menyadari cinta mereka masing-masing?

Saksikan terus novelnya sampai tamat ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Kenapa?

Siska benar-benar bingung dengan apa yang saat ini sedang terjadi dalam hidupnya. Siapakah orang yang telah begitu tega menteror hidupnya dengan menggunakan bangkai tikus dan juga darah?

" Paman Siapakah yang sedang mengincar perusahaan papa?" tanya Siska bingung.

Adrian dan Steven saling menatap satu sama lain. Karena sejujurnya Mereka pun bingung dengan apa yang sedang terjadi.

" Kejadian meninggalnya kedua orang tuamu memang menyimpan banyak misteri. Sampai sekarang pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang dari penyelidikan itu. Tapi Paman yakin, bahwa kita pasti bisa menangkap penjahat yang telah tega sekali mencelakakan kedua orang tuamu." ucap Adrian mengelus rambut Siska.

Stevan mendekati Siska dan berusaha untuk membuatnya tenang. Setelah mengalami hari yang buruk dengan menerima teri dari orang yang tidak di ketahui oleh mereka.

" Steve fotolah barang-barang yang dikirimkan oleh penteror itu agar menjadi bukti untuk pihak kepolisian. Besok pagi-pagi kita akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian agar mereka menyelidiki kejadian malam ini!" ucap Adrian akhirnya memutuskan untuk melaporkan ke kantor polisi.

Siska tampak masih gemetar di dalam pelukan Adrian yang merasa iba dengan nasib keponakannya.

" Sabarlah sayang. Paman pasti akan melindungimu dan berusaha untuk menangkap orang yang sudah menaburkan teror dalam hidupmu!" ucap Adrian pelan.

Adrian menatap Steven yang mengerti bahwa adiknya pun saat ini sedang berpikir keras mengenai kejadian malam ini yang benar-benar ganjil.

Siska masih bisa merasakan Aura mistis di dalam rumahnya hingga saat ini bahkan bulu kuduknya masih terasa merinding.

" Apakah kita akan pindah dari rumah ini?" tanya Siska dengan suara gemetar.

Steven melihat ke sekeliling rumah Siska. Rumah yang begitu mewah dan megah memang tidak menutup kemungkinan kalau ada seseorang yang mengincarnya. Apalagi Siska yang sekarang hidupnya hanya seorang diri di rumah itu yang ditemani oleh pembantu dan sopir pribadinya.

" Kenapa orang itu malah menginginkan untuk aku melepaskan perusahaan Papah? Aneh bukan? Bukankah itu artinya orang tersebut sedang mengincar perusahaan Papah?" tanya Siska lagi.

" Paman sudah memeriksa orang-orang yang telah berbuat curang di perusahaan ayahmu. Kita tidak bisa untuk menemukan penjahat itu dengan cepat. Karena paman menemukan banyak sekali orang-orang yang bermasalah di perusahaan ayahmu!" ucap Steven.

Siska sudah mengantuk dan berkali-kali dia terus menguap. Adrian melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ternyata sudah jam 2 pagi.

" Tidurlah di sini kalau kamu mengantuk. Paman akan menjagamu. Kalau tidur di kamar akan sangat berbahaya kalau misalkan penjahat itu memasukkan gas beracun ke dalam kamar. Akan jauh lebih aman kalau kita berada di tempat terbuka seperti ini kita bisa saling menjaga satu sama lain!" ucap Adrian.

Steven mengangguk setuju dengan pendapat kakaknya yang selalu bijaksana dalam segala hal. Kelebihan Adrian adalah dia selalu bisa mengontrol emosi dan juga ketenangannya dalam situasi apapun.

" Benar siska. Kau tidurlah dulu. Nanti Paman akan bergantian untuk menjagamu. Kak kamu tidur lah dulu. Saya yang akan menjaga kalian sampai subuh nanti!" ucap Steven.

Adrian kemudian membentangkan kedua tangannya agar Siska bisa masuk dan tidur di dalam pelukannya.

" Tidurlah dalam pelukan Paman agar Paman bisa menjagamu!" Siska hanya mengangguk dan langsung mendekat ke arah pamannya.

Siska dan Adrian pun kemudian memejamkan matanya. Sementara Steven menyalakan televisi dan sibuk dengan ponselnya. Dia melakukan itu hanya untuk mengusir rasa sepi dan juga rasa was-was yang ada di hatinya sejak tadi.

Tiba-tiba Steven Kembali mendengar keributan di arah dapur. Steven menggoncang tubuh Adrian yang mulai lelap sambil memeluk Siska.

" Kak, bangunlah! Itu tadi di dapur ada keributan lagi. Ayo kita cek bersama. Aku takut Kak kalau sendirian!" ucap Steven berusaha untuk membangunkan Adrian.

Adrian membuka kelopak matanya yang sangat berat. Dia melihat adiknya yang sedang menatapnya dengan panik.

" Sudahlah. Biarkan saja! Besok kita akan pasang CCTV di seluruh rumah ini. Jadi kita bisa mengetahui orang iseng manakah yang berani menteror rumah ponakan kita!" ucap Adrian masih memejamkan matanya.

Steven tanpa kesal dengan Adrian kemudian dia pun mengambil stik golf yang biasa digunakan oleh kakaknya.

Dengan perlahan Steven melangkah ke arah dapur dan dia terkejut ketika mendapatkan seekor kucing yang mati di atas meja makan. Dengan kepala yang hampir putus.

" Astaghfirullahaladzim! Begitu jahatnya orang itu sampai menggunakan hewan kesayangan Siska untuk menterornya! Siapakah orang yang begitu tega melakukan seperti ini?" tanya Steven benar-benar kalut.

Steven langsung mengambil ponselnya dan kembali memotret teror baru yang datang itu.

Steven langsung menelepon kantor Polisi untuk melaporkan kejadian itu.

Steven tidak peduli walaupun Sekarang sudah jam 03.00 pagi. Sejak tadi matanya sudah sangat mengantuk. Tetapi harus dipaksa untuk tetap melek, karena dia takut terjadi hal yang buruk di dalam rumah itu ketika semua orang tidur. Steven mulai memeriksa situasi dan kondisi di sekitar rumah keponakannya.

" Aneh sekali. Kenapa pembantu dan sopir Siska tidak bangun sama sekali? Padahal sejak tadi kami begitu ribut di sini. Apakah mereka tidak mendengar keributan yang ada di rumah utama? Padahal jarak tempat tinggal mereka tidak terlalu jauh dari tempat ini!" tanya Steven bingung.

Kamar pembantu dan sopir di rumah Siska memang terpisah dengan kediaman utama. Kamar mereka berada di belakang rumah utama. Hanya di pisahkan oleh taman hidup yang dibuat oleh ibunya Siska.

Ayahnya Siska memang tidak senang kalau sampai rumahnya didiami oleh orang asing walaupun itu oleh pekerjanya sendiri. Jadi dia sengaja membuat kamar untuk pembantu dan sopirnya berpisah dengan rumah utama.

Mereka berdua memasuki kediaman utama hanya di siang hari. Ketika jam bekerja mereka berjalan. Setelah jam 07.00 malam maka mereka akan kembali ke kediaman yang sudah disediakan oleh ayahnya Siska untuk mereka tinggal bersama keluarga mereka.

Steven tanpa melihat keadaan rumah para pekerja yang berada di belakang melalui jendela yang terhubung ke taman belakang.

" Di sana pun sangat sepi. Mereka pasti kelelahan setelah bekerja seharian." ujar Steven yang kemudian langsung menutup kembali tirai yang tadi dia singkat untuk mengecek taman belakang.

Steven kemudian kembali ke ruang keluarga dan melihat kakaknya yang sudah mulai menguletkan tubuhnya dan bersiap untuk bangun.

" Apakah ada teror yang lain? Kau tampak begitu cemas?" tanya Adrian menatap Steven.

Steven mengangguk kemudian dia pun menunjukkan foto yang tadi diambil di meja makan kepada Adrian.

" Astaghfirullahaladzim sungguh sangat jahat sekali orang ini. Aku yakin dia pasti adalah orang yang mengenal seluk-beluk rumah ini! Bagaimana mungkin dia bisa masuk ke rumah ini tanpa kita dapat mengetahui kehadirannya?" tanya Adrian kepada Steven.

1
Rahma Waty
typo banyak thor
Rahma Waty
jadi wanita genius.tidak mudah lemah.semangat siska
Rahma Waty
jadikan Siska wanita tangguh
mery harwati
Kan Siska pernah dicium guru nya yaitu Pa Andika waktu nganter Siska pulang ? Brati kan bukan ciuman pertama bwt Siska klo sekarang Farel cium Siska 🙄🤔
Risa Istifa
👍
Devi Handayani
sungguh tragis🥺🥺🥺🥺
Nur hapidoh: ya kak 😥
total 1 replies
Nanda Lelo
lagian ngapa gak naik aja k taksinya dulu,, kan bisa bayar pas nyampe rumah wahai siskaaaaaaa
Nanda Lelo
mau ngelamar jadi Mak tirinya Siska kali nih orang
Irma Purwanti
selalu mendukung,majuuuuuu trus
virshere ads
thor sehat-sehat ya supaya terus berkarya
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
jangan gantung Thorr Cepetan Up ya Thorr Semangat
mintandrose
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
SongbirdGarden
Ya Tuhan, do'aku cuma satu. Semoga authorku sehat terus biar bisa lanjut update dan jalani kegiatan sehari-harinya *piw piw
Nur hapidoh: doa yg sama buat akak
total 1 replies
Rahmat Emas
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong😄👍💪
🌈Rainbow🪂
Mampir dl,salam kenal 🙏
alchemyworks
lanjut semngat menulis karya karya mu thorr sehat sll😍😘
Waria
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita~!!
Irma Purwanti
Yailah kok udah sampe bab paling akhir aja.. semangat update thor!
Penghargaan Pink
Aku bacanya ngebut karena seseru itu!!
bunga karya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!