NovelToon NovelToon
My Step Brother

My Step Brother

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / One Night Stand / Tamat
Popularitas:57.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mariana

Bianca Fernandez baru saja putus dengan kekasihnya yang berpacaran dengannya selama tiga tahun. Hatinya sangat hancur dan ia memutuskan pergi ke suatu tempat dan tak sengaja bertemu dengan Lucas Taylor. Ironisnya takdir kembali mempertemukan mereka yang ternyata akan menjadi saudara tiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Salju mulai menapaki kota itu, semua penghuniannya mulai menyiapkan segala hal untuk menghangatkan diri mereka. Terlihat di kediaman keluarga Taylor, Bianca sedang menambah kayu pada perapian di dekat meja makan mereka. Sesekali ia menggosok-gosok kedua telapak tangannya, berharap memberikan kehangatan.

Pandangannya beralih pada Anastasia dan Bibi yang sedang menyiapkan makanan di dapur. Kemudian, melintaslah Lusy seraya menggendong Rosella.

"Pemanas ruangan di sini sedang rusak, sebaiknya jangan dulu mengeluarkannya." Ujar Bianca seraya melangkah mendekati Lusy dan putri kecilnya.

"Dia terus menangis, sepertinya ia merasa dikurung di kamarnya," jawab Lusy.

Bianca sadar bahwa saudari tirinya itu terlihat sangat kelelahan karena memenangkan Rosella yang menangis.

Ia mengisyaratkan agar Lusy memberikan Rosella pada gendongan, "Istirahatlah sebentar, Lusy. Aku akan mengganti menggendongnya."

"Terima kasih banyak. Kau terlalu banyak membantuku." Ia pun menyerahkan Rosella pada Bianca.

"Kita keluarga, jangan terus mengucapkan terima kasih seperti itu, seperti orang lain saja." Lusy mengangguk sambil tersenyum, ia bersyukur sekali mempunyai Bianca dan Anastasia.

"Ayo, kita lihat Nenek di dapur." Ajak Bianca pada Rosella yang terlihat adem ayem dalam gendongannya.

Bianca pun berjalan mendekati Anastasia dan Bibi yang terlihat sementara menyiapkan makanan dan bercengkrama ala-ala ibu-ibu dapur.

"Makanannya sangat banyak. Apakah ada sesuatu yang istimewa malam ini? Tapi kok tidak ada yang memberitahukan kepada ku?" tanya Bianca yang terlihat keheranan dengan menu masakan yang cukup banyak di atas meja makan.

Anastasia terlihat menepuk keningnya sendiri, "Ya, ampun.... Bunda lupa kasih tahu kamu, Sayang." Ucap Anastasia seraya memandang anaknya dengan pandangan menyesal.

"Ayah akan segera tiba di rumah, ia sedang dalam perjalanan dari Jerman." Lanjut Lusy lalu meneguk segelas air.

"Pantas saja Bunda lupa, pujaan hatinya sedang dalam perjalanan pulang jadi pasti ia sangat senang dan sibuk menyiapkan segala sesuatu." Goda Bianca pada Anastasia yang terlihat salah tingkah.

"Tidak seperti itu juga, Sayang. Kamu juga kan seharian ini di luar."

Bianca mengangguk pelan, "Kami sedang sibuk menata resort untuk musim panas."

Tak lama kemudian datanglah Paul dan Lucas yang memasuki meja makan bersamaan. Lusy langsung saja berhamburan ke pelukan Sang Ayah.

"Ayah sangat lama di Jerman, Lusy takut lama-lama ayah lupa kalau punya keluarga di sini." Rajuk Lusy, ia memang telah menjadi ibu anak 1, tapi ia tetap anak bungsu keluarga Taylor.

"Mana bisa Ayah lupa kalian? Kalian itu rumahnya Ayah, jadi... mau Ayah pergi ke mana pun, Ayah akan selalu pulang ke rumah ini." Jawab Paul lalu mengecup dahi Lusy.

Pandangan Paul beralih pada Rosella yang berada pada gendongan Bianca. "Cucu Kakek..." Ia mendekati Bianca dan mengambil alih Rose dari gendongan Bianca.

"Kalian sudah lapar? Ayo kita mulai makan malamnya!" Seru Anastasia membuat yang lain bersemangat. Mereka pun duduk di tempat mereka masing-masing pada meja makan. Rosella untuk sementara digendong oleh bibi.

"Wah, makanan semuanya adalah kesukaan ku. Terima kasih, istriku." Puji Paul seraya mengusap punggung tangan Anastasia.

"Ekhem... ekhem." Deham Bianca dan Lusy lalu terkikik geli.

Anastasia tersenyum malu digoda oleh kedua anak perempuannya itu, "Sudahlah... ayo makan."

Mereka pun segera makan dalam diam. Bianca sedari tadi sadar bahwa dalam diamnya Lucas, pria itu selalu meliriknya. Ia terus berdoa di dalam hatinya agar pria itu tidak bertingkah yang membuat makan malam ini hancur.

"Bagaimana perkembangan kuliahmu, Bianca?" tanya Paul setelah membersihkan mulutnya menggunakan tisu.

"Aku sudah selesai menyusun proposalnya, mungkin minggu depan aku akan maju ujiannya, Ayah." Jawab Bianca yang juga telah menghabiskan makanannya.

"Hampir setiap hari ia pergi ke kantor untuk mengerjakannya, Ayah. Aku juga ikut membantunya." Timpal Lucas yang sedari tadi berdiam diri.

Paul tersenyum senang, Lucas telah sepenuhnya menerima Bianca dan Anastasia di rumah itu. Tapi siapa sangka, ada senyuman terselubung dari wajah Lukas yang membuat alarm peringatan berdering keras di kepala Bianca. Dalam senyumnya ia mencoba memperingatkan Lucas untuk tidak bertindak sembarangan.

"Oh iya... Ayah sudah putuskan untuk dua bulan lagi mengadakan acara untuk memberikan semua kepemilikan perusahaan untuk kamu, Lucas." Jelas Paul seraya menatap serius pada anak sulungnya itu. Lucas cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya. Namun, bagaimana pun juga hari itu akan datang. Semua tanggung jawab ini akan dipikulnya nanti.

"Wah, benarkah? Selamat, Abang!" pekik Lusy seraya memeluk abangnya itu.

"Kau tidak memberikan aku selamat, Bianca? Aku sedih tahu."

Bianca tersenyum canggung, rasanya ingin sekali ia menonjok wajah licik kakak tirinya itu. "Selamat, Lucas. Semoga perusahaan tambah maju di tanganmu."

Anastasia yang terdiam, memandang interaksi dari Lucas dan Bianca pun mulai curiga. Kedekatan Lucas dan Bianca memang membuatnya senang, namun sebagai orang tua ia menyadari sesuatu yang tidak beres dari putri kandungnya itu. Ia perlu menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka dua. Pasalnya beberapa kali ia melihat kedekatan antara mereka berdua yang berlebihan. Tidak salahnya kan mewaspadai anaknya?

...----------------...

Serpihan salju terus saja berjatuhan menapaki dunia, bagaikan bulu-bulu dari sayap para malaikat yang jatuh dari surga.

Udara masih saja dingin walaupun jam telah menunjukkan pukul 1 siang. Terlihat seorang pria yang mengusap kacamatanya yang

nampak mengembun. Setelah Kembali mengenakan kacamatanya, ia melihat beberapa pasangan remaja yang terlihat berkencan sambil menikmati turunnya salju. Salah satu pasangan menyita perhatiannya, terlihat mereka sedang saling melempar bola sambil tertawa bahagia. Hal itu membuat ia kembali mengingat momen waktu ia masih remaja.

Flashback On (8 tahun lalu)

"Beb, lihat aku!" teriak seorang gadis berambut cokelat panjang. Setelah pria yang dipanggilnya menoleh ia langsung saja melempar segumpal salju ke arahnya.

"Oh... Kau ingin bermain-main, Gabby?" Sepasang remaja itu adalah Jonathan dan Gabby. Mereka tengah berpacaran dan menikmati kebersamaan mereka bersamaan dengan turunnya salju.

Gabby terpaut dua tahun di bawah usia Jonathan. Kala itu Jonathan duduk di kelas 3 high school dan Gabby duduk di kelas 1 high school. Ini merupakan kisah cinta antara junior dan senior. Hal ini membuat hubungan mereka kian terasa manis, dimana Jonathan yang dewasa dan pendiam, bertemu dengan Gabby yang cerewet dan pecicilan.

Kisah cinta mereka begitu memabukkan sebelum akhir Gabby bertemu dengan Lucas dan hubungan mereka pun kandas. Membayangkan kembali hari dimana itu terjadi membuat moodnya memburuk.

Flashback Off

Terlihat dari kejauhan Gabby berjalan dengan jaket tebalnya yang begitu mahal, walaupun tertutup seperti itu, vibes modelnya sama sekali tidak luntur juga.

"Ada apa?" tanya Gabby setelah berhadapan dengan Jonathan. Pasalnya ia sedang nyalon dan tiba-tiba mantannya itu menghubunginya dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang penting untuk diberikan kepadanya.

Tanpa menjawab, Jonathan menyodorkan sebuah flashdisk ke Gabby.

"Apa ini?" tanya Gabby seraya memandang flashdisk itu penuh tanda tanya.

"Anggap saja hadiah untuk ulang tahunmu." Tandas Jonathan lalu beranjak pergi dari hadapan Gabby.

Wanita itu menengadahkan kepalanya keatas seraya menahan air matanya untuk tidak keluar dan membasahi wajahnya yang telah penuh dengan riasan. Ia tak menyangka dari sekian banyak orang, pria itulah yang pertama kali mengucapkan ulang tahun untuknya secara langsung di hari itu.

...Bersambung......

1
cacasilmi
wtf
dewi
mkasih ceritany, suka
Opan Wumbo
kok tamatnya cuma begini aja
gak seru...thor
Dian Rahmawati
akhirnya mau otw halal
Opan Wumbo
bukan soal cin2nya upnya yg lama thor kami menunggunya
Dian Rahmawati
wah mahal cincin nya
Dian Rahmawati
oh ulang tahun
Dian Rahmawati
ada rahasia apa nih ya ?
Opan Wumbo
thor jangan lama2 upnya jadi takut lupa jalan ceritanya
Mariana: Maaf banget yaaa semua readers yang nunggu updatenya... Sebulan ini lagi sibuk sama perkuliahan... autor akan berusaha semaksimal mungkin... ☺️
total 1 replies
Dian Rahmawati
bianca sama lucas udh tau ternyta
Ayden Ausky
kasih clbk thoorrr ayah+ibunya bianca dan gaby
Dian Rahmawati
wah Gabby dan Jo clbk nih
Dian Rahmawati
seru banget
Dian Rahmawati
terbongkar semua
Dian Rahmawati
bianca apa udh ingat
Dian Rahmawati
Gaby jujur
Dian Rahmawati
waw mama nya Jonathan selingkuh
Dian Rahmawati
Hana kok jdi benci gtu
Dian Rahmawati
Gabby dan Bianca saudaraan ternyata
IG : Gledekzz97
Nex thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!