NovelToon NovelToon
Sebelum 365 Hari

Sebelum 365 Hari

Status: tamat
Genre:Horor / Roh Supernatural / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:294.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: sukangarang

Dalam tahap revisi.

like, komentar, dan vote

Bermula dari pertengkaran Mawar dengan kedua orang tuanya, yang tidak memberi restu hubungannya dengan Marsel kekasihnya, Mawar memutuskan untuk pergi meninggalkan rumahnya. Di malam yang tengah turun hujan deras, Mawar mengendarai sepeda motornya tanpa arah dan tujuan. Hingga dia sampai dipertengahan jalan yang kanan-kirinya dikelilingi pohon yang menjulang tinggi. Jalan itu seperti tak berujung, Mawar lalu melihat seorang gadis seumurannya. Mawar berhenti dan bertanya arah jalan keluar. Gadis tersebut memberitahu Mawar untuk terus berjalan lurus, sampai ada jalan yang bercabang, Mawar diperintahkan untuk berbelok kiri. Mawar menuruti semua kata-kata gadis tersebut, lalu Mawar meneruskan perjalanannya. Sangat jauh jalan yang ia tempuh, hingga ia menemui jalan bercabang, ia berbelok kiri dan terjatuh karena menabrak sosok hitam tinggi besar. Seketika Mawar pingsan ditempat.

Sosok apa yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sukangarang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Ada Apa Di Pohon Mangga?

Disisi lain, Wulan dan teman-temannya sudah selesai menunaikan sholat isya juga.

Wulan mengajak Adam dan Marsel untuk tetap di mushola sebentar.

"Tunggu di sini dulu, Mas, Sel! Aku mau menghubungi Pak Kyai dulu,"

Adam dan Marsel menganggukan kepalanya. Mereka duduk di teras mushola.

Wulan mulai menekan nomor Pak Kyai dan menelponnya. Baru satu kali panggilan, telepon Wulan sudah di jawab.

"Assalamu'alaikum," jawab Dimas dari seberang.

"Wa'alaikumsalam, mohon maaf, Pak Kyai ada?" tanya Wulan.

Tanpa menjawab, Dimas segera memberikan teleponnya kepada Pak Kyai yang duduk di belakang bersama Kang Ridwan. Kebetulan, mereka sudah berada dalam perjalanan.

"Pak Kyai, telepon dari mbak Wulan," kata Dimas sambil menyerahkan hape tersebut.

Pak Kyai menganggukan kepalanya dan mulai mengobrol dengan Wulan.

"Assalamu'alaikum, Nak Wulan!" sapa Pak Kyai.

"Wa'alaikumsalam, Pak Kyai, saya mohon maaf karena tadi siang hingga sore tidak bisa menjawab telepon dari njenengan," kata Wulan merasa tidak enak.

"Oh, tidak apa-apa, Nak Wulan, saya maklumi. Begini, saya sekarang ada dalam perjalanan menuju kota mu, nanti saya langsung menuju ke alamat Mawar, yang pernah kamu berikan dulu,"

"Masya Alloh, benar, Pak Kyai? Kenapa mendadak sekali memberi kabar, kebetulan saya juga sedang berada di rumah, Mawar. Saya akan memberitahukan orang rumah kalo begitu," Wulan tampak bahagia mendengar kabar dari Pak Kyai.

"Iya, silahkan! Nak Wulan,"

"Baiklah kalo begitu, Pak Kyai. Kalo sudah dekat kabari saja,"

"Insya Alloh. Jangan lupa berdo'a untuk Mawar yah, kalo begitu saya tutup dulu teleponnya, assalamu'alaikum,"

"Wa'alaikumsalam," Wulan mengakhiri panggilan tersebut.

Senyum mengembang tak pernah lepas dari wajah Wulan, yang mendengar kabar bahwa Pak Kyai sedang dalam perjalanan menuju kota yang sekarang ia singgahi.

"Gimana, Nduk! Ada kabar bahagia apa?" tanya Adam sambil merapatkan duduknya.

"Beliau sedang dalam perjalanan kemari, Mas!" jawab Wulan sumringah.

"Alhamdulillah, semoga Mawar segera ditemukan. Ngomong-ngomong, Mas laper nih, kita cari makan di luar yuk! Belum makan dari ashar, Nduk!" Adam memasang wajah masam dan memegang perutnya yang dari tadi keroncongan.

"Aduh, kasian banget, maaf ya, Mas!" ucap Wulan dengan ekspresi bersalahnya. "Eh, Marsel mana?"

Adam dan Wulan menyadari Marsel tidak ada di samping mereka. Kemudian mereka berdiri dan celingukan mencari keberadaan Marsel.

"Sel, Marsel!" teriak Adam.

Wulan melongok ke arah halaman samping mushola, ia terbelalak dan memanggil Marsel.

"Sel, kamu ngapain di situ? Kita mau cari makan, kamu ikut gak?" teriak Wulan.

Adam kemudian menghampiri Wulan. "Mana si Marsel?"

"Itu!" tunjuk Wulan ke arah Marsel yang berdiri menghadap ke atas pohon mangga.

"Sel, kamu ngapain di situ?" teriak Adam.

Adam dan Wulan saling berpandangan, karena Marsel tidak menggubris panggilan mereka.

"Ayo samperin dia, Nduk!"

Adam dan Wulan menghampiri Marsel perlahan.

Ditatapnya Marsel oleh mereka berdua, Wulan dan Adam mengikuti arah mata Marsel melihat.

"Kamu lihat apa sih, Sel!" tanya Wulan yang tidak melihat apa-apa di pohon mangga tersebut.

"Iya, aku juga gak lihat apa-apa ... Sel!" Adam menepuk pundak Marsel dengan kencang.

Marsel segera sadar ketika Adam menepuk bahunya dengan sangat keras. Ia sampai merasa panas akibat tepukan itu.

"Aw! Sakit, Dam!" kata Marsel sambil mengusap-usap pundaknya.

"Makanya jangan ngelamun! Aku sama Wulan manggilin kamu dari tadi, tapi kamu gak ngrespon! Memangnya ada apa di pohon Mangga itu?" tanya Adam dengan melipat tangannya di dada.

Marsel mengucek matanya, kemudian memandang ke atas pohon mangga kembali.

Marsel membelalakan matanya agar dapat melihat dengan jelas. Namun, hasil pandangannya masih sama, tidak ada apa-apa.

"Woy, ada apa sih!" tanya Adam kembali memukul pundak sebelah kiri Marsel.

Kini kedua pundak Marsel merasakan panas kembali, akibat tepukan Adam yang keras.

"Aduhhh! Sakit, Dam! Kamu bisa pelan gak sih!"

"Maaf, maaf, aku sengaja, Sel! Hehehe!" Jawab Adam sambil menggaruk kepalanya.

Belum sempat menjawab, Bi Minah memanggila mereka bertiga untuk makan malam bersama.

"Mas Marsel, Nak Wulan, Adam! Bapak sama Ibu ngajakin makan malam, ditunggu di ruang makan!" seru Bi Minah dari teras dapur.

"Iya, Bi!" teriak Wulan diringi senyuman.

"Pucuk di cinta ulam pun tiba, Mas sudah tidak tahan, Nduk! Ayo buruan ke sana!" Adam terlihat bersemangat mendorong punggung istrinya untuk berjalan.

Sementara Marsel masih sesekali memandang pohon mangga tersebut, sebelum berjalan mengikuti Adam dan Wulan.

1
Dara Ra
greget sama mawar lemah,lemot ga kaya miraa
Bulan Hampa
luar biasa
Um Andri
penuh makna d dalam nya
Nadhira💦
rasanya koq aneh ya...manggil istrinya "Nduk "...
nduk itu kan panggilan orgtua ke anak perempuannya
semangat ya thor..
Ning Diyah
bagus alur runtut
🥀🥀Anggita.🥀🥀
iihhh Bambang ngerii bngt lu ah, gadaa takut2 nya ngobrol gitu 😧😧🤣🤣tp mungkin itu adalah Mada kembaran Mawar, mungkin dia baik, tp kematian kakek mereka yg mnjadi misteri, jd penasaran aq tuhh. 🤣
Ricka Monika
kisahnya sangat menyentu hatiku👍💕
🥀🥀Anggita.🥀🥀
waduh peran mawar ko lelet bngt ya, 😞😒bikin greget aj
Ricka Monika
wah bakalan jd budak demit nih sang sopir kalau gak kuat iman
Ricka Monika
waduh jangan di diamin Marsel kamu harus cerita sm pak ustad dan pak ridwan
Ricka Monika
inilah yg i sebut lelaki egois,mentang mentang kepala keluarga gak mau mendengarkan istrinya,tukar pikiran dan mencari solusi itu perlu dan pihak ketiga jg dibutuhkan
Ricka Monika
tamu yg tidak ada malu malunya ya Adam 🤣
🥀🥀Anggita.🥀🥀
ngeri bngt ya, smoga mawar bisa keluar y😢😢
🥀🥀Anggita.🥀🥀
bikin Mawar pura pura nurut aja thor 😅bikin dia selalu ingat Allah.
aq rasa mawar disesatkan didunia lain.
Ricka Monika
keselong artinya apa ya🤔maklum bukan suku Jawa😁
aas
ceritanya bagus thor, haduuh merinding pas bagian yg d rumah 🤭👍
aas
hadeeeh si Pak Ruman harus banget gitu 😩
aas
waduuh ini si Bambang kok malah suka sama si Mada 😩 nti kalo dibawa k alamnya gimanaa
aas
ngeri banget si Bambang malah diladenin 😅
Omar Diba Alkatiri
orang tau agama kok ga tau bedanya musrik sama nggak ... kalo luka fisik berobat ke dokter ,kalo hal gaib ya ada pakar nya sendiri ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!