NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Dewasa

Menikahi Pria Dewasa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:455.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: PutrieRose

Brianna, gadis berumur 20 tahun. Yang selalu menghabiskan harinya hanya untuk bersenang-senang. Tidak mau melanjutkan ke perguruan tinggi dan hanya menjadi benalu di rumah. Anak tunggal yang pasti akan mewarisi semua harta kekayaan orang tuanya.

Henry, pria dewasa berumur 35 tahun yang belum menginginkan untuk menikah selepas kehilangan tunangannya 10 tahun silam. Olivia yang merupakan tunangannya dinyatakan hilang dan jejaknya tak dapat dicari hingga detik ini.

Abraham yang merupakan ayah dari Brianna menjodohkan putrinya dengan putra dari sahabat lamanya. Berharap setelah menikah Brianna akan berubah menjadi seseorang yang lebih menghargai hidup dan masa depannya.

Saat Brianna bertemu dengan sosok Henry, mereka berdua sama-sama terkejut. Karna mereka sebelumnya pernah bertemu dalam sebuah tragedi tak terduga.

Bagaimana kisah rumah tangga Anna si gadis nakal dan Henry si pria dewasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutrieRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 TANGGUNG JAWAB

Matanya berbinar-binar melihat banyaknya makanan dan juga buah-buahan. Rasa mual yang sedari tadi ia rasakan, seketika hilang melihat semua yang tersaji di atas meja. Dia tak pernah pilah pilih makanan. Walaupun terkadang rasanya mual, tapi ia paksakan untuk mengisi perutnya.

Henry melihat istrinya yang lahap menyantap makanan. Hingga bibirnya belepotan dengan sisa makanan. Terlihat lucu jika dipandang lama-lama.

"Apa lihat-lihat?" Anna menyadari sedari tadi suaminya tak berhenti memandanginya. Ia lantas bergantian menatapnya dengan mulut yang penuh.

"Habiskan semuanya." Henry beranjak bangun, meninggalkan Anna sendirian di meja makan.

***

"Tidak, sayang. Aku benar-benar melihatnya tadi." Bella mengatakan bahwa dia melihat sosok Olivia hadir di acara pernikahan. Olivia berdiri di tengah-tengah para tamu undangan. Dia tersenyum ke arahnya. Tapi sayang sekali Zion tak melihat adanya Olivia.

"Kamu jangan bicara yang tidak masuk akal, Sayang. Kak Olivia sudah dinyatakan hilang dari 10 tahun yang lalu. Jangan sampai dugaan kamu itu membuat masalah baru di keluargaku. Dan bisa juga mempengaruhi pernikahan kak Henry." Zion yang cuek nyatanya terlihat peduli dengan sosok kakaknya-Henry. Ia tak mau berita yang belum pasti ini membuat Kak Henry penasaran.

Bella akhirnya terdiam. Walau ia sangat yakin jika itu adalah sosok Olivia. Bella mengenal Olivia, yang dulu adalah kakak tingkatnya di kampus. Dan ia juga mendengar berita hilangnya Olivia dulu. Juga ia baru tahu jika Olivia merupakan tunangan kakak iparnya-Henry.

Matahari terbit dari arah timur. Jam dinding menunjukkan pukul 7 pagi. Burung-burung sudah pergi terbang meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Juga suara ayam yang berkokok sudah terdengar nyaring di telinga.

Pelayan-pelayan di rumah telah sibuk dengan tugasnya masing-masing. Bau aroma masakan yang menggugah selera membuat tuan rumah terbangun. Chris berjalan melewati dapur dan berhenti sejenak. Ia melihat ke sekelilingnya, hanya ada pelayan di situ.

"Tuan, ingin saya buatkan kopi atau teh?" tawar salah seorang pelayan. Chris menggeleng dan berlalu pergi. Kakinya melangkah ke kamar putranya. Putranya yang baru saja menikah. Dia menatap pintu kamar yang masih tertutup rapat. Zion pasti belum bangun. Mungkin masih merasakan lelahnya acara kemarin.

KLEK.

"Ayah ...." Tak disangka Zion membuka pintu disaat Chris masih berada di tempat. "Ada apa Ayah? Kenapa berdiri di depan pintu?" Zion menatap ayahnya dengan heran. Untuk apa ayahnya pagi-pagi berada di depan pintu kamarnya.

"Tadinya Ayah ingin membangunkan mu tapi takut kamu masih terlelap karna kelelahan."

"Memangnya ada apa, Yah? Ayah ada perlu dengan Zion?" tanyanya. Zion menutup kembali pintunya, karna di dalam sana masih ada Bella di balik selimut dengan tubuh polosnya.

"Ikut Ayah sebentar." Chris mengajak putranya untuk ke ruang kerjanya. Ada hal yang ingin ia sampaikan pada Zion.

Suasana di dalam ruangan terasa sunyi. Letaknya yang berada di lantai atas, membuat suasana terasa tenang. Suara berisik dari dapur dan juga bunyi kendaraan di jalanan tak begitu terdengar sampai ke sini.

"Zion, kamu kan sudah Ayah beri tanggung jawab satu perusahaan. Jika Ayah memberikanmu tanggung jawab satu perusahaan lagi, bagaimana? Apa kamu sanggup?"

Dahinya berkerut, ia berpikir perusahaan mana lagi yang ayahnya akan berikan padanya. Bukankah sisa perusahaan yang ia miliki sedang dikelola oleh Henry-kakaknya.

"Perusahaan yang mana lagi, Yah?" tanyanya.

"Perusahaan yang saat ini sedang dikelola oleh kakakmu-Henry. Nanti Ayah akan limpahkan padamu. Karna Jason saat ini sudah memiliki dua perusahaan. Tak bisa Ayah membebankan satu perusahaan lagi padanya."

"Lalu kak Henry mengurus perusahaan yang mana, Yah? Bukankah kak Henry belum memiliki perusahaan apa pun. Memangnya dia mau kerja apa?"

Chris tersenyum. Kedua putranya memang belum mengetahui siapa Henry sebenarnya. Rencananya Chris mau mengadakan pertemuankeluarga. Semuanya akan ia bongkar nanti. Siapa Henry sebenarnya dan juga beberapa kekayaan yang ia miliki sekarang.

"Untuk itu, nanti Ayah jelaskan. Kamu mengambil cuti berapa hari, Zion?"

"Hanya satu hari, Yah. Hari ini saja. Zion tidak bisa cuti berlama-lama. Masih banyak pekerjaan yang harus Zion selesaikan."

Chris memahami, putra-putranya memang memiliki jiwa tanggung jawab yang besar.

"Ayah tunggu besok di kantor Henry. Kita akan bicarakan lebih detail nanti di sana."

Zion mengangguk dan berlalu pergi. Tapi hatinya terasa mengganjal. Dilihat dari kedua mata Chris, sepertinya ayahnya menyimpan suatu rahasia yang besar.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Kak Henry apa tidak mau mengurus perusahaan lagi?"

Dia berjalan sambil berpikir. Sampai-sampai ia tak menyadari adanya Jane dan seketika menyentuh bahunya hingga membuat Zion terjingkat.

"Ibu ...." Ia terkejut. Sosok Jane tiba-tiba datang membuatnya berhenti.

"Kamu kenapa melamun sambil berjalan, Zion?" tegurnya lembut. Jane tebak Zion baru saja dari ruang kerja ayahnya.

"Hm tidak, Bu. Zion tidak apa-apa." Sebagai ibu ia bisa merasakan bahwa putranya sedang memikirkan sesuatu. Tapi Zion memang cenderung diam dan tak mau bercerita banyak. Berbeda dengan Henry dan Jason yang sering sekali menumpahkan segala perasaan gundahnya pada ibunya.

"Kamu ini memang dari dulu tidak mau bercerita dengan Ibu. Kamu selalu menyimpan masalahmu sendiri. Ya sudah lah." Jane terlihat kecewa, dia berbalik dan berjalan meninggalkannya.

"Ibu ...." panggil Zion seraya menyentuh tangannya. Ia menatap ibunya dengan seksama. Sebenarnya dia ingin bertanya sekaligus bercerita, tapi ia ragu untuk mengungkapkan.

"Iya, Zion. Apa kamu mau bercerita dengan Ibu?" Jane tersenyum sumringah. Tapi tak berapa lama senyumannya luntur tatkala melihat suaminya berada tepat di belakang putranya.

"Ada apa ini? Kenapa kamu masih di sini, Zion? Cepat mandi dan ajak Bella sarapan bersama." Chris menarik tangan Jane, mereka berjalan sambil bergandengan.

"Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan putraku?" Dalam hati Jane bertanya, ia tidak tenang jika belum tahu sebenarnya apa yang sedang Zion pikirkan.

Sarapan kali ini terasa berbeda. Karna ada sosok Bella di tengah-tengah mereka. Wanita cantik itu terlihat canggung berada di keluarga suaminya.

"Bella, ayo makan yang banyak, sayang." Jane tak segan mengambilkan lauk pauk ke dalam piringnya membuat Bella merasa sangat diperhatikan.

"Ayah, Ibu, Jason pamit pergi ke kantor sekarang. Ada meeting pagi." Putra keduanya buru-buru menghabiskan sarapannya. Lalu dengan tergesa-gesa meneguk minumannya hingga tak sengaja kemejanya tertumpahan air minum.

"Pelan-pelan, sayang," tegur Alice seraya membersihkan kemeja suaminya yang basah dengan tisu.

"Kak Jason selalu ceroboh!" ledek Zion dan langsung diberi tatapan tajam oleh Jason.

"Sudah-sudah. Kalian ini selalu saja bertengkar!" Jane berusaha melerai sebelum perdebatan terjadi. Jason yang memang sedang buru-buru tak menghiraukan ledekan adiknya. Ia memilih segera berangkat ke kantor. Tapi sebelumnya tak lupa mencium kening Naomi-putrinya.

"Ayah .... Hati-hati di jalan," teriaknya sesaat Jason meninggalkan meja makan. Gadis kecil itu tersenyum lebar melepas kepergian ayahnya.

Bella merasa gemas dengan Naomi. Dia jadi tak sabar memiliki seorang anak.

"Oh ya, Ayah belum sempat memberitahu pada kalian tentang sebuah kabar gembira," ucap Chris setelah menyelesaikan makannya.

"Kabar apa, Yah?" tanya Zion.

"Kakak ipar mu sedang hamil. Anna sedang hamil sekarang."

Zion dan Bella saling pandang sedangkan Alice yang sudah tahu sebelumnya merasa tidak kaget.

1
Qaisaa Nazarudin
PRIA PALING BODOH,TAMPA MENCARI TAU KEBENARAN NYA TERLEBIH DAHULU,MALAH MENGAMBIL TINDAKAN MEMBABI BUTA, CINTA SIH CINTA TAPI JANGAN DI BUTA KAN DENGAN CINTA JUGA..
Qaisaa Nazarudin
ORTU YG TERLALU IKUT CAMPUR URUSAN RT ANAK JUGA GAK BAGUS..DULU MAKSA2 ANNA NIKAH,LHA SEKARANG MALAH MAKSA PISAH..EMANG ORTU YG EGOIS,MAUNYA MEREKA INI APA YA?? HERAN DEH..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sok tau..Kenapa gak ditanya kebenaran nya sama Henry..Semua Orang di novel ini suka menduga2 sendiri tanpa tau kebenaran nya.. ckk kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Kalo ini alasannya gak masuk akal,Bukan kah dari awal ortunya Anna tau kalo Henry itu udah punya tunangan,Dan tunangannya menghilang?? Tapi mereka yg keukeuh untuk menikah kan Anna dengan Henry..Lha sekarang anak kalian udah Hamil,kenapa di pisahkan,Heran deh dengan ORTU KAYAK GINI,MAU NYA MENANG SENDIRI..
Qaisaa Nazarudin
Noh pergi jemput Istri kamu,jaga dia baik2 jangan berusaha jadi PELAKOR..
Qaisaa Nazarudin
RATA-RATA NOVEL YG KU BACA ALURNYA PASTI SAMA,MENGHILANG BERTAHUN2 ATAU BERSELINGKUH BERTAHUN2,EH SAAT PASANGAN YG DI TINGGAL UDAH BAHAGIA,MALAH NONGOL LAGI DENGAN ALASAN MASIH CINTA,DAN DRAMA SOK TERSAKITI.. HADEUUHH...
Qaisaa Nazarudin
Ckk baper nih CEWEK,Harusnya bisa nebak kan didepan keluarga besar,ya pastilah Henry cuman DRAMA doang..
Qaisaa Nazarudin
Lha ngarep...Bukan kah dari awal Perjodohan juga kamu yg nolak mentah-mentah..terus kenapa sekarang malah sok tersakiti..
Rika Fitria
Luar biasa
Uncle Mumble
👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
hajar!! bantai!!! cincang!!! ratakan!!!!
Uncle Mumble
baru tau ya...? blom tempenya tar nongol 😂😂😂
Uncle Mumble
curiga Olip Oil yg nongol
Uncle Mumble
kan kan kan...
Congrats Henry!!!
buang Olivia kelaoot 😂😂😂
Uncle Mumble
makin semangat urg bacanya 🤭🤭
Uncle Mumble
jangan² Anna hamidun...🤭 👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
checkmate... U R Dead Alden 😂😂😂
Uncle Mumble
nah... kena kali ini si Henry... 😂😂🤣
Uncle Mumble
😂😂😂
Uncle Mumble
like this... 👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!