Tania seorang gadis manis dan ceria adalah anak seorang Profesor yang bernama Zakaria. Dia gagal menikah karena rombongan calon pengantin laki - laki mengalami kecelakaan dalam perjalanan.
Kejadian tersebut membuat ayah Tania terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit. Takut Tania akan sendirian, sang ayah meminta mantan muridnya Galih untuk menikah dengan putri semata wayangnya. Galih adalah seorang pegawai kantoran yang introvert, culun dan pemalu.
Bagaimana kisah cinta Tania dan Galih selanjutnya? Ikuti kisah cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Keesokan harinya, Galih bangun pagi - pagi sekali ingin mengajak Tania sholat tahajud berjamaah sebelum kegiatannya bekerja.
"Hari ini adalah lomba menarimu, kita sholat tahajud dan berdoa bersama - sama agar kamu menang." pinta Galih kepada Tania mendoakan untuk lomba menarinya.
"Baiklah,"
Kemudian, Galih dan Tania bergantian mengambil air wudhlu. Lalu, mereka sholat tahajud bersama.
Selesai sholat, Galih berdoa diikuti Tania.
"Ya, Allah. Semoga lomba menari kali ini aku menang dan bisa pergi bersama orang yang kucintai." ucap Tania dalam hati.
"Ya, Allah. biarkan Tania bahagia dimanapun dan dengan siapapun, tidak ada yang kuinginkan selain itu. Maka, aku akan melepasnya dengan ikhlas." ucap Galih dalam hatinya.
Selesai melakukan sholat berjamaah, Galih pun segera kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan segala hal yang akan dilakukannya.
Sedangkan Tania, kembali melakukan sholat istikharah untuk melihat siapakah jodoh yang sebenarnya.
Setelah melakukannya, Tania berdoa "Ya Allah, berikanlah aku petunjukmu siapakah jodohku? Bukankah, bayangan wajah jodoh kita adalah pilihan terbaik dari-Mu. Tak lama, Tania melihat bayangan wajah suaminya dan hal itu tentu membuatnya terkejut.
Tania merasa dilema dan bingung antara memilih Galih atau Rendi. Padahal, kemarin Tania baru saja ingin pergi bersama Rendi di saat hati dan pikirannya merasa kacau.
Namun, saat ini setelah melihat apa yang terjadi. Tuhan telah menegur dan memberitahu bahwa Galih adalah jodoh yang telah ditentukan oleh Tuhan padanya.
Selesai melaksanakan sholatnya Tania kembali duduk di tepi ranjang dan merenungkan apa yang dilakukannya kemarin. Dirinya tersadar telah melakukan kesalahan, egois dan tak melihat suaminya sama sekali.
Beberapa saat kemudian, adzan subuh kembali berkumandang. Kali ini, Galih kembali mengajak Tania dan melakukan sholat subuh berjamaah bersama lagi.
Selesai sholat, Galih dan Tania kembali berdoa. Namun, kali ini Tania berdoa memohon ampunan kepada sang pencipta bahwa telah egois mau meninggalkan suami sebaik Galih.
"Ya Allah, ampuni segala dosaku, aku yang tak melihat pengorbanan suamiku dan tak pernah mencintainya dengan tulus setelah menikah. Kini, aku sadar tak ingin menyakiti hatinya walau suamiku Galih tak banyak bicara, tetapi dialah yang telah membawaku dan berusaha membahagiakanku selama ini." ucap Tania dalam hati seraya mengeluarkan airmata penyesalan di dalam do'a nya.
Sedangkan Galih yang sedang berdoa pun mendengar suara tangisan di belakangnya. Seketika menyelesaikan do'anya dan melihat ke belakang ternyata Tania menangis.
Selesai berdoa, Tania segera menghapus airmata dan melihat tatapan suaminya seraya mencium punggung tangannya.
"Ada apa Tania?" tanya Galih pada Tania.
"Tidak ada apa - apa? Aku berdoa, semoga kali ini aku menang perlombaan menari nanti malam." ucap Tania membohongi dirinya sendiri.
"Baiklah, kalau begitu aku bersiap - siap mandi lalu berangkat bekerja." sahut Galih.
"Apakah tidak sarapan dulu sebelum berangkat?" tanya Tania.
"Tentu sarapan dulu," sahut Galih lagi seraya tersenyum canggung dan berlalu pergi dari hadapan Tania.
Kemudian Tania segera menuju dapur untuk memasak nasi goreng spesial untuk Galih. Dirinya ingin pelan - pelan mencintai Galih dari awal.
Selesai melakukan ritual pagi, Galih keluar kamar mandi dan mengambil pakaian kerja seperti biasanya. Setelah rapi, Galih menyisir rambutnya yang basah dan memakai kacamata andalannya.
Lalu, Galih keluar kamar dan mencium aroma wangi masakan Tania. Galih berjalan menuju meja makan dan dilihatnya Tania menata piring dan porsi besar nasi goreng di dalam mangkok besar.
"Selamat pagi!" sapa Galih tersenyum memandang wajah Tania tampak berbeda kali ini.
"Selamat pagi juga," sahut Tania yang tersenyum juga memandang suaminya dengan rasa canggung.
Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, hadiah dan tonton iklannya.
Selamat Membaca 🤗