NovelToon NovelToon
THE MIRACLE OF FRIENDSHIP

THE MIRACLE OF FRIENDSHIP

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:162.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rizqi Wida

Sheira tak pernah menyangka jika cintanya dengan sang kekasih 'Andra' harus berakhir. Dia pun harus merelakan Andra untuk sahabatnya.

Demi menjaga hubungannya denga Reina, Sheira memutuskan untuk mengalah dan menyembunyikan hubungannya dengan Andra. Dia memilih untuk pergi dan menjauh dari mereka. Bagi Sheira persahabatan adalah segalanya.

Tetapi pada akhirnya kebohongannya pun diketahui oleh Reina. Terbongkarnya kebenaran itu membuat hubungan persahabatan mereka diujung tanduk.

Akankah persahabatan mereka terus berlanjut?
Atau justru persahabatan mereka akan hancur?
Dapatkah Sheira menemukan cintanya?

Penasaran dengan kisah persahabatan mereka, mari baca cerita selangkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Wida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 Bertemu Papa dan Dokter Hafis

Setelah cukup lama dibuat tak tenang dengan perasaannya sendiri. Akhirnya Sheira memutuskan untuk kembali menghampiri papanya. Sheira menuju Rumah Sakit dimana dia melihat papanya. Dia benar-benar ingin mengetahui kebenarannya saat ini juga. Dia juga ingin meminta penjelasan dari papa tentang keadaannya saat ini.

Dengan langkah cepat Sheira menuju ruangan VIP. Dia masih sangat ingat dimana dokter Hafis membawa papanya. Sheira terus berjalan hingga dia menghentikan langkahnya tepat didepan ruang rawat papanya. Dia ingin mengetuk pintu namun ragu. Dia masih belum tahu apa yang harus dikatakan saat bertemu dengan papanya. Setelah sekian lama dan rasa sakit yang masih membekas. Membuat Sheira menjadi ragu.

“Maaf mbaknya siapa ya? Dan kenapa ada di didepan sini?” tanya seseorang dibelakang Sheira. Sheira langsung membalikkan tubuhnya. Ternyata orang yang menyapanya adalah dokter yang dilihatnya bersama papa beberapa waktu lalu.

“Oh…. Sepertinya saya salah ruangan dokter. Maafkan saya.” Jawab Sheira sembari membungkukkan tubuhnya.

   

“Shei….Sheira….” terdengar sebuah suara yang memanggilnya dengan terbata. Sheira baru menyadari jika ada sosok pria berkursi roda berada dibelakang dokter tersebut.

 

“Papa???” kata Sheira sangat lirih.

 

“Apa om Bagas mengenalnya?” tanya dokter tersebut menatap papa Sheira. Papa Sheira hanya mengangguk tak bersuara.

   

“Apa kau mengenal om Bagas?” tanya dokter kembali menatap Sheira.

   

“Aku… a.... aku….” ucap Sheira bingung harus menjawab apa.

 

“Aku mohon katakan yang sebenarnya apa hubunganmu dengan om Bagas?” tanya dokter itu lagi dengan tatapan serius.

 

“Aku adalah anaknya.” Jawab Sheira sangat lirih sembari menundukkan kepalanya. Namun suaranya masih terdengar oleh dokter itu.

 

“Suster kembalilah bekerja. Om Bagas biar saya yang menjaga.” Kata dokter menatap suster yang berdiri dibelakang kursi roda.

   

“Baik dokter.” Jawab suster tersebut yang kemudian berlalu.

   

“Masuklah ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.” Lanjut dokter sembari membuka pintu. Setelah dokter tersebut membawa papa dengan kursi rodanya masuk. Sheira mengikuti langkah dokter tersebut.

Setibanya didalam dokter membantu papa merebahkan dirinya diatas ranjang. Setelah terbaring, papa menatap kearah Sheira yang berdiri didepan pintu. Matanya seolah meminta Sheira untuk mendekat. Namun Sheira masih enggan untuk menghampiri papanya. Meski tak dipungkiri ada sedikit rasa rindu dalam hatinya.

“Om istirahat dulu ya.” Ucap dokter dengan lembut. Papa terlihat mengangguk pelan. Tak lama papa memejamkan matanya.

   

“Ayo ikut aku, ada yang mau aku tanyakan.” Ajak dokter tersebut. Sheira mengikuti langkah dokter yang meninggalkan ruangan papa. Sebelum pergi dia meminta seorang suster untuk menjaga papa. Tak lama kemudian dokter tersebut menghentikan langkahnya disebuah ruangan. Sepertinya ini adalah ruang kerjanya. Sheira terus mengikuti langkahnya memasuki ruangan tersebut.

   

“Duduklah.” Perintah dokter setelah dirinya duduk dikursinya. Sheira mengikuti semua perintahnya.

   

“Perkenalkan saya dokter Hafis. Saya adalah dokter saraf yang menangani om Bagas.” Katanya sembari mengulurkan tangan.

   

“Aku Sheira.” Jawab Sheira menjabat tangannya.

   

“Baiklah Sheira. Ceritakan apa hubunganmu dengan om Bagas?” tanya dokter Hafis.

   

“Seperti yang aku katakan tadi aku adalah anaknya. Anak sulungnya.” Jawab Sheira memberi penjelasan.

 

“Apa kau tahu keadaan papamu saat ini?” tanya dokter Hafis lagi. Wajahnya sedikit mengeras seolah menahan kemarahan.

 

“Apa yang sebenarnya terjadi dok?” kata Sheira balik bertanya.

 

“Saat ini om Bagas mengalami kelumpuhan pada sebagian tubuhnya. Beberapa sarafnya tak dapat berfungsi dengan baik.” Jawab dokter Hafis sembari menyandarkan tubuhnya. Sheira yang mendengar hal tersebut langsung diam tertunduk.

   

“Tapi keadaannya saat ini sudah jauh lebih baik dari pada saat pertama kali aku menemukannya.” Lanjut dokter Hafis.

   

“Maksud dokter?” tanya Sheira kembali mengangkat kepalanya.

   

“Pertama kali aku bertemu dengan om Bagas saat aku akan berangkat kerumah sakit. Aku menemukannya tergeletak ditepi jalan. Waktu itu masih sangat pagi jadi jalanan masih sangatlah sepi. Keadaannya saat itu sangatlah memprihatinkan. Seluruh tubuhnya dipenuhi lebam. Bahkan ada beberapa luka menganga dikakinya. Saat itu om Bagas terkulai lemah tak berdaya. Tidak ada bagian tubuhnya yang bisa ia gerakkan. Hanya matanya yang mampu berkedip lemah. Tanpa berfikir panjang aku langsung membawanya kemari. Aku sempat berfikir siapa orang yang sangat tega meninggalkannya ditepi jalan. Aku sempat mengutuk orang itu, orang yang tak manusiawi. Aku saja yang melihatnya merasa sangat tidak tega. Lalu bagaimana bisa dia meninggalkannya dalam keadaan seperti itu.” Tutur dokter Hafis mulai bercerita dengan tatapan menerawang kehari itu.

   

“Papa……” gumam Sheira sangat lirih. Sheira kembali tertunduk. Namun kali ini dia berusaha untuk menahan air matanya. Hatinya merasa sangat miris mendengar penuturan dari dokter Hafis. Entah apa yang telah terjadi pada papanya selama ini. Sampai keadaannya menjadi seperti itu.

Sheira tak ingin terlihat lemah didepan orang lain. Sehingga dengan sekuat mungkin dia berusaha menahan air matanya. dia tak ingin dikasihani oleh orang lain.

   

“Lalu bagaimana kondisi kesehatannya saat ini dok?” tanya Sheira dengan suara serak.

   

“Setelah dilakukan perawatan dan beberapa kali terapi. Beberapa fungsi sarafnya mulai merespon. Kini setengah tubuh om Bagas sudah bisa digerakkan. Meski hanya sebatas pinggang keatas. Tapi itu sebuah kemajuan yang sangat bagus. Apalagi saat ini om Bagas sudah mulai bisa berbicara meski sedikit terbata.” Jawab dokter Hafis dengan senyum tipis.

   

“Terimakasih dok karena sudah merawat dan menjaga papa saya.” Kata Sheira sangat berterimakasih.

 

“Aku adalah seorang dokter. Merawat dan menyembuhkan pasien adalah tugasku.” Sahut Hafis dengan lembut.

 

“Apa saya boleh meminta satu hal dari dokter?” tanya Sheira ragu.

   

“Apa itu?” kata Hafis mengernyitkan dahinya.

 

“Aku mau menitipkan papa kepada dokter untuk beberapa waktu.” Jawab Sheira menatap penuh harap.

 

“Apa kau tidak ingin bertemu atau merawat

papamu sendiri?” seru Hafis terkejut dengan pernyataan Sheira.

 

“Tidak untuk saat ini dok. Aku masih harus menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu. Sebelum aku bisa membawa papa pulang bersamaku. Jadi aku mohon sampai hari itu datang. Tolong jagalah papaku karena hanya dokter yang bisa kupercaya.” Ucap Sheira memohon. Sheira tahu bahwa dia harus memberikan pengertian pada mama dan adiknya. Sheira juga tahu pasti tidak akan mudah bagi mereka untuk bisa menerima papa kembali.

 

“Aku tidak tahu masalah apa yang ada diantara kalian. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Tanpa kau minta pun aku akan selalu menjaga dan merawat om Bagas. Selama ini om Bagas sudah aku anggap seperti papaku sendiri.” kata Hafis mengiyakan permintaan Sheira.

   

“Terimakasih dok. Ini kartu namaku jika ada masalah cepat hubungi aku. Aku juga akan sering datang menjenguk papa kemari.” Sahut Sheira mengulurkan kartu nama yang diambil dari dalam tasnya.

   

“Baiklah.” Jawab dokter Hafis singkat. Kemudia dia menerima kartu nama tersebut dan menyimpannya diatas meja kerjanya.

Setelah percakapan itu Sheira berpamitan. Dia harus segera kembali kekantor sebelum Zia mencari dirinya. Dia tidak ingin Zia mencurigainya. Sebelum pergi Sheira sempat menitipkan salam untuk papanya pada dokter Hafis. Tadinya Sheira ingin menemui papanya terlebih dahulu. Namun dia tidak ingin mengganggu istirahat papanya.

Jangan sedih ya Sheira kan ada dokter ganteng yang ngerawat papa 😅😅

Mana suaranya readers.... 😎😎

Beri Like dan komennya ya...

1
Hap£!π
ka baguss bgt ceritanya
Rizqi Wida: terimakasih 🙏😊
total 1 replies
Hap£!π
ak mewek ka...
Sri Puji Lestari
mksh thir ceritanya sangat bagus smg novel berikutnya banyak pembacanya aamiin YRA
Rizqi Wida: aamiin
terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Stefani Setyaningsih
keren thorr👍👍
Suherni Erni
mau mengubur perasaannya tp ngga mau buka hati buat yg lain munafik bgt sheira...
Astirai
menarik..... aku mampir thor..
ikutin jg bukalah hatimu untukku
Raditya Tita
sumpah pengen nonjok andra...
Rizqi Wida: sabar kak sabar, lagi puasa 😁
total 1 replies
Yhuli Yhuliati
kirain rein ny yg sengaja godain andra,ga tau nya andra yg berkhianat..
DeThe D'Costa
kayanya nanti jangan2 sih Reina mati trus Andra sama Sheira balik lagi
mudah mudahan feelingQ sala ya thor
Rini Haryati
Keren thor
nazaruddin thamrin
3 Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Bety Nurlaila
kak apakah novel ini lanjutan dari novel bidadari surgaku
Bety Nurlaila: oh iya kak makasih ya sudah diberitahu
total 5 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor.
Kohaku
First
Jungkook wife
Hadir lagi like dari "Istri yang Terabaikan". Mari saling support terus kakak. Ditunggu Feedback nya selalu. Semangat terus kakak.
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor.
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Rizqi Wida: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!