NovelToon NovelToon
You Saw Me?!

You Saw Me?!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Supernatural / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Horor / Tamat
Popularitas:52.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Makiyah

Clara tidak sadar bahwa wanita yang sering mengajaknya bicara adalah seorang hantu yang merupakan kekasih dari Reyhan, seorang most wanted di sekolahnya.

Rumor beredar, Reyhan mengalami keterpurukan yang mendalam saat kematian Lisya, kekasihnya.

Mengabaikan rasa traumanya pada hantu karena simpati pada kisah keduanya, Clara mencoba menyampaikan pesan dari Lisya pada Pangeran Es, si most wanted sekolah.

Namun, saat mencoba mendekatinya, Reyhan menolak segala hal yang berhubungan dengan hantu ataupun Lisya.

Disisi lain, Clara mulai merasakan perasaan aneh saat dekat dengan Reyhan karena mulai banyak hantu jahat yang mau mengambil tubuh Clara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Makiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang sebenarnya...

Eps. 33

Begitu mendapat kesadarannya kembali, Reyhan menutup album dan bergegas pergi dari kamarnya. Ia berjalan dengan langkah panjang, tubuhnya bergidik ngeri.

Apa itu tadi!!

Di hari yang lain, Reyhan sedang duduk bersantai mencoba menikmati teh yang ia buat. Ia menyeruput teh setelah meniup sebelumnya. Keningnya mengerut saat merasakan pahitnya teh yang belum diberi gula.

Botol gula yang ada di depannya sudah kosong. Ia berdiri menuju lemari dapur untuk mencari gula. Beberapa menit mencari, gula yang ia cari tidak ditemukan membuat Reyhan memutuskan untuk kembali ke meja makan.

Namun, belum sampai di meja, tubuh Reyhan sudah mematung melihat apa yang ada di atas meja. Ada tiga balok kecil gula di atas sebuah piring kecil disana.

Reyhan bergidik ngeri. Bulu kuduknya meremang. Apa kejadian ini serupa dengan apa yang ia alami di kamar waktu itu? Berusaha menenangkan diri, Reyhan mencoba mencari keberadaan Mama nya yang mungkin telah meletakkan gula di atas meja itu.

“Ma..?” panggil Reyhan ragu.

Ia tahu bahwa usahanya sia-sia. Mama dan Papa nya sedang bekerja saat ini. Rumahnya yang sangat hening menambah kengerian yang kini ia rasakan.

“Pa..?” panggil Reyhan lagi mencoba membuat suara.

Wajah Reyhan semakin memucat, ia benar-benar tidak ingat ada gula di meja itu sebelumnya. Ia belum pikun.

“Se-sepertinya aku harus ke minimarket,” gumamnya lalu bergegas pergi.

Dengan langkah panjangnya, ia berjalan menuju kamar untuk mengambil jaket, dompet dan kunci mobilnya. Reyhan harus keluar rumah sekarang, ia akan kembali saat orang tuanya sudah pulang.

Tidak butuh waktu lama bagi Reyhan untuk keluar kamar. Ia segera menghidupkan mobilnya tidak tahu akan kemana, yang penting dia harus keluar saat ini.

Apa-apaan itu. Bukan hanya foto album, tapi gula! Gula yang tiba-tiba muncul! Aku tidak sedang berhalusinasi kan? Apa itu… Lisya?

Seketika tubuh Reyhan gemetaran, wajahnya semakin memucat ketakutan.

Apa Lisya benar-benar tidak tenang dan ingin menghantui ku? Apa dia akan membalas dendam pada ku seperti yang dia lakukan pada pengendara itu?

Dengan hati-hati Reyhan melirik ke kaca spion dalam untuk melihat apakah ada Lisya di sana. Detik berikutnya ia mengalihkan pandangannya untuk fokus menyetir dan memutuskan untuk pergi ke rumah temannya.

Beberapa hari berlalu, hidup Reyhan kembali tenang namun ia masih waspada. Tidak ada tanda-tanda benda yang bergerak sendiri atau muncul secara tiba-tiba. Setidaknya saat ini ia mulai sedikit menurunkan kewaspadaannya. Dia juga sedikit lebih rileks.

Reyhan kini sedang berada di perpustakaan untuk mencari buku yang akan diresensi. Sudah cukup lama mencari namun ia tidak menemukan buku yang diinginkan. Tidak lama, pandangan Reyhan teralihkan pada sebuah buku kecil berwarna kuning yang terjatuh berjarak satu meter dari tempatnya berdiri.

Tubuh Reyhan kembali menegang, ia melirik buku itu sekilas, kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar. Tidak ada satu orangpun yang berdiri di sekitarnya.

Reyhan terdiam, tubuhnya kembali gemetaran. Ia berpikir, apakah ia harus mengambil buku itu atau mengabaikannya? Namun, ketakutan laki-laki tampan ini menghilang saat mendengar suara dua orang laki-laki dari arah belakang rak. Mungkin saja buku itu terjatuh karena mereka menyenggol rak, pikir Reyhan.

Reyhan memberanikan diri memungut buku itu kemudian membaca judulnya. Mata Reyhan membulat saat melihat kriteria buku sesuai dengan buku yang ia cari. Sudah terlalu sering bulu kuduknya meremang, laki-laki bernetra coklat ini masih belum terbiasa. Ia meletakkan buku itu di sembarang rak, kemudian berlari ke luar perpustakaan.

Dengan langkah cepat Reyhan berjalan menuju kelasnya melupakan bahwa teman-temannya masih di perpustakaan yang mungkin tidak mengetahui bahwa ia sudah pergi. Reyhan panik, ia benar-benar ketakutan.

Itu pasti Lisya! Dia pasti masih mengincar ku!! apa yang akan dia lakukan pada ku?!

.

.

Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu. Kehidupan ku kembali tenang karena tidak ada lagi hal yang menakutkan atau tiba-tiba mengagetkan ku. Tapi aku masih dengan kewaspadaan ku.

*Sejak saat itu aku mudah terkejut. Aku menepis tangan teman ku kasar saat mereka mencoba merangkul ku, aku mudah terkejut hanya karena teman ku menjatuhkan sebuah stipo atau pulpen di meja ku.

Namun semua berangsur membaik beberapa bulan setelah itu. Namun sejak saat itu, aku menjauhkan diri dari dunia luar. Aku membatasi pergaulanku, dan aku menutup diri dari hal yang berbau percintaan.

Selain aku memang masih menyayangi dan merindukan Lisya, aku tidak mungkin melupakan Lisya begitu saja dengan membuka lembaran baru. Sedangkan hidup Lisya berakhir karena kesalahan ku. Seharusnya dia juga bisa bahagia*.

Masih banyak wanita yang mencoba mendekati ku, meskipun aku menolaknya dengan dingin. Sejak saat itu, aku mulai menolak dan menjauhi mereka dengan cara yang sedikit kasar agar mereka berhenti menggangguku. Aku benar-benar tidak berminat untuk berpacaran. Tidak sama sekali.

Saat aku naik ke kelas tiga, semakin banyak anak perempuan yang mencoba mendekati ku, kebanyakan dari mereka adalah junior yang baru masuk.

Aku dikenal sebagai senior tampan yang dingin. Aku tidak peduli apapun mereka memanggil ku… hati ku sudah membeku. Rasa sayang, rindu, penyesalan dan rasa bersalah bercampur menjadi satu. Aku tidak peduli dengan wanita-wanita itu.

Kehidupan ku mulai tenang saat aku menjadi sosok yang menurut mereka dingin. Namun ketenangan ku berakhir saat aku tidak sengaja bertemu dengan perempuan aneh yang bertingkah seolah dekat dengan ku.

Reyhan menatap dingin pada Clara yang sedang tersenyum canggung melambaikan tangan pada nya saat di kantin.

Dasar perempuan! Bertingkah seolah dekat dengan ku!

Beberapa kali laki-laki tampan ini melihat Clara tersenyum canggung saat berpapasan, namun Reyhan tidak memperdulikannya.

Reyhan ingat, gadis itu adalah gadis yang sempat bertabrakan dengannya dan berbicara sendiri meskipun Reyhan tidak meresponnya. Semakin sadar keberadaan wanita aneh ini, ada sesuatu pada Reyhan yang merasa terancam dengan kehadiran gadis itu.

Kekesalahnya pada Clara semakin menjadi saat ia melihat Clara menatapnya dengan takut dan mendorong tubuh Reyhan kasar untuk kabur.

Bukankah aneh? Beberapa saat dia tersenyum dan melambai lalu saat berikutnya dia takut sampai pucat.

Hingga insiden kaca yang tiba-tiba pecah, Clara juga berdiri di sana. Apa yang dilakukan Clara berikutnya membuat Reyhan semakin tidak suka.

Clara berdiri di depan kelasnya dengan lengan yang terbalut perban. Saat Reyhan mendekatinya, ia melihat gadis ini berbicara sendiri.

Banyak wanita yang mencoba mendekati ku, tapi hanya dia yang benar-benar mengganggu ketenangan ku. Andai saja dia cepat menyatakan perasaannya pada ku, dengan begitu aku akan dengan mudah menyingkirkannya dari hadapan ku.

Pangeran es ini menatap tajam pada Clara yang tampak gemetar. Sampai akhirnya, wanita ini mengakui dengan jelas bahwa ada seorang hantu yang mengikutinya dan dia membawa pesan untuk Reyhan. Saat itu Reyhan sadar kenapa Clara begitu mengusik ketenangannya.

“CUKUP!” bentak Reyhan.

Wanita ini, jangan-jangan…!

“Anggap saja kita tidak pernah bertemu dan jangan ganggu aku lagi!” ucap Reyhan penuh penekanan lalu beranjak pergi, tidak memperdulikan Clara yang terus berteriak mencoba menghentikannya.

Reyhan berjalan cepat bersusah payah menenangkan ketakutannya.

Jadi benar! Selama ini memang Lisya yang terus meneror ku! Lisya… apa kau semarah itu pada ku? Aku berjanji akan membayar semua perbuatan ku. Tapi kenapa dia harus menarik wanita itu untuk membantunya! Aku harus menjauhinya, dia berbahaya!

Reyhan dengan susah payah menghindari Clara, tapi semakin ia mencoba menghindar, semakin mereka sering bertemu.

Hingga akhirnya, sebuah surat mencurigakan datang bertubi-tubi pada Reyhan. Melihat ke dalam surat itu sekilas, ia tahu itu adalah surat teror. Reyhan merobek semua surat itu bengis, ia benar-benar kesal, hidupnya semakin kacau sejak gadis itu datang.

Reyhan tidak ingin mendengar apa yang akan Lisya sampaikan padanya. Karena di lubuk hatinya, ia masih sangat menyayangi Lisya.

Reyhan menatap lekat wajah Lisya yang kini berada dalam tangkupannya. Ia bukan wajah Lisya, tapi jelas terasa wanita di depannya adalah Lisya.

Mengingat semua kejadian itu membuat Reyhan ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segalanya. Namun, ia tidak akan bisa. Reyhan sadar Lisya sudah tiada, air mata Reyhan kembali mengalir dari matanya yang sudah membengkak.

“Jangan menangis, kau terlihat jelek sekali,” ejek Lisya tersenyum sendu menatap Reyhan. Reyhan hanya tersenyum menatap Lisya sendu.

Saat ini, Reyhan dan Lisya duduk berdua di ubin, masih di belakang gedung praktikum. Reyhan telah menceritakan semua alasan kenapa ia berubah, begitu pula dengan Lisya.

Semua kesalah pahaman yang membuat Reyhan frustasi, membuatnya merasa bersalah pada Lisya dan Clara.

“Rey…,” kata Lisya menyentuh wajah Reyhan dengan kedua tangannya, “aku menyeberang bukan karena kau memanggilku, tapi karena aku memang ingin ke seberang untuk menemuimu. Aku bisa saja memanggilmu, membiarkan mu yang datang pada ku, tapi aku tidak melakukannya.”

“Jadi, berhentilah menyalahkan diri sendiri. Aku akan sangat sedih jika kau melakukan itu.”

Perkataan Lisya membuat semua beban di pundak dan hati Reyhan, menguap begitu saja. Ia bisa merasakan ringannya perasaannya saat ini.

Tersenyum kecil, Reyhan mengelus pucuk kepala Lisya lalu mencium kening nya cukup lama. Ia kemudian memeluk Lisya dengan erat, seolah tidak ingin kehilangan Lisya untuk kedua kalinya, tidak memperdulikan bahwa Lisya hanya berada sementara di tubuh Clara.

1
Golden Quen
buat novel SPT ini LG donk
tp yg lebih seru
Golden Quen
suka banget....
anak ku jg spt Clara
tp untungnya dia tau klo dekat dgn mahluk selain manusia tu g boleh
dan kebanyakan dr mrk cm mau nakutin
Fadhil Fadli
Halo kak, saya mau nanya, fungsi tanda titik tiga berjejer di bawah untuk apa?

.


.


.


Seperti ini.
Makiyah: sama2 kak...
total 3 replies
Ririhendari 09
keren
Makiyah: makasiiih kak 🥰🥰
total 1 replies
Cita Solichah
sukkaaa bangeeettt...
Makiyah: makasiih kak... yuks jangan lupa di share 🥰😍😘😘
total 1 replies
darins
tolong buat S2 nya dong kak author novelnya bagus banget saya suka🙂
Makiyah: waah terima kasih kak atas antusias dan ratingnya 🥰😍

mungkin jika banyak peminatnya, akan saya pertimbangkan untuk S2 nya...

sementara itu, saya masih mengerjakan novel satunya dan ada satu lagu novel SMA baru yang akan muncul...

jangan lupa mampir yaa kak, terima kasih sudah membaca You Saw Me sampai tamat 🥰🥰
total 1 replies
Makiyah
yuk baca yuk
Apri - yani
lanjut Thor 🙏💪
aku tungguin author up please jangan lama lama...
Makiyah: 😆😆😆 siiiap kak
total 1 replies
Apri - yani
lanjut up Thor 🙏💪
Apri - yani
seru ini..
semoga Reyhan bisa bangunin putri tidur..
lanjut Thor semangat berkarya
ak slalu menunggu update mu🙏💪
Makiyah: 😆😆😆 makasih antusiasnya kak
total 1 replies
Apri - yani
kurang seru ah....
Makiyah: 😯😯😯 kurang seru dibagian mana kak? yuk kasi masukan 😁
total 1 replies
Apri - yani
lanjut up Thor 🙏💪
Apri - yani
up
Apri - yani
lanjut Thor 🙏💪
Apri - yani
KL bisa up skr🤭🤭
Makiyah: 😄😄😁😁😆 makasih antusiasnya kaak , bsok diusahakan
total 1 replies
Apri - yani
lanjut Thor 🙏💪
Apri - yani
lanjut Thor 💪💪
Makiyah: ahsiiiap kakak, ditunggu yaa
total 1 replies
Fujoshi Ne
semangat trus kak, dukungan penuh untukmu👍🔥,
Makiyah: arigatooo
total 1 replies
Rozh
Hai,,, malam Thor 👋

semangat terus ya, dan jaga kesehatan nya💪

Mampir di novel baru ku ya, "Suami Dadakan" makasih🙏

Salam dari Kisah danau hijau buatan kakek💖👍
1stmutia
aku favoritin yg ini cerita SMA nya bkin baper.....

salam dari waterfall Maaf Aku Belum mencintai mu 21+++🖤🖤🖤
Makiyah: makasiiih kaak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!