NovelToon NovelToon
Love Is Deep

Love Is Deep

Status: sedang berlangsung
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Maelani

Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.

Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

SELAMAT MEMBACA

Hari Sabtu pun tiba, sejak pagi Kaysa sudah dirumah Vika, ia nampak sibuk memilihkan pak9"ai yang cocok untuk Vika pakai pada acara nanti malam.

Sementara Vika hanya mengikuti saja apa yang di katakan oleh Kaysa.

"Udah sih Kay gak usah ribet-ribet pake yang kira-kira sopan aja"

"Iya sih loe mah pake yang biasa aja udah keliatan cantik, lah gw mau gimana aja keliatan pas-pasan banget" ucap Kaysa dan Vika pun langsung tertawa mendengarnya.

Sementara itu Rany dan teman-temannya sedang sibuk disebuah salon kecantikan, ia ingin menjadi yang tercantik nanti malam.

Iksan yang di telpon dan diminta untuk menemani Rany langsung menolak, ia hanya berjanji untuk menjemputnya saja nanti malam.

Rany pun nampak kesal, ia pun sudah mendengar dari beberapa temannya jika saat ini Iksan sedang mendekati seorang wanita.

Ingin rasanya Rany memaki wanita yang sedang di incar Iksan namun ia tidak tau siapa gadis itu.

Sementara itu Iksan hanya senyum-senyum sendiri sambil memandang foto Vika .

"Gw harus bisa dapetin loe Vik, biarpun sulit tapi gw yakin bisa" batin Iksan.

Ia pun segera memilih pakaian yang akan ia kenakan nanti malam.

Ia harus terlihat sempurna dimata Vika.

Saat sore tiba Vika dan Kaysa keluar untuk jalan-jalan sore ditaman sekalian jajan.

Mereka pun menggunakan sepeda, begitu tiba di taman mereka ikut bermain bola bersama beberapa anak kecil,Vika terlihat begitu ceria.

Setelah cape mereka pun istirahat dengan duduk santai di rumput sambil makan donat dan juga jajanan lainnya yang ada disekitar taman.

"Loe masih kaya dulu ya suka banget jajan" ucap Kaysa

"Enak tau jajan pinggiran gini dari pada jajan di mall" jawab Vika sambil memakan satu tusuk telur gulung.

Tanpa mereka sadari Iksan memperhatikan mereka dari jauh,ia tersenyum sambil beberapa kali mengambil foto Vika dengan berbagai gaya.

Setelah puas jajan mereka pun pulang, dan saat mereka tiba mama Iren sedang ngobrol dengan mamanya Iksan sambil tertawa.

Selepas magrib mereka pun bersiap untuk berangkat menuju sebuah kafe yang telah di booking untuk cara reunian kelas mereka.

Dengan diantar oleh Pian mereka pun tiba di lokasi setelah memastikan mereka masuk Pian pun segera pulang, ia enggan menunggu disana namun ia berpesan kepada Kakanya untuk menghubungi saat mereka akan pulang nanti.

Suasana sudah sedikit ramai saat mereka tiba, ada banyak mata yang melihat ke arah mereka.

"Gw malu Kay, mereka pada liatin kita" bisik Vika sambil memegang lengan Kaysa erat.

"Mereka tuh kagum sama loe Vik, kenapa harus takut" bisik Kaysa.

"Pulang aja yuk" ajak Vika

"Ish gak lah Vik, loe acuh aja dan pura-pura gak liat"

"Tapi..." Vika tidak melanjutkan kata-katanya saat tanpa sengaja ia melihat Iksan yang datang bersama Rany dan teman-temannya.

"Gw males liat dia Kay"

Kaysa pun melihat ke arah pintu dan ia pun tersenyum.

"Loh kok loe malah senyum sih?tanya Vika heran.

"Gak apa-apa Vika, gw cuma kepikiran aja mau jahilin Rany tuh yang sok kecantikan"ucap Kaysa

"Jahilin apa sih?" tanya Vika heran.

Vika yang merasa tidak nyaman karena Iksan terus-terusan mencuri pandang ke arahnya merasa begitu risih.

"Haiii gaduh cantik" sapa seorang pria yang Vika tau betul dia adalah Darren satu-satunya teman mereka yang keturunan bule dan suka jahilin Vika dulu namun selalu menolong Vika jika saat dibutuhkan.

"Kay, temen loe mana yang selalu sama loe dulu?" tanya Darren

Kaysa hanya tersenyum mendengar perkataan Darren.

"Oh iya, ini siapa kayanya temen sekelas kita gak ada yang cantiknya kaya gini" tanya Darren sambil memperhatikan Vika.

Vika hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Darren.

"Eh kayanya gw pernah liat ya, tapi dimana ya" Darren berusaha mengingat kira-kira dimana ia pernah bertemu dengan gadis didepannya.

Wkwkw

Kaysa tertawa terbahak-bahak hingga ada beberapa orang yang langsung melihat kearahnya.

"Loe kok malah ketawa sih Kay,gw serius kaya pernah liat dia" ucap Darren sambil menunjuk kearah Vika.

"Eh biasanya kan kalo ada loe pasti ada si Vika ya, kemana dia kangen juga gw sama dia, pengen liat aja makin gede apa gak tuh anak" celoteh Darren yang masih belum sadar jika Vika ada didepannya.

Mereka diam sesaat sambil memakan makanan ringan yang ada di meja.

Merasa jika wanita didepannya begitu mirip dengan Vika, Darren pun memperhatikannya terus.

Vika yang merasa risih langsung mengalihkan pandangannya namun sial saat itu juga pandangannya bertemu dengan pandangan Iksan yang dari tadi memperhatikannya dengan wajah kesal.

"Ahhh... gw tau, loe Vika kan, ya ampun sekarang loe beda banget sih Vik" ucap Daren dengan nada sedikit kencang hingga orang yang ada didekatnya langsung melihat kearah mereka.

"Ih loe berisik banget sih" ucap Vika yang reflek langsung membekap mulut Darren dengan tangannya.

Emmm

Daren yang kesusahan berbicara berusaha melepaskan tangan Vika dari mulutnya.

Iksan yang melihat hal itu langsung menghampiri mereka dan menarik tangan Vika.

"Apa-apaan sih loe Vik, gw gak suka loe nyentuh cowo lain seenaknya aja" ucap Iksan marah.

Bukan hanya Kaysa dan Rany yang heran dengan tingkah Iksan, hampir semua orang yang ada disana pun ikut merasa heran yang mereka tau jika Iksan itu kekasih Rany dan ia tidak suka dengan Vika.

Kaysa yang baru sadar dengan situasi yang sedang sahabatnya hadapi langsung menarik tangan Vika.

"Dih kenapa loe marah San" ucap Kaysa

"Oh ...adi loe Vika, kok loe bisa kurus sih, stress ya karena cinta loe di tolak sama Iksan" ucap Rany dengan pedenya.

Vika hanya tersenyum mendengar ucapan Rany.

"Dih...belum tau aja loe gimana si Iksan ngejar-ngejar Vika,coba loe ngaca dulu loe tuh gak cantik, cuma tebal aja tuh makeup nya" ucap Kaysa kesal.

"Ish kenapa jadi pada ribut sih, kita kan lagi reunian malah berantem" ucap Vika melerai perdebatan antara Kaysa dan Rany.

"Stop Rany, gw rasa sudah cukup, mulai hari ini, detik ini juga antara loe dan gw udah gak ada hubungan apa-apa lagi" ucap Iksan

"Gw gak mau San, apa lagi loe mutusin gw gara-gara si Vika ini" tolak Rany.

"Loe mikir gak sih, harusnya dari kejadian di mall waktu itu loe mikir, kan gw udah bilang gw bukan kacung loe yang seenaknya aja loe suruh-suruh, dan juga gw bukan bapak loe yang seenaknya aja loe minta uang buat beli ini itu" ucap Iksan meluapkan semua yang ada dalam hatinya.

Awalnya mereka tidak tau kejelekan Rany kini terbongkar sudah jika semua yang ia pamerkan bukanlah dari orangtuanya namun hasil dari meminta kepada Iksan.

Vika dan Kaysa yang memang sudah tau karena saat mereka bertengkar di mall waktu itu mereka ada disana.

"Pulang aja yuk Kay, makin gak enak ni suasananya" ajak Vika

Kaysa pun mengangguk dan mereka berjalan keluar.

"Gw anter ya" ucap Darren menawarkan diri untuk mengantar mereka pulang.

Kedua gadis itu pun setuju.

Namun saat Vika hendak naik ke mobil Darren Iksan datang dan langsung menarik tangan Vika.

"Loe pulang sama gw aja, loe Ren anterin Kaysa tuh" ucap Iksan sambil membuka pintu mobilnya dan memaksa Vika untuk masuk.

1
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
sindiri terooosss Vik, Kay. Malu hati sendiri tuh si Ikhsan🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Untung si Vika kagak jadi sama si Ikhsan. cowo plinta plintut ngga punya pendirian. Mau aja di porotin abis2, udah gitu pake di marah2in lagi
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Kasiah...diomelin mulu sama pacar. Baru jadi pacar aja, udah ngomel mulu. Gimana kalo udah jadi istri. Makan Hati lo San🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
lo itu cuma terobsesi sama cewek Cantik San, kalo cewek nya ngga cantik mana mungkin mau lo deketin
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Nyesel kan lo sekaran San. Vika ngga cuma cantik Fisik nya sekarang, Tapi Hati nya pun Cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Ngga Usah di Inget Vik, Ambil aja Hikmah nya, karena Perkataan Ikhsan lah akhirnya sekarang kamu jadi kurus, jadi cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
kuat banget ya ikatan Batin Vika sama Mama nya. Untung Vika cepet² datang. Ikhsan egois amat, sana sini mau😣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Bener kata Nenek Dilla. Yang lalu biarlah berlalu Vik. Cuma kok di kenyataan nya susah ya buat jalanin nya🤔🤔🤔
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
ahhh... Sweet banget Aa Ujang Ini. Jadi kepengen di suapin juga😊
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
mungkin bisa jadi kepala sama badanmu misah dech, San😁😁😁
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
keysa sahabat yg baik ya vik, dia selalu jadi temen buat kamu, moga kedepannya kalian tetep bersahabat dg baik
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
pembully an verbal memang menyakitkan, sabar ya vik, harusnya gk usah didengerin tuh omongan sampah semua
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
astagfirullah nih bocil minta dikremes mulutnya, becandanya kelewatan kalik.. bagi cewek tuh ya paling anti klo dikatakan gemuk. sabar vika, aq juga gemuk kok 😅
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
yang pahit jangan diiinget2 ya fik, kan kamu sudah buka lembaran baru. sokkkkk berangkat, biar rasain gimana kangennya sama ujang ps ldr😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kenyang makan baper🤣🤧
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
eah ujang udah mulai mpok cecif😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
bebek e ilang dimasak🤣🤣🤣
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
semogaaa aja vikaaa bs mencintai ujang
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
hayooo nek kawal sampai jadian😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
setuju tuh, ujang bs nerima kamu dalam keadaan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!