"Siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu selalu masuk kedalam mimpiku hah?! please ... jawab aku, siapa kamu sebenarnya. Sungguh perasaan ini menyiksaku," (~ Ezra Louise Elvish)
"Jendralnya ganteng sih, tapi sayang ngeselin," (~ Zanna Liana putri Wesley)
***
Menceritakan tentang Leon yang kini telah merubah identitasnya menjadi Ezra Louise. Setelah di nyatakan sembuh dari penyakit ensefalitis, kini Leon atau yang harusnya kita sebut Ezra melupakan ingatannya.
Namun, sepertinya takdir mempersatukan mereka dimana Ezra selalu memimpikan sosok Zanna dengan mata hijaunya.
Selama 10 tahun Ezra memimpikan Zanna tanpa tahu siapa Zanna sebenarnya.
Ezra mengobati penyakitnya selama 2 tahun dan setelahnya dia di kabarkan amnesia yang menyebabkan dirinya sama sekali tak mengingat Zanna.
10 tahun kemudian mereka kembali di pertemukan dalam akademi militer. Apakah Ezra bisa memahami mimpinya setelah ia bertemu Zanna secara langsung? Apakah memory Ezra akan kembali? ataukah justru tidak akan pernah kembali?
Haruskah cinta mereka berakhir? Ataukah ada keajaiban untuk cinta mereka? lebih pada penasaran mending langsung saja baca, di jamin seru!
Cerita yang tidak serius, sedikit bercampur komedi agar pembaca terhibur.
Peringatan! ini hanya cerita fiktif/ khayalan Author. Bukan kenyataan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjelang akad 1
"Kenapa mas?" tanya Kirana yang melihat suaminya terkejut sambil memegang ponselnya.
Sedang Zidan langsung mematikan ponselnya dan menatap sang istri dengan terkejut.
"Ezra ... kata Alden dia sudah mengetahui jika Zanna adalah Lia,," ujar Zidan tanpa menatap istrinya.
"Wah ... bagus dong," senang Kirana yang mana membuat Zidan bingung.
"Bagus katamu? bagaimana jika dia tahu kalau ...,"
"Selingkuhan kamu itu hah?! udahlah mas, sampai mana lagi kamu akan membiarkan Ezra menderita?" sela Kirana.
Zidan menatap istrinya, dia juga merasakan yang sama seperti sang istri. Namun, dirinya tidak mau di benci sang anak karena penyebab dirinyalah sang istri meninggal.
"Lagian keluarga Alden gak ada yang tau jika ibu kandung Ezra meninggal karena kamu selingkuh, jika kamu menghalangi hubungan Ezra dan Zanna sama aja kamu semakin menyakiti putramu sendiri" bujuk Kirana.
"Bukan hanya itu masalahnya Kirana," ucap Zidan.
"Terus?" bingung Kirana.
"Ezra dan Zanna terciduk tidur bersama oleh Alden dan Amora. Untuk itu Alden menyuruh kita sore ini kerumahnya agar menikahkan mereka," terang Zidan.
"APA?!" kaget Kirana.
***
"Mom, aku tidak mau menikah saat ini," rengek Lia.
"Kamu tidak kasihan dengan Ezra? dia merasa sakit hati jika kau menolaknya seperti ini, mommy mohon Lia jangan seperti ini," bujuk Amora yang merasa tak enak dengan Ezra yang duduk tak jauh dari mereka.
"Tapi mom, aku masih sangat muda hiks ... gimana nanti jika kak Ezra menganggapku kekanak-kanakan, manja, bawel, cerewet hiks ..." isak Lia.
Alden yang melihat drama di depannya menghela nafasnya, dia menatap Ezra yang duduk di sebelahnya.
"Om sudah menghubungi papahmu, nanti sore dia akan melakukan perjalanan kemari," ujar Alden.
"Apa tidak sebaiknya di undur saja? lagi pula kita tidak melakukan persiapan apapun," terang Ezra.
"Kita ijab kabul aja dulu, besok-besok baru ngurus surat nikah di KUA." enteng Alden sambil mengambil cangkir kopinya dan meminumnya.
Lia merengut kesal, dia segera pergi dari ruang tamu dan pergi entah kemana. Sementara Ezra yang melihat itu menatapnya sendu.
"Apa yang kurang dariku hingga Lia masih tidak mau juga menikah denganku?" lirih Ezra.
Amora inisiatif untuk mendekati Ezra, dia duduk tepat di sebelah Ezra dan mengelus kepala pria itu.
"Ezra, mommy adalah teman ibu kandungmu. Anggaplah mommy adalah mommymu," ujar Amora.
"Mommy teman mamah kandung Ezra?" tanya Ezra sambil menatap Amora.
"Iya, mamamu itu orang yang tegar. Dulunya Zidan papahmu itu sangat sulit tersentuh tetapi mamahmu berusaha keras hingga akhirnya mereka saling mencintai. Kau dan Zanna hanya butuh waktu saja, kalian sudah saling mencintai hanya tinggal penempatan diri," bujuk Amora.
Ezra terdiam, pikirannya entah sedang memikirkan apa. Sementara Amora menatap Alden yang sepertinya sedang cemburu.
"Harus yah yang di elus-elus gitu!" sinis Alden.
"Ezra anak aku juga!" ucap Amora tak terima.
Alden melepaskan tangan Amora dari kepala Ezra dia berpindah duduk menjadi di sebelah istrinya. Bahkan kini dirinya telah memeluk sang istri dengan posesif.
"Kamu tuh cuma punya aku," rengek Alden.
"Iya-iya, aku punya kamu!" jengah Amora.
Ezra memilih mengundurkan dirinya dari sana, dia sepertinya akan mencari halaman belakang untuk menenangkan hatinya.
Taman belakang kini menjadi tempat Ezra menenangkan hatinya, dia mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku celananya dan juga korek.
Ezra merokok di taman belakang, dia bukanlah pria perokok tetapi entah mengapa dirinya sangat ingin kali ini.
Baru saja Ezra akan menghisapnya, rokok tersebut sudah di ambil oleh seseorang dan di buang bahkan di injak. Ezra menatap orang tersebut seketika matanya membulat sempurna.
"Kamu ngapain hiks ... mau bunuh diri hah?!" isak Lia sambil menatap Ezra dengan air mata yang membanjiri pipi chubbynya.
"Aku gak bunuh diri, aku cuma merokok," ujar Ezra dan terkekeh karena wajah lucu Lia.
"Hiks ... itu sama aja bunuh diri hiks ... di bungkusnya kan udah pada di tulis merokok membunuhmu hiks ... tapi kenapa kakak tetap hisap rokok hiks ...," rengek Lia.
Ezra menangkup kedua pipi Lia, dengan ibu jarinya dia menghapus air mata Lia yang berada di pipi gadisnya.
"Iya ... iya, aku gak ngerokok lagi. Tadi aku cuma stres aja, udah jangan nangis," ujar Ezra.
"Kakak jangan stres, Lia mau kok nikah sama kakak. Tapi Lia cuma takut kakak bakal jengah sama sifat manja Lia," isak Lia.
"Itu yang aku suka dari kamu Lia," ujar Ezra yang mana membuat Lia tersenyum haru.
Lia menatap Ezra yang sibuk menghapus air matanya. Namun, beberapa saat Kemudian mereka di kejutkan oleh teriakan seseorang.
"KAK LIAA!"
Lia dan Ezra menatap orang tersebut, ternyata itu adalah Aurora yang langsung memeluk tubuh Lia.
"Kak, ayolah bermain denganku. Aku sudah rela tidak masuk sekolah hanya karena kak Lia, ayolah kak," bujuk Aurora.
Lia menatap Ezra, Ezra yang mengerti pun hanya mengangguk. Dia tahu jika mungkin Aurora sangat merindukan kakaknya.
"Aku main bersama Aurora dulu kak," pamit Lia dan pergi bersama Aurora menuju kamar Aurora.
Sedangkan Ezra hanya tersenyum tipis menatap kepergian Lia hingga suara dering ponsel membuatnya mengalihkan pandangannya.
"Siapa sih?!" gerutu Ezra.
Ezra mengambil ponselnya, dia melihat layar ponselnya yang bertuliskan nama kakeknya.
"Ck, ngapain sih tuh orang. Ganggu aja," gerutu Ezra dan menonaktifkan ponselnya.
Sedangkan kini Jacob tengah menahan amarahnya sebab Ezra tak kunjung mengangkat telponnya dan malah menonaktifkan ponselnya.
"Si4l, kemana anak itu?!" gerutu Jacob.
"Jadi gimana tuan Jacob, Ezra belum juga mengangkat telponmu?" ujar seorang pria yang duduk di sebrang Jacob.
"Maaf tuan Noah, bisa kita tunda acara pertunangannya?" pinta Jacob.
Pria yang bernama Noah itu menyunggingkan senyumannya, dia bangkit berdiri dan menepuk jasnya pelan.
"Tuan jacob, putri saya Clara sudah memutuskan pertunangan ini. Lagi pula Ezra juga tidak setuju, saya tidak mau putri saya lebih tersakiti lagi," ujar Noah.
"Tunggu tuan saya bisa membujuk ...,"
"Maaf, Ezra sudah menolak Clara di hadapan saya. Saya sebagai ayah Clara merasa kecewa dengan dia, tetapi saya kagum dengan keberaniannya untuk memutuskan sebelum terjadi. Lebih pada putri saya akan tersakiti di dalam ikatan tanpa cinta, lebih baik dia tersakiti karena di tolak. Kalau begitu saya permisi," sela Noah dan berlalu dari sana.
Jacob, pria patuh baya itu mengepalkan tangannya. Bahkan kini dia menatap lurus dengan sorotan tajam.
"Sampai kapan pun kakek tidak akan pernah merestui hubunganmu dan Keluarga Wesley!" gumam Jacob.
Jacob kembali melihat ponselnya, dia kembali menghubungi seseorang.
"Halo,"
"Halo, kau harus membuat Ezra menerima lamaran itu!" titah Jacob.
"Maaf dad, aku tidak mau lagi mengikuti keinginanmu itu,"
Tuuut!
Prang!
Jacob membanting ponselnya, nafasnya kian memburu akibat emosinya yang tidak stabil.
Jacob memegangi dadanya yang berdenyut, tangannya berusaha untuk menggapai benda sekitarnya.
Cklek!
"Mas aku bawakan ... MAS!"
Aurora nih😄.
alden juga ngoming seenak jidat g berasa dia jafiin amora lakor😄
semoga ada orang baik yang mau adopsi mungkin Alden atau zidan