NovelToon NovelToon
MASIH TANDA TANYA

MASIH TANDA TANYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:49.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yeojawriting

Linia adalah seorang pegawai biasa di sebuah perusahaan pangan harus bertemu dan bekerja bersama seorang manajer baru yang tampan bernama Jhonathan. seorang pria yang gila kerja dan hampir merampas pekerjaan yang harus dilakukan Linia. namun, dibalik sifatnya yang pekerja keras itu, Linia juga harus terlibat dengan trauma masa lalu Jhonathan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeojawriting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 21-END

Untungnya Linia dapat menyelesaikan pekerjaannya hari itu walaupun suasana hatinya tidak sesenang biasanya. Sempat bagi Linia berpikir apakah keputusan untuk mutasi merupakan hal yang bagus ataukah ia terlalu berlebihan??

Melihat keadaan Jhonathan yang baik-baik saja seperti itu, Linia rasa ia terlalu overthinking pada masa lalu. Jelas Linia sadar posisinya dan mencoba menerima kenyataan yang ia pilih.

Entah kenapa, kini Linia merasa menjadi sedikit rumit.

“Linia~ ayo pulang…” ajak Sia.

Linia bahkan tidak sadar jika ia terlalu lama merenungkan sesuatu yang tidak penting hingga lupa waktunya untuk pulang.

“Sia… jalan duluan saja… nanti aku menyusul, masih ada yang harus aku kerjakan sedikit…” Linia berbohong untuk kesekian kalinya dalam hidupnya. Ia tidak peduli dengan berapa jumlah kebohongan yang ia ciptakan, namun ia hanya ingin sendiri saat ini.

Sia tentu sangat khawatir jika harus meninggalkan Linia dalam keadaan sedih seperti itu. biasanya Linia akan bersemangat ketika diajak pulang dan mulai memulai obrolan yang lucu dengan dirinya disepanjang perjalanan menuju mess.

“baiklah… jangan terlalu kemalaman… aku duluan.”

Linia melambai kecil pada Sia yang pulang duluan kemudian kembali berdiam diri menatap komputernya yang masih menyala itu.

“haaahh… tidak mungkin setelah sekian lama… baru aku sadari begini…” Linia menghela napas melepas segala frustasinya. Memijat kepalanya yang sakit itu.

Sia pulang sendirian dan pikirannya masih mengarah pada Linia. Ia benar-benar khawatir dengan Linia yang ia tinggalkan dalam suasana hati gundah seperti itu.

“haaahh… aku jadi penasaran jika seperti ini terus!!” omel Sia pada udara kosong didepannya.

“lhoo… Sia? Kok sendirian?... dan juga, kenapa kamu mengomel sendirian?”

Sia langsung memutar tubuhnya dan melihat Dheo serta Jhonathan yang berjalan bersama. Nampaknya kedua pria itu baru tiba dari koperasi yang menyediakan segala kebutuhan pokok karyawan yang tinggal di sekitar kantor dan pabrik.

“Dheo, gua duluan…” ujar Jhonathan sembari melangkah lebih dulu dan melewati Sia.

Wanita itu tidak peduli dengan Jhonathan dan langsung menghampiri Dheo, Sia menghela napas.

“haah… aku ngga ngerti masalah kalian apa… tapi Linia terus menyalahkan dirinya sendiri tanpa henti.”

Dheo dan Jhonathan kompak langsung menatap Sia dengan rasa penasaran dari masing-masing pribadi. Jhonathan bahkan tidak jadi melangkah dan diam membelakangi Sia dan Dheo.

“lho? Kenapa begitu?” tanya Dheo bingung bercampur khawatir.

“seharusnya aku yang tanya padamu… kenapa bisa Linia mutasi kesini di luar jadwal mutasi dan kenapa dia terus mengatakan dirinya jahat dan selalu menyalahkan dirinya seolah apa yang ia perbuat benar-benar kejam.” Ucap Sia ketika mengingat keadaan Linia selama ini.

“sekarang dia dimana??” tanya Dheo.

Dheo merasa tidak bisa membiarkan Linia untuk sendirian saat ini dan ingin bertemu dengan wanita itu saat ini juga.

“dia masih dikantor tadi… bilang ada kerjaan sedikit… tapi aku ngga yakin begitu…-lhooo!!!”

“Jhonathan!!!!”

Dheo dan Sia langsung dibuat kaget dengan tindakan Jhonathan yang tiba-tiba saja berlari melewati Dheo dan Sia tanpa mempedulikan panggilan yang menyerukan namanya.

“Dheo… atasanmu itu… kenapa dia berlari?” tanya Sia heran.

Dheo juga sulit mengatasi Jhonathan… seperti Sia yang selalu bersama Linia saat ini. tapi, Dheo mengerti akan satu hal dan membiarkan Jhonathan memilih tindakannya saat ini.

“haahh… entahlah… inti nya mereka berdua itu sangat merepotkan jika bersama…” ujar Dheo pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya karena ia sulit menebak alur yang akan datang.

Setelah lama merenung, baru Linia bertekad untuk pulang sebelum hari benar-benar gelap. Ia tidak suka berjalan di tengah kegelapan. Senja hilang begitu cepat di daerah seperti ini karena pepohonan masih lebat.

Masalah perasaannya? Ia sudah sedikit menangis dan membuat Sia kerepotan menenangkannya tadi siang. Namun Linia masih bisa menyelesaikan pekerjaannya seperti biasa. Walaupun begitu, rasa sakit itu masih belum hilang dan Linia memutuskan untuk pasrah dengan apa yang ia rasakan kedepannya.

Bahkan jika ia harus terus merasa sakit dan bersalah, Linia mungkin sudah terbiasa memakluminya…

Memaklumi karena lambat menyadari bahwa ia bisa menyukai seseorang setelah sekian lama…

….dan pernyataan itu kini sudah basi…

“LINIA!!!”

Tersentak kaget karena dari kejauhan suara pria menyerukan namanya dan nampak berlari kearahnya. Linia merasa jantungnya akan lepas saat ini juga. Memicingkan mata melawan gelapnya senja untuk menangkap objek yang sedang berlari kearahnya.

“…..pak… Jhonathan…. Kenapa?” Linia rasa karena terlalu banyak menangis akhir-akhir ini, tingkat halusinasi ditengah kebun akan semakin parah.

Akan tetapi, sosok pria yang masih terengah-engah sembari menenteng kantong kresek belanjaan itu terlihat nyata dihadapan Linia. Kembali pada pikirannya bahwa Jhonathan sempat mengabaikannya kemarin dan…

Kepala Linia merasa hampir pada batasnya karena terlalu banyak berpikir segala kemungkinan dan tebakan…

“seharusnya saya yang tanya kamu kenapa!!!” protes pria itu dengan suara besarnya.

Itu sedikit mengejutkan setelah beberapa minggu tidak mendengar suara Jhonathan.

Jhonathan menyudahi rasa lelahnya dan menatap Linia lurus dengan tatapan tajamnya, namun terasa penuh rindu didalamnya. Jhonathan mengira ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan wanita yang ada di depannya saat ini dan jika itu terjadi, Jhonathan bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana kedepannya dirinya.

Namun, kesempatan mengunjungi kantor cabang di Bogor, Jhonathan tidak melewatkannya dan ikut sampai kesini. Karena ia tahu Linia ada disini tapi Jhonathan tidak ingin bersikap seperti dulu seolah menekan Linia dan membuat wanita itu menderita karena dirinya. Jhonathan pikir, keputusan mutasi Linia karena memang wanita itu tidak ingin bersama Jhonathan dan memilih pergi memulai kehidupan baru…

Tetapi…

“jika kamu merasa sakit karena memutuskan pergi… kenapa kamu lakukan?? Bukannya saya memintamu untuk tetap tinggal?” pertanyaan Jhonathan tentu menohok batin Linia yang sedang rapuh itu.

Linia harus menatap langit yang sudah semakin gelap karena tidak ingin ada air mata nya jatuh lagi….

“jika kamu terus menyalahkan dirimu… bukankah akan baik-baik saja jika kamu tetap tinggal dan bersama saya??” tanya Jhonathan lagi dan terus menuntut agar wanita itu menjawab.

Aah, tidak… pertahanan Linia sudah mencapai batas ketika Jhonathan berkata seolah membongkar paksa isi hati Linia yang sebenarnya. Pria itu tetap berusaha membongkar dan terus mencari perasaan Linia yang sesungguhnya.

“saya tidak ingin menyakiti anda ketika saya tetap di sisi anda sementara semua yang saya lakukan adalah bohong… padahal anda sudah percaya pada saya… saya tidak ingin itu terjadi karena keraguan saya sendiri…” isak Linia akhirnya terlihat setelah sekian lama. Wanita itu sudah berat menahan segalanya didalam dadanya. Ia tidak tahu apa yang harus ia perbuat dan katakan, jika semua terasa seperti belati yang bergantian menusuknya. Semua tindakan seolah serba salah dan menyakitkan.

Pertemuan atau saat bersama, tidak bisakah tidak ada air mata diantara mereka berdua?

“…jika kamu bersedia, saya bisa membantumu mencari jawabannya bersama…” Jhonathan maju mendekati Linia yang kini sudah membelakanginya agar pria itu tidak melihat air matanya yang sulit untuk dikontrol.

“lalu bagaimana jika saya tidak merasakan apa-apa setelah segala usaha yang anda lakukan? Bukannya itu juga menyakiti?” ujar Linia sembari mengusap kasar wajahnya kemudian berputar menghadap Jhonathan dan menatap lurus mata pria itu.

“karena kamu belum mencoba dan lari, maka kamu tidak tahu!”

Linia tertegun, itu benar… dia terus menghindar dan menolak… hanya karena takut… ketakutan berlebihan pada perasaannya sendiri…betapa bodohnya Linia.

“jika kamu terus ragu seperti ini, bukan hanya saya… tapi, kamu juga akan sakit…” lanjut Jhonathan.

Linia terdiam, apa yang harus ia katakan? Kepalanya saat ini tidak sanggup menyusun kalimat rasional untuk membalas ucapan Jhonathan. Perasaannya ia cukup senang karena Jhonathan mampu bertahan dan sehat-sehat saja… walau tidak sepenuhnya baik-baik saja.

Jhonathan pun meraih perlahan ujung jemari Linia hingga menggenggam erat telapak tangan itu. matanya tidak lari dari pupil mata Linia yang bergetar.

“ayo kita mulai secara perlahan…”

Ajakan Jhonathan memang terdengar serius di telinga Linia, bahkan membuat sekujur tubuhnya merinding dan bergetar. Genggaman tangannya tidak terkesan memaksa namun terasa erat dan tidak ingin melepaskan.

“Jhonathan, saya tidak ingin jadi serakah… saya tidak masalah dengan apa yang dirasakan saya saat ini…”

“tapi itu menjadi masalah untuk saya…”

Linia tidak tahu kenapa Jhonathan mempermasalahkan perasaannya yang sakit. Apa karena Jhonathan menyukainya? Begitu?

“………” Linia terdiam sembari menutup wajahnya dengan tangan dan masih dilihat Jhonathan tingkah wanita yang satu ini.

“saya rasa… saya memang suka.” Ujar Linia pelan.

Linia menyukai Jhonathan, menyukai cara pria itu berbicara, menatapnya, tingkahnya ketika bersama juga mengkhawatirkannya, tentang perasaannya, keadaannya, bahkan makannya… Linia memikirkan semua itu, namun sulit disimpulkan menjadi apa semua hal yang Linia rasakan itu.

“tapi, semua terasa membingungkan ketika saya merasakannya… saya terus bertanya kenapa?? Bagaimana bisa? Hingga kapan? Segala hal saya tanyakan… saya sulit berpikir rasional ketika merasakan semua ini… ketika saya ragu dan jika terus berada disekitar anda, hal terbesar yang saya khawatirkan adalah perasaan anda… saya memikirkan perasaan anda… saya tahu akan menyakiti saya.. entah apapun keputusan itu.. semua hanya akan menyakiti anda… itulah… kenapa… saya…”

Akhirnya Linia bisa mengatakan apa yang ia ingin ungkapkan tentang kejanggalan didalam hatinya selama ini. Linia sulit untuk menjernihkan pikirannya dan sulit menyusun kalimat rasional untuk dikatakan pada Jhonathan. Ia tidak peduli dengan logika dan mengatakannya dengan berantakan sesuai dengan perasaannya yang tidak lagi tersusun rapi seperti biasanya.

Sementara itu, Jhonathan masih belum melepas genggamannya pada jemari kanan Linia dan menarik senyum tipis menatap wajah berantakan wanita yang habis menangis didepannya ini.

Linia melihat ekspresi frontal Jhonathan itu dan menatap heran padanya.

“ke-kenapa menatap saya seperti itu… setelah menganggap saya seperti tidak ada… anda tertawa seperti ini?... ahh!! Saya kesal dan bisa lepaskan tangan saya!!” ujar Linia kesal sembari mencoba melepas genggaman erat Jhonathan yang tidak longgar sedikitpun.

“saya hanya senang…”

Tanpa basa-basi lagi Jhonathan langsung menarik Linia pada dekapannya dan memeluk tubuh mungil wanita itu erat. Sudah lama ia menahan selama ini, selama dua bulan lebih harus menahan perasaan serta emosi dan berbagai pertanyaan. Mengusap surai Linia lembut dan menghirup aroma tubuh wanita itu dengan penuh rindu.

Memori tentang bagaimana Linia bisa bertemu dengannya, meyakinkan tentang berbagai hal padanya, menjadi seorang wanita yang kuat disampingnya. Semua Linia lakukan walau tahu akan merepotkan. Jhonathan mengakui jika ia suka seenaknya dan seringkali menyakiti orang lain juga… termasuk Linia…

Jemari Linia perlahan naik meraih sweater Jhonathan dan menggenggam erat padanya. Mengusap wajah penuh air mata pada dada pria itu dengan maksud melampiaskan kekesalan pada pria itu. setidaknya untuk saat ini, Linia berhasil menemukan jawabannya…

Linia tidak ingin peduli dengan segala pertanyaan yang selalu ia tanyakan…

Kepercayaan pada orang lain memang selalu menjadi hal yang selalu dipertanyakan dan di permasalahkan.

Apakah kita bisa percaya pada sifat dan tingkah laku orang itu?

Bagaimana bisa kita percaya?

Jhonathan sudah lama menaruh kembali kepercayaannya pada orang lain dan itu pada Linia… sementara Linia?? Terus mengalir dan membiarkan dirinya sebagai wadah untuk hidup orang lain selagi tidak merugikan dirinya… namun, ketika Jhonathan hadir… jujur saja… Linia bahkan hampir frustasi karena berbagai masalah menimpa… dan itu hanya bersumber dari Jhonathan seorang…

“setelah hari ini… kamu jangan pernah lari lagi dari saya… dan… saya akan mengurus mutasi mu untuk kembali ke Jakarta.” Ucap Jhonathan tepat didepan telinga Linia.

Namun wanita itu menggeleng didalam dekapan.

“saya sudah nyaman di sini… hehehe…” ujar Linia sembari mengeluarkan kekehan usilnya dan melepas pelukan Jhonathan.

Mau sampai kapan mereka diluar seperti ini? Linia lelah dan ingin segera pulang dan istirahat. Melangkah duluan meninggalkan Jhonathan dibelakangnya yang sedang menatap wanita itu bingung.

“heeyy… bagaimana bisa kamu meninggalkan pacarmu seperti ini?!!” tegur Jhonathan sembari berlari menyusul Linia.

“haahh!!?? Saya kan belum bilang kita pacaran!” protes Linia tak setuju.

Jhonathan tahu apa yang diucapkan Linia bukan yang sebenarnya, hati wanita itu sepertinya bisa dilihat oleh Jhonathan dan pria itu hanya tersenyum serta tidak peduli dengan protes yang dikeluarkan Linia ketika Jhonathan menggenggam tangan nya dan melangkah beriringan bersama.

Entahlah, Linia tidak peduli dengan kebingungannya…

Mau sampai kapan jika ia terus bertanya…

Semua tanya akan berakhir ketika mulai menaruh kepercayaan pada sesuatu…

Masalah perasaan yang terus ragu, Linia tidak tahu kedepannya bersama dengan pria yang berjalan disampingnya saat ini… karena Linia tahu, Jhonathan akan membantunya menemukan semua hal yang dibubuhi dengan tanda tanya itu…

The End.

1
cahya.rien
segala yg dirasa rumit semakin rumit jika selalu menghindar. 😁😁😁
linia adl salah satu yg rumit itu.. 🤭
cahya.rien
waw..
᯽ᗩᗬᗴᘂᛙᚤ᯽
lanjut....
᯽ᗩᗬᗴᘂᛙᚤ᯽
awal yang baik
Rosnita Zainal Zen
lanjut thor...mantap...
Ery Fajar
Mohon ijin promote --LOVE IN A CUP OF BUBBLE TEA--🥤🍹🍵🍩🥛

Jujur, baru kali ini aku nulis genre romance. Ceritanya ga jauh-jauh dari kuliner. Buat kamu yang suka kulineran sekaligus ngayal punya pasangan romantis, wajib banget baca novelku.🤪😎


*Butuh pencerahan dan masukan dari kakak-kakak sekalian.😎😎🎉🎉
Farhan Khoiruddin
terlalu ber tele tele
dionyzeus
Hai kak! Cerita yg bagusss.. aku kasih like + rate bintang 5 loh!

Aku akan mampir lagi klo kakak mampir di karyaku "THE COLD CEO"

Aku tunggu feedback nya

Terimakasih kak!
b.e.f
hai kak, dapet salam dari Sasha & Mas Herdi di novel ^^RASANYA MENIKAH^^ 🎬🥀

kuy ah kak langsung intip ! 💨
gabung yuk sama readers lain, udah pada melting loh disana.. buruaaannnn 😍 tinggal klik profil ini kak gampang bgt hihi.. big thanks! 🥰

#izinpromoyathor.tq
b.e.f
hai ka author aku mampir bawa rate dan vote buat karya ini.. hihi 😁
ditunggu juga feedbacknya di novel aku yah 🥰

salam dari Sasha sama Mas Herdi, RASANYA MENIKAH 🎬⚘

kaka2 readers lain intip juga yuk... kop khun ma na ka.. 💕
Lindaindut
pantes dikit chapter x , trnyata panjang bnget isi nya😆😆😆
b.e.f: hai kak, dapet salam dari Sasha & Mas Herdi di novel ^^RASANYA MENIKAH^^ 🎬🥀

kuy ah kak langsung intip ! 💨
gabung yuk sama readers lain, udah pada melting loh disana.. buruaaannnn 😍 tinggal klik profil ini kak gampang bgt hihi.. big thanks! 🥰

#izinpromoyathor.tq
total 1 replies
Aldy Sylvian
segala sesuatunya dibikin rumit dan linia adalah karakter yg rumit
b.e.f: hai kak, dapet salam dari Sasha & Mas Herdi di novel ^^RASANYA MENIKAH^^ 🎬🥀

kuy ah kak langsung intip ! 💨
gabung yuk sama readers lain, udah pada melting loh disana.. buruaaannnn 😍 tinggal klik profil ini kak gampang bgt hihi.. big thanks! 🥰

#izinpromoyathor.tq
total 1 replies
Aldy Sylvian
linia terlalu bodoh dengan perasaannya sendiri
Aldy Sylvian
yaelan cepet sadar ngapa kasian pak jo nya tar kumat lagi depresinya cuma kamu yg bisa nyembuhin depresi pak jo lin
Aldy Sylvian
owalah mau nembak aja pake nangis gegeruan🙈🙈🙈
Aldy Sylvian
itu ceritanya masih didalam mobil kan ya thir tapi udah minggir belum ya takut ditabrak mobil dari belakang kalo belum minggir
Nayla Husna: permisi izin promo ya kak

aku baru aja belajar bikin cerita,jadi maaf banget kalau ceritanya kurang menarik

kalau ada kritik dan saran boleh ditulis di komentar ya,nanti sebisa mungkin aku bakal ganti ceritanya sesuai dengan kritik dan saran kalian semua

"Kisah Cinta Yang Bertepuk Sebelah Tangan"

terimakasih kakak kakak
total 1 replies
Aldy Sylvian
kapan sadarnya kalo emosian mulu nih hadeuuh 🙈🙈🙈
Aldy Sylvian
setelah dapet 10 chapter saya baru ngeh kalo surai itu artinya rambut🙈🙈🙈
Aldy Sylvian
kayaknya sudah ada kapal yg mulai berlayar nih
Aldy Sylvian
Wow 1 chapter isinya puanjaaaaang buanget mantep thor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!