Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling Curiga, kebohongan
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Setelah Queen dan Aorion menyelesaikan pembahasan keduanya tentang kesepakatan pernikahan, Queen benar-benar tidak habis pikir, bagaimana ia sampai dibuat tak berkutik karena Aorion selalu mengatakan Cinta padanya.
Ahh! Kata-kata yang tidak pernah Queen bayangkan akan keluar dari mulut seorang Aorion. Terlebih lagi karena kata-kata itu di tujukan untuknya.
Apakah ia seharusnya bahagia mendengar kata-kata itu? atau kah,- tapi Queen butuh kejujuran Aorion. Queen tak bisa mengambil resiko yang lebih buruk.
''Jadi bagaimana sayang? kita menikah kan?- Aku mencintai mu- sangat-sangat mencintaimu.''
Lagi. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Aorion.
''Hentikan itu Rion! Apa kau pikir kata cinta sebuah lelucon?'' Queen mendelik malas.
''Aku tidak mengatakannya seperti itu. Bukan kah ini yang kau ingin kan? mendengar aku mengatakan perasaan ku? Aku sudah melakukan nya,-
''Ahh.. jadi karena itu? apa ini bukan yang sebenarnya?kau melakukannya hanya karena aku ingin mendengarnya? apakah aku lelucon bagi mu?'' lagi-lagi Queen merasa kesal.
Oh God!
Aorion menggelengkan kepalanya sesaat. Ia sampai tak habis pikir mengapa sangat sulit meyakinkan kekasihnya jika berhubungan dengan cinta? Apa ia seburuk itu?
''Apa terdengar seperti itu bagi mu? Ah! Aku tidak peduli. Aku akan mengatakan cinta setiap aku melihat mu.'' ujar Aorion lagi.
''Aku ingin tahu sesuatu, bisa kau katakan pada ku dengan jujur.'' Queen menatap tajam pada Aorion.
Aorion menjadi resah, apakah dugaannya benar.
''Apa kau memiliki hubungan dengan King Bloods?" tanya Queen langsung. Ia tak ingin bertele-tele lagi. Sampai kapan ia akan terus berpura-pura tak tahu akan hal tersebut.
Bukannya menjawab, Aorion malah berpaling lalu mengeluarkan sebuah tawa yang terdengar asing.
''Apa maksud mu Lilie? King Bloods, apa itu? Raja darah, siapa yang berdarah?'' sahut Aorion menganggap pertanyaan Queen sebuah lelucon.
''Kau yakin kau tidak mengenal kelompok itu Rion?'' Queen mengitari Aorion. ''Jika kau tak tahu baguslah.- kata Queen dengan santai.
...Mengapa begini?Bagaimana dengan diri mu Lilie?...
''Itu adalah sebuah kelompok mafia yang melakukan begitu banyak kejahatan.'' Aorion mengernyit. ''Pimpinannya sangat kejam.'' Aku tidak begitu Lilie. ''Ku dengar mereka juga sangat tidak berperasaan.-
''Mereka bahkan tidak memikirkan siapa target mereka, lalu dengan brutal melenyapkan siapa saja.- Aku tidak pernah melakukan itu, Lilie.
'''Dari mana kau tau semua itu Lilie?" Sela Aorion. ''Tentu saja aku tau,- kau pasti mengenal siapa kakak ku dan organisasi apa yang di naunginya bukan?" Queen memancing Aorion.
''Kevin? benarkah?" Aorion pura-pura terkejut. ''Aku baru mendengarnya dari mu.''
Damn Rion! Sampai kapan kau akan berpura-pura di hadapan ku?
''Apa kau juga ikut di dalam organisasi kakak mu?" tanya Aorion dengan sungguh-sungguh. Inilah yang harus di ketahuinya.
''Kau pikir Kevin akan membiarkan aku?'' Queen tergelak. ''Dari mana pikiran itu?" Queen memang mengatakan yang sesungguhnya. Ia tak ada hubungannya dengan RED.
Selagi Keduanya masih berbincang, Queen menangkap sebuah siluet dari arah balkonnya; dan Queen sudah bisa menebak siapa yang sudah kehilangan akal lalu memanjat tembok naik ke kamarnya di lantai tiga.
Tidak ingin menimbulkan kesalahpahaman, Queen tentu harus segera membuat Aorion keluar dari dalam kamarnya, jika tidak maka situasi canggung akan terjadi.
''Baiklah, ku rasa cukup, kita sudah membahasnya, dan aku tetap pada keputusan ku. Sekarang keluarlah, sebaiknya kau segera pulang, aku ingin istirahat.'' ujar Queen memberikan alasan agar Aorion segera pergi.
''Baiklah Lilie. Tapi aku tidak akan menyerah, aku tetap akan menemui mu. Dan tolong segera kunci balkon mu, udara malam tidak baik untuk kesehatan.'' ujar Aorion, membawa Queen masuk, lalu mengambil remote yang ada di tangan kekasihnya itu kemudian menekan tombol kunci.
''Aku akan langsung istirahat. Kau bisa keluar sendiri kan? Aku tidak akan mengantar mu.'' balas Queen, kemudian mendorong Aorion agar segera keluar dari dalam kamarnya.
''Selamat malam sayang, aku akan menemui mu lagi besok sebelum kembali ke singapore.- Berikan aku ciuman selamat malam.'' Aorion mencium Queen sedikit lebih lama.
Munafik. Murahan! Queen memarahi dirinya sendiri. Ia menolak menikah, namun tidak menolak saat Aorion menyentuhnya. Benar-benar munafik!
Saat mencium Queen, sebenarnya Aorion sedang mengamati sekitar, bukan hanya sekedar melakukan ciuman. Bukan hanya Queen yang menyadari ada nya bayangan tak dikenal yang tiba-tiba muncul tak jauh dari tempat keduanya berdiri sebelumnya, tapi Aorion juga.
Karena tak ingin membuat ketidak nyamanan di kamar kekasihnya tersebut, Aorion memilih untuk mengamati dalam diam.
Jika memang penglihatan benar, maka seharusnya ia sudah melihat seseorang sekarang, namun ternyata Aorion tidak menemukan siapapun menampakan diri di sana.
''Selemat malam Lilie,- kau sangat cantik malam ini.'' puji Aorion, dengan mata mengawasi.
''Pergilah.'' ujar Queen sebelum buru-buru menutup pintu kamarnya.
Sebelum Queen meraih remote control untuk membuka kembali balkonnya, lagi-lagi Queen kembali dikagetkan oleh sosok lain di dalam kamarnya.
''Sssssttt.. ini aku.'' ujar Frank.
''Frank? bagaimana kau bisa masuk kemari, bukankah balkonnya terkunci?" tanya Queen sedikit tercengang.
''Itu rahasia Jane. Rumah ini terlalu banyak penjaganya, aku hampir tidak bisa bernafas.'' gumam Frank, bersikap sesantai mungkin.
Ini pertama kali nya Frank masuk ke dalam kamar seorang wanita; dan yah.. meskipun Queen bukanlah seperti wanita pada umumnya, namun tetap saja kamar gadis itu terlihat feminim.
''Ah, karena itu kau memanjat ke kamar ku, untuk bisa bernafas? begitu? bagaimana jika salah seorang penjaga melihat mu? kau bisa saja langsung ditembak ditempat.'' kesal Queen.
Frank sedikit tertawa melihat wajah panik wanita yang saat ini telah menjadi atasannya dalam skenario yang Queen buat.
''Jadi katakan, ada apa kau mencari ku? bukankah kau bisa melalui tangga dan mengetuk pintu?'' Suara Queen terdengar sinis.
''Ahh.. bagaimana seorang pengawal biasa berpikir untuk mencari majikannya, bahkan ketika sudah diperingati oleh bos dirumah ini?" sela Frank, merujuk pada peringatan Kevin sebelumnya.
Queen tau persis apa yang di maksud oleh Frank. Kevin memang selalu bersikap protective jika menyangkut dirinya, Queen berada dalam Zona sister komplek.
''Baiklah, sekarang katakan ada apa?" tanyanya tak ingin berdebat.
''Kau sudah melihat beritanya? tentang The Lion?'' Frank menunjukan layar ponsel yang ada di tangan nya.
''Ada apa lagi dengan mereka?" tanya Queen malas.
''Setelah polisi melakukan penyelidikan, dikatakan bahwa ada ditemukan barang bukti di sana, hanya saja belum di konfirmasi apa itu,- Wajah Frank terlihat cemas.
''Lalu..?"
''Pada malam itu kau tidak meninggalkan jejak apapun disana bukan?" tanya Frank dengan tatapan menyelidik.
Queen tertawa singkat.
''Aku tidak ceroboh seperti itu Frank.- sahutnya masih tertawa. ''Jadi kau memanjat hanya karena kau mencemaskan hal itu? begitukah?"
''Kau baru saja tertawa Jane? kau pikir ini lelucon? bisa saja kan kau menjatuhkan apapun di sana tanpa sengaja. Dan jika itu terjadi maka semuanya akan berakhir.'' balas Frank dengan sebuah kepanikan yang beralasan.
''Ah kau benar. Aku baru mengingat sesuatu.''- Queen berwajah serius sambil memegang kepalanya.
''Kau benar Frank, sepertinya aku memang meninggalkan sesuatu di sana, bagaimana aku bisa lupa'' tambah Queen, membuat Frank hampir saja mengumpat.
''Apa yang kau tinggalkan di sana Jane? kau kehilangan apa? apa sesuatu itu yang bisa mengungkapkan identitas mu? katakan pada ku!'' tuntut Frank.
Dengan memasang wajah cemas yang tak kalah meyakinkan, Queen menjawab Frank dengan lambat;
''Jejak kaki.'' ujar Queen serius.
''Hah? kau bilang apa Jane?'' tanya Frank sekali lagi karena tidak yakin atas apa yang telah ia dengar.
Melihat wajah bingung Frank, lagi-lagi sukses membuat Queen tertawa terbahak-bahak.
''Aku hanya bercanda Frank, jangan terlalu serius, wajah mu sangat lucu!'' ujar Queen masih tak bisa menahan tawanya.
Hah!
''Jadi kau barusan sedang bergurau? sial! Aku kena kali ini.'' sahut Frank dengan wajah kesal disertai malu.
''Sudahlah, keluarlah Frank. ku ingin istirahat. Kau juga harus istirahat, dan ingat jangan pernah memanjat ke dalam kamar ku lagi.'' peringat Queen.
''Baiklah bos, aku tidak akan melakukan nya lagi. Selamat malam.'' ujar Frank, lalu keluar dari jalan yang seharusnya.
''Selama malam Frank. Aku harap kau nyaman berada disini. Kita akan kembali ke singapore besok, jadi bernafaslah dengan baik malam ini.'' ujar Queen pada partner nya itu.
''Ha-ha, kau baik sekali.'' sahut Frank dengan wajah sinis. Setelah Frank keluar dari dalam kamarnya, Queen benar-benar mempersiapkan dirinya untuk tidur.
Sementara itu, tanpa di sangka-sangka nya; didasar tangga lantai dua kediaman Hanzel, sudah ada Kevin dan Aorion yang berdiri seolah-olah memang sedang menunggu kemunculan Frank.
Ah, Sial!
Seharusnya Frank tetap keluar melalui balkon. Ia sampai melupakan berbagai macam kemungkinan karena merasa di permainkan oleh bos baru nya itu.
Frank tetap melangkahkan kaki nya dengan santai dan menyembunyikan kegugupan nya.
''Selamat malam tuan.'' Sapa Frank, seraya menundukkan kepalanya kepada Kevin dan Aorion.
''Ah, selamat malam Frank. Sedang apa kau di lantai ini? aku tidak melihat mu sebelumnya.'' sahut Kevin. Sementara Aorion terus saja melancarkan tatapan kecurigaan dan juga tidak sukanya pada Frank.
''Nona memanggil saya tuan.'' jawab Frank, singkat.
''Benarkah? apa yang di bahas tunangan ku bersama mu di jam seperti ini? kau yakin dengan itu?- dan juga, aku baru saja berbicara dengan Nona yang sama yang kau bicarakan, dan aku tidak bertemu dengan mu, mungkin kah kau melakukan hal yang tidak seharusnya?'' ujar Aorion menyudutkan Frank.
Sementara itu, Frank tetap berusaha terlihat setenang mungkin. Ia sudah sering berada di situasi seperti saat ini, jadi seharusnya ia sudah terlatih.
''Aku seorang pengawal rahasia tuan, jadi wajar saja jika tuan tidak menemukan keberadaan ku seperti pengawal pada umumnya.'' Jawab Frank, dengan sebenarnya.
''Dan lagi, nona memang memanggil saya karena ingin menyampaikan bahwa kami akan kembali ke Singapore besok pagi.'' jelas Frank disertai senyuman mengejek yang sopan.
Aorion mendelik mendengar jawaban Frank, Ah! Lagi-lagi Queen berniat kabur darinya.
''Begitukah? baiklah. Kau bisa kembali.'' sahut Kevin.
''Terima kasih tuan, selamat malam.''
''Kau lihat Kev? laki-laki itu bukan orang biasa, aku sudah curiga saat pertama kali melihatnya.'' komentar Aorion.
''Ya, kau benar. Tapi ku rasa kau terlalu berlebihan Rion. Queen akan baik-baik saja, jangan khawatir. Queen memiliki hak untuk menempatkan siapa saja disisi nya, selama itu untuk menjamin keselamatan nya.- Kembali lah. Selamat malam.'' ujar Kevin mengakhiri pembicaraan bersama dengan calon adik iparnya yang sedikit posesif.
Setelah Kevin berlalu dan kembai keruang kerjanya, Aorion pun memilih untuk pergi dan memesan hotel yang tidak jauh dari kediaman keluarga Hanzel.
Besok pagi ia harus memastikan bahwa tunangannya akan kembali bersama dirinya. Aorion tidak akan membiarkan Queen bertindak semaunya lagi.
...''Queen, kau benar-benar membuat ku Gila.''...
...❄️...
...❄️...
...❄️...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...