NovelToon NovelToon
TIRAKAT 3

TIRAKAT 3

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata
.
.
.
SERIES KE TIGA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Pondok pesantren Ustadz Furqon di Kediri, Jawa Timur, menjadi lembaran baru hidupku. Aku meninggalkan rumah dan Bapakku untuk mengemban tugas dari Sang Ustadz sebagai pembina asrama putri di sana.

Waktu akan menjadi saksi bisu segala perjalananku selanjutnya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 "ADA APA DENGAN MATA GHOIBKU?"

🩸🩸🩸🩸🩸🩸🩸

Ketika tercium bau anyir darah itu, aku tertegun sejenak. Sambil tetap menggenggam tangan Gendis. Ku tatap wajah dan dua bola matanya yang hampir putih seluruhnya itu.

Secara spontan, aku mengaktifkan pandangan ghoibku. Mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan ada apa dengan Gendis ini. Akan tetapi, anehnya, pandangan ghoibku tak mendapatkan penglihatan apa-apa. Gendis tetap tampak seperti gadis pada umumnya. Meskipun secara fisik ia memiliki kekurangan di matanya itu.

"Ada apa ini sebenarnya?" gumamku dalam hati sambil terus menatap Gendis dengan pandangan ghoibku.

Kemudian Gendis bertanya padaku...

"Bu Nisa... Kenapa kita diam di sini?"

"E-eh, emm... Oh iya, ayok masuk Gendis." jawabku sedikit terbata-bata.

"Iya Bu..."

Aku menuntun tangan Gendis, melangkah masuk ke dalam area pondok. Dan tak lupa ku kunci gerbang depan.

Ketika kembali ku tuntun Gendis berjalan, ia berkata padaku, "Bu Nisa, jalannya pelan-pelan saja ya Bu, biar aku bisa hafal semuanya."

Aku sedikit bingung, dan ku tanya, "Maksudnya gimana Gendis?"

"Aku kalau ada di tempat baru, harus jalan pelan-pelan, biar bisa hafal area sekitar. Kan aku gak bisa lihat Bu. Jadi semuanya aku hafalkan di kepala."

"O-oh... Begitu ya..."

Jujur, memang sebelumnya aku belum pernah berinteraksi secara langsung dengan seseorang yang seperti Gendis ini. Sehingga aku harus belajar terbiasa dengannya.

Akhirnya, aku pun berjalan perlahan bersama Gendis, sambil tetap menuntun tangan kirinya. Sedangkan dengan tangan kanannya yang menggunakan tongkat, seolah ia sedang meraba setiap bentuk dan bagian jalan yang ia lewati bersamaku. Seperti dirinya sedang membuat sebuah peta baru di dalam kepalanya. Agar ia hafal semuanya.

Ketika kami berdua sudah sampai di depan masjid, gendis bertanya, "Ini tempat apa Bu?"

"Ini masjid pondok Gendis..." jawabku.

"Oh... Jadi di sini ya masjidnya..."

Dan dari arah dalam, semua santriwati yang sedang menghafal Al-Quran bersama Bunga, menoleh ke arah kami yang sedang berdiri di depan masjid.

"Ayok Gendis, kita masuk ke dalam masjid dulu yuk. Di sana banyak teman-teman kamu loh... Yuk, masuk yuk..." ajakku pada Gendis.

Alih-alih Gendis menyambut ajakanku, ia menoleh ke arahku, dengan tatapan ke dua matanya yang putih itu.

"Bu, nanti saja ya ke masjidnya. Aku mau keliling lagi. Biar aku semakin hafal semua areanya. Boleh ya Bu?" katanya.

"O-oh... Ya sudah, boleh kok..." jawabku sambil mengusap lembut kepalanya.

Aku pun memberikan kode kepada Bunga untuk melanjutkan kegiatannya bersama para santriwati yang lain. Dan kulanjutkan menemani Gendis berkeliling area pondok.

"Emm, Gendis..."

"Iya Bu?"

"Kamu mau kemana dulu? Ke area kamar-kamar? Area dapur? Atau kemana?" tanyaku.

"Aku ikut Bu Nisa saja..." jawabnya sambil tersenyum.

"Emm, gitu... Ya udah, kita lewati area kamar-kamar dulu yuk. Biar kamu tau di mana kamarmu nanti."

"Iya Bu..."

Aku pun mengajaknya untuk berjalan di sepanjang selasar area kamar yang cukup panjang ini. Dan kali ini Gendis memintaku untuk tidak menuntun tangannya. Dan aku turuti saja permintaannya itu.

Gendis berjalan perlahan di depanku, dan aku menemaninya di belakang. Tak jauh darinya.

Terlihat tangan kanan Gendis terus meraba area selasar dan sekitarnya menggunakan tongkatnya itu. Sedangkan tangan kiri Gendis tak henti menyentuh dinding setiap kamar yang dilewati.

Setelah melewati tiga kamar santriwati yang sudah diisi oleh Hana, Indah, dan Intan, Gendis berhenti saat tepat menyentuh pintu kamar ke empat. Kamar yang ditempati oleh Laras. Aku ikut berhenti tepat di belakang Gendis.

"Kenapa berhenti Gendis?" tanyaku.

Namun, Gendis tak menjawabku. Ia tetap saja menatap lurus ke depan. Dengan tangan kirinya tetap menyentuh pintu kamar Laras di sisi kirinya itu.

"Gendis? Kenapa?" tanyaku heran.

Tapi ia tetap diam berdiri, tak bergeming. Tubuhnya seolah mematung seketika. Aku semakin heran dengan gelagatnya itu.

"Gendis?" tanyaku lagi sambil hendak menyentuh pundaknya.

Ketika hampir saja tanganku menyentuh pundaknya, Gendis langsung berbalik badan perlahan. Dan menatap ke arahku.

Lalu...

Ia tersenyum...

Senyumannya memang tampak manis dan tulus, akan tetapi...

Dari tatapan matanya yang putih itu, aku seolah merasakan ada sesuatu yang ganjil darinya...

Dan Gendis bertanya padaku, pertanyaan yang membuat batinku terkejut bukan main...

"Temanku yang ada di kamar ini, namanya Laras kan Bu?"

.....

.....

Aku tak langsung menjawabnya...

Justru aku ikut mematung, menatap wajahnya yang menatapku...

Kenapa Gendis bisa tahu bahwa kamar ini di tempati oleh Laras?

Bagaimana ia bisa tahu dengan tepat?

.....

.....

Aku hendak menjawabnya, tapi...

Sedetik sebelum mulutku menjawab, Gendis langsung berkata...

"Ternyata benar, Laras namanya ya Bu..."

Dengan senyumannya yang semakin lebar, dan kini kepalanya sedikit miring, sambil menatapku.

.....

.....

Lalu, Gendis kembali membalikkan badan, dan lanjut melangkah...

Aku masih terdiam, terpaku, di belakangnya...

Seolah kaki ini sangat berat untuk di ajak melangkah bersamanya...

.....

.....

Aku terus bertanya-tanya dalam batinku sendiri...

"Ada apa ini?"

"Ada apa sebenarnya dengan Gendis ini?"

"Kenapa mata ghoibku justru tak melihat apapun?"

"Ada apa dengan mata ghoibku?"

.....

.....

Tiba-tiba...

Aku seolah tersadar dari lamunan...

Saat aku melihat Gendis sudah sampai di depan kamar yang paling ujung...

Hampir dirinya mendekat ke sebuah selokan yang cukup lebar...

"Gendis! Hati-hati!" teriakku seketika.

Aku langsung berlari padanya. Dan langsung ku pegang pundak Gendis, menahan tubuhnya dari terjatuh ke dalam selokan itu.

"Eh, Bu? Kenapa? Ada apa di depan?" tanya Gendis yang juga ikut terkejut.

"Ada got di depanmu Gendis... Hati-hati... Area kamarnya udah selesai sampai di sini." jelasku.

"Oh... Gitu ya... Maaf ya Bu, aku ceroboh..."

"I-iya Gendis, gak apa-apa..."

Lalu, tampak Ayu datang menghampiri kami berdua, dan bertanya sedikit heran, "Kenapa Nis? Ada apa? Kok kamu teriak barusan?"

"Eh, enggak apa-apa kok Yu. Ini, aku lagi nemenin Gendis."

"Beneran gak apa-apa? Perlu bantuanku gak Nis?" tanya Ayu, mungkin ia sadar dengan kondisi mata Gendis yang sakit katarak parah ini. Sehingga ia menawarkan bantuan untuk menemaniku bersama Gendis.

Tapi, aku menjawab Ayu, "Enggak Yu, gak apa-apa... Biar aku aja yang nemenin Gendis Yu..."

"Ya udah kalo gitu, hati-hati. Kamu jangan ceroboh..." kemudian Ayu berkata hanya dengan mulutnya saja yang bergerak tanpa suara, "Dia matanya buta, hati-hati kamu!" begitulah gerakan mulut Ayu yang langsung bisa kupahami.

Aku pun hanya mengangguk pada Ayu.

1
SecretS
Aku pikir kak Nisa udah nikah beneran 😅😅, ternyata 😂😂 lanjut baca tirakat 4👍😆😆
Yeni Yeni
ok pindah ke tirakat 4,kayak sinetron tersanjung..
Yeni Yeni
sebenarnya itu bukan bapak nya, tp iblisnya tahu kelemahan nisa
My.mitsubishi.triton Adventure X
Cerita yang menarik
Deni Komarullah: Terima kasih Kak atas dukungannya... 😍😍😍
total 1 replies
SecretS
Sekar Mayang terlalu centil kak😄 nggak seperti Dayang Putri. Pantes Zaki naik darah pas Sekar Mayang mau jahilin Nisa😂😂. Lanjut kak 😆👍
Yeni Yeni
pantas saja, datang putri yg bisa melihat masa depan, menyuruh anisa untuk berhati-hati, dan menyuruh menguatkan iman dan hatinya
My.mitsubishi.triton Adventure X
Turakat 3 ini apa sudah selesai atau msh ada lanjutannya krn sdh ada tirakat 4 nya
My.mitsubishi.triton Adventure X: Baik terima kasih ats konfirmasinya
total 2 replies
Yeni Yeni
cerita nya sangat sedih
Yeni Yeni
satu fakta terkuak☺
Yeni Yeni
hedewww... kirain😄
Yeni Yeni
syukurlah selamat
Yeni Yeni
jiah.... hhhhhhjijik aku...
Yeni Yeni
makin seru, gimana duo kodam itu bisa menyelamatkan Annisa?
Yeni Yeni
up yang banyak
Yeni Yeni
makin penasaran
Yeni Yeni
sudah di mantra-mantra sama jlnnya Gendis
Yeni Yeni
wah sesuatu, jangan jangan gendis tahu nisa punya pagar gaib, lalu dia mencari cara untuk memisahkan mereka secara halus
Yeni Yeni
penasaran aku mbak🤭
SecretS
Lanjut kak👍👍👍😊😊
SecretS
👍👍👍lanjut kak, berarti sekar mayang bisa liat masa depan kayak Dayang Putri ah, menurut ku sekar mayang terlalu jahil ngak seperti Dayang Putri 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!