NovelToon NovelToon
Natasha Finding Love

Natasha Finding Love

Status: tamat
Genre:Patahhati / Duniahiburan / Single Mom / Hamil di luar nikah / Romansa / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:541.1k
Nilai: 5
Nama Author: RenMk

Natasha Finding Love
_________________

"Saya masih single bukan karna susah move on. Saya masih single karna saya sedang menyiapkan diri untuk orang yang mengharapkan saya dalam doanya," ~ Natasha

"Kalau memang kamu jodohku, biarlah waktu yang menjawabnya. Tapi bila tidak, semoga kita bahagia dengan jalan kita masing-masing," ~ Raka

Karena has rat sesaat, Natasha harus menanggung perbuatannya.

_________________

Novel ini adalah lanjutan dari novel
Pertama~ My Butler
Kedua~ Sekar & Raja Phinisi
Ketiga~ My Personal Tour Guide
_________________

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RenMk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cibiran

Makan malam yang seharusnya berakhir dengan hal romantis, justru diakhiri dengan hal yang tidak terduga. Dengan terpaksa Sasa harus memahami kepentingan Raka untuk mengakhiri kebersamaannya malam ini.

 

“Sa, sorry aku harus ke lobby saat ini juga. Kamu mending masuk ke dalam temenin Al,” ucap Raka yang kemudian beranjak dari tempat duduknya. Dia kecuup pucuk kepala Sasa dan memeluknya beberapa detik.

 

“Em… yeah. Sampai jumpa besok ya, mas.”

 

Rasanya sangat tidak puas Sasa melepas Raka pergi. Tapi Sasa tidak mau egois. Dia antar Raka menuju buggy dan melambaikan tangannya untuk Raka.

 

Setelah Raka pergi, Sasa kembali duduk di tempat dia makan. Dia pandangi kursi dimana Raka duduk saat makan tadi. Senyum… tawa… gerak gerik Raka… dan cara Raka berbicara malam ini, diingat Sasa kembali.

 

“Aku sudah gila karna sudah mencintaimu, mas. Ku harap perasaan ini tidak bertepuk sebelah tangan,” ucap Sasa pelan dengan wajah bahagianya. Tapi entah kenapa pembicaraan Raka di telpon tadi juga mengusik pikirannya. “Gadis? Apa jangan – jangan Gadis yang dimaksud adalah mantannya mas Raka?” tanya Sasa dengan dirinya.

 

Tiba-tiba saja saat Sasa hanyut dalam pikirannya, ada seseorang yang datang menghampirinya.

 

“Nona Sasa…”

 

“Gael?” Sasa menoleh ke arah Gael.

 

“Saya ke sini diminta pak Raka untuk membersihkan meja makan ini. Apa nona Sasa sudah selesai makannya?” tanya Gael membuat Sasa beranjak berdiri dari kursi.

 

“Ah… yeah. Udah. Kenapa bukan waiter atau butler yang lain saja buat ke sini bersihin meja ini? Emang kamu gak capek? Kamu kan udah kerja dari pagi,” tanya Sasa ikut membantu Gael secara perlahan.

 

“Karna tugas saya memang cuma taking care villa nona sama Bondan saja. Nona Sasa duduk saja biar saya yang bersihkan,” jawab Gael selalu dengan sikap ramahnya.

 

Entah kenapa tiba-tiba terbesit dipikiran Sasa untuk menanyakan soal tamu di lobby yang saat ini Raka temui.

 

“Gael… siapa sih tamu di lobby yang saat ini ditemui mas Raka?” tanya Sasa membuat Gael menghentikan tangannya bekerja.

 

“Em… Crew Photographer dari Jakarta sama dari Italy. Terus… ada juga pemain Cello terkenal dari Italy yang akan jadi partner photoshoot pak Raka. Kalau tidak salah namanya Gadis. Dia original dari Indonesia juga. Tapi lama menatap di Italy,” jelas Gadis membuat mata Sasa terbelalak. Sudah pasti Gadis yang dimaksud adalah mantannya Raka yang dulu pernah dibahas oleh Joy.

 

Sebenarnya gimana sih perasaannya mas Raka ke aku? Kok sekarang malah ada Gadis disini?... Tunggu… ‘Partner Photoshoot Pak Raka?’… Maksudnya Gadis sama mas Raka gitu yang akan jadi modelnya?! Batin Sasa dengan wajahnya yang menegang.

 

“Gael… Anterin aku yuk ke lobby resort. Aku mau nyusul mas Raka. Bersihin mejanya besok aja. Atau mungkin bisa minta tolong butler yang lain?” bujuk Sasa dengan ekspresi memelas. Dirinya tidak rela bila Raka sampai menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya itu lagi.

 

“Tapi ini kan sudah malam, nona. Al sama siapa? Memangnya nona Sasa enggak capek?”

 

“Gak pa pa… Al udah ditemeni tidur sama Bondan. Yuk… tolong Anterin aku ke lobby,” pinta Sasa lagi.

 

“Ya sudah… mari saya antar. Biar mejanya dibersihkan sama butler yang lain,” ucap Gael sambil merogoh handphone untuk mengirim pesan ke butler yang lain supaya membersihkan meja.

 

Akhirnya Sasa diantar Gael menuju lobby resort sesuai permintaan Sasa.

 

“Nona Sasa bisa turun duluan. Saya harus parkir buggynya di sana. Nanti saya susul,” ucap Gael setelah buggynya sampai di depan lobby resort.

 

 

Akhirnya pun Sasa berjalan memasuki area lobby terlebih dahulu. Ada beberapa karyawan yang menyapanya. Tentu saja karena kiprahnya di dunia sosial media membuat Sasa dikenal banyak orang. Di saat itu juga sayup-sayup Sasa mendengar pembicaraan karyawan kalau saat ini Raka tengah duduk dengan banyak tamu di lounge bar yang lokasinya berada di lobby hotel.

 

Tanpa harus bertanya-tanya, Sasa melangkahkan kakinya menuju lounge bar yang ada di lobby itu. Tapi baru saja saat dirinya akan berbelok ke kiri untuk menuju pintu masuk lounge bar, dia mendengar percakapan yang kurang nyaman untuk didengarnya dari 2 orang karyawan yang berdiri di depan lounge bar.

 

“Jaoh banget lah si Natasha kalau dibandingkan sama miss Gadis! Dari segi manapun selebgram yang gak ada bakat itu gak ada apa apanyaaa dibanding miss Gadis! Gak cocok banget dia sama pak Raka! Mending pak Raka balikan lagi sama miss Gadis! Ya gak?” kata seorang karyawan perempuan berambut panjang.

 

“Setuju, mak… Kalah jauh lah si Natasha itu sama miss Gadis. Secara miss Gadis udah Go International jadi pemain cello terkenal. Hlaaa deseee… channel youtubenya entah apalah yang diupload ituh….? Hihiihiii… Gak ada yang jelas! Heran gue subscribernya tembus 5juta. Gue rasa si selebgram itu beli subscriber di shoppe atau tokopedia. Hahahaa…!” Celetuk karyawan perempuan berambut pendek.

 

“Namanya juga gak ada bakat, mak! Gak jelas juga tuh selebgram asal usulnya. Dia kan cuma anak angkat yang gosipnya emak kandungnya hamil di luar nikah!” sambung perempuan yang satunya.

 

“Iiiiihhh… betul banget loe! Emang buah jatoh gak jauh dari pohonnya. Ngikutin jejak emak kandungnya dia tuh. Doi kan juga hamil di luar nikah sama om om yang usianya jauh dari dese! Iiihhh… amit amit kalau pak Raka mau sama Natasha! Gak rela Bos kesayangan gue nikah sama Natasha! Mending pak Raka balikan aja sama miss Gadis yang bibit bebet bobotnya jelas!”

 

Niat hati, Sasa ingin menghampiri Raka. Tapi setelah mendengar percakapan kedua karyawan itu, Sasa hanya bisa berdiri mematung. Nyalinya pun menciut sambil memandangi sosok Gadis yang tengah tertawa bersama Raka di dalam lounge bar.

 

“Nona Sasa…” sapa Gael membuat Sasa membalikan badannya.

 

“Gael?”

 

“Dua cewek itu ngomongin apa sih? Kenapa mereka asyik gossip bukannya kerja?” Gael dibuat gemas dan kesal karna wajah Sasa nampak murung. Kakinya mulai melangkah untuk menuju kepada kedua karyawan itu.

 

“Gael… biarin aja. Gak usah buang buang energi kamu,” ucap Sasa meraih lengan Gael agar tidak menghampiri kedua karyawan itu.

 

“Tapi, nona… Mereka tidak berhak ngomong seperti itu tentang anda,” sambung Gael.

 

“Aku gak pa pa, Gael.” Sasa semakin mempererat cengkramannya di lengan Gael. “Lagi pula cepat atau lambat publik lah yang akan menilai tentang aku sama mas Raka. Mau gak mau aku harus siap mendengar cibiran komentar mereka,” jelas Sasa berusaha tegar. “Yuk balik villa aja! Kayanya ini bukan saat yang tepat buat nyamperin mas Raka.” Sasa menarik lengan Gael untuk menjauhi lounge Bar.

 

Meski hati Sasa terbakar cemburu melihat tawa Raka dan Gadis dibalik pintu kaca lounge bar, Sasa mencoba meredam perasaannya itu. Lagi pula hubungannya dengan Raka masih belum jelas. Percakapannya dengan Raka saat makan malam baru sebatas untuk meminta maaf.

 

“Nona Sasa tidak apa apa kan?” tanya Gael setelah keduanya menaiki buggy lagi.

 

“Iya… Kamu gak usah kuatir. Aku udah sering dapat omongan atau kata-kata yang gak enak kayak tadi.” Sasa berpura pura tersenyum menutupi rasa kecewanya.

 

Dengan perasaan tidak nyaman, Gael menjalankan buggy secara perlahan.

 

“Gael… soal omongan karyawan tadi, kamu jangan laporin ke mas Raka ya. Gak usah cerita ke Bondan juga. Cukup kamu sama aku yang tahu,” ucap Sasa masih dengan perasaan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

 

_______

Keesokan harinya, Sasa terbangun dengan kondisi kepala yang cukup pusing. Kepalanya seolah berputar -putar karena kejadian semalam.

 

“Mas Raka sama cewek itu ngomongin apa sih sampai ketawa ha ha ha- hi hi hi! Bikin susah tidur aja dari semalam!” kesal Sasa beranjak dari tempat tidur.

 

Baru saja akan beranjak dari tempat tidur, Sasa melihat layar handphonenya menyala karena ada panggilan.

 

“Hallo selamat pagi, mas Raka,” sapa Sasa tersenyum senang.

 

“Hallo, Sa. How are you? Gimana tidur semalam?”

 

“Good. Baik,” jawab Sasa semakin senang karena merasa diperhatikan.

 

“Sorry soal semalam ya. Ada hal mendadak yang gak bisa ditinggalin,” jelas Raka membuat Sasa teringat tawa Gadis dan Raka di lounge bar.

 

“Gak pa pa. Aku ngerti mas Raka sibuk.” Mencoba memahami tapi isi kepala Sasa sudah banyak pertanyaan tentang apa saja yang sudah dibicarakan Raka dan Gadis.

 

“Yeah… beberapa hari kedepan aku akan lebih sibuk lagi. Aku juga mau bilang kalau saat ini aku lagi gak ada di resort.” Sasa cukup terkejut dengan ucapan Raka itu. “Aku sama crew photographer lagi ada di kapal phinisi. Rencananya 3… atau 4 hari kami akan bikin video di sini. Aku harap kamu masih di resort aku kalau aku balik nanti,” ucap Raka membuat Sasa sedikit melayang dengan kalimat terakhir dari Raka.

 

“Iya, mas. Em… aku pasti nungguin mas Raka. Jangan lama-lama ya,” sambung Sasa kegirangan.

 

“Yeah… Take care ya, Sa. Kalau butuh apa-apa bilang saja sama Gael. Salam buat Bondan sama Al.”

 

Hanya obrolan sederhana seperti itu saja Sasa sudah cukup puas. Sakit hatinya soal semalam sudah cukup terobati dengan panggilan dari Raka.

 

Semoga selama 3 atau 4 hari mas Raka sama Gadis… dia gak berubah pikiran buat balikan sama Gadis. Huft… kenapa aku jadi gak tenang gini…? Batin Sasa menatap birunya lautan dari jendela kamarnya.

 

“Apa aku susul mereka aja ya?” celetuk Sasa dengan idenya yang tiba-tiba muncul.

 

*****

Bersambung…

*****

1
Diah Andini
Luar biasa
Diah Andini
Iklannya please dicabut aja
Diah Andini
Otw baby baru sama raka
Diah Andini
Akhirnya luluh juga
Diah Andini
Jadi ruwet
Diah Andini
Tinggalin aja Saaa buang ke laut si deni
Queen
Sasha harusnya menjadi wanita elegant. Suka boleh, tapi harus jaga sikap
Jangan terlalu mencolok di mata orang
Jaga jarak ke Raka sha, jual mahal sedikit tidak masalah
Clara Evelin
ini iklan 18+ gitu kah? /Smile/
Th. Ranz
Sukaaaaaaa
di wish
ini memang tokoh wanitanya tipe murahan ya...kok lama2 sebel ya
aira aira
otw baby girl
Anisatul Azizah
apakabar iklan intim kamu dg Gadis???????????
Anisatul Azizah
ya ampun Den.. Den, kowe ki ngopo??
Anisatul Azizah
Sa.. kamu ni gampang bgt emosi jg gampang bgt luluh loh. Pergi dr Bintan sembunyi2 ke Salatiga, dirayu dikit luluh. Nangis2, dibaikin dikit luluh...
Anisatul Azizah
spesial kok ngajakin Gadis toh Om Om..
Anisatul Azizah
alangkah baiknya..
'maaf Sa aku g tau Gadis diajak kesini'
atau, 'udahlah Pa, Ma.. sekarang aku in relationship dg Sasa. Gadis cm masa lalu, gak perlu diungkit lagi. Tolong hargai Sasa'
ini cuma dag deg aja, hadeeeeeh
Anisatul Azizah
lah kamu juga mak mak.. keterlaluan, udah tau mau kerumah Sasa pake ajak Gadis, eh didalem runahnya bahas 'sayang dulu sama Raka putus'
Anisatul Azizah
Tante Kasih, Om Galang.. paling gak jelasin dikit lah kenapa harus ajak Gadis kerumah Sasa...
Anisatul Azizah
masalahnya Ka, gak jelas bgt emang kamu sm Gadis itu.. dikenalin ketemu sama Sasa n Al, trs kalian berdua ngobrol sendiri. Gak jelasin siapa Sasa/Al ke Gadis. Tiba2 bikin iklan dg adegan intim, sekarang ngejar2... take down 'kalo kamu gak suka'..
Anisatul Azizah
iklan minta di take down, giliran ada konser cello gercep mau hadir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!