Kisah seorang wanita karier Eriska yang dijodohkan oleh ayahnya birowo dengan seorang lelaki yang baik hati namun sederhana.
Eriska yang seorang wanita karier menolak dijodohkan hanya dengan lelaki biasa sedangkan dia adalah pemilik hotel bintang 5 yang begitu terkenal. Namun, sebelum Papa nya meninggal, Ia ingin melihat anaknya menikah dengan pria pilihannya yaitu Dito Aditya anak sahabat lamanya. Dito hanyalah seorang anak pemilik peternakan sapi.
Namun Papa nya tidak habis ide untuk membuat Eriska setuju dengan perjodohan ini hingga akhirnya Eriska mau menikah dengan Dito.
Awal pernikahan Eriska begitu tidak perduli pada Dito bahkan tidak menghargainya sebagai suami. Ia hanya menganggap pernikahan nya sangat Terpaksa. Namun Dito sangat sabar menghadapi Istrinya yang angkuh.
Setelah menikah banyak kejadian yang membuat nya berubah menjadi lebih baik dengan bantuan Dito.
Bagaimana kisah cinta antara Eriska & Dito ??? Jangan lewatkan setiap episode nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
Selesai mandi Eriska berganti baju dengan baju tidur yang biasa Ia Gunakan. dengan lengan pendek Dan celana pendek. Saat Ia keluar dari ruang ganti menuju tempat tidur, Ia terkejut melihat Dito hanya menggunakan celana pendek diatas lutut dengan tanpa menggunakan pakaian atasan. Badan Dito terlihat sangat proposional memiliki six pack yang sempurna.
"dasar cowok gila, kenapa jadi setengah telanjang begini sih". Gumam Eriska.
Hmmmmmm Tapi badannya OK juga. Ujar Eriska dalam hati. Ahhhhh berfikiran apa sih. Eriska menepuk kepalanya.
Untung sudah tidur Dia selamat dari gangguan mesumnya. Eriska membaringkan badannya untuk tidur.
Eriska tidur memunggungi Dito. Ia tidak ingin berpapasan muka dengan Dito. Saat Eriska sudah mulai memejamkan mata, Ia terkejut saat Dito memeluk nya.
laki-laki ini. Eriska emosi.
Ia mencoba melepaskan pelukan Dito namun usahanya sia-sia.
"Heh cowok mesum. bisa gak lepasin pelukannya ?". gerutu Eriska
"Gak mau". jawab Dito.
" lepasin cowok mesum". Eriska berontak.
Eriska merasakan sesuatu yang keras dibawah tubuhnya.
Apa ini. Eriska merinding dibuat nya. Apa jangan-jangan Dia mau melakukan itu. Tubuh Eriska sudah keringat dingin Ia merasa Takut.
"Jangan bergerak makanya. kalau Kamu terus bergerak jangan salahkan Aku akan melakukan sesuatu padamu. Aku sudah berjanji pada diriku tidak akan memaksa Kamu untuk melakukan itu sebelum Kamu siap meskipun Kamu sekarang Istriku. Tapi jika Kamu terus menggoda ku jangan salahkan Aku. Aku juga hanya lelaki biasa. Lagi pula Kamu sudah janji kan padaku akan melakukan apapun saat Wawancara tadi? sekarang aku tagih itu. kamu hanya perlu diam saat Aku memelukmu OK. sekarang tidur lah". Dito mencium kepala Eriska. " Good night Istri Cantikku".
deg deg deg deg jantung Eriska berdetak dengan kencang.
Sial, kenapa dengan diriku?? kenapa pelukannya sangat hangat begini. Ujar Eriska dalam hati.
Tanpa Eriska sadari, Ia merasa nyaman didekap Dito. Tak perlu waktu lama Eriska tertidur pulas dipelukan Dito.
Dito hanya tersenyum karena Eriska tak menolak pelukannya.
pukul 4 pagi Dito tengah terbangun. Dito tersenyum bahagia saat membuka mata melihat Eriska dipelukannya. "Selamat pagi istri Cantikku". Dito mencium kening Eriska
Dito berjalan menuju kamar ganti untuk mengganti baju Dan wudhu. Ia ingin menunaikan kewajibannya sebagai seorang Muslim.
Dito menghampiri Eriska yang tengah tidur pulas. berniat membangunkan untuk Sholat.
"Eriska, bangun. kita sholat subuh yuk". Dito membangunkan dengan lembut. namun Eriska tidak menggubris nya.
" Eriska". Dito menggoyangkan tubuhnya. Eriska hanya menggeliat.
"Sayang cantik istriku bangun yuk atau mau aku cium". ujar Dito.
Eriska yang mendengar terkejut lalu terbangun. Ia melihat jam masih pukul 4 pagi.
"Gila Kamu ya masih subuh sudah bangunin saya". Eriska kesal
"Aku cuma bangunin untuk sholat subuh". ujar Dito.
" Kamu kalau mau Sholat ya sholat aja gak perlu kan ganggu saya". ujar Eriska ketus lalu Ia tidur kembali.
"Astagfirullah". Dito menggelengkan kepalanya.
" Eriska, bangun". Dito menggoyangkan bahu Eriska.
"Apalagi sih?". bentak Eriska.
"Ayo sholat dulu". ujar Dito.
" Kamu bisa sholat sendiri. sudahlah jangan ganggu saya. Saya paling tidak suka sama orang pengganggu". Eriska menutup semua tubuhnya dengan selimut.
Dito tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa memaksa Eriska. Akhirnya Dito sholat sendirian.
Setelah sholat, Ia kembali ke tempat tidur nya. Ia duduk disebelah Eriska.
"Maafkan Aku masih jadi suami yang kurang baik untukmu". Dito mengelus rambut Eriska.
Eriska merasa nyaman dengan perlakuan Dito. Ia setengah sadar saat Dito mengelus rambutnya dengan lembut namun Ia bisa merasakan kelembutan Dito.