Demi membantu sang ayah Samara rela menikah dengan Edric, CEO muda yang terkenal sangat kejam.
Suaminya tak pernah menganggap Samara ada. Hari-hari rumah tangganya penuh dengan isak-tangis.
Bagaimana kelanjutan hubungan diantara keduanya?
Akankah Samara bertahan atau memutuskan pergi?
Bagaimana dengan Edric?
Apakah dia akan mati-matian mengejar cinta istrinya kembali?
Saksikan berbagai kejutan dalam kisah mereka hanya di Noveltoon.
#Silahkan jika anda ingin promosi novel anda di page saya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡SanitaComel♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersikap Cuek
Ini sudah pukul 1 siang .. Baik edric maupun samara tidak ada yang bekerja hari ini...
Edric masih berdiam diri di dalam kamar,, dia sedang memikirkan sesuatu, ntah apa yang dia pikirkan sekarang... sementara samara sedang berada di dapur, dapat terlihat samara mengolah adonan muffin ..
"Biar bibi bantu ya non" ucap bi reya
"Ehh, gak usah bi .. aku bisa sendiri kok, lagian sebentar lagi siap" jawab samara sembari tersenyum..
Dion datang dari halaman belakang dapur ..
"Wangi pisan aroma nya,, sedang buat apa atuh bi" tanya dion kepada bi reya
"Itu, non ara sedang buat bolu .. untuk suami nya barangkali" ucap bi reya setengah berbisik..
Bi reya juga berasal dari kota bandung,, karena itu dia nyambung berbicara dengan dion..
"Ehh, dion .. Kenapa di situ? sini masuk" sapa samara sambil memanggang muffin buatan nya...
"Non ara memang rajin di dapur ya? jarang sekali anak majikan suka ke dapur begini" ucap dion
"Hehe,, kamu bisa saja dion" samara tertawa mendengar ucapan dion..
"Wah wah, putri daddy lagi apa di dapur" tuan aldebaron melihat samara yang sedang berada di dapur..
"Sam is making sponge cake dad" jawab samara
"Muffin? dad suka itu sayang" tuan aldebaron mengelus rambut putri nya..
"Nanti sam ambilkan buat daddy ya" ucap samara sambil menunggu muffin nya matang.
"Ya sudah sisahkan untuk dad ya,, dad pergi dulu ya sayang, ada urusan sebentar di kantor" tuan aldebaron pun melangkah pergi
"Hati hati dad" teriak samara yang di balas dengan jempol oleh daddy nya ..
"Mommy kemana ya bi? kok aku gak ada lihat mommy" tanya samara
"Nyonya tadi pergi keluar non, mungkin ada arisan" jawab bi reya
Samara pun mengangkat muffin yang sudah matang dan memotong nya menjadi beberapa bagian... tidak lupa dia memberikan kepada bi reya dan juga dion,, samara memang suka berbagi makanan ...
Edric keluar dari kamar, menuruni anak tangga .. Di lihat nya samara sedang duduk di ruang keluarga,, dia pun berjalan ke tempat samara berada..
Samara asik menonton acara drakor, sambil sesekali memasukan muffin ke dalam mulut nya... edric menjadi kesal karena kehadiran nya tidak di perdulikan... edric pun menjatuhkan diri nya di sofa tepat di sebelah samara..
*kenapa lagi dengan nya?? aku tau dari tadi dia melihat ku tapi aku malas kalau harus mengajak nya untuk bergabung* ucap samara dalam hati..
Seperti nya samara masih belum bisa memaafkan edric ... Namun edric terus saja menggangu dan mendekati nya..
Edric melirik samara yang sedang asik sendiri ...
*dia bahkan tidak menoleh sama sekali , arghhh menyebalkan sekali* batin edric
Edric memasang wajah yang sangat kesal itu sangat terlihat ,, samara yang melirik nya hampir tertawa..
*bagaimana tuan muda? bagaimana rasa nya di cuekin begini, kau rasakan sendiri .. kau lebih percaya dengan orang lain kan, cih* samara masih merasa sakit di hati nya..
"Kau makan apa itu" tanya edric
seperti nya edric tidak bisa terus diam saja ..
"It's a sponge cake ,, Muffin" jawab samara
"Kau mau?" tanya samara menawarkan..
"Aku tidak suka itu" ucap edric jual mahal
"Okay" samara pun menaruh kembali muffin yang dia tawarkan..
Edric terbelalak melihat respon samara..
*what? apa dia tidak ingin aku memakan nya? setidak nya kau bisa menyuapi aku samara* edric jengkel dalam hati nya..
Samara melihat david keluar dari kamar nya.. bisa terlihat david habis bangun tidur, seperti nya tidur nya sangat nyenyak...
"Hey dav" teriak samara dari bawah
David pun menoleh ke arah samara dan edric,, lalu dia berjalan ke tempat tuan muda nya berada..
"Ada apa nona" tanya david yang sudah ada di antara mereka
"Ayo sini ,, duduk" ucap samara
Edric hanya diam tidak bereaksi .. david pun memberani kan diri untuk duduk..
"Ini makan lah ,, Aku buat muffin ini sendiri, coba lah bagaimana rasa nya" samara memberikan sepiring muffin kepada david
"Benarkah nona? boleh saya coba" david yang memang menyukai jenis bolu pun tertarik..
"Tentu saja,, seperti nya tuan muda mu ini tidak suka, kau boleh habiskan kalau mau" ucap samara
Mata david berbinar, dia adalah orang pecinta bolu.... mata edric membulat mendengar perkataan samara,,
Samara permisi ke toilet ... david pun ingin memakan muffin tersebut, sudah hampir masuk ke dalam mulut nya david membuka mulut ..
Namun tiba tiba,, edric merampas muffin dari tangan david..
"Tuan..."
"-_-"
David yang sudah membuka mulut nya pun terdiam ... terheran melihat tuan muda nya..
"Apa" jawab edric dengan ketus
"Ini buatan istriku,, apa kau pikir aku ingin berbagi? tidak, kau tidak boleh makan ini" ucap edric menatap david dengan tajam..
Edric pun langsung memasukan muffin ke dalam mulut nya... *umm,, rasa nya manis sekali* edric pun ketagihan sampai mengambil lagi ..
"Baiklah tuan muda" david pun terpaksa duduk kembali ke tempat nya..
Melihat edric, david sampai geleng kepala...
*tuan tuan sampai kapan anda sok jual mahal begitu* pikir david
Samara pun menghampiri mereka lagi ...
"Bagaimana dav? rasa nya" tanya samara tersenyum
"Umm, enak kok nona" jawab david berbohong
"Kalau begitu ambil lagi ,, habiskan saja" samara mengambilkan sepotong muffin kepada david
David ingin mengambil nya, namun niat nya teralihkan oleh tatapan edric yang terus melotot ke arah nya...
"Tidak nona ,, nanti saya ambil sendiri kalau saya mau" david ngeles..
"Baiklah kalau begitu" samara meletakkan kembali muffin tersebut..
Edric pun kembali bersantai.. dia sengaja membaringkan kepala nya di paha samara..
*apa apaan dia ini ,, mengambil kesempatan di depan david* samara sedikit geram dengan sikap edric
Edric bahkan membuat wajah nya mengumpat di perut samara,, dan memeluk perut itu dengan tangan nya... Samara yang merasa geli pun memukul lengan edric,, namun edric tidak perduli..
*aku ingin tetap seperti ini sayang* ucap edric dalam hati
David yang melihat itu pun sadar diri jika dia mengganggu .. David pun undur diri dan berlalu pergi ke taman depan rumah samara..
Edric pun pura pura tertidur di pangkuan samara... Samara menggoyangkan tubuh edric namun edric tidak bergeming sedikit pun... tapi pelukan di perut nya sangat erat.
"Apa dia tidur?" samara berbisik dengan diri nya sendiri.. namun edric bisa mendengar suara nya..
*kau sangat tampan jika sedang tertidur ed ,, aku ingin sekali mencium wajah mu* terbesit rasa terpukau di hati samara..
Samara membelai pipih edric yang sedang terpejam ,, tanpa di sadari edric sekilas tersenyum namun tidak bergeming...
Di gedung Alliance Michael terlihat arthur sedang makan siang bersama alishka.. sejak mereka jalan berdua, mereka menjadi lebih dekat satu sama lain ... dan itu membuat arthur sangat senang.
"Alishka setelah pulang bekerja apa kau mau menemani ku?" tanya arthur
"Hmm, boleh saja .. Memang nya mau kemana?" jawab alishka yang sedang menyerut minuman
"Sudahlah ,, kau hanya perlu temani aku saja" ucap arthur tersenyum penuh makna..
"Baiklah" alishka menjawab dengan santai tanpa tau maksud keinginan arthur...
"Wah wah, kalian makin nempel aja .. kalian pacaran ya?" stevi datang bergabung..
"Apaan sih vi, jangan nyebar berita yang gak bener deh" alishka membantah pertanyaan teman nya..
Sedangkan arthur tersenyum malu, seperti menginginkan hal itu benar terjadi ...
"Abis nya setiap hari berdua terus ,, gue di tinggalin mulu" balas stevi sambil memajukan bibir nya
"Itu karena kerja lu lambat" ucap alishka
"Iyah deh iyah" stevi pun mengalah pada teman nya..
Mereka pun menghabiskan makan siang bersama ...
Sementara di tempat lain,, tepat nya di sebuah cafe .. Dominique sedang duduk termenung.. wajah nya sedikit berubah ubah ..
"Sayang" alvaro memegang tangan dominique
"What is it, honey ? kamu kok murung gitu? kita kan uda ketemu seharus nya kamu seneng dong beby" ucap alvaro
"Ya aku emang seneng kita uda ketemu sayang,, tapi aku kepikiran aja sama wanita itu" jawab dominique..
"Woman? wanita yang mana ? siapa honey?" alvaro heran perihal wanita yang di maksud dominique..
"Hmm, maafin aku ya beby .. sebenar nya ada sesuatu yang aku belum kasih tau ke kamu .. tapi kamu jangan marah ya" dominique menatap alvaro dengan serius..
"What's that?" alvaro pun menatap wajah dominique..
Singkat cerita dominique sudah memberi tau hal yang dia lihat, dari awal melihat Ray membawa samara ke mobil sampai kejadian di hotel....
"Aku yakin banget kalau wanita itu pasti di jebak,, karena pria itu mengatakan kebohongan beby" ucap dominique dengan nada emosi..
"Honey, apa kau tau siapa suami dari wanita itu? kau mengatakan jika pria itu berbohong di hadapan suami nya kan" alvaro berusaha memahami cerita yang di sampaikan oleh dominique..
"Hmm, kalau tidak salah .. Thalia bilang wanita itu istri dari CEO yang terkenal itu , siapa ya aku tidak ingat" Dominique berusaha mengingat nya..
Alvaro terbelalak mendengar kata CEO..
*CEO? Tidak ada CEO yang terkenal di kota ini selain Edric,, apa jangan jangan ... wanita itu ....*
Alvaro masih menunggu jawaban dari dominique
"Cobalah untuk mengingat nya honey" ucap alvaro yang penasaran
Dominique pun masih terus berfikir.....
Bersambung....
coba saja di kasih biar para pembaca yang gak faham artinya, jadi ngerti mereka ngomongin apa🤗tolong di perbaiki yah thor
Thor kasih terjemahan kalo ada bahasa Inggris nya,aku ngk mengerti🤦🏻♀️ apa yang di omongin