Aku nyaman berada di samping nya, Cinta nya yang begitu sangat tulus dan kedewasaan nya membuat diriku sangat nyaman berada di samping nya.
Dia sangat setia pada Negara dan kekasih hatinya Aku, hanya satu ungkapan untuk ku yaitu Kamu telah memilih ku, Aku milik Negara tak hanya milikmu kamu harus siap menerima suatu saat nanti hanya nama dalam kenangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hatiku Kini Milik Mu
Tasya hanya menundukkan wajahnya dengan tangan Menggenggam erat tangan Reza saat keluarga Reza menatap dirinya.
Lalu seorang wanita paruh baya mendekati Tasya dan Reza yang berdiri di hadapan keluarga besarnya.
" Kamu Tasya?? " Sapa nya.
" Iya Bu, Saya Tasya."
" Panggil mamah sayang, Saya mamah nya Reza suami kamu." Ucap Ibu Ajeng.
Senyum mengembang di wajah Ibu Ajeng membuat Tasya pun tersenyum, semua keluarga nya yang sedang duduk di sofa pun tersenyum ke arah Tasya.
" Selamat datang nak, kamu mulai sekarang adalah bagian dari keluarga kami." Ucap Ibu Ajeng.
" Terima kasih Mah, sudah menerima Tasya."
Lalu seorang lelaki paruh baya mendekati Tasya, Reza yang melihat nya langsung Menggenggam erat tangan Tasya.
" Ini yang di maksud pilihan anak Saya. ? " Ucap nya tak lain adalah Pak Basuki.
Tasya menundukkan wajahnya kembali, senyum yang tadi nya mengembang kini tak tiba - tiba hilang.
" Pah." Ucap Reza.
" Kamu suka apa nya sama anak saya? " Tanya Pak Basuki.
" Pah. " Ucap Reza kembali.
" Apa yang di lihat, harta, jabatan atau apa? " Ucap Pak Basuki.
" Pah...!! " Ucap Reza dengan nada yang sangat tinggi.
" Papah tidak tanya sama kamu, tapi sama wanita ini." Ucap Pak Basuki dengan menatap tajam ke arah Tasya.
Dengan mata yang sudah berkaca - kaca, Tasya memandang ke arah Pak Basuki yang kini berdiri tepat di hadapan nya.
" Saya memang bukan wanita berkelas, Saya memang terlahir dari keluarga sederhana. Tapi dari kesederhanaan itu Saya belajar dimana itu etika, dimana itu derajat yang lebih tinggi. Keluarga Saya memang bukan keluarga yang mempunyai jabatan, dan Saya pun bukan wanita yang berpendidikan tinggi, tapi Saya masih punya harga diri." Ucap Tasya yang sadar Reza meremas kuat tangan Tasya.
Seketika wajah Pak Basuki tersenyum ke arah Tasya, lalu membelai rambut Tasya sontak wajah Tasya terkejut dengan perubahan mimik Pak Basuki.
" Inilah pilihan anak lelaki Saya, pantas dia mau menikahi kamu, Reza kamu pantas memilikinya."
Seketika sebuah senyuman keluarga menghiasi suasana yang sempat tegang, dan Tasya pun tersenyum sambil mengusap air mata yang sempat lolos.
" Terima kasih, sudah menerima Tasya."
" Papah yang harus berterima kasih, kamu sudah banyak berkorban untuk Papah dan keluarga ini." Ucap Pak Basuki.
" Terima kasih Pah." Ucap Reza.
" Nak kita kenalan dulu sama yang lain nya." Ajak Ibu Ajeng.
" Mereka itu kakak - kakak nya Reza, kakak Reza laki - laki semua, yang jadi Tentara Reza sendiri sedangkan kedua kakak nya itu ASN." Ucap Ibu Ajeng.
Tasya pun lalu bersalaman dengan kedua kakak Reza dan Kedua kakak iparnya, wajah mereka pun hampir sangat mirip dengan Reza namun kulit Reza tak terlalu bening seperti kedua kakak nya karena Reza adalah seorang Tentara dimana fisik yang di utamakan.
" Saya Abi, Kakak pertama Reza, ini istri Saya Windi." Ucap Abi sambil bersalaman dengan Tasya.
" Tasya Kak." Balas Tasya.
" Halo Saya windi, selamat datang di keluarga besar Pak Basuki." Ucap Windi sambil setengah memeluk tubuh Tasya.
" Terima kasih kak."
" Saya Giri Kakak kedua Reza, dan ini Santi istri Kakak."
" Tasya Salam kenal, semoga kamu bahagia Selalu dengan Reza." Ucap Santi.
" Terima kasih banyak Kak, mba." Ucap Tasya.
Reza lalu memeluk pinggang Tasya, sambil tersenyum ke arah istri nya.
" Kamu sekarang percaya kan sayang, apapun yang kakak bilang nggak pernah bohong, untuk dapat menerima kamu kakak penuh perjuangan."
********
Tasya kini berada di kamar Reza, kamar yang sangat luas dan tampak rapih dengan hiasan dinding yang penuh photo Reza dari mulai SMA, masa pendidikan hingga sudah masa Dinas. Yang membuat Tasya fokus kembali melihat bingkai photo yang terpajang di sudut buffeet photo Reza dan Dika.
" Itu photo waktu sama - sama masih jadi CASIS alias calon siswa, kita sama - sama daftar untuk masuk militer." Ucap Reza saat mengetahui istrinya menatap photo suami dan mantan nya.
" Kak, terima kasih ya." Ucap Tasya yang duduk di Sisi tempat tidur.
" Kamu dari tadi ucapin terima kasih terus, memang nya buat apa." Reza duduk mendekati Tasya yang sedang duduk di Sisi tempat tidur.
" Terima kasih, keluarga kakak mau menerima Tasya hanya orang biasa."
" Kakak kan pernah bilang, kita menikah atas ijin restu orang tua. Kakak akan Selalu ada di samping kamu, sekarang nggak ragu lagi kan sama kakak."
" Iya kak, maaf kalau kemarin sempat ragu dan jujur Tasya takut untuk kedua kali nya orang yang mencintai Tasya meninggalkan Tasya yang sedang sayang - sayang nya."
" Kakak mau bilang, Tasya sekarang sayang nggak sama kakak? " Reza lalu duduk berjongkok di hadapan Tasya.
" Tasya jujur sedikit sudah bisa membuka hati ini kak, Tasya sayang sama Kakak. Tasya sudah jatuh cinta sama Kakak."
Reza lalu duduk di samping Tasya, dan menatap lekat mata Tasya dengan wajah yang dirinya di dekat kan dengan nya.
" Kakak sudah jatuh cinta sama kamu, sejak ijab kabul itu."
Reza mencium bibir tipis istrinya, dan Tasya memejamkan mata nya saat bibir mereka saling menyatu dan ******* memainkan ciuman nya.
********
" Mas, kenapa diam melamun? " Sintia mendekati Dika yang sedang duduk di ruang tamu.
" Sekarang sudah seharusnya Mas harus memulainya dari awal dan membuka lembaran baru bersama kamu." Ucap Dika.
" Terima kasih Mas, sudah bisa mau menerima Aku sekarang, terima kasih." Sintia memeluk tubuh Dika, dan Dika pun membalas pelukan Sintia.
" Maaf kalau selama ini kasar sama kamu, dan maaf kalau selama ini Mas tak membalas cinta kamu, hingga perjuangan kamu Ingin mendapatkan hati mas dengan cara kamu, mungkin semua ada hikmah di balik ini semua."
" Maafkan semua salah Sintia Mas."
" Kita lupakan semuanya, kita buka lembaran baru."
" Aku harus bisa belajar untuk melupakan kamu Tasya, selamat tinggal untuk selama nya. "
********
" Kak, ini photo masa kecil kakak ya? " Tanya Tasya saat sedang membuka album photo milik Reza.
" Iya lucu ya? " Ucap Reza dengan menempelkan dagu nya di bahu Tasya sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.
" Tasya nggak punya photo keluarga seperti ini kak, hanya punya Satu itu juga sudah sobek di ujung nya."
" Nanti kita photo seperti itu, kalau sudah punya anak kita photo bertiga, berempat, bersama, berenam."
Tasya langsung menoleh ke arah Reza dan kedua wajah mereka sangat dekat.
" Memang kakak mau punya anak berapa? "
" sepuluh!! "
" Nggak mau, kakak enak Tasya yang mengandung sama melahirkan, enak aja main pengen sepuluh anak." Ucap Tasya sambil cemberut.
" Ya udah lima." sambil menunjukkan ke lima jarinya.
" Dua." Tasya menunjukkan dua jarinya.
" Ok deh, kakak nurut saja tapi kalau lebih jangan nolak rejeki."